MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 206


__ADS_3

" Van buka pintunya kamu jangan kayak gtu kita bicarakan baik baik, oke aku minta maaf atas sikap aku. Van..! sayang buka pintu dong " teriak Aldo sembari mengetuk pintu kamar Vania.


" sayang ada apa mereka? " tanya Shofia pada Rey yang berada di kamar samping


" ntah " jawab Rey sembari mengangkat kedua bahunya. sembari mengendus endus leher sang istri.


mama Widya yang sedang sibuk memasak menghampiri Aldo begitu pula Shofia dan Rey.


" ada apa al kenapa ribut ribut begini? " tanya mama Widya


" maaf tan seperti nya Vania marah sama aku tan dan bermaksud membatalkan pernikahan kami "


"apa?" ucap mereka bersamaan


" kok bisa al sebenarnya apa yang kamu lakukan sampai Vania mau membatalkan pernikahan kalian yang tinggal dua bulan lagi " kata mama Widya


" ya Al sebenarnya ada apa Vania pasti punya alasan aku tau Vania itu seperti apa dia tidak mudah marah kecuali kalau sudah kelewat batas " sambung Shofia.


" seperti nya Vania marah atas ucapan ku tadi siang "


" ayo duduk kita bicarakan dengan hati tenang " ajak mama Widya dan mereka bertiga duduk di sofa depan kamar.


" oke al sekarang ceritakan apa yang membuat Vania ingin membatalkan pernikahan kalian " tanya mama Widya laksana seorang hakim yang ingin menghakimi Terdakwa.


Aldo terdiam tidak menjawab


"kenapa apa ini karena sikap posesif kamu membuat Vania tidak nyaman? " tebak Shofia. dan Aldo mengangguk pelan


" Aldo tante kan sudah pernah bilang ke kamu kurangi sikap over posesif mu, usiapa pun pasti nggak akan suka " kini mama Widya yang angkat bicara


" tapi tan aku nggak suka dia bicara pada laki laki di tambah laki laki itu mentapnya sangat Intens aku nggak suka tan "


" trus mau kamu gimana? kalau sikap kamu seperti itu ya udah kamu kurung aja dia di rumah dan kamu harus siap temani dia dua puluh empat jam gimana sanggup?. kamu itu harus ingat al Vania itu calon dokter dan pasti saat bertugas akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak pasien dan keluarga pasien" kata mama Widya.


" kamu klo bersikap kayak tadi bisa bisa Vania pergi dari kamu, kamu klo cemburu boleh tapi jangan cemburu buta jangan sampe kamu cemburu yang tidak beralasan " kini Shofia menimpali.


" betul al coba kamu kayak aku ya kan sayang? " ucap Rey sambil mengangkat kedua alisnya.


" alah kamu itu sama sebelas dua belas sama Aldo " cibir mama Widya.


" trus sekarang aku harus bagaimana tan? aku cinta dan sayang banget sama Vania. nona Shofia tolong bujuk Vania agar mengurungkan niatnya ya..! saya mohon "


" nggak usah bawak bawak istri aku"


" mas.. " tegur Shofia.


" iya sayang,...ya udah kamu boleh tolong Aldo buat ngerayu bininya biar nggak ngambek "


" calon bini tuan "

__ADS_1


" ya itu dah.. "


" ya udah nanti aku coba bicara sama Vania, tapi kamu juga harus bisa merubah sikap posesif kamu itu agar bisa di kurangi "


" cemburu itu perlu untuk menunjukkan rasa sayang dan cinta kita pada pasangan tapi bukan cemburu buta " nasihat mama Widya lagi.


" ya tan aku akan coba "


" ya udah tante kembali ke dapur masak habis ini kamu bicara baik baik minta maaf sama dia "


" ya aku juga mau ngeloni si kembar sudah waktunya tidur, kamu tenang aja nanti aku coba bicara pada Vania "


" Terima kasih .nona " .


" hem " jawab Shofia dan kembali ke kamarnya. sedang Rey dan Aldo masih duduk di sofa yang sama.


" loe yang sabar kata orang tu ini ujian orang yang mau nikah, tapi loe harus segera baikan sebelum kita balik besok karena gua nggak mau loe nggak konsentrasi kerja gara gara mikirin hal ini " ucap Rey sambil menepuk bahu asistennya dan kemudian berlalu ikut menyusul sang istri ke dalam kamar.


sore harinya setelah mengurus anak anak Shofia bergegas masuk ke kamar Vania.


" tok.. tok.. Van apa gua boleh masuk? " ucap Shofia dari balik pintu


" masuk aja shof "


" hay... are you oke " tanya Shofia yang melihat mata sang sahabat merah seperti abis menangis.


" sory ya bukannya gua mau ikut campur urusan loe sama Aldo tapi tadi siang tanpa sengaja kita denger loe sama Aldo lagi bersitegang makanya gue ama mama kepo nanyain Aldo "


" kayaknya gue mau batalin aja rencana pernikahan gue " celetuk Vania. Shofia menarik bafas panjang


" yakin...? cowok seperti Aldo di zaman sekarang itu langka lho..! dia pekerja keras jujur sopan nggak neko neko ya walau sedikit posesif tapi gua yakin dia setia, timbang pacar loe yang dulu selingkuh dimana mana. loe tau nggak Rey dan Aldo itu sama kalau masalah cemburu, tapi semuanya tergantung bagaimana kita menghadapi sikapnya itu, ya dengan sikap bijak tentunya. karena bagaimana pun tidak ada pasangan yang sempurna"


" tapi gua nggak tahan shof dia selalu menatap tidak suka setiap orang yang berbicara sama gue dia seperti mengintimidasi dengan tatapannya yang seolah mengancam "


" ya loe harusnya senang dong itu berarti dia mau loe hanya milik dia seorang, dia nggak mau kecantikan wanitanya di nikmati juga oleh orang lain. loe pikirkan lagi baik baik kurang apa Aldo coba udah ganteng baik mapan dan kapan pun loe butuh dia dia selalu datang "


" nggak juga "


" ya kecuali kalo berhubungan ama laki gua " ucap Shofia dengan tertawa lepas.


" udah deh Van udahan ngambeknya ya...! kita ke sini kan mau have fun lagian tadi aku sama mama udah bicara sama Aldo dan mama juga udah nasihati dia jadi sekarang loe baikan nggih nggak baik marahan lama lama kan bentar lagi jadi suami istri" bujuk Shofia.Vania terdiam.


" shof apa ini ya yang namanya ujian sebelum pernikahan? "


" hemm bisa jadi makanya kita harus sabar menghadapinya jangan pake emosi " kata Shofia lagi.


Vania terdiam dan hanya menarik nafas panjang.


" ya udah aku kembali ke kamar pokoknya aku mau sebelum makan malam kalian sudah baikan " 𝚞𝚌𝚊𝚙 Shofia kemudian keluar dari kamar Vania.

__ADS_1


" makasih ya shof "


" hem " jawab Shofia sebelum berlalu dari kamar Vania.


" ting.." suara notifikasi pesan di ponselnya. Vania segera membuka pesan yang ternyata dari Aldo.


" bisa bicara sebentar kita ketemu di taman belakang " pesan Aldo dan Vania segera mencuci wajahnya dan merapikan sedikit rambutnya lalu melangkah keluar dari kamarnya menuju taman belakang.


" ehem " Vania mendehem mendekati Aldo yang posisinya membelakangi. Aldo menoleh ke belakang kemudian melangkah mendekati Vania memeluknya


" maafin aku ya sudah membuat kamu terluka maaf atas kata kataku kemarin. aku nggak sanggup kalau kamu diemin aku kayak gini maaf " ucapnya masih memeluk Vania.


Vania membalas pelukan Aldo " aku juga minta maaf karena nggak bersikap dewasa "


" berarti aku dimaafkan? " Vania mengangguk.


" berarti kita jadi menikah kan? " tanya Aldo lagi


" tergantung... "


" maksudnya? "


" ya tergantung asal kamu jangan over posesif " ucap Vania sambil mencubit hidung Aldo.


" kita duduk di sana" ajak Aldo lalu mereka duduk di kursi panjang di taman villa tersebut.


" sekali lagi maafin aku karena sikap over posesif aku buat kamu nggak nyaman. aku seperti ini karena pernah dikhianati oleh seseorang dan waktu itu kita hampir akan bertunangan" cerita Aldo. Vania serius mendengarkan.


" yang lebih parahnya lagi ia berkhianat bukan hanya pada satu pria tapi banyak pria dan disitu aku merasa laki laki yang paling bodoh " sambung Aldo.


" nggak kamu nggak bodoh tapi perempuan itu yang bodoh karena sudah menyia-nyiakan pria sebaik kamu "


" calon istri aku sudah pandai berkata manis ya sekarang " ujar Aldo sambil mentoel hidung bangir Vania.


" aku janji akan menjadi laki laki yang terbaik buat kamu aku janji akan membahagiakan kamu sayang"


" terima kasih kak "


" dan satu lagi seberat apapun permasalahan kita aku mohon jangan pernah terlontar dari bibir kamu kata pisah. karena aku bisa gila jika kamu pergi dari aku. aku ini tipikal yang sulit untuk jatuh cinta tapi begitu mencintai seseorang aku akan mencintainya setulus hati. kamu percaya kan? "


" ya aku percaya." ucap Vania semakin mengeratkan pelukannya.


" ehem...! udah hampir magrib ayo masuk ntar ada setan lewat bahaya" tegur mama Widya yang tiba tiba sudah berdiri di belakang mereka.


" eh tante " ucap Vania salah tingkah begitu pula Aldo


" ayo kalian udah di tunggu di meja makan kita makan malam bersama " ajak mama Widya.


" baik tan.. ayo kak " aldo mengangguk dan mereka bertiga segera masuk ke dalam vila untuk makan malam bersama.

__ADS_1


__ADS_2