
satu minggu kemudian, Shofia kembali menjalankan tugas koasnya di rumah sakit. Rey sudah melarangnya mengingat kehamilannya sudah semakin mendekati lahiran.namun Shofia tetap kekeh ingin melanjutkan koasnya dia tidak ingin menunda nunda study karena ia yakin setelah bayinya lahir ia pasti akan semakin sulit membagi waktu ditambah lagi ia akan memiliki bayi kembar nantinya.
Shofia sibuk memeriksa pasien yang datang dan hari ini ia di tugasnya di ruang Poliklinik bersama dokter senior tentunya
" masih berapa pasien Sus? " tanya dokter senior sambil menatap jam di pergelangan tanganya yang menunjukkan hampir jam makan siang. Shofia juga ikut melihat jan di tangannya apalagi saat ini dia sudah merasa lapar.
" tinggal satu pasien lagi dok "
" oh bagus lah klo begitu " batin Shofia dan suster yang mendampingi Shofia pun memanggil pasien terakhirnya.
Shofia menanyakana keluahan pasien sembari memeriksa tekanan darah nya lalu meminta pasien untuk rebahan di bangsal yang sudah tersedia di ruangan tersebut. shofia memeriksa bagian tubuh yang menjadi keluhan pasien, setelah mendiaknosa Shofia mempersilahkan pasien untuk duduk lagi didepan meja nya, di bantu dokter senior ia menerangkan tentang kemungkinan penyakit yang di derita pasien dan memberikan resep obat untuk di tebus di apotik.
" berarti ini kemungkinan saya asam lambung dok? "
" iya bu jadi saya sarankan untuk ibu jangan makan makanan asam pedas dan bersantan kemudian hindari minuman Yang mengandung soda " terang Shofia " terus klo masih belum baikan juga sebaiknya ibu lakukan medical cekup untuk mengetahui penyakitnya lebih lanjut, tapi semoga dengan obat nya nanti bisa sembuh ya bu "
" aamin, klo begitu makasih ya dok "
" oh ya satu lagi ibu jangan banyak pikiran dulu karena salah satu pemicu asam lambung kita naik juga karena kita terlalu banyak fikiran " terang Shofia lagi.
" baik dok sekali lagi makasih, klo begitu saya permisi " pamit pasien tersebut
" ya mari.." obatnya jangan lupa di mimun " kata Shofia lagi " lalu ibu yang menjadi pasirn tadi bangkit dari duduk nya lalu menghilang dari balik pintu setelah suster membukakan pintu untuk pasien tersebut.
" alhamdulillah selesai juga " gumam Shofia sambil meregangkan tubuhnya
" bagus dokter Shofia anda sudah melakukan prosedur kesehatan dengan sempurna " puji dokter senior
" makasih dok saya harap dokter terus memberikan arahan dan bimbinganya "
" tentu dengan senang hati semoga sukses terus dan lancar " kata dokter paru baya yang menjadi mentor Shofia saat ini
" Oke klo begitu saya kembali ke ruangan saya jika ada yang di tanyakan bisa langsung mengubungi saya "
" baik dok sekali lagi Terima kasih " ucap Shofia. dokter wanita itupun keluar dari ruang poli.
" Sus kita istirahat dulu dan sepertinya kaki ku sedikit bengkak karena duduk menjuntai terlalu lama "
" iya benar dok sebaiknya anda istirahat apa saya antar ke ruangan anda " kata suster itu sopan
" nggak usah sus saya jalan sendiri saja, klo begitu saya ke ruangan saya dulu ya pingin selonjoran sekalian makan siang, saya udah lapar banget dari tadi " katanya sambil mengelus perut buncitnya lalu melangkah keluar dari ruang periksa. Shofia melangkah menuju lift naik ke lantai paling atas menuju ruangnya.
semenjak shofia hamil Rey meminta pihak rumah sakit untuk menyediakan ruangan khusus untuk Shofia istirahat lengkap dengan kasur, dapur kecil dan juga sofa tentunya.
__ADS_1
Shofia melangkah masuk ke dalam ruangan pribadinya untuk ia istirahat dan langsung duduk selonjoran di atas sofa matanya berbinar karena melihat banyak sekali menu makanan di atas meja dan ia yakin itu semua suaminya yang mengirimkannya. shofia meraih ponselnya dan menekan tombol nama suaminya setalah beberapa detik panggilan diangkat
" hallo sayang.. " sapa Rey di ujung telpon
" sayang makasih ya kamu sudah mengirim banyak makanan "
" apa kau suka? "
" tentu,.. karena kebetulan aku sangat lapar "
" ya udah habiskan makananmu maaf aku ngga bisa menemani, aku hari ini banyak sekali jadwal meeting "
" tidak apa sayang ..kamu sudah makan siang"
" belum sebentar lagi aku makan selesai meeting " karena Rey memang saat ini sedang meeting dengan beberapa kepala bagian
" jadi sekarang kamu sedang meeting ya udah maaf klo begitu aku menggangu sekarang lanjutkan meeting nya aku mau makan dulu anak kita seperti nya mereka lapar " kekeh Shofia
" ya udah kamu makan yang banyak ingat jangan terlalu lelah "
" ya sayang.. love you. " ucap shofia sebelum menutup telepon nya Rey yang mendapat ucapan cinta menyunggingkan senyum di wajahnya dan ini adalah pemandangan langka bagi para karyawan karena mereka hampir tidak pernah melihat CEO mereka tersenyum merekah.
" ehem tuan jadi bagaimana keputusan anda? " tanya Aldo karena tuannya Langsung nengangkat telpon saat kepala produksi sedang memaparkan pendapatnya
kembali ke shofia karena melihat makanan yang begitu banyak dan tidak mungkin ia menghabiskan semua jadilah ia memanggil Vania dan juga beberapa dokter dan juga perawat yang mendampinginya bertugas tadi.
" ah gila ya masak suami loe ngirim makanan sebanyak gini emang kita mau ada pengajian " kata Vania
" udah dokter Vania nggak usah protes kan kita juga yang enak bisa ikut makan bareng " timpal dokter Hera
" ya benar itu dokter hera " kata salah satu perawat
" udah ayo dimakan dan ini harus di habiskan " kata Shofia
" oke siap " jawab mereka serentak lalu mulai menyantap makanan di atas meja hingga ludes tak tersisa
" ah kenyang nya.. " Vania memegang perutnya sambil merebahkan tubuhnya pada sandaran sofa
" dokter Shofia makasih ya atas makanannya klo begitu kita kembali ke ruang kita dulu "
" oh ya silahkan aku juga mau sholat sebentar setelah ini aku nyusul kalian " kata Shofia
dokter dan perawat itu pun Keluar dari ruangan Shofia dan menyisakan Vania dan Shofia setelah istirahat sebentar mereka berdua segera melaksanakan sholat Dzuhur. selesai sholat mereka kembali ke ruang jaga.
__ADS_1
" dokter Shofia ada yang mencari anda " kata salah satu perawat saat ia sudah berada di ruang jaga.
" mencari saya? " sambil menunjuk dirinya
" iya dok? dan dia menunggu di luar "
" siapa? " saya kurang tau dok " jawab perawat tersebut
" ya udah saya temui dulu " lalu melangkah keluar
" maaf siapa ya? " tanya Shofia menatap punggung seorang laki laki yang berpostur sedikit gempal. laki laki itu membalikan tubuhnya
" maaf saya mengganggu waktu anda " kata laki laki tersebut
" oh anda... "
" ya saya asistennya nona Eliza" Shofia mengerutkan alisnya
" ada apa ya..? " tanya Shofia merasa kurang nyaman
" kita duduk di sana bagaimana? " tawar sang asisten
" oke " mereka melangkah dan duduk di salah satu bangku di taman rumah sakit.
" sekarang katakan ada apa? " tanya Shofia
" begini saya datang ingin menyampaikan salam dari nona Eliza katanya ia ingin bertemu dengan putri nya dia sangat berharap anda bisa membawa nona Kyara bertemu dengan nona Eliza " Shofia menatap tajam pada laki laki di depannya
" maaf saya tidak bisa " jawab Shofia cepat.
" saya mohon nona.. saya kasian sekali dengan kondisi nona Eliza dia sangat terpuruk seperti tidak punya semangat hidup, kondisinya saat ini sangat mengenaskan setiap hari ia hanya menyebut nama Kyara dia tidak mau makan mungkin dengan kedatangan nona Kyara bisa menumbuhkan semangat hidupnya kembali "
" saya tau kelakuan nona Eliza sudah sangat keterlaluan tapi sebenarnya ia wanita yang baik dia hanya butuh orang orang mau menyayanginya secara tulus" tutur laki laki itu lagi. Shofia menarik nafas dalam dalam
"saya tidak bisa menjawabnya sekarang karena saya harus bicarakan dulu dengan suami saya papinya Kyara " jawab Shofia
" saya Sangat berharap anda bisa datang membawa Kyara bertemu dengan mamanya "
" tapi saya tidak bisa menjanjikan apa apa saya akan berusaha bicara pada papinya jika ia mengijinkan saya akan membawa Kyara ke penjara bertemu dengan mamanya. "
" Terima kasih nona, saya tau anda wanita baik baik " kata laki laki yang sedikit gemulai tersebut
" anda nggak usah memuji saya, oke klo sudah tidak ada yang ingin anda bicarakan saya permisi " pamit Shofia
__ADS_1
" oh ya tentu silahkan, sekali lagi maaf karena sudah menggangu waktu anda " Shofia hanya mengangguk lalu melangkah kembali masuk ke gedung rumah sakit.