MAMI UNTUK KYARA

MAMI UNTUK KYARA
Episode 191


__ADS_3

lima belas menit kemudian mereka tiba di kediaman Vania. Aldo dengan cepat membukakan pintu mobil untuk Vania kemudian mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah.


sampai di pintu mereka langsung di sambut oleh tante sarah mamanya Vania


" van ayo cepetan kamu siap siap..! eh ada tamu... ayo masuk..! " ucap tante sarah sedikit jengah


" makasih tante "


" aduh maaf tante kira nggak ada tamu, van.. kenapa kamu nggak bilang kalo pak Aldo yang antar kamu " cicit mamanya


" ya mama nggak nanya lagian mama langsung nyerocos aja " jawab Vania


" nggak papa tante "


" oh ya udah ayo duduk dulu biar tante buatkan minum "


" nggak usah tan nggak usah repot repot "


" eh nggak papa lagian kamu kan tumben mampir ke sini " ucap tante' sarah lalu masuk ke dalam meminta pelayan untuk menyiapkan minuman buat Aldo.


" kalian kok bisa bareng gini? " tanya tante sarah ikut duduk di sofa


" ya tadi kita kebetulan ketemu di rumah sakit " jawab Aldo


" oh ya Shofia kan habis lahiran, ah tante belum sempat jenguk anaknya yang katanya kembar itu gimana kabar mereka? "


" alhamdulillah kabar mereka baik bayi dan ibunya sehat, tante mungkin nanti aja sekalian jenguknya pas acara akikahan "


" emang kapan acara akikahnya "


" insya Allah empat hari lagi "


" oh ya udah nanti aja sekalian klo gtu lagian tante belum nyiapin kado buat mereka " ucap mama Vania.


tak berapa lama pelayan datang sambil membawakan nampan berisi tiga gelas minum bersama camilannya


" ini minumnya nyonya " ucap pelayan sambil meletakkan minuman di atas meja


" ya makasih tin.. ayo al di minum kopinya"


" ya tan Terima kasih " kemudian Aldo menyeruput kopi yang sudah di bawakan pelayan tadi lalu meletakkan kembali di atas meja.


" oh ya tan sebetulnya ada yang mau saya sampaikan sama tante " ucap Aldo memulai percakapan


" soal apa? "

__ADS_1


" begini tapi saya mohon maaf sebelumnya jadi maksud kedatangan saya ke sini yang pertama memang sengaja mengantar Vania pulang dan yang ke dua saya mau minta ijin sama tante untuk melamar Vania secara langsung, jadi klo tante setuju dan memberi ijin saya akan segera membawa keluarga saya untuk datang kemari melamar Vania secara resmi" ucap Aldo


tante sarah sedikit terkejut namun dengan cepat ia menutupi keterkejutannya karena satau dirinya Vania sering bercerita tentang Aldo yang katanya dingin dan menyebalkan


" apa banar apa yang nak Aldo ucapkan tadi? kalo tante sih terserah Vania saja yang penting laki laki itu sayang dan tulus mencintai Vania dan bisa membahagiakan Vania tante sih setuju saja, sekarang tinggal Vanianya aja apa kamu mau van? " tanya tante sarah


" ya ma aku mau " jawab Vania sedikit menunduk malu


" oke klo begitu trus keluarga kamu gimana?"


" keluarga saya Insya Allah tidak ada masalah tan "


" baguslah klo begitu, cuman mama inginnya kalian jangan menikah sekarang karena mama mau Vania menyelesaikan tugas koas nya dulu gimana nak Aldo "


" ya tan aku nggak masalah "


" ya sudah trus kapan orang tuamu mau datang melamar kemari "


" secepatnya tan, karena tante juga sudah merestui maka saya akan segera membicarakan ini pada kedua orang tua saya "


" ya kamu kan tau papanya Vania sekarang masih tugas di luar kota nanti tante akan bicarakan dulu sama papanya Vania tapi Insya Allah papanya Vania nggak akan menolak karena semuanya di serahkan sama Vania dan tante "


" ya tan Terima kasih syukur lah kalo begitu "


" ya usah kalo gitu tante tinggal ya soalnya tante ada undangan di rumah teman, nggak enak klo terlambat dan kamu van biar mama di temani supir aja"


" oh ya tan hati hati di jalan "


" ya assalamu'alaikum " ucap tante sarah


" waalaikum salam " jawab Aldo Vania bersamaan dan mama sarah pun melangkah keluar menuju teras dan masuk ke dalam mobil.


" kak silahkan di minum lagi kopinya "


" ya Terima kasih, "


" van aku lega dan senang sekarang, karena mama mu sudah merestui hubungan kita" ucapnya sambil menggenggam tangan Vania


" ya kak aku juga ikut senang "


" aku janji akan selalu bahagiain kamu, kata orang aku orangnya sedikit kaku jadi maaf jika aku tidak bisa romantis " ucap Aldo


" apaan sih kak.. aku tu yang penting kakak tulus sayang dan cinta sama aku, setiap orang kan beda beda cara mengungkapkan rasa cintanya bagi aku kakak setia dan selalu menjaga aku sayang sama aku itu saja sudah cukup. aku juga kadang geli klo mendengar kata kata terlalu romatis kaya lebay gitu " kekeh Vania sedang Aldo hanya tersenyum mendengar nya sambil mengusap kepala Vania


" oh ya besok kamu ada jadwal di rumah sakit? "

__ADS_1


" kenapa emang? "


" besok kan nona Shofia pulang dari rumah sakit dan tuan Rey akan memberikan dia sedikit kejutan dan aku berharap kamu besok juga bisa ikut mengantarkan kepulangan nona Shofia kembali ke rumah "


" ya kebetulan besok aku nggak ada jadwal sih "


" ya udah klo gitu besok aku jemput ya "


" hem oke siap "


" ya udah aku pamit aku harus melihat persiapan untuk besok " sambil beranjak dari duduk nya


" ya kamu hati hati di jalan dan jangan terlalu lelah " ucapnya sambil mengiringi langkah kekasihnya


" makasih sayang " balas Aldo sambil mencubit hidung Vania.


" auw sakit "


" oh sakit ya maaf maaf " sambil mengusap hidung Vania


" tapi boong "


" ih dasar ya kamu " ucap Aldo sambil memeluk Vania dan mencium rambut sang kekasih


" udah sana katanya mau pamit "


" ah iya aku jadi lupa klo sudah berdua sama kamu kayaknya aku nggak mau pisah deh gimana klo kita lamaran langsung nikah aja "


" mana bisa emang kamu nggak dengar apa kata mama tadi "


" ah iya aku lupa tapi aku sudah nggak sabar pingin cepat cepat halalin kamu "


" sabar enam bulan lagi kan koasku selesai "


" lama sekali ya apa nggak bisa satu bulan lagi "


" mau mu kak, udah sana nanti pak Rey marah lagi kamu nggak becus kerjanya "


" ya udah aku pamit ya kamu langsung istirahat kamu pasti capek seharian di rumah sakit "


" iya kamu juga selesai dari sana kamu langsung istirahat "


" ya sayang aku pulang ya.. assalamu'alaikum "


" waalaikum salam " dan Aldo pun segera melangkah menuju mobilnya Vania melambaikan tangan ketika mobil Aldo bergerak perlahan meninggalkan kediaman Vania.

__ADS_1


keesokan harinya tampak Shofia dan bi jum siap siap memasukkan barang barang mereka ke dalam tas. sedang Rey menggendong salah satu bayi mereka untuk di jemur


tak berapa lama Vania datang bersama Aldo. Aldo langsung berbincang dengan Rey sedang Vania memilih langsung menghampiri Shofia.


__ADS_2