
pagi ini Rey bangun agak kesiangan karena habis subuh tadi ia melanjutkan tidurnya) karena beberapa malam ini tidurnya tidak nyenyak sebab sering terganggu karena si kembar beberapa kali terbangun karena pipis atau mau menyusu pada ibunya.
" mas bangun ini sudah jam delapan kamu nggak ke kantor? kyara aja sudah berangkat tadi " kata Shofia sambil menepuk nepuk pipi suaminya
" hemm sebentar lagi sayang aku masih ngantuk nih " jawabnya masih dengan mata yang tertutup. dan Shofia pun membiarkan Rey tetap tertidur. biarlah ia tidur sebentar lagi kasian juga karena memang tadi malam salah satu bayi kembar mereka bangun terus dan menangis.
Shofia memilih membersihkan tubuhnya mumpung kedua bayinya juga masih tidur selesai mandi Shofia membangunkan Rey untuk mandi dan sarapan.dan dengan malas Rey pun masuk ke kamar mandi sedang Shofia turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan suaminya belum lagi selesai salah satu bayi mereka menangis.Shofia hendak bangun dari duduknya
" sudah biar mama yang ngurus si kembar kamu sarapan aja kamu pasti belum sarapan kan? " ucap mama Widya yang baru saja selesai sarapan
" ya ma makasih nanti minta tolong Nany aja ma buat ganti popoknya kalo pipis trus tolong di ajak berjemur ya ma si kembar " kata Shofia
" ya kamu tenang aja " kemudian sang mama naik ke lantai atas
" Rey kamu baru bangun emang nggak ke kantor? " tanya sang mama sambil mengambil salah satu bayi kembar dan memberikan kepada Nany untuk di periksa popoknya di kamar sebelah.shofia memang melarang orang lain masuk ke kamarnya kecuali sang mama dan juga Kyara.
Nany segera membawa salah satu si kembar untuk di periksa popoknya kemudian di ajak berjemur di salah satu balkon lantai atas.
Rey yang baru selesai mandi dan langsung masuk ke ruang ganti
" aku nggak bisa tidur ma tadi malam si kembar bangun terus " ucap Rey
" ya itu memang resiko punya bayi dan kamu itu harus tetap jadi suami siaga buat Shofia dan juga anak anak kamu "
" ya ma "
" ya udah kamu turun ke bawah Shofia pasti sudah lapar nungguin kamu buat sarapan.orang hamil dan menyusui itu sering lapar karena harus berbagi makanan dengan anaknya " tutur mama Widya sambil menggendong bayi satunya dan membawanya berjemur.
Rey turun ke bawah duduk di meja makan bersama sang istri.
" maaf ya kamu nunggu lama, kamu pasti lapar " ucap Rey sambil menuangkan nasi di atas piring Shofia
" nggak usah mas biar aku aja "
" nggak hari ini biar suamimu yang tampan ini yang melayani mu sebagai permintaan maaf karena sudah membuat nya menunggu lama " ucap Rey lagi sambil memainkan alisnya
" oke makasih suamiku yang tampan " kata Shofia sambil mencubit ke dua pipi suaminya.
__ADS_1
" ayo makan sebelum si kembar mengganggu makan kita " kata Rey lagi sedang Shofia hanya terkekeh dan kemudian mereka berdua menikmati sarapan mereka.
" permisi tuan di luar ada tamu katanya dari pengadilan " kata salah satu Nany datang menghampiri.
Rey dan Shofia saling tatap. " ada apa ya mas pihak pengadilan datang pagi pagi begini "
" ini bukan pagi sayang tapi hampir siang " ucap Rey
" suruh tunggu sebentar saya selesaikan dulu sarapan " ucap Rey lagi
" kamu buatkan minum ya untuk tamunya " perintah Shofia dan sang Nany mengangguk dan ia pun pamit menuju ruang tamu.
sepuluh menit kemudian Rey dan Shofia menemui utusan dari pengadilan.
" pagi tuan Rey dan nyonya maaf pagi pagi saya sudah mengganggu waktu anda, ini saya hanya menyampaikan surat dari pengadilan ingin memberi tahu kan bahwa besok akan di bacakan vonis hasil putusan pengadilan atas kasus nona Eliza " tutur petugas pengadilan yang bernama arfan dari name tag yang ia gunakan.
" kami berharap anda bisa hadir nantinya guna mendengar bacaan vonis untuk nona Elisa.
" insya Allah saya akan usahakan datang " jawab Rey
" ya klo begitu saya pamit " ujar pak Arfan
" Terima kasih atas minumannya klo begitu saya pamit, mari tuan Nyona " kata pak arfan itu lagi sembari bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju pintu.
Rey dan Shofia mengantar sampai depan pintu kemudian kembali masuk ke dalam rumah. lalu mereka saling tatap
" kenapa? " tanya Rey pada sang istri.
"kira kira berapa tahun ya Eliza di penjara " ujar Shofia
" aku sih berharap dia di penjara seumur hidup " ucap Rey
" tapi aku kasian kyara bagaiman jika dia tau ibu kandung nya ternyata seorang nara pidana"
" aku rasa dia tidak perlu tau "
" mas.. tapi dia juga berhak tau " kata Shofia
__ADS_1
" iya tapi tidak sekarang tapi nanti saat dia dewasa nanti, sudah sekarang nggak usah mikirin itu sekarang yang kamu pikirkan ni dasi aku belum terpasang rapi " kata Rey sambil mencubit hidung sang istri
" sayang ayo pakaikan dasi aku " pinta Rey lalu menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamar sebelum masuk ia melihat kedua putranya sudah rapi dan harum. tidur di atas stroller.
" wah anak mami sudah harum makasih ya mba.. ma.. " ucapnya kepada Nany dan juga mama mertuanya lalu menciumi pipi embul kedua putranya yang tidur anteng diatas stroller.
" sayang.. ayo nanti aku terlambat " rengek Rey seperti anak kecil.
" udah kamu urus dulu bayi besarmu si kembar biar mama dan Nany yang urus " kata mama Widya dan Shofia pun melangkah masuk ke dalam kamar.
" kamu itu mas kayak anak kecil dulu belum nikah aja bisa pasang dasi kok sekarang manja sih " omel Shofia sambil mengikat dasi di leher suaminya.
" sayang klo ngomel ngomel trus jadinya nggak ihlas, klo nggak ihlas nanti nggak dapat pahala lho " ucap Rey
" ya abis kamu sih kan nggak enak sama mama"
" sayang kamu tau nggak " ucap Rey sambil memegang bahu istrinya
" sekarang ini hanya saat ini kita bisa intim seperti ini coba kamu liat malam kamu sudah dimonopoli sama si kembar trus kapan aku bisa mesra mesraan sama istri aku ini, aku tau kamu sibuk dengan si kembar tapi aku juga kamu jangan lupain aku sepenuhnya, aku kan juga butuh dimanja sama istri aku ini " ungkap Rey sambil mencubit kedua pipi istrinya.
Shofia tercengang dia baru sadar apa yang dia katakan tadi salah dan tidak seharusnya ia mengomel ngomel seperti tadi, ia beruntung suaminya mengungkapkan hal itu karena banyak pasangan di luar sana suaminya milih selingkuh dengan perempuan lain saat istrinya lebih sibuk mengurus anak mereka, walau itu sangat egois tapi apa yang dikatakan mama tadi benar laki laki itu kadang seperti bayi besar ingin dimanja dan di perhatikan.
" hey kenapa bengong omongan aku salah ya..! maaf ya sayang..! " ucap Rey lagi sambil menyatukan kening mereka. Shofia menggeleng kemudian menghambur ke dalam pelukan suaminya.
" nggak kamu nggak salah aku yang salah maaf mas aku merasa bukan istri yang baik buat kamu " ucap shofia sedikit terisak.
" hey sudah nggak usah nangis kamu nggak salah kok aku ngerti kamu sekarang ini masih extide banget karena kehadiran dua bayi kita tapi aku nggak mau kamu trus lupain aku, aku mau kita tetap seperti ini. udah jangan nangis kasi aku vitamin C nya" goda Rey kini mentoel hidung bangir istrinya. dan Shofia kembali memeluk sang suami.
" mau di peluk trus ni cerianya jadi mas nggak usah ke kantor " ucap Rey setelah beberapa detik Shofia tidak melepaskan pelukannya
" ya nggak lah aku nggak mau perusahaan suami aku bangkrut klo suamiku nggak ke kantor mau makan apa aku dan anak anak" seloroh Shofia. kemudian mencium sekilas bibir sang suami lalu hendak kabur. dan dengan cepat Rey menarik tangan istrinya dan mendorong nya pelan ke arah tembok
" hey nona jangan kabur dulu anda curang kasi vitaminnya cuman sedikit ayo ulang " bisik Rey. Shofia masih deg deg an ketika Rey memperlakukannya dengan lembut dan tampa menunggu lama Rey langsung menyambar bibir pink istrinya melahapnya hingga ke dua nya kehabisan nafas.
" makasih sayang hari ini suamimu semangat pergi ke kantor " ucapnya sembari mengusap sisa sisa saliva di bibir istrinya.
" kamu hati hati ya ingat jaga hati dan pandangan kamu dari perempuan perempuan di luaran sana " ucap Shofia sambil merapikan jas suaminya.
__ADS_1
" siap paduka ratu, di hati dan mata hamba hanya ada bunda ratu " ucap Rey sambil memegang dadanya
" elah gombal, udah ayo nanti terlambat beneran lho " ucap Shofia lalu melangkah meraih tas kerja suaminya kemudian keluar dari kamar bersama sang suami sembari bergandengan tangan.