
Shofia terbangun dari tidurnya ia tatap sekelilingnya
" seperti nya ini bukan kamarku aku dimana? " batinnya dan ia merasa ada sesuatu yang menimpa tubuhnya sebuah tangan kekar memeluknya erat dan ia melihat ke samping lalu ia tersenyum sambil mengingat hal yang barusan mereka lakukan
" kamu sudah bangun? cup " tanya Rey sembari mencium pipi Shofia
" hem, aku mandi dulu mas takut dokter atau perawat keburu datang " ucap Shofia lalu bangun dari tidur nya
" aku ikut sayang "
" hah... " Shofia tercengang
" ya ku juga kan harus mandi ya kan..! lagian aku nggak mungkin mandi sendiri kamu tau kan tanganku masih menggunakan selang infus " Shofia diam sejenak memikirkan apa yang di katakan suaminya
" ya udah tapi jangan macam macam "
" ya sayangku.. " lalu Shofia berjalan mengiringi langkah suaminya masuk ke kamar mandi.
selesai mandi Shofia memakaikan baju untuk suaminya, Rey terus memandangi wajah sang istri
" kenapa liatin terus? " tanya Shofia sambil memasang kancing kemeja suami nya
" kamu tambah seksi sayang " sambil menggigit pipi embul donat sang istri
" mas kok di gigit sih.. " sambil mengusap pipinya
" habis aku gemes banget " kini berganti sambil mencubit pelan kedua pipi istrinya
" udah jangan mulai " kata Shofia dan Rey pun terkekeh
" yang sakit nggak waktu aku jengukin baby nya? "
" nggak " sambil menggelengkan kepala
" baguslah klo begitu jadi nggak masalah kan kalo papinya jengukin dia sering sering, si baby twins pasti kangen ya sama papinya " sambil mengelus perut sang istri yang tampak sudah semakin membesar.
" jangan macam macam mas ini rumah sakit "
" iya aku tau tapi yang punya rumah sakit ini kan aku jadi .. "
" udah mulai lagi arogansi nya.. " sindir Shofia
" he he iya iya nggak jadi "
" udah sini mari aku rapikan rambutmu " lalu mengambil sisir dari dalam laci nakas dan mulai menyisir rambut suami nya
" mas diam jangan gerak gerak aku kan susah nyisirnya " karena Rey terus menciumi sang istri.
" bisa diem nggak..! " kata Shofia galak bukannya diam Rey malah mencium bibir sang istri ********** dengan lembut. Shofia menepuk nepuk dada sang suami karena kehabisan nafas
" uhuk uhuk..! " Rey terbatuk dan spontan melepas pagutannya
" sayang kamu nggak papa? " tanya Shofia cemas
" kamu kalau mukul pelan pelan sayang uhuk.. uhuk .. "
__ADS_1
" maaf aku lupa kalau dada kamu masih sakit, lagian kamu sih nggak mau diam " ucap Shofia sambil memeriksa dada suaminya kemudian mengusapnya pelan
" gimana bisa diam liat bibirmu yang manis ini " sambil mengusap bibir sang istri
" tapi kamu nggak papa ? aku panggil dokter Yusuf ya.. " dengan raut wajah cemas
" nggak usah ini juga sudah baikan " ucap Rey yang kini sudah rapi dan duduk bersandar pada kepala ranjang.
" tok. tok.. tok.. " suara pintu di ketuk
" mas ada yang ngetok pintu aku bukain dulu" lalu melangkah menuju pintu
" assalamu'alaikum.. " Kyara muncul di depan pintu dengan senyum manisnya
" wa'alaikum salam Kyara sama siapa ke sini? "
" sama oma mami " melangkah masuk ke dalam ruang dan langsung naik ke ranjang papinya dan tak berapa lama mama Widya pun ikut masuk ke dalam Shofia langsung meraih tangan mertuanya menciumnya sebagai rasa hormat.
" papi apa masih sakit? " tanya Kyara penuh perhatian
" nggak sayang sekarang sudah mendingan "
" terus kapan papi boleh pulang? "
" mungkin beberapa hari lagi "
" aku kangen pingin main bareng papi lagi "
" ya kamu doakan ya sayang semoga papi lekas sembuh supaya segera boleh pulang " ucap Shofia
" ya ma "
" udah sayang kamu makan dulu kasian anak anak kita pasti kelaperan" perintah Rey
" kamu mau nanti aku suapin " tanya Shofia pada suaminya
" ya boleh "
" itu mama juga bawain makanan untuk Rey kata dia nggak suka makan bubur jadi mama buatin nasi tapi agak lembek dan kata dokter nggak papa " ujar mama Widya
" makasih ma " dan Shofia pun mengambil piring lalu menuangkan nasi ke dalamnya beserta lauknya kemudian mulai menyuapi suaminya. hingga nasi diatas piring tandas
" kamu mau nambah? "
" nggak usah sayang makasih sekarang kamu makan aja kamu pasti lapar "
" ya udah aku makan dulu, Kyara mau makan juga? "
" nggak mam aku tadi udah makan bareng oma di rumah "
" oh ya udah mami makan dulu ya, ma.."
" ya kamu makan gih " mama Widya menyilahkan dan Shofia pun mulai melahap makanannya karena memang ia sudah amat lapar apalagi tadi mereka sempat berolahraga siang.
selesai makan Shofia mencuci piring bekas makannya dan meletakkan di rak piring kecil di samping washtafel dan sejurus kemudian dokter yusuf datang bersama dua orang perawat untuk memeriksa kondisi pasien
__ADS_1
" gimana dok kondisi suami saya? " tanya Shofia yang berdiri di sisi ranjang
" sejauh ini bagus nggak ada masalah jalan nafas nya juga mulai stabil, apa anda masih merasakan sesak tuan saat bernafas? " tanya dokter yusuf
" masih sedikit dok kalo melakukan aktifitas cukup berat " dokter mengerutkan alisnya namun dia tidak mau bertanya lebih jauh karena dia faham yang di maksud Rey
" ya untuk sekarang jangan terlalu di porsir tenaganya karena kerja parunya masih dalam masa pemulihan "
" memang harus begitu dok? "
" ya tuan biarkan dia bekerja pelan jangan di paksakan karena melakukan aktifitas fisik berlebihan maka akan memaksanya berkerja lebih berat dan ini akan memperlambat proses kesembuhan "
" sampai kapan? " tanya Rey dengan mimik kurang suka
" ya sampai paru paru anda bisa bekerja normal ya mungkin satu atau dua minggu itu tergantung anda tuan mau menjalani pengobatan ini dengan baik atau tidak " tutur dokter yusuf karena dari kemaren Rey selalu memaksa untuk minta pulang.
" ya sudah kami permisi dan ini obat yang harus di minum sekarang " ucap dokter yusuf dan salah seorang perawat meletakkan piring obat di atas nakass
"makasih Sus " ucap Shofia dan kemudian dokter yusuf dan dua perawat itupun pamit dan segera berlalu dari kamar VVIP tersebut.
" tuh Rey kamu dengar kata dokter udah kamu tahan dulu jangan melakukan itu dulu sama istri mu " mama Widya menimpali karena tau apa yang baru saja terjadi, melihat banyak tanda kemerahan di leher Shofia apalagi melihat rambut mereka yang sama sama basah
" ck ya ma " jawab Rey malas sedang Shofia bersemu merah mendengar ucapan mama mertuanya..
***
sudah satu minggu Rey di rawat, jadilah Aldo kini yang meng-handle pekerjaan di kantor sedang Shofia dilarang oleh suaminya untuk kembali sibuk di perusahaan. dan kabar kembalinya Rey sudah di dengar oleh para relasi dan rekan bisnisnya.
sehingga banyak tekan bisnis dan para relasinya yang mengunjungi di rumah sakit.
dan pagi ini Rey di nyata kan boleh pulang tentu saja kabar ini di sambut baik oleh Rey sunggu dia sudah bosan berada di sini mencium aroma rumah sakit setiap harinya.
Shofia dengan mama Widya memasukkan semua barang barang mereka ke dalam tas
" sudah semua Shof? di cek lagi supaya tidak ada yang ketinggalan "
" ya ma sudah semua kok " sambil kembali memeriksa barang barang mereka
Rey duduk di sofa sambil membuka tabletnya mengecek kondisi perusahaan sembari menunggu Aldo yang akan menjemput mereka
sepuluh menit kemudian Aldo tiba di rumah sakit
" maaf tuan saya sedikit terlambat tadi di jalan terjadi kecelakaan " lapor Aldo
" ya sudah kita berangkat sekarang aku sudah sangat bosan berada di sini "
" baik tuan, nona mari biar saya yang bawa tasnya " kemudian mengambil alih tas pakaian dan juga beberapa barang lainnya dan memasukkan nya ke dalam bagasi
sampai di lobi kepala rumah sakit dan beberapa dokter serta perawat melepas kepergian si empunya rumah sakit.
" selamat atas kesembuhannya tuan semoga anda segera puluh kembali " dan di jawab anggukan kepala oleh Rey
" Terima kasih dokter yusuf dan semuanya karena sudah merawat suami saya dengan baik" balas Shofia. setelah sedikit ramah tamah rombongan mereka pun segera kembali ke Mansion dengan di jemput Aldo tentunya.
sesampainya di Mansion mereka di sambut oleh para Nany dan juga satpam di sana mereka berjajar menyambut dengan suka cita kedatangan bos mereka dan di sana juga nampak mama Rika dan juga Vania yang sengaja datang untuk menyambut kedatangan Rey.
__ADS_1
Shofia segera masuk ke dalam kamarnya sedang Rey dia langsung menuju ruang kerjanya dengan Aldo mengikuti dari belakang.