
keesokan harinya tampak Shofia dan bi jum siap siap memasukkan barang barang mereka ke dalam tas. sedang Rey menggendong salah satu bayi mereka untuk di jemur
tak berapa lama Vania datang bersama Aldo. Aldo langsung berbincang dengan Rey sedang Vania memilih langsung menghampiri Shofia
" wah van kebetulan kamu datang jadi ada yang bantu bantu bawain barang" kekeh Shofia
" iya tenang aja, ah ni aku bawakan sarapan buat semunya tadi kak Aldo beliin nasi uduk di jalan " sambil meletakkan lima bungkus nasi uduk di atas nakas
" apa van kak Aldo? wah jangan jangan ada berita hot ni yang aku belum dengar "
" apaan sih shof"
" eh tapi serius kenapa sekarang panggil kakak kemarin masih panggil pak Aldo jangan ada yang sudah jadian ni..." ledek Shofia
" iya kak Aldo sudah nembak aku tadi malam dan dia juga sudah bicara sama mama "
"serius..? trus trus... "
" trus terus..emang truk terus terus "
" iya maksud aku terus gimana tanggapan mama kamu "
" ya mama sih awalnya kaget kan kamu tau sendiri gimana sikap pak Aldo sama aku selama ini dia itu dingin cuek kadang menyebalkan dan aku sering cerita sama mama tapi akhirnya mama setuju "
" wah selamat ya akhirnya kamu ketemu jodohmu "
" tapi shof mama Minta agar kita jangan buru buru nikah mama Minta aku nyesein dulu tugas koas ku "
" ya nggak papa kan tinggal enam bulan lagi kamu selesai sedang aku ya terpaksa harus cuti dulu tapi nggak papa aku senang kok karena sudah di kasih dua bayi kembar ini"
" ya kamu benar semoga setelah ini kita hidup bahagia terus ya shof "
" eh tapi aku penasaran gimana si Aldo ngungkapin perasaan nya? " tanya Shofia penasaran.
" ah pokok nya dia bisa juga romantis ini dia kasih aku cincin katanya sebagai tanda klo aku sekarang jadi miliknya "
" oh ya ..? wah dia memang takut tu takut di duluin sama tuan Mandez "
" maksudnya..? "
" ah loe polos banget jadi orang emang loe nggak nyadar klo tuan Mandez suka sama elo gua aja bisa liat dari tatapannya "
" ah beneran sumpah gua nggak tau wah klo tau gitu kan lumayan di senengin bule " ucapnya
" ehem... " terdengar suara Aldo yang tiba tiba sudah berdiri di samping Vania dengan tatapan tajam
" he he kak Aldo nggak kak becanda kok jangan di masukkan ke dalam hati ya cinta aku sayang aku hanya milik kakak seorang kok " ucap Vania sambil bergelayut manja di lengan Aldo
sedang Shofia berasa ingin muntah mendengar kata kata Vania.
" ya al tenang aja Vania nggak akan mungkin berpaling dari kamu kan dia udah naksir kamu dari du mmmp" Vania menutup mulut Shofia agar tidak meneruskan kalimatnya
" aduh van gua bisa mati lie bekap kayak gitu " ucap Shofia setelah Vania melepas bekapannya
" Vania jaga sikap kamu " ucap Rey
" maaf Pak Rey abis istri bapak lemes banget bibirnya "
" sayang aku nggak papa kok tadi itu hanya becanda, Oh ya kamu mau sarapan aku siapin ya ni Vania dan Aldo bawain nasi uduk kita sarapan bareng ya..!" Shofia berusaha mengalihkan pembicaraan
" bi jum tolong ambilkan piring aku juga mau sarapan mumpung si kembar masih nyenyak tidurnya " kata Shofia lagi dan bi jum segera mengambil piring dan sendok dan diletakkan di atas meja.
__ADS_1
" ayo Al..Van,. kita sarapan bareng " ajak Shofia dan mereka berempat duduk bersama untuk menikmati sarapan nasi uduk "
.
" bi jum ini ada sisa satu bi jum makan aja "
" iya non " dan bi jum pun mengambil satu bungkus nasi dan ikut memaknnya.
selesai sarapan beberapa dokter datang berkunjung termasuk direktur rumah sakit.
" sekarang sudah boleh pulang ya nyonya " ucap dokter faisal direktur rumah sakit
" iya dok "
" terima kasih atas perawatan yang sudah di berikan " jawab Shofia
" klo gitu kita cek bayinya dulu ya " dan Shofia pun mengikuti dari belakang. bayi Rafa dan Rafi di periksa secara bergantian.
"sampai di rumah nanti bayi tetap di jemur saat pagi hari ya momi"
" ya dok " jawab Shofia
" oke kita timbang dulu " dan perawat meletakkan bayi Shofia secara bergantian di atas timbangan bayi secara bergantian.
" wah beratnya udah naik aja satu ons bagus ini? apa nenennya kuat ?" tanya dokter anak tersebut
" wak kuat banget "
" ya usahakan tetep asi sampai usia 6 bulan "
" iya dok memang rencananya asi eksklusif "
" bagus..bagus. maminya aja harus banyak makan, jangan takut gendut mami nggak akan gendut."
" ya kan yang makan sekarang tiga orang dan papinya juga harus tetap dukung maminya saat asi ekslusif "
" oh itu pasti dok "
" ya udah sekarang tinggal periksa mami dokter Farah silahkan "
" baik makasih dok, sekarang mominya bisa rebahan sebentar mau kita cek tensi dan ganti perbannya " ucap dokter Farah.
Rey membantu Shofia naik ke atas ranjang kemudian menutup tirai pembatas. dokter Farah segera mengecek tensi dan dilanjutkan mengganti perban bekas luka jahitan di perut Shofia
" lukanya bagus tidak ada kendala nanti empat hari lagi kontrol ya momi klo dede kembar satu minggu lagi "
" ya dok "
" oke klo begitu hari ini bisa pulang sekali lagi selamat ya.. " ucap dokter Farah ramah
" terima kasih " kemudian perawat merapikan pakaian Shofia dan Rey membantu Shofia untuk duduk dan turun dari ranjang.
kini semua berkumpul di ruang tamu
" sekali lagi selamat buat nyonya Shofia dan tuan Rayyan atas kelahiran bayi kembarnya dan kami atas nama kepala, dokter dan staf rumah sakit mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada kami Dan kami mohon maaf jika pelayanan kami kurang memuaskan "
" saya juga mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas pelayanan rumah sakit ini dan kami sangat puas tentunya dengan segala pelayanan di sini " ucap Rey.
" oke klo begitu selamat kembali pulang ke rumah nyonya selamat berkumpul bersama keluarga sekali lagi selamat " ucap direktur rumah sakit kemudian mengalami Shofia dan Rey dan di ikuti para dokter dan juga perawat.
" klo begitu kita pamit selamat pagi. assalamu'alaikum "
__ADS_1
" waalaikum salam. " jawab Rey dan Shofia. dan para rombongan dokter itu pun keluar dari ruang perawatan Shofia.
Aldo dan Vania yang dari tadi menunggu di luar segera masuk setelah para dokter keluar dari ruangan tersebut.
" Al tolong kamu segera urus administrasi nya setelah itu kita segera pulang "
" baik tuan " ucap Aldo kemudian bergegas menuju kasir sedang Vania memilih masuk ke dalam melihat bayi Rafa dan Rafi.
setelah menyelesaikan administrasi Rey segera membawa keluarganya keluar dari rumah sakit.
Aldo bersama Vania bertugas membawa barang barang sedang Rey Shofia dan bi jum di mobil yang berbeda.
Aldo dan Vania lebih dulu meninggalkan rumah sakit sedang Rey menyusul belakangan.
Rey duduk di depan kemudi sedang Shofia duduk di samping sambil menggendong bayi Rafa di jok belakang bi jum dengan menggendong bayi Rafi.
" ah senangnya akhirnya kita bisa pulang " ucap Shofia.
" kenapa kamu bosan di rumah sakit padahal cuman 4 hari "
" ya tapi bosan juga disana "
" Rafa dan Rafi masih nyenyak tidurnya apa dia sudah *****? "
" udah tadi waktu mau berangkat mereka sudah *****" jawab Shofia.
" Kyara pasti senang liat kamu dan adik adiknya pulang " ucap Rey
" pasti itu dari kemaren kan dia merengek minta supaya cepat pulang"
" lho sayang kok kita lewat sini ini kan bukan jalan pulang " tegur Shofia
" iya ini memang bukan arah pulang aku mau ngajak kamu ke suatu tempat "
" kemana? "
" rahasia sayang " ucap Rey sambil meraih tangan Shofia dan mencium nya
" sayang ada bi jum " ucap Shofia berusaha menarik tangannya namun Rey menggenggamnya semakin erat .
" sayang kamu fokus bawa mobilnya jangan cium cium tangan aku terus bahaya loe kamu bawa istri dan anak anak kamu " protes Shofia
" iya sayang aku fokus kok kamu tenang aja " ucap Rey nggak mau kalah.
dua puluh menit kemudian Rey memarkirkan mobilnya di sebuah restoran yang sudah di hiasi balon dan juga bunga.
" sayang kenapa ke sini kamu mau makan lagi? ini juga kok kayak ada yang mau ulang tahun " ucap Shofia saat mereka tiba di restoran tersebut.
" iya kita makan dulu sebentar aku masih lapar "
" tapi sayang ini kan restoran papa aku dulu sekarang tampak lebih bagus penataannya. " kata Shofia lagi
" gimana kamu suka "
" suka tapi ini kan bukan milik keluarga aku lagi " ucap Shofia sedih.
" hey sudah jangan sedih aku bisa kok membelikan restoran ini untuk kamu sayang"
" ah udah nggak usah aneh aneh ayo turun..! bu jum ayo turun dulu mas Rey katanya mau makan dulu " ajak Shofia pada bi jum.
mereka bertiga pun keluar dari mobil Rey membimbing istrinya masuk ke dalam restoran sampai di dalam.... suprise......!
__ADS_1
**** to be continue 😀😃
jangan lupa likenya komen dan masukkan favorit ni aku sudah double up ya...happy reading 😘😘😘