
saat jam makan siang Aldo kembali ke hotel menyusul sang bos.
" tuan anda mau makan siang sekarang? " tanya Rey saat dia berada di kamar hotel
" hem " jawab Rey masih bergelung dengan selimut
" anda mau makan di restoran hotel atau cari makan di luar? " tanya Aldo lagi
" makan di sini saja aku malas keluar hotel " jawab Rey lagi namun belum merubah posisinya.
untung bos coba aja bukan,. batin Aldo.
ah Aldo benar benar harus menahan sabarnya dengan sikap bosnya ini. apalagi ketika harus berbagi ranjang dengan bosnya hingga dia lebih harus mengalah tidur di sofa sikap absurd bosnya tersebut yang suka memeluknya saat tertidur pulas yang mengira dirinya adalah istrinya.
melihat Rey tidak beranjak dari ranjang Aldo memilih masuk ke kamar mandi kemudian menunaikan shalat. melihat Aldo hendak sholat dengan cepat Rey masuk ke kamar mandi. kemudian ikut sholat bersama
" gimana hasil pencarian mu hari ini? " tanya Rey setelah mereka selesai menjalankan kewajibannya kepada Tuhan
" dari yang saya dapatkan memang tidak ada catatan kriminal tuan dan memang istrinya habis di lakukan operasi ginjal " tutur Aldo
dan dulu dia juga pernah bekerja di perusahaan internasional namun karena alasan dia pindah tugaskan ke Amerika dia memutuskan untuk resign dari pekerjaannya karena mengingat riwayat penyakit istrinya " terang Aldo lagi dan Rey menganggukkan kepalanya
" oke, trus menurutmu apa yang harus kita lakukan apa dia benar benar tidak akan mengulangi perbuatannya lagi? " tanya Rey
" apa anda yakin akan memberikannya kesempatan? anda tidak takut dia akan mengulangi perbuatannya? "
" tapi aku kasian melihatnya apalagi menurut manager sebenarnya kinerja sangat bangus mungkin karena kondisi dan keadaan lah yang membuat dia berbuat seperti itu "
" ya saya terserah anda tuan "
" baiklah aku akan mencoba memberikannya satu kesempatan dan kita akan terus awasi dia kita lihat sejauh mana dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi " ucap Rey kemudian mengajak Aldo untuk kembali ke perusahaan. namun terlebih dulu mereka makan siang sebelum kembali ke perusahaan.
mereka sedang menikmati makan siang mereka di salah satu meja di restoran hotel
" hay apa aku boleh duduk di sini" tanya Eliza yang tiba-tiba datang dan duduk di samping Rey
Rey dan Aldo yang sedang menikmati makan siang mereka saling tatap
" siapa yang memperoleh kan kamu duduk di sini" ucap Rey dengan tatapan tidak suka
" ayolah Rey kamu kenapa ketus gitu sama aku"
" nona mengertilah anda jangan membuat kacau suasana"
" hey diam kamu asisten ! aku nggak bicara sama kamu " bentak Eliza
" Al kita pindah cari meja lain " ucap Rey namun dengan Eliza meraih tangan Rey dan menahannya
" Rey kamu kenapa sih cuek gitu sama aku, aku berniat baik tapi kenapa kamu cuekin kamu " ucap Eliza dan Rey langsung menghempaskan tangannya lalu mencengkram leher Eliza
" cih niat baik katamu? lalu bagaimana kemaren kamu memprovokasi istri aku hah " semakin kuat mencengkram leher Eliza dan dengan cepat Aldo berusaha melepas kan tangan Rey dari leher Eliza
" tuan jaga sikap anda tuan jangan seperti ini " Aldo mengingatkan kemudian Rey melepas cengkraman nya
" uhuk uhuk..! " tega kamu Rey kenapa sih aku sudah minta maaf sama kamu "
" aku sudah memafkanmu dan mulai sekarang jangan ganggu rumah tangga aku dan aku nggak suka kamu mengusik rumah tangga aku, karena jika hal itu terjadi maka aku tidak akan segan segan menghancurkan mu dan juga karirmu " ancam Rey kemudian melangkah keluar dari restoran hotel menuju kamarnya.
" nona saya harap anda jangan lagi pernah muncul di hadapan tuan Rey "
" apa urusanmu hah mengatur ngatur aku " bentak Eliza tak Terima.
" jelas itu menjadi urusan saya nyonya karena apapun yang menyangkut tuan Rey maka itu akan menjadi urusannya juga. " ucap Aldo dingin kemudian melangkah menyusul majikannya.
__ADS_1
Rey memilih tidur di ranjang nya tiba tiba dia merasa kepalanya sedikit pusing
" tuan apa anda baik baik saja? " tanya Aldo yang sedang berdiri di sisi ranjang
" hem " hanya itu kata kata yang keluar dari bibir atasannya tersebut
" anda membutuhkan sesuatu? " tanya Aldo
" aku menginginkan istriku saat ini " batin Rey
" tidak tapi sepertinya aku ingin sesuatu yang manis manis " jawab Rey
" baik tuna saya akan memesankan es krim untuk anda "
" ya pergilah " jawab Rey sedikit berbinar sepeninggal Aldo Rey meraih ponselnya mencoba menghubungi sang istri.
" hallo mas kok tumben telpon siang siang begini ? "
" aku kangen " jawab Rey langsung dan shofia menarik sudut bibirnya
" ah so sweat banget sih, trus kapan pulang ? apa pekerjaan mu sudah selesai ? "
" iya sedikit lagi "
" cepet lah pulang aku sudah nggak betah lama lama pisah sama kamu mas "
" iya sama "
" kamu dimana sekarang? "
" di kamar "
" lho kok kamu nggak di perusahaan katanya ada masalah di sana? "
" kamu sakit? "
" nggak cuman agak meriang aja, kamu gimana apa masih mual mual? "
" alhamdulillah dari kemarin aku udah nggak mual mual lagi mas " Rey tersenyum
" ah syukur lah ternyata baby kita faham ya nggak nyusahin maminya saat papinya nggak ada di rumah "
" hem sepertinya begitu"
" tuan ini es krim anda " terdengar suara Aldo yang baru masuk ke dalam kamar
" sayang kamu makan es krim sejak kapan kamu suka es krim? " tanya shofia sedikit heran
" ntah lah beberapa hari ini aku kepingin makan es krim terus "
" wah jangan jangan kamu ngidam juga ya? "
" sepertinya begitu, ya udah aku tutup telponnya,abis ini langsung balik ke perusahaan "
" iya mas kamu hati-hati ya dan jaga kesehatan kamu "
" ya sayang assalamu'alaikum "
" waalaikum salam " kemudian Rey meletakkan ponselnya di atas nakas lalu turun dari ranjang melangkah duduk di sofa berhadapan dengan Aldo membuka kotak es krim yang kini menjadi makanan favoritnya.
selesai menikmati es krim ia segera mengajak asisten nya untuk segera kembali ke perusahaan
kini mereka berdua duduk di ruang manager dan tampak kepala keuangan juga duduk di sana sambil menundukkan kepala
__ADS_1
" jadi begini siapa nama anda? " tanya Rey
" munadi tuan " jawab kepala devisi keuangan tersebut
" ya munadi jadi begini saya akan memberikan kamu satu kesempatan untuk tetap bekerja di sini dan saya tidak akan melaporkan kamu ke pihak berwajib tapi karena kamu salah tetap kamu akan menerima konsekuensi jadi kamu mulai hari ini tidak lagi menjabat kepala keuangan tapi kamu hanya akan menjadi staf biasa dan satu lagi gajimu setiap bulan akan di potong separuh untuk mengganti kerugian perusahaan dan sebagian biaya operasi istri mu akan di tanggung pihak perusahaan " terang Rey
" tuan Terima kasih tuan atas kebaikan hati tuan saya berjanji akan bekerja sebaik mungkin dan saya berjanji tidak akan mengulang perbuatan itu lagi saya janji sungguh" ucap kepala keuangan sambil berlutut di hadapan Rey
" sudah sudah kamu nggak usah berlutut begitu sekarang kembali ke ruangan mu " perintah Rey kemudikan kepala keuangan itu bangun dari berlutut mencium tangan Rey kemudian pindah ke Aldo dan terakhir ke manager
" Terima kasih pak bapak masih mempercayakan saya bekerja di sini lagi " kata kepala keuangan tersebut
" sudah tidak usah berterima kasih padaku ini semua berkat kebaikan hati tuan Rayyan maka berterima kasih lah padanya dan gunakan kesempatan ini sebaik mungkin " nasihat sang manager
" sekali saya minta maaf atas kelakuan saya dan sekali lagi Terima kasih tuan tuan, klo begitu saya permisi " pamit sang kepala keuangan
" baiklah klo begitu kamu urus kelanjutannya dan Aldo akan kembali ke Jakarta sore ini "
" baik tuan klo begitu hati-hati di jalan"
" tolong kamu awasi terus dia " Aldo menimpali"
" tentu tuan saya akan mengawasinya terus "
" oke kita pamit " ucap Rey di ikuti Aldo di belakangnya mereka berjalan dan keluar dari perusahaan.
kini mereka sudah berada di pesawat Rey menutupi hidungnya dengan masker sambil memejamkan matanya rasa mual itu kembali datang dia berusaha menahannya agar tidak muntah di dalam pesawat apa jadinya seorang CEO mabuk muntah muntah di pesawat 😀.
setelah menempuh hampir dua jam perjalanan mereka tiba di mension Rey terlihat pucat Aldo membopongnya masuk ke dalam mension
" sayang kamu kenapa? mas Rey kenapa al? " tanya shofia ketika menyambut sang suami di depan pintu kemudian meminta Aldo membawanya ke kamar
" tuan mabuk di perjalanan nona " jawab Aldo sambil meletakkan Rey di ranjangnya
" mabuk? " tanya shofia tak percaya
" tapi bagaimana bisa? " ucapnya sambil membuka kancing kemeja suaminya dan melepas sepatunya.
" ya nyonya kemaren kita waktu berangkat ke Singapura tuan juga mengalami mabuk perjalanan bahkan beberapa hari ini tuan sering mual mual di pagi hari dan tidak bisa mencium aroma yang menyengat " tutur Aldo
" tunggu.. tunggu apa kamu mengalami ngidam mas " tanya shofia menatap suaminya yang mulai membuka matanya dan di jawab anggukan kepala oleh Rey
" benar nona kemaren dokter di Singapura pun menjelaskan seperti itu tuan mengalami kehamilan simpatik " tutur Aldo lagi
" ya Tuhan sayang kasian sekali kamu pasti tersiksa selama di sana " ucap shofia sambil memeluk suaminya lalu menciumi wajah sang suami dan Rey pun menahan wajah sang istri saat shofia mencium bibirnya menekan kapala sang istri agar lebih dalam
" emmmh" dan dengan cepat shofia melepaskan ciuman suaminya yang berubah panas sedang Aldo memalingkan wajahnya
" mas masih ada Aldo " bisik shofia
" kamu kenapa masih berada di sini kamu mau lihat permainan panas kami hah " ucap Rey mulai galak
" tidak tuan klo begitu saya permisi tuan nona "
" ah iya al Terima kasih ya sudah jagain mas Rey maaf soal tadi " ucap shofia sambil melangkah mengantar Aldo sampai di depan pintu kamarnya
" sayang kamu ngapain di sana sini temani aku kepala ku pusing " teriak Rey
" ah dasar bos tak tau berterima kasih tadi saja di pesawat seperti kucing anggora sekarang sudah berubah menjadi singa padang pasir, ah tapi saya senang tuan sekarang anda tampak bahagia dengan nona " batin Rey sambil melangkah turun ke lantai dasar.
******
" like yang banyak kasi komentar kamu vote dan kasi hadiah juga buat aku para readers happy reading 😘😘😘
__ADS_1