Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Nadira pulang


__ADS_3

"Dira.. Ini udah dua hari, kenapa kamu nggak pulang juga?" tegur ibu Endang.


Nadira yang baru saja menidurkan para anak panti pun menghela nafas panjang, sebenarnya ia sudah merindukan suaminya itu namun rasa kesal masih menyelimuti hati.


"Kamu seorang istri nak, apalagi pernikahan mu sudah diketahui papa mu dan juga mertua mu kan? pulang lah, namanya juga kalian berdua masih sama-sama darah muda."


"Iya Bu, Dira cuma kesel aja sama Qenan."


Ibu Endang membelai rambut panjang Nadira dengan sayang. Sungguh Nadira sangat mirip dengan almarhum adik angkatnya tak lain adalah Mama Melati.


"Kehidupan di ibukota jauh berbeda dengan kehidupan kita di panti nak dan kamu harus ingat, jangan sekali-kali kamu menyuruh Qenan untuk berhenti apalagi kamu sampai ancam begini-begitu."


"Iya Bu."


"Nak, Kamu hanya perlu menasehati saja jangan sampai kami ngatur-ngatur suami. Mau bagaimana pun, dia adalah kepala keluarga. Dan satu hal harus kamu ingat, laki-laki itu sangat mementingkan teman-teman nya. Apa lagi kamu bilang Nazeef itu sahabat Qenan dari kecil jadi wajar dia menemani sahabatnya. Hanya saja kita yang perlu mengingat kan bahwa cara mereka salah."


"Kamu istirahat, biar ibu pesankan tiket bus untukmu ya."


Nadira mengangguk lalu masuk ke kamarnya dulu lalu merebahkan tubuh nya. Di tatap langit-langit kamar itu memikirkan sang suami sedang apa disana.


Berpisah selama dua hari ternyata begitu menyiksa apalagi dua tahun?


Kini hatinya di rudung penyesalan. Ia begitu merindukan sang suami.


...****...


Di Jakarta, Dion baru saja menjemput Melinda karena mereka janjian untuk makan siang bersama. Suasana di mobil jauh berbeda dari biasanya.


Jika dahulu Melinda akan berisik dan Dion merasa jengkel, lalu berubah menjadi Melinda banyak diam dan Dion banyak tanya mengapa berubah. Namun sekarang, kedua nya lebih banyak diam.


Mereka sampai di salah satu restoran Jepang tempat favorit nya.


"Oppa udah siapin semua?" tanya Melinda melihat makanan sudah tersaji di atas meja ketika mereka baru saja sampai.


Dion mengangguk. "Makanlah."


Ia tersenyum miris menyadari hubungan nya dengan Melinda tidak sama seperti harapan nya. Perasaan nya maupun perasaan Melinda belum sejauh angan-angan.


"Udah selesai?" tanya Melinda melihat Dion menyudahi makan nya.


"Udah." jawab Dion singkat.


Ia memperhatikan Melinda makan tanpa merasa bersalah sedikitpun padanya.


"Lin."


"Iya." Melinda mengalihkan pandangan menatap Dion yang tengah menatapnya.


"Gue mau mencabut kata-kata gue yang lalu, gue ngerasa perasaan kita kalau jalin hubungan nggak akan ada ujung nya."

__ADS_1


"Aku gak mau buang-buang waktu mu menungguku."


Dion mengatakan nya dengan lugas dan terus menatap mata Melinda yang sudah berkaca-kaca.


"Aku pergi Lin." Dion pergi meninggalkan Melinda begitu saja tanpa tahu jika gadis itu sudah menangis setelah kepergian Dion.


...****...


Di Kafe Hebat pun juga sama, Nazeef sedang berada di ruangan nya dengan sengaja menyuruh Nina menghadap kepadanya.


Sesuai intrupsi sang sahabat, ia harus tegas kepada dirinya sendiri dan berubah lebih baik bukan karena orang lain melainkan dirinya sendiri.


"Nina.. Sebelumnya gue minta maaf."


"Maaf untuk apa?"


Nazeef menghela nafas panjang. "Maaf udah ganggu hubungan lo sama Arga. Gue sadar, seharusnya gue gak boleh egois. Lo berhak bahagia sama cowok pilihan lo."


"Tapi gue mau nya sama lo." sahut Nina sudah mulai serak.


Ia menggeleng. "Kita nggak bisa bareng-bareng Nin, Lo udah ada Arga dan gue akan pergi jauh tanpa lo ataupun Risa."


"Kenapa lo nyerah Zeef?"


"Gue mau fokus sama belajar gue, tanggung jawab gue besar di keluarga Qenan. Lo sehat-sehat, jaga diri baik-baik keriting. Gue pergi dulu. Semoga langgeng."


Di kecup kening Nina lalu ia beranjak keluar dari ruangan nya sendiri meninggalkan Nina begitu saja.


...****...


Di apartemen Qenan duduk termenung depan laptop yang menyala video-video Nadira yang sengaja ia rekam beberapa waktu lalu.


"Te echo de menos. (Aku merindukanmu)"


Kedua sahabat Qenan menatap iba. Ya, Nazeef dan Dion sudah berada di apartemen Qenan setelah menemui Nina dan Melinda tadi.


"Zeef, apa di CCTV belum terlihat Nadira pulang?"


Dengan sigap Nazeef meretas cctv yang ada di gedung apartemen mereka, lebih tepat CCTV utama yang ada di lobby apartemen.


"Ada boy, dia baru aja masuk lift."


"Benarkah?" tanya Qenan bersemangat bangkit mendekati Nazeef.


Istriku.


"Beresin ini semua." tutur Dion yang melihat ruang tamu apartemen Qenan berantakan bungkus makanan dan puntung rokok ada di mana-mana.


"Astaga cepat Zeef."

__ADS_1


Kini mereka bertiga dengan buru-buru merapikan ruang tamu. Namun terlambat, Nadira sudah berdiri tegak di depan pintu tercengang melihat mereka bertiga buru-buru merapikan ruang tamu apartemen.


"Ehem.." ia berdehem membuat mereka bertiga mematung.


Sungguh, ia ingin tertawa melihat wajah menegang mereka.


"Duduk." titahnya langsung dilaksanakan oleh mereka.


Ia menggeleng melihat keadaan suaminya yang tampak kusut ditinggal dua hari olehnya.


"Gimana kabar kalian?" tanya nya menatap mereka bergantian.


"Baik." jawab mereka serempak dengan wajah sendu.


Satu alis Nadira terangkat heran dengan reaksi wajah sendu mereka. Ia berpikir, apa yang terlewat selama dua hari?


"Qenan?"


"Maaf Ra."


Nadira menghela nafas panjang. "Qenan, kamu tahu alkohol dapat mempengaruhi kuantitas dan kualitas sper*ma?"


Qenan menggeleng.


"Kamu tahu, kenapa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat menurunkan kuantitas dan kualitas sper*ma? Itu karena alkohol dapat masuk ke dalam skrotum melalui aliran darah dan merusak bentuk sel-sel sper*ma. Dan itu akan menyebabkan terbentuknya sper*ma secara tidak sempurna dan mengganggu pergerakan sper*ma. Selain itu, sper*ma kamu juga dapat mengandung alkohol dan sampai pada sel te lur. Hal ini dapat merusak embrio yang udah terbentuk dan dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan dan keguguran."


"Kamu mau aku keguguran lagi kalau hamil?" imbuh Nadira menatap dalam mata Qenan.


Qenan menggeleng.


"Kamu tahu? Alkohol itu juga bisa dapat memperlambat jalan nya sper*ma kamu ke sel te lur aku. Kamu mau aku lama hamil?"


Qenan menggeleng.


Ia tepuk sisi sofa yang kosong agar Qenan duduk di sebelahnya dan benar saja Qenan langsung duduk disampingnya.


"Maaf dua hari ini udah ninggalin kamu."


Ditangkup kedua sisi wajah Qenan lalu mengecup kedua pipi Qenan.


"Aku hanya nggak mau kamu terus-menerus melampiaskan sesuatu dengan alkohol."


"Maaf, aku janji akan menghentikan keburukan ku Ra.."


Nadira mengangguk. "Pelan-pelan oke.."


Kedua manusia yang menjadi penonton budiman hanya bisa melengos melihat adegan itu. Setidaknya, Qenan sudah tak lagi uring-uringan ditinggal Nadira.


🌸

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2