Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Wido Prasetyo


__ADS_3

Di sebuah kamar apartemen mewah terdapat dua orang pria dewasa disana. Salah satu dari pria tersebut sedari meneguk minuman keras nya sembari meracau tentang wanita yang ia cintai selama ini. Sudah bertahun-tahun ia memendam rasa itu.


"Wido.. Udah, lo bisa mabuk nanti." ingat sahabatnya, Rian.


Wido tak menggubris karena ia tengah memukuli dadanya karena terasa begitu sesak di dalam sana. Bukan penyakit, namun perasaan nya kian membuncah terlebih kini ia di tugaskan untuk mengantar jemput wanita itu ketika kuliah lusa.


"Come one Wid, dia masih sangat muda untuk umur kita yang udah 32 tahun."


FLASHBACK ON


POV Wido


Kenalkan aku Wido Prasetyo. Pria matang dengan umur 32 tahun yang tengah mencintai seorang gadis muda, bukan muda bahkan bisa aku katakan gadis kecil bernama Nadira.


Kalian mau tahu asal mula aku bertemu Nadira?


Tujuh tahun lalu saat itu umurku masih 25 tahun baru setahun lalu aku menyelesaikan S2 ku di Paris. Hidup sendiri di Negara orang dengan kehidupan bebas tidak seperti di Indonesia membuatku terlena dengan dunia malam.


Aku memiliki seorang kakak laki-laki bernama Bayu Prasetyo, jarak umur kami sangat jauh. Dia sudah berumur 38 tahun dan memiliki anak Rendi namanya. Ah aku lupa nama lengkapnya waktu itu.


Aku juga tahu kak Bayu memiliki dua sahabat bernama Reno dan Surya. Mereka berdua sahabat kakak dari orang terpandang, berbeda dengan kami walau bisa di katakan mewah tapi tak semewah mereka berdua.


Tepat di umurku 25 tahun kakak meminta ku untuk kembali pulang ke Indonesia. Entah apa tujuan nya namun aku tetap menuruti saja karena selama ini kakak lah yang membiayai aku hidup di Paris.


Tiba aku di Indonesia, aku di sambut oleh kedua orang tuaku, kakak ku dan keponakan ku bernama Rendi yang masih tak ku ketahui nama lengkapnya.


Ah dasar aku.


Aku hampir lupa, istri kakak ku sudah meninggal saat melahirkan Rendi.


Malam harinya aku di ajak kak Bayu ke ruang kerjanya. Aku menduga ada hal penting yang harus dibicarakan. Dan benar saja dan aku menanggapi nya biasa saja kala itu.


"Tolong kamu cari keberadaan wanita ini. Kakak sangat tahu keahlian mu dalam bidang ini."


Kakak menyerahkan sebuah foto wanita cantik dengan mata bulat, hidung mancung, dengan bibir yang tidak terlalu tipis ada belahan di bibir nya itu.


"Siapa dia kak?" tanyaku.


Kakak memandangi foto itu sembari tersenyum. "Wanita yang kakak cintai sampai sekarang, Melati."

__ADS_1


Aku terperangah. "Lalu kakak ipar?"


"Kamu tahu kami di jodohkan dan bajingan nya kakak malam itu melakukannya tanpa sadar sampai hadir nya Rendi."


Aku semakin tak percaya dengan apa yang dialami kakakku. "Jadi aku harus gimana?"


"Cari keberadaan nya, Pasti anaknya udah besar juga."


Aku mengangguk patuh saja tanpa ingin mengetahui mengapa aku harus mencari nya. Malam itu juga aku mulai bekerja dengan bantuan sahabatku Rian. Beruntung identitas wanita itu tak di rubah jadi sangat mudah untuk kami temukan.


Keesokan harinya aku pun bergegas pergi ke alamat yang di berikan Rian. Sebuah panti asuhan yang tak terlalu besar. Aku miris melihat anak-anak kecil yang hidup disana.


Fokusku teralih dengan gadis belia mengenakan seragam putih biru yang hendak masuk ke pekarangan panti.


Aku membatin, masih SMP saja sudah terlihat cantik walau dandanan nya sangat kampungan menurutku. Ya, rambut gadis belia itu di kepang dua dengan berjalan santai memegang kedua tali tas punggung nya.


Dia bersenandung.


Aku terus memperhatikan nya sampai gadis itu memeluk wanita yang kakak ku cari.


Melati.


Jika di luar negeri aku melihat wanita berhidung mancung dan bibir tipis, kedua wanita ini berbeda. Walau si ibu lebih mancung tapi lihatlah anak gadis nya.


Astaga.. Ada apa dengan pikiran ku? tak mungkinkan aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis belia? anak dari wanita yang di cintai kakakku sendiri.


Oh tidak mungkin. Aku terus menyangkal hal itu.


Aku pun memutuskan untuk pulang kerumah kakak ku ke Jakarta walau rumah orang tua ku tak jauh dari sini.


Aku merogoh saku celana ku mengambil ponsel ku yang berdering. Tertera nama Rian sahabat ku.


Betapa terkejutnya aku mendapat kabar bahwa kakak ku mengalami kecelakaan. Aku pun bergegas menjemput kedua orang tua ku dan menuju ke rumah sakit di Jakarta.


Sesampainya di rumah sakit Jakarta, kakak ku yang baru sadar meminta berbicara berdua dengan ku.


"Wido.." panggilnya lirih membuat aku meringis.


"Ya kak.."

__ADS_1


"Apa kamu sudah menemukan Melati dan anaknya?" tanyanya terbata bahkan nafas nya tersengal-sengal.


Lagi-lagi dada ku meringis.


"Udah kak, mereka sehat. Aku baru aja melihat mereka. Ternyata mereka tinggal di panti asuhan gak jauh dari rumah papa mama. Kakak jangan khawatir, cepatlah sehat biar kakak bisa nikahi wanita itu." aku memberi semangat walau diriku sendiri tak merasa yakin dengan hidup kak Bayu.


Dengan luka sayatan lebar dikaki kanan, patah tulang di kaki kiri dan tangan kiri, begitu juga benturan keras di dada nya.


"To-tolong jaga mereka."


Setelah mengatakan itu, mesin deteksi jantung karena berbunyi 'Ttiitt'. Apa yang ku pikirkan terjadi?


Kakak telah berpulang meninggalkan kami semua dan meninggalkan cinta serta amanah yang harus ku laksana kan.


Sejak meninggal nya kakak, aku tak lagi menemui wanita yang bernama Melati dan anaknya yang sampai sekarang ada di pikiran dan hatiku. Aku hanya menyewa orang untuk menjaga mereka berdua, sedang ponakan ku Rendi tinggal bersama orang tua ku dan aku sendiri meneruskan usaha sembako kakak di kota Jakarta. Aku memang gila, jatuh cinta pada gadis kecil yang mungkin saja baru mengalami menstruasi.


Tiga tahun kemudian aku kembali ke Bogor dengan kabar duka. Ya, Melati meninggal dunia dan sekarang gadis belia yang membuatku jatuh cinta hidup sendiri.


Aku mendatangi pemakaman Melati dengan jarak cukup jauh namun aku bisa mendengar tangis pilu gadis itu. Di tengah tangis nya saja aku bisa melihat kecantikan nya begitu sempurna di mataku.


"Mama... Kenapa tinggalin Nadira sendiri? huuwwaa.."


Dada ku sesak mendengar tangis gadis itu. Dan aku mendengar dia menyebutkan dirinya Nadira. Nama yang cantik.


Ingin ku mendekat dan mendekap tubuh gadis belia ku yang sudah tumbuh menjadi gadis cantik itu. Namun aku urung karena pasti semua bertanya siapa aku.


Tentu saja mereka tak mengenal ku karena selama ini aku hanya sebagai pelindung mereka di balik layar.


Tak jarang orang sewaan ku melaporkan jika Melati dan gadis belia ku di ganggu atau di goda pria hidung belang karena keduanya sangat cantik menurutku.


Apa cukup kalian mengetahui tentangku? masih ada lagi hal-hal yang ku simpan erat mengenai gadis belia ku.


Aku rasa cukup dulu ya sampai disini, nanti kita lanjut lagi tentang ku.


FLASHBACK END


🌸


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2