Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Cewek zaman sekarang banget


__ADS_3

"Dasar cewek ganjen, nggak tahu malu, Murahan. Cih.." Cibir Risa kepada Rania dan dua sahabat nya.


"Lo.." Rania menunjuk tepat di depan wajah Risa.


"Apa lo? Lo? Lo? Dasar cewek murahan." cibir nya lagi.


"Dengar gue ya, sekali lagi lo ganggu Nadira.. Abis lo sama gue."


Nazeef melihat pertikaian itu dengan cuek karena yang penting tugas nya sudah terlaksana.


Ia melihat Rania dan kedua sahabatnya terikat dalam satu tali sudah basah kuyup akibat ulah Risa dan kelompok nya.


Tadi pagi-pagi sekali Qenan menghubungi nya memberi titah untuk membalas perbuatan Rania terhadap istrinya.


Ia dan Qenan sama. Tidak akan melakukan kekerasan terhadap cewek. Maka terjadilah pertikaian antara Risa dan Rania sekarang ini.


Terpaksa meminta bantuan dari salah satu pacar nya untuk memberi pelajaran kepada Rania. Risa tentu menuruti karena dari beberapa pacar nya hanya Risa yang tidak mempermasalahkan dirinya sebagai playboy.


"Rania, lo tahu sendiri Qenan gimana kan? keputusan nya gak akan terbantah dan lo juga tahu kalau Qenan gak akan terima miliknya di usik orang lain. Gue harap berhenti ngejar-ngejar Qenan, lo gak tahu hubungan mereka udah sangat jauh." ujar Nazeef.


"Ayo Ris." imbuhnya lagi.


"Beb.. Apa cantik banget ya yang namanya Nadira?" tanya Risa penasaran.


Nazeef menghela nafas sebelum menjawab. "Cantik itu relatif, cuma gimana cara si cowok mandang cewek nya gimana." sahut Nazeef.


Ia masih tidak semangat karena pembicaraan nya dengan Qenan tadi pagi.


Pagi tadi, Qenan menghubungi Nazeef dalam keadaan emosi. Itu karena sebelumnya ia tanpa sengaja mengetahui kepala Nadira bengkak akibat jambakan dari Rania.


Saat itu, selesai bercinta Nadira langsung tertidur dalam dekapan nya sedang ia memeluk nya posesif sembari mengelus kepala Nadira namun gerakan nya terhenti kalau gumaman Nadira terdengar olehnya.


"Jangan di elus, itu sakit Nan..." gumam Nadira tanpa membuka mata.


"Sakit gimana hem? apa elusan ku terlalu keras?" tanya Qenan.


"Kepala ku sakit karena jambakan Rania. Udah ah, aku ngantuk mau tidur." rengek Nadira mengeratkan dekapan nya.


Mendengar itu darah Qenan mendidih, tadi ia hanya melihat saat Nadira melayangkan sepak terjangnya pada Rania dan ia berpikir bahwa Nadira tidak mendapat serangan di tambah melihat pipi Rania memerah dan ia yakin itu tamparan dari Nadira.


Tetapi mendengar kepala Nadira sakit akibat jambakan Rania, ia berjanji akan membalasnya. Dan ia memutuskan menghubungi Nazeef menjalan kan tugasnya.


Dan tugas itu telah terlaksana, Nazeef merasa lega dan berharap tak ada lagi Rania yang selalu mengganggu Nadira. Jika terjadi lagi maka ia yang mendapat imbas dari kemarahan Qenan.


...****...

__ADS_1


Usai pulang sekolah Qenan dan Nazeef langsung mengunjungi Kafe dan distro kaos miliknya karena hari ini adalah jadwal kunjungan mereka.


"Udah lo lakuin apa yang gue suruh kan?" tanya Qenan duduk di sebelah kursi kemudi.


"Udah." sahut Nazeef singkat masih fokus di jalanan.


"Lo harus awasi gerak gerik dia, gue gak mau kejadian itu terulang lagi." titahnya sembari fokus pada iPad nya.


"Iya, Nadira gak ikut?" tanya Nazeef melirik Qenan lalu fokus lagi ke depan.


"Nggak, dia lagi sama bokap nya juga sama Dion." sahutnya.


"Nggak cemburu sama Dion?" tanya Nazeef mengejek.


Qenan mencebik bibir tanpa menjawab karena pertanyaan Nazeef tentu saja jawaban nya cemburu, tapi ia harus mengerti bahwa mereka saudara.


Nazeef terkekeh dan mendapat tatapan tajam dari Qenan.


"Kurang keras ketawanya."


"Boleh bos?"


"Boleh, bulan depan gaji kosong." sahutnya santai masih fokus pada iPad nya.


Wajah yang tadi sumringah mendadak suram mendengar gaji akan di kosongkan bulan depan.


"Emang."


Akhirnya mereka sampai di salah satu Kafe. Di ruangan nya para pekerja kafe langsung menyuguhkan menu baru yang akan di nilai Qenan dan Nazeef sendiri.


Ia tidak pernah melarang siapa saja yang memiliki menu baru untuk di ajukan kepadanya. Jika ia setuju maka akan di masukkan ke daftar menu baru.


Dan yang memiliki resepenu baru itu akan mendapat keuntungan sendiri.


...****...


Di kediaman Surya Wijaya. Kakak beradik berbeda ibu itu tengah mendapat nasihat dadakan dari sang ayah.


"Ada apa sama kalian berdua membuat keributan di hotel milik kalian sendiri?"


Tadi pagi papa Surya baru saja tiba di rumah dan mendapat laporan bahwa kedua anaknya terlibat keributan di pesta perayaan Qenan dan pesta itu berada di hotel miliknya.


"Apa yang kamu lakukan disana Dion? kamu ketua OSIS disana kan? kenapa biarkan kakak mu dan sahabat mu bertengkar disana?"


"Apalagi kamu Nadira, kenapa kamu disana dan membuat keributan? kamu sadarkan mereka lebih mudah dari kamu?"

__ADS_1


Mendengar itu Nadira menjadi emosi pada papa Surya, jangan lupakan jika ia masih kecewa dengannya.


"Jadi maksud papa aku harus diem aja saat di ganggu orang yang lebih muda gitu? diem ngalah gitu?" cerca Nadira menatap papa Surya tajam.


"Bukan itu maksud papa, seharusnya kamu bisa mengontrol emosi kamu.""


"Mama ku ngajarin aku , selagi bukan aku yang lebih dulu membuat masalah gak apa jika aku membalasnya. Aku nggak mau di tindas kayak mama ku, merelakan suaminya pergi nikahin gadis lain dan meninggalkan mama dan aku."


"Aku akan mempertahankan milik ku." imbuhnya lagi.


"Nadira.." ucap papa Surya dan Dion bersamaan.


Nadira menatap Dion sendu.


"Papa tahu, dari perlakuan papa membuat kami menjadi korban. Aku gak pernah malu tahu masalah papa dan istri papa yang lain tetapi aku bisa lihat aku sama Dion punya satu sisi yang isinya penuh dengan kesedihan. Aku harap setelah ini biarkan kami bahagia dengan cara kami pa."


"Ayo Dion, kita butuh hiburan." ajaknya menarik Dion meninggalkan papa merek.


Papa Surya menatap nanar kedua anaknya pergi menjauh tak lama terdengar suara deru mesin mobil meninggalkan pelantaran rumahnya.


"Kenapa dia sangat mirip dengan mu Melati? dan aku harap kelemahannya bukanlah orang yang di cintanya sama seperti mu dulu, aku adalah kelemahan muhingga hari itu tiba dimana kamu relakan aku menikah lagi. Dan bodohnya aku menuruti itu semua. Kamu apa kabar?"


Papa Surya menyeka air matanya. Sungguh hatinya selalu diliputi rasa bersalah.


...****...


"Nad, maafin nyokap gue." ucap Dion lirih.


"Nggak perlu, udah jangan dipikirin."


Dion mengangguk. "Kita mau kemana?"


"Gimana kalau kita nonton?".


"Boleh , tapi gimana sama suami lo?"


Nadira terkekeh. Ia tahu maksud pertanyaan itu. "Tenang, dia lagi kerja."


"Oke." Dion pun menambah kecepatan menuju tempat tujuan mereka.


Ini adalah pertama kalinya ia pergi berdua dengan Nadira, kakak tirinya yang sempat ia kagumi saat pertama kali bertemu.


Ia tersenyum kala melihat Nadira berfoto di. dalam mobilnya.


Cewek zaman sekarang banget.

__ADS_1


🌸


Bersambung...


__ADS_2