
"Hati-hati, nanti siang aku jemput pakek motor sesuai permintaan kamu ya.." ujar Qenan setelah mobilnya sampai tak jauh dari gerbang kampus Nadira.
"Iya. Jangan lupa nanti beli hape baru."
"Iya. Aku mau ke kafe ada pertemuan penting."
Nadira mengangguk lalu mencondongkan tubuh ke samping langsung mengecup pipi Qenan.
Sontak perbuatan Nadira membuat ia tersenyum.
"Aku kuliah dulu ya, nanti aku pinjam hape Nina untuk hubungi kamu."
Ponsel Nadira ternyata tidak hanya retak melainkan tak bisa beroperasi lagi.
Qenan menggeleng. "Suruh aja Nina hubungi Nazeef, aku enggak suka nomor pribadiku di ketahui orang lain."
"Baiklah, aku pergi dulu."
Kini Nadira benar-benar pergi ke kampus dan Qenan segera melesat ke salah satu kafe Hebat miliknya. Sebelum melajukan mobil ia sempatkan menelepon Nazeef untuk mengantarkan sepeda motornya ke bengkel untuk di servis lebih dahulu agar nanti saat ia kendarai bersama Nadira tak terjadi kendala apapun.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang membela jalan ibu kota. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi esok. Namun, baik Qenan maupun Nadira sudah berdamai dengan keadaan untuk siap berhubungan jarak jauh dalam waktu dekat.
Mau sejauh apa mereka berpisah bila hati sudah terikat pasti jika waktunya telah tiba makan akan kembali bersama.
"Pagi bos." sapa para pegawainya setelah Qenan sampai di kafe Hebat.
Qenan hanya mengangguk kecil lalu ia masuk ke ruang manager dimana sudah ada Nazeef dan beberapa manager disana.
Saat ini mereka hendak membahas masalah harga di tiap menu ayam di kafe mereka.
Bagaimana tidak? harga bahan pokok sudah semakin tinggi sekarang ini.
"Jadi gimana? harga kita naikkan atau porsi yang kita kurangi?"
Qenan menghela nafas panjang sebelum menjelaskan masalah penting ini.
"Lihat pasokan kita dulu, jangan langsung di naikkan harganya. Cari ayam yang tidak terlalu besar jadi harga dari pemasok tak semahal yang biasa kita beli."
"Dan buat setiap yang beli online, di setiap kotak kemasan jangan lupa letakkan logo dan nomot hape kafe kita. Kita juga bisa buat sistem paket." jelas Qenan.
"Berarti kita harus buat kotak kemasan paket lagi bos."
Qenan mengangguk. "Buat 100 kemasan setiap kafe di Jakarta Zeef, kita coba segitu dulu kalau ternyata lebih banyak peminat malah lebih bagus kan? Ingat, cari ayam nya lebih kecil dari yang biasanya tapi jangan terlalu kecil juga. Sesuaikan sama harga juga."
Setelah menjelaskan hal itu Qenan keluar dari ruangan manager itu lalu masuk ke ruangan nya sendiri diikuti Nazeef di belakangnya.
"Zeef, udah lo bawa ke bengkel kan?"
"Udah boy."
Qenan diam saja namun tangan nya sibuk pada ponsel nya karena saat ini ia sedang berselancar di Google untuk mencari tahu bagaimana membahagiakan istri.
__ADS_1
Mengapa harus mencari di Google? alasan nya adalah terlalu gengsi untuk bertanya pada sahabatnya itu.
Dengan cepat ia ketik di sana.
Cara menyenangkan istri di atas motor
Ia pun berdecak membaca hasil pencarian nya. Bukan hal sulit untuk melakukan dari hasil pencarian nya itu namun ia lebih tertarik pada hasil kedua dari pencarian nya itu.
Sensasi Bercinta di Atas Motor, Pacu Adrenalin Meski gak Tancap Gas.
Ia tersenyum miring ketika pikiran mesum nya sudah memenuhi isi kepalanya. Bayangan-bayangan Nadira saat mende sah terngiang.
Akibat sudah lama berpuasa.
Saking penasarannya, langsung saja ia klik artikel tersebut.
Qenan terkekeh membaca nya sembari membayangkan melakukan bersama Nadira. Lalu ia menghitung waktu dimana Nadira keguguran hingga sekarang.
Senyuman itu semakin lebar kala keberuntungan berpihak padanya.
...****...
Di kampus Nadira sedang berada di kantin bersama Nina dan Melinda menikmati nasi soto.
"Nin, gue tadi malam lihat kak Rendi di acara Qenan." tutur Nadira tanpa mengalihkan pandangan dari makanan nya.
"Ngapain? Qenan tahu?"
Nina dan Melinda tersedak karena ucapan Nadira mengejutkan mereka. Spontan mereka meneguk es jeruk masing-masing.
"Serius lo?" tanya Nina kepo.
Nadira mengangguk. "Udah dua kali gue lihat mereka, bahkan sampek gue ikutin tapi balik lagi."
"Lah kenapa?"
"Iya kak, kenapa balik?"
"Lah buat apa coba? geli gue lihat mereka ciuman gitu."
Nina mencebik. "Lo lupa kalau gue nungguin siang pertama lo sama si bos? malah lama bener lagi sampek dua jam." ucap Nina sewot.
Melinda beralih pandang ke arah Nina. "Serius kak?"
Nina mengangguk sembari menyeruput es jeruknya lagi. "Iya, gue, Nazeef, sama Dion kayak orang gila tahu gak. Di luar kami khawatir takut mereka berdua berantem eh tahu nya lagi enak-enak."
Nadira hanya tertawa mendengar Nina bercerita tentangnya kepada Melinda. Pikiran nya melayang kembali pada kejadian siang itu. Dapat dilihat bahwa Qenan sangat takut kehilangan dirinya hingga nekad menjerat dirinya dalam hubungan pernikahan rahasia itu.
Dan Qenan berhasil, bukan hanya dirinya namun hatinya juga berhasil dijerat suaminya itu.
Kini jiwa dan raganya sudah seluruhnya milik Qenan.
__ADS_1
Aku mencintaimu suami SMA ku.
...****...
Di sepanjang perjalanan menuju kampus Nadira, senyuman Qenan terus menghiasi wajah bule nya di balik helm full face itu.
Saat ini ia mengendarai sepeda motor sport sesuai permintaan sang istri.
Baru saja menghentikan sepeda motor nya sudah disuguhi senyuman manis dari Nadira yang menunggu di halte bis tak jauh dari kampus itu.
Senyuman itu semakin tergambar jelas mengingat rencana nya dari awal di kafe tadi.
"Udah lama nunggu tanya nya?"
Nadira menggeleng dan menatap intens Qenan. "Kamu kenapa senyum-senyum gitu?"
Qenan berdecak. "Senyum salah, nggak senyum apalagi."
Nadira tertawa melihat perubahan wajah Qenan lalu ia menerima helm untuknya, setelah terpasang dengan dibantu Qenan, ia menaiki sepeda motor dan memeluk Qenan dengan erat.
"Kamu udah makan siang?" tanya Qenan.
"Udah, tapi kalau di ajak makan lagi masih bisalah."
Keduanya terkekeh bersama. Keduanya menikmati jalanan dengan pikiran masing-masing.
Jika Qenan berpikir dimana tempat yang sesuai dengan angan-angan.
Berbeda dengan Nadira yang kini membandingkan saat bersama Rendi naik sepeda motor dengan Qenan.
*Kak, aku nggak tahu apa kesalahan ku dulu sampek buat kakak selingkuh dariku, kakak meminta maaf padaku tapi tak memberi tahu alasan yang jelas atas perbuatan mu dan itu buat aku penasaran.
Tapi, aku ucapin makasih.
Makasih karena melihat mu langsung dulu membuat aku dipertemukan dan dinikah paksa dengan Qenan.
Dia baik kak.
Sangat baik. Aku merasakan itu sampai aku jatuh cinta sedalam-dalamnya pada Qenan, suamiku.
🌸*
***Bersambung..
Makasih untuk kalian yang setia baca cerita emak yang ini.
Emak bener-bener terharu dengan pencapaian ini.
Kalau ada yang bilang kenapa harus kuliah di LN? kan di Indo masih banyak Universitas yang bagus.
-Sebenernya itu cita-cita Qenan, Nazeef selalu ngikutin kemana Qenan pergi. Sedangkan Dion, emak udah sampekkan papa Surya sering Banding- bandingkan dia sama Qenan jadi ia juga ikut kuliah ke LN.
__ADS_1
-Cerita Wido nanti di banyakin saat Qenan dan Nadira LDR'ran ya***..