
"Ini buat kamu Nin." Arga menyerahkan sebuket bunga mawar merah untuk Nina.
Nina yang sedang makan malam di Kafe Hebat tentu terkejut. Bukan sebagai pelanggan melainkan pegawai Kafe.
"Dalam rangka apa kak?" tanya Nina heran.
"Em.. Untuk ke 7 hari jadian kita." akui Arga menggaruk tengkuk leher yang tak gatal.
Dan itu membuat Nina tertawa lucu, bagaimana bisa Arga bisa kekanakan seperti ini, pikir Nina.
"Ya ampun kak, biasanya orang-orang itu peringatin ke 1 tahun gitu, ini kok ke 7 hari." Setelah bicara begitu Nina kembali tertawa karena melihat wajah Arga yang malu akibat kelakuan nya sendiri.
"Kamu gak suka ya?" wajah Arga berubah sendu.
Nina mengambil sebuket bunga mawar merah itu dari tangan Arga. "Suka, makasih ya.."
Arga tersenyum lalu mengangguk. "Ayo kita pulang." ajak Arga saat acara makan Nina telah selesai.
...****...
Di sebuah club' malam terkenal di Kuala Lumpur.
"Ikut aku." ucap seseorang yang sudah menahan sesuatu menarik seorang gadis ketika ia keluar dari club' malam tersebut lalu membawanya ke dalam mobil menuju hotel terdekat disana.
"Sa-sakit Tuan. Tolong jangan sakiti saya."
Wido mencengkeram pergelangan tangan seorang gadis itu begitu erat hingga sang empunya meringis menahan sakit.
Tak berselang lama mobil itu telah sampai di pelataran hotel.
"Lepasin saya tuan." gadis itu terus meringis sepanjang jalan.
"Diam." bentak Wido.
Hingga keduanya memasuki kamar hotel, Wido menghempas tubuh gadis itu ke atas ranjang dengan kasar. Melucuti apapun yang ia kenakan.
"Tolong jangan lakukan ini tuan." tangis gadis itu saat Wido melakukan aksi nya.
Jerit dan tangis gadis itu semakin membuat hasrat nya berlambung tinggi. Di lucuti pula pakaian gadis tersebut dengan kasar.
"Sa-sakit tuan, ampun." gadis itu terus memohon dan puncak kesakitan nya ketika milik Wido menerobos masuk ke inti nya secara paksa.
Cengkraman dan cakaran tak surut dilakukan gadis itu namun sepertinya tak berefek apapun pada Wido.
Hingga ujung kenikmatan itu segera hadir.
"Sssttsss Aakkhh Nadiraaa.." erang terakhir terucap dari bibir Wido lalu ia berguling ke samping tubuh gadis itu.
Butuh istirahat sejenak hingga ia lanjutkan lagi permainan itu dengan gadis yang tidak ia kenali.
...****...
__ADS_1
"Qenan mmmpptt."
Qenan terus menyesap bibir memble kesukaannya terus menerus. Tidak membiar Nadira melayangkan protes sedikit pun.
"Qenan iihh.. Nakal banget tahu gak." sungut Nadira kesal.
"Jangan protes Ra, kamu lupa kalau aku harus puasa sampai dua tahun ke depan." tutur Qenan santai seolah perpisahan itu hanya dua hari.
Nadira menatap pias sang suami. "Maaf, apa kita batalkan aja perpisahan ini?"
Ada rasa bersalah di hati Nadira karena membuat Qenan harus menuruti permintaan nya.
Qenan tersenyum sembari mengusap pipi Nadira dengan ibu jari. Sungguh, perpisahan itu sangat melukai hatinya.
"Enggak akan ada perpisahan sayang, ini cuma tentang waktu. Mari kita gunakan waktu itu untuk saling merindu, mendewasakan diri, dan menjaga cinta kita."
Nadira mengecup bibir Qenan sekilas. "Aku mencintaimu."
"Dan aku lebih mencintaimu Ra.."
Sepasang suami istri itu saling berpelukan di atas brankar. Malam ini mereka berdua benar-benar menghabiskan malam dengan banyak berdiskusi untuk kemajuan hubungan mereka.
...****...
Beberapa hari kemudian Nadira sudah diperbolehkan kembali pulang. Kini ia di sambut oleh papa Surya dan kedua mertuanya dengan suka cita.
Mereka baru saja tiba di apartemen Qenan, di Indonesia. Dion juga sudah kembali ke Indonesia.
"Gimana?" tanya papa Surya ketika mereka telah duduk bersantai.
"Ck.. Ayolah brother.. Menantuku baru saja duduk." Papa Reno menjadi kesal sendiri namun karena ia adalah pihak yang akan bertanggungjawab dengan kehidupan putri sahabatnya.
Qenan berdehem mengurangi keresahan hati namun harus mengambil keputusan.
"Pa, kami setuju kalau harus berhubungan jarak jauh."
"Benarkah?" tanya papa Surya memastikan.
Sebenarnya ia sadar betapa egois dirinya, tetapi ingin sekali menghabiskan waktu masa tua nya bersama kedua anaknya.
Kehadiran Nadira menyadarkan betapa banyak kesalahan-kesalahan Yeng telah diperbuat kepada kedua anaknya.
"Iya, tapi Qenan pun punya permintaan."
Semua orang mendengar itupun menatap Qenan menunggu permintaan apa yang akan diucapkan Qenan.
"Apa?" tanya papa Surya.
"Sebelum berangkat, Qenan mau pernikahan kami di sah kan baik itu negara ataupun agama."
Nadira tersenyum mendengar permintaan Qenan. Sungguh ia tak pernah berpikir sampai kesana.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kamu disana punya wanita lain?" pancing papa Surya.
"Qenan memang gak bisa berjanji, tetapi sebisa mungkin Qenan akan buktikan bahwa hanya Nadira satu-satunya wanita Qenan, ah ya istri Qenan."
Papa Reno mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang. Awalnya ia tak setuju namun melihat Qenan dan Nadira merasa baik-baik saja akhirnya ia hanya diam saja.
"Mas, tapi boleh kan Nadira nginap di rumah kami?" tanya mama Sinta pelan.
"Tentu boleh, Nadira akan sering-sering nginep di rumah Mama nanti."
"Terima kasih sayang, baiklah mama pulang dulu. Kalian berdua istirahat lah."
Akhirnya semua orang meninggalkan kediaman Qenan dan Nadira. Keduanya masih terdiam menyelami pikiran masing-masing.
"Minum obat mu Ra.." Qenan menyerahkan obat-obatan dari rumah sakit kepada Nadira.
Nadira tersenyum manis lalu menerima obat-obatan itu. "Makasih atas segala nya." Tak bisa di pungkiri kesedihan itu selalu menghiasi ditambah mereka baru saja kehilangan calon anak mereka.
"Jangan berterima kasih sebelum kita melewati ujian kesetiaan ini sayang."
"You have to remember. My love and affection is only for you. (Kamu harus ingat. Rasa sayang dan cinta ku hanya untuk mu.)" Imbuh Qenan lagi menatap Nadira dengan penuh cinta.
🌸
Bersambung...
*Gini ya woy.. Emak sengaja buat adegan intim gak vulgar karena ini cerita 17+.
Jadi jangan lah ada yang bilang romantis nya gak dapet karena dari umur aja belum Sampek romantis kayak kita para emak-emak yang 21+.
Apalagi Sampek ada yg bilang adegan wik-wik nya gak seru. Dari awal buat novel ini juga sama sekali gak ada niat yang vulgar loh..
Jadi kalau para readers ada yg cari novel vulgar di novel emak ini salah alamat ya.. Di novel emak gak ada. Enggak sama kayak yang lain.
Banyak kok novel di tempat author lain yang sangat vulgar dan lulus review*.
...*****...
*Maaf para readers ku tersayang, emak telat up karena keluarga suami ku sedang berduka. Nenek suami ku baru saja meninggal hari ini.
Tapi sebisa mungkin emak usahain untuk terus up.
Jangan terlalu marah sama papa Surya ya..
Makasih banyak ya..
salam
emak mama muda.
paling riweh sedunia*.
__ADS_1