Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Acara Dion dan Melinda


__ADS_3

Dion dan Melinda berdiri ketika MC memanggil nama mereka. Malam ini adalah malam perayaan kehamilan Melinda karena anak yang di kandungnya adalah keturunan dari keluarga Wijaya.


Dion sendiri tersenyum bahagia namun di sisi lain hatinya sedang gundah gulana menantikan kehadiran mamanya yang dikabarkan sudah dua hari telah tiba di Indonesia.


Dan tengah menantikan tujuan utama dari kepulangan sang mama sebenarnya. Tentu saja tahu sifat ambisius yang di miliki mama nya itu. Juga kabar di terima dirinya bahwa papa tirinya telah tiada.


Kata sambutan dan ucapan terima kasih telah disampaikan olehnya, Dion menoleh menatap Melinda yang terus mengembangkan senyuman. Istrinya tidak tahu apa-apa tentang ibu kandungnya.


Pandangan mengedar melihat Wido stanby di samping papa Surya dan beberapa anak buah pria itu menyamar sebagai tamu.


Dion pun bertanya-tanya, siapa yang sedang mereka lindungi saat ini?


...****...


Di meja paling depan dimana Wido sedang duduk menatap ke salah satu sudut ruangan yang di dekorasi dengan indah.


Di sudut ruangan itu terdapat seseorang yang masih mengisi hati nya sedang menggendong buah hatinya.


Ya, seseorang itu adalah Nadira yang tengah menggendong anaknya. Ingin rasanya mendekat namun urung karena tak ingin membuat ketegangan diantara pasangan suami istri itu.


*Nadira, jangan tanya lagi mengenai ini.


Hal yang selalu membuat hati bimbang adalah ketika aku memilih mencintai mu tetapi tak pernah memiliki keberanian lebih untuk mengungkapkan nya. Perasaan itu seperti rasa sakit bertahun-tahun tidak menemukan obatnya. Jika saja aku berani mengatakan nya, mungkin aku tidak akan terbunuh mati oleh perasaanku sendiri.


Memang, sebagai seseorang pertama kali jatuh cinta, perasaan takut itu selalu ada. Membuat hatiku bimbang tak siang dan tak malam.


Membuat pikiranku tidak tenang, sebab selalu terbayang-bahang.


Bagiku, aku lebih suka mencintaimu dalam diam. Sebab tak akan pernah kutemukan kata PERPISAHAN di antara kita*.


Dan aku berharap, suatu hari nanti ada wanita yang benar-benar tulus mencintaiku seperti tulusnya cinta ku untukmu, Dira.


Papa Surya menepuk pundak Wido membuat sang empu menoleh ke pemilik tangan. Ia memaksakan senyum menyadati arti tepukan itu.


"Maaf, kak. Aku cuma lihat aja. Enggak lebih."


"Cobalah membuka diri, jangan terjebak dengan cinta itu, Wido. Aditya juga butuh sosok ibu."


Wido menghela nafas panjang. "Biarlah seperti ini dulu. Aku gak mau menikah pada orang yang salah dan berniat mencelakai Dira lagi. Masalah Aditya, tuan tenang saja. Dia punya Mama dan Mommy yang menyayangi anak ku."


Ia terkekeh sembari menikmati pemandangan di mana Nadira sedang tertawa lepas menggendong anaknya dwngan perut buncit itu kemudian wajah wanita itu cemberut ketika Qenan mengambil alih anaknya dari gendongan Nadira


Sedang papa Surya menggeleng kepala merasa heran mengapa sangat sulit bagi Wido melupakan putrinya.


...****...


Di sudut ruangan dimana Wido memperhatikan.


Qenan meringis melihat perut Nadira tanps sengaja tertekan baby Aditya. Heran nya selalu saja Nadira nampak baik-baik saja jika di luaran begini tetapi jika sudah berdua maka dirinya sebagai pebisnis muda lenyap berubah menjadi tukan pijat.

__ADS_1


"Ra, biarkan Aditya sama pengasuhnya. Udah cukup ngasuh Aditya nya." titah Qenan sedikit meninggikan suara lalu mengambil alih baby Aditya lalu menyerahkan kepada pengasuh bayi tersebut.


Qenan menghela nafas ketika menyadari Nadira diam menunduk. Sadar seharusnya tidak meninggikan suara tadi. Tetapi ia begitu khawatir dengan Nadira dengan perut semakin membesar.


"Sayang, maaf." ucap Qenan namun Nadira bergeming.


Ia menghela nafas lagi. Lalu menggendong baby Aditya kemudian duduk di sebelah Nadira. "Boleh main, tapi aku yang gendong."


Lihatlah, ucapan nya mampu membhat Nadira menatapnya dengan senyuman dan itu membuat hatinya mencelos kesal.


"Apa segitu cinta nya kamu sama Aditya sampek melupakan cinta ku?" tanya nya dengan sinis.


"Mana ada begitu, kamu tetap yang pertama dan terakhir. Aditya dan anak-anak kita nanti adalah para pendukung agar cinta kita tetap utuh dan sempurna."


Ia memalingkan wajah ke arah lain. Entah mengapa apa yang di ucapkan Nadira membuat pipi dan telinganya terasa panas sehingga tak tahan menatap mata wanita hamil itu.


"Sayang, kenapa pipimu merah?"


Sial!


Qenan semakin tak sanggup menatap Nadira karena sungguh saat ini baginya tatapan mata Nadira seolah menghipnotis dirinya hingga membuat mabuk kepayang.


Dan hal itu mampu membuat kedua orang tua Qenan tertawa puas melihat tingkah putra semata wayang nyasedang tersipu malu.


...****...


Acara berjalan penuh khidmat hingga seseorang yang di tunggu menampakkan batang hidung nya.


Dia adalah Sonia, mantan istri dari Surya Wijaya ibu dari Dion Marcheleo Wijaya. Berjalan dengan angkuh mendekati di mana sang putra berada.


"Hi darling. How are you?" tanya nya pada Dion lalu memeluk anaknya itu


"Baik, ma. Ini istri Dion."


Sonia hanya mengangguk lalu beralih menatap mantan suaminya dan berujar. "Apa kabar mantan suamiku? aku dengar kamu juga mengurus anak dari wanita simpanan mu?" cecarnya dengan lantang membuat para tamu menjadi senyap.


Sepertinya kisah masalalu belum berakhir sampai disini.


Sonia mengedar pandangan mencari seseorang dan tersenyum licik ketika matanya menangkap apa yang dicari.


"Nah, dia kan anak dari perselingkuhan mu?"


Papa Surya berdiri dengan rahang yang mengeras.


Plak


"Ternyata ini tujuan mu pulang? sudah ku duga kepulangan mu pasti akan membuat ulah."


"Kamu lihat wanita ini yang disebut mama mu? dia tak lain hanya sampah di hidupku. Aku bahkan menyesali dulunya menerima menikah dengan wanita kejam seperti mama mu. Bawa dia pergi, Dion." sentak Papa Surya mengatur nafas nya agar tetap tenang.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Nadira sudah berada di dekat mereka dan mendengar pembicaraan itu. Kini ia tahu, jika wanita yang membuat keributan.


"Ternyata dia yang merebut papa dari mama." ucapnya lirih masih terdengar oleh mereka.


"Nah. ini dia anak hasil perselingkuhanmu." ucap Sonia membuat Nadira meradang.


"Yang anda katakan hasil dari perselingkuhan ini adalah anak sah karena mereka menikah baru melakukan nya, Nyonya. Dan anda harus tahu jika mama kusaya adalah istri pertama disini. Siapa anda bisa menilai buruk mama saya?" Sungguh tak ada yang tahan jika ibunya di hina apalagi hinaan itu setelah beliau tiada.


"Kurang ajar."


Plak


Satu tamparan melayang di pipi Nadira membuat seisi ruangan memekik ditambah wanita hamil itu terhunyung ke belakang. Beruntung Qenan sigap menangkap Nadira.


Semua orang tercengang. Apalagi suami dari wanita hamil itu sedari tadi menatap tajam ibu mertua tirinya. Dan untuk pertama kalinya ia meminta bantuan pada Wido untuk menjaga Nadira sebentar.


Maju selangkah menatap Sonia dengan tatapan membunuh.


"Sonia tanpa nama belakang mantan suami mu yang sudah meninggal tidak ada apa-apanya. Karena anda tak mempunyai keturunan dan di buang maka kembali ke Indonesia adalah tujuan mu."


"Saldo tabungan hanya berkisar 20 juta. Tidak memiliki pekerjaan. Sebelum anda di tendang keluarga mantan suamimu, membuat kekacauan di pabrik ku. Aku tak selemah itu dan aku tak semiskin dirimu."


Plak


"Itu untuk balasan telah menyakiti hati istriku karena ucapan mu."


Plak


"Itu untuk balasan karena sudah berani mengusik bisnis ku."


Plak


"Itu untuk balasan telah menampar istriku. Dan ku pastikan masa tua mu ini penuh penderitaan."


Untuk pertama kalinya Qenan menggunakan kekerasan terhadap wanita. "Zeef, pastikan tak ada berita apapun esok."


Qenan mendekati Nadira lalu membawa wanitabitu dalam menggendong keluar dari tempat acara tersebut. Meninggalkan kericuhan ulah mereka.


*Ingin ku bunuh wanita tua itu.


❤️


Bersambung..


Apa kabar kesayangan ku?


Sehat kan?


Puasa nggak?

__ADS_1


Minta saran, lebih baik buat grub chat di wa atau gimana y*?


__ADS_2