Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Aku juga pasti akan merindukanmu


__ADS_3

Malam itu, Nadira mengajak Qenan melihat Jembatan Golden Gate Bridge.


Jembatan Golden Gate Bridge adalah sebuah jembatan gantung di sepanjang Golden Gate. Jembatan ini di fungsikan untuk menghubungkan kota San Francisco, California di semenanjung San Francisco dan Kabupaten Mari, California. Golden Gate Bridge memiliki panjang sekitar 2.727 m. Seperti halnya bangunan bersejarah lainnya, Golden Gate Bridge, merupakan hasil karya dari Joseph Strauss. Sejak selesai dibangun pada tahun 1937 (selama 37 tahun), jembatan ini di nobatkan sebagai jembatan terpanjang di dunia.


Sesuai dengan artinya Golden Gate Bridge yang berarti Pintu Keemasan. Jembatan ini sangat terkenal diseluruh penjuru dunia. Menurut Frommer’s Travel Guide, Golden Gate Bridge merupakan jembatan gantung terpanjang di dunia, dan jembatan paling cantik serta paling banyak dipotret di seantero jagad raya. American Society of Cicil Engineers, jembatan ini diklaim sebagai salah satu contoh terbaik dalam rekayasa jembatan, baik secara estetika atau keindahannya ataupun desain strukturnya. Umumnya turis yang datang ke tempat ini akan di drop  dekat kolong jembatan dekat Toll Plaza. Dari sinilah para wisatawan dapat memandangi Golden Gate Bridge dari dekat.


Sama seperti wisatawan lain nya. Qenan dan Nadira di drop dekat kolong jembatan dekat Toll Plaza.


"Cantik ya Nan." puji Nadira dan di angguki Qenan.


Bagi Qenan, tidak ada yang lebih indah selain kebahagiaan orang-orang yang penting dalam hidupnya. Yang utama adalah Nadira.


"Kamu jangan nakal disana ya." ujar Qenan mengeratkan pelukan.


"Iya, kamu juga Nan. Hati-hati sama orang. Jangan banyak tebar pesona. Aku takut kamu kecantol sama Bella tahu nggak."


Qenan tersenyum tipis mwndengarnya. "Kamu cemburu?"


Mata Nadira melotot dengan pertanyaan Qenan yang tak perlu di tanya menurut nya. "Ya iya lah, istri mana yang gak cemburu tahu suaminya ada yang naksir." Nadira mengurai pelukan lalu memalingkan wajah sembari tangan bersidekap.


Qenan yang melihat istrinya sedang merajuk dengan bibir manyun sehingga bibir memble itu hampir jatuh membuat ia gemas.


Terlalu gemas membuat ia secepat kilat menangkup kedua sisi wajah Nadira langsung melu mat dan mengigit bibir bawah Nadira yang tampak terus menggoda nya.


"Qenan, kamu kebiasaan ih." sungut Nadira kesal dengan kebiasaan Qenan.


Qenan tergelak langsung memeluk Nadira dengan erat.


"Aku serius Qenan Abraham."


Qenan menunduk dan mata mereka saling memandang. "Percayalah, gak akan ada wanita lain atau pun cinta yang lain."


...****...


Nadira menatap mata Qenan sangat dalam. "Qenan, kamu tahu aku paling gak suka dengan pengkhianatan. Kamu pasti tahu awal cerita bagaimana kita bisa di pertemukan bukan? dan kamu pasti sangat tahu kalau aku mudah melupakan pengkhianat itu kan?"


Qenan mengangguk.


"Aku harap kamu gak kayak kak Rendi." ucap Nadira lirih.


"Aku akan berusaha menghindar dari mereka yang menginginkan ku." Qenan membelai pipi Nadira dengan sayang.


"Qenan, jika suatu saat hal itu terjadi mau kamu sengaja atau nggak. Biarkan aku memilih pergi."


"Dan ku pastikan aku akan menjemputmu pulang Ra."


Malam itu keduanya menghabiskan malam dengan penuh kasih sayang dan cinta. Karena esok akan berpisah kembali.


Rencana awal 3 bulan sekali Qenan akan pulang ternyata tak bisa di realisasikan karena tugas-tugas kuliah tidak bisa di anggap remeh.

__ADS_1


...****...


"Gimana kabar lo Nin?" tanya Nazeef. Saat ini ia dan Nina sedang berada di taman asrama.


"Gue baik." sahut Nina. Gue baik ada di dekat lo Zeef. Sambungnya dalam hati.


Nazeef tersenyum getir mendengar jawaban Nina. Ia pikir, Nina sama tersiksa seperti dirinya.


Ternyata hanya gue yang terlalu cinta Nin.


"Semoga lo selalu bahagia ya. Gue doain moga langgeng." ucap Nazeef dan di angguki Nina.


Nina merasa Nazeef benar-benar menyerah dan tak lagi memiliki perasaan untuknya.


Ya, pasti karena cewek disini cantik dan sek*si.


...****...


"Oppa apa kabar?" tanya Melinda.


Saat ini Melinda dan Dion tengah berada di apartemen karena Dion membantu persiapan Nadira untuk pulang. Sekarang mereka berdua duduk di atas karpet depan televisi.


Walau beda ibu, tak membuat Dion dan Nadira saling membenci. Bahkan sering sekali Nadira mengirim uang jajan untuk nya karena selama kuliah di Luar Negeri, papa Surya benar-benar menjatah uang bulanan sesuai permintaan Qenan.


"Sehat."


"Apa oppa udah punya pacar?" tanya Melinda menatap Dion penuh cinta.


Dion tersenyum miring menanggapi pertanyaan Melinda. "Itu bukan urusan lo lagi."


Deg!


Air mata itu sudah menganak sungai dengan cepat Melinda memalingkan wajah ke arah lain. Ternyata hanya ia yang terlalu mencintai, pikirnya.


"Oppa benar."


Cukup lama mereka berdiam diri. Hingga Melinda memutuskan mendekati Dion tanpa menghiraukan protes dari Dion.


"Lo mau apa?"


Sial!


...****...


Biarlah dirinya dikatakan cewek munafik dan pasti merasa ia tak pantas untuk Dion. Tapi yang pasti, jika memang tak ada jalan untuk berjodoh, malam ini biarlah ia menyerahkan diri kepada Dion.


Ia tersenyum merasakan Dion membalas ciuman nya. Hingga ciuman itu berpindah ke tempat lain.


Hati Melinda berdesir merasakan sentuhan lembut dari Dion. Memang ia menyukai sentuhan Rian, namun hati bisa apa jika sentuhan Dion lah yang ia inginkan.

__ADS_1


Lenguhan keluar begitu saja ketika merasakan remasan di dua gundukan berharga nya.


...****...


Dion terlena karena memang sangat merindukan cewek berisik yang sudah memporak-porandakan hati dan pikiran nya.


Namun, bayangan nasihat Nadira agar menjaga diri sendiri dan jangan merusak anak gadis orang terbayang membuat ia menghentikan aksinya.


Dengan cepat Dion menutup kimono Melinda lalu bangkit berjalan untuk keluar apartemen. Tetapi sebelum melangkah Dion mengucapkan sesuatu pada Melinda.


"Jangan jadi cewek murahan untuk jerat gue."


Barulah ia melangkahkan kaki. Andai Melinda tahu, tubuhnya sudah panas dingin menahan sesak di balik dalaman nya. Kepala nya merasa pening tak bisa menuntaskan hasrat nya.


Sungguh gue menginginkan lo, tapi biarlah waktu yang menjawab. Lo bisa gue miliki atau gak.


Sedang Melinda menangis menahan sakit. Harga dirinya sudah tak ada lagi di mata Dion.


Ya, Dion benar. Ia memang cewek murahan.


...****...


Setelah melihat Jembatan Golden Gate Bridge Qenan dan Nadira tak langsung kembali ke apartemen. Mereka lebih memilih ke taman asrama.


Qenan duduk selonjoran dengan kedua tangan sebagai tumpuan dan Nadira bersandar di dada nya.


"Rara, aku percaya pada kekuatan cinta kita yang tak terukur; bahwa cinta sejati dapat bertahan dalam keadaan apa pun dan menjangkau jarak apa pun."


Nadira hanya tersenyum memandangi dewi malam yang tengah bersinar cerah malam ini.


"Qenan."


"Hem."


"Kamu tahu? Aku merindukanmu lebih dari yang bisa kupercayai; dan aku siap untuk sangat merindukanmu lagi."


Tangan Qenan terulur membelai rambut panjang Nadira karena ungkapan Nadira dan satu tangan lagi memeluk Nadira.


"Aku juga pasti sangat merindukan mu."


🌸


Bersambung..


*Udah Senin gaes.


Yok vote karya emak*.


Emak sayang kalian❤️

__ADS_1


__ADS_2