Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Penolakan


__ADS_3

"Sebaiknya kita makan malam bersama." ujar papa Surya setelah melihat jam tangan di pergelangan tangan nya.


Semua orang di meja itu bangkit, papa Surya juga mengajak Nadira dan lain nya ikut makan malam bersama selain Rania dan mama Lusiana karena ia telah pergi lebih dahulu.


Nazeef yang baru tiba langsung ikut ke restoran hotel tersebut, ia sempatkan tertidur tadi karena kelelahan.


Acara di ballroom pun selesai di tutup oleh MC, papa Surya juga mengucapkan banyak terimakasih kepala para tamu nya.


Qenan sengaja tetap menggenggam tangan Nadira di depan para orang tua dan lain nya disana.


Saat berada di restoran yang sengaja di tutup menerima tamu selain mereka. Meja panjang khusus di sediakan untuk mereka.


Makanan-makanan di atas meja tampak menggiurkan. Papa Reno dan papa Surya duduk di ujung meja. Mama Sinta memilih duduk di sisi kanan lalu sebelah nya Nina dan di susul Nazeef di sebelah Nina.


Sedangkan Nadira memilih duduk di seberang mereka yang berarti ia berada di sisi kanan papa Surya diikuti Qenan, Rendi, dan Wido dan Dion.


Tampak mama Sinta dengan sigap melayani papa Reno. Selain mama Sinta, Nadira dengan sigap melayani Qenan seperti biasa mereka lakukan di apartemen.


"Aku mau Beef teriyaki nya aja sayang.." ujar Qenan tak menghiraukan banyak pasang mata memperhatikan mereka.


"Capcay nya mau? atau sayur asem?" tanya Nadira karena di meja itu banyak terdapat lauk dan sayur rumahan.


Qenan menggeleng. "Itu apa?" tanya qenan menunju wadah besar berisi jagung, kerang, dan cumi-cumi disiram dengan saos Padang.


"Cumi saos Padang atau apalah namanya tapi kuah nya itu namanya saos Padang. Kamu mau?"


Qenan mengangguk. "Boleh. Enak gak?"


Nadira tersenyum. "Enak. Aku suka ini tahu." sahutnya sembari menuangkan cumi saos Padang itu di piring Qenan dan piring nya dengan senyum mengembang.


"Enak?" tanya Nadira saat melihat Qenan mencicipi cumi saos Padang nya.


Qenan mengangguk.


"Ehem..." papa Reno berdehem membuat Qenan dan Nadira sadar jika sekarang tidak sedang berdua.


Nadira tersenyum canggung sedang Qenan biasa saja seperti tak terjadi masalah.


"Boy, kamu udah kayak seorang suami di layani istri." celetuk papa Reno membuat Nadira tersedak.


Melihat Nadira tersedak Qenan menyerahkan segelas air minumnya untuk Nadira. Namun ada sesuatu yang membuat Nadira terkejut dan heran.


Wido dan Rendi juga menyodorkan air minum untuknya.


Ada apa ini? tanya Nadira dalam hati.

__ADS_1


Nadira menerima gelas dari tangan Qenan menatap mata Qenan begitu dalam.


"Kamu gak pa-pa?" tanya Qenan mendapat anggukan dari Nadira.


"Kita makan dulu, jangan banyak bicara." titah papa Surya.


Sepanjang acara makan itu Nadira hanya diam begitu juga Qenan. Mereka sama-sama memikirkan perlakuan Wido dan Rendi. Jika Rendi bisa di tebak karena dia adalah mantan pacar Nadira namun Wido?


Setelah acara makan malam bersama, Nina tampak diam saja memikirkan nasib pernikahan sahabatnya. Sungguh ia merasa iba pada Nadira. Sebagai cewek tentulah ia ingin di akui di hal khalayak. Jangan kan sebagai istri, sebagai pacar saja itu harus menurutnya.


"Gak usah sentuh-sentuh gue." ucapnya ketus saat paha nya di toel-toel dengan jari telunjuk Nazeef.


"Galak bener."


"Gak usah sok akrab."


Cukup lama Qenan diam mengumpulkan keberanian hal apa yang akan terjadi jika niat nya ia ungkapkan.


Qenan berdehem membuat semua orang di meja itu terdiam memperhatikan dirinya.


"Pa, Qenan akan menikahi Nadira."


"APA?"


Yang tidak mengetahui hubungan Qenan dan Nadira sebenarnya tampak sangat terkejut.


Nadira sendiri sudah menunduk meremas dress nya. Ia juga cukup terkejut atas kenekatan Qenan.


Qenan menggenggam satu tangan Nadira di atas pahanya memberi ketenangan pada istrinya.


"Qenan mencintai Nadira ma, gak ada perempuan seperti Nadira. Dia perempuan lemah lembut yang di paksa harus kuat oleh keadaan. Qenan ingin selalu melindungi nya."


"Qenan ingin menghabiskan sisa waktu hidup Qenan hanya bersama Nadira, karena Qenan tahu ada di sampingnya adalah kebahagiaan yang besar untuk Qenan. Ma.. Qenan gak pernah sebahagia ini sebelum mengenal Nadira."


"Tapi Nak.. Pernikahan itu bukan hanya sekedar cinta dan uang. Ada saat dimana kalian akan berdebat dan harus ada yang mengalah. Kalian masih muda." terang mama Sinta.


"Mama gak restui hubungan kami?" tanya Qenan.


"Tentu papa dan mama merestui, tapi menurut kami bukankah ini terlalu cepat?"


"Gak ada pernikahan sekarang." ujar papa Surya yang sedari tadi diam.


"Pa.." seru Nadira dan juga Dion.


Papa Surya menggeleng. "Papa tahu kalian saling mencintai tapi bukan berarti harus menikah sekarang. Apalagi kamu Qenan masih SMA. Papa gak mau Nadira menjadi istri rahasia kamu, cukup papa aja yang ngalamin hal itu. Anak papa jangan."

__ADS_1


"Tapi Qenan sama Nadira udah-" Belum selesai Qenan berbicara sudah di potong oleh papa Surya.


"Apapun yang udah kalian lakukan, papa hanya ingin Nadira menjadi istri kamu yang diketahui publik bukan istri rahasia yang di sembunyikan. Jadi papa minta kalian jalani hubungan kalian untuk saling mengenal dan tetap menggapai cita-cita."


Papa Surya hanya tak ingin kejadian masalalu akan terulang kembali dan itu di alami anaknya sendiri. Tidak, papa Surya tidak ingin hal itu terjadi pada Nadira.


"Tapi pa sebenarnya-"


Lagi-lagi ucapan Qenan di potong orang lain sebelum ia selesai bicara.


"Boy, yang dikatakan papa Surya benar. Lebih baik kalian pacaran lebih dulu untuk saling mengenal." potong papa Reno.


Inilah kelemahan Qenan, jika keinginan nya di tentang papa Reno ia tak bisa berkutik. Maka dari itu ia selalu mengambil keputusan sudah ia pikirkan lebih dulu sebelum di sampaikan sehingga tak terbantahkan.


Memang niat untuk mengungkapkan status hubungan mereka sebenarnya sudah ia pikirkan, namun nyatanya sudah mendapat penolakan.


Ia menghirup udara dalam-dalam lalu menghembus nya perlahan.


"Baiklah, tapi jangan ada yang menghalangi hubungan kami." akhirnya ia mengalah untuk pertama kalinya.


"Ya, gak akan ada yang halangi hubungan kalian." ucap papa Surya.


Seenggaknya ini jauh lebih baik. Maafkan aku Ra.. cicit Qenan dalam hati menatap Nadira yang masih menunduk, ia yakin Nadira tengah menahan tangis.


Setelah berdebat akhirnya keluarga itu memutuskan pulang ke rumah masing-masing.


"Nadira dan Nina nginap di rumah papa ya.." pinta papa Surya.


"Nadira mau pulang ke apartemen bareng Qenan." tolak Nadira ingin menghindar pada papa Surya.


"Kita akan ke Bogor besok, sebaiknya nginap di rumah papa aja." terang papa lagi.


"Qenan.. Nazeef kalian nginep ya di rumah gue, udah lama kita gak tidur bareng." Dion bersuara untuk membantu kakak tirinya.


Qenan tersenyum tipis dan ia bersyukur walau masih sering berdebat dengan Dion, namun sahabat nya itu masih seperti dahulu. Selalu menolong ia dan Nazeef ketika ada masalah.


Akhirnya Nadira dan Nina ikut di mobil papa Surya ada Wido juga di dalam nya. Rendi sendiri sudah pamit pulang lebih dulu.


Qenan satu mobil dengan Dion dan Nazeef. Papa Reno dan mama Sinta telah pulang lebih dahulu.


Di dalam mobil papa Surya yang di kemudikan seorang pria matang, Wido. Sedari tadi hanya diam dengan wajah datar nya.


*Apa aku harus mengalah lagi?


🌸*

__ADS_1


Bersambung..


Sosok Wido belum semua nya terungkap ya..


__ADS_2