
Malam harinya pasangan muda itu tengah bersiap. Namun ada yang berbeda dari keduanya. Di kamar itu tampak sepi dengan wajah masam.
"Kita di apartemen aja kalau gitu, nggak ada yang pergi ke pesta perayaan." ujar Qenan memutuskan karena dari tadi tidak ada yang mau mengalah.
Nadira menghentak kaki karena kesal. "Tapi aku udah bersiap Qenan, aku bahkan udah pilih baju yang paling jelek." ucap Nadira merengut.
"Terus gimana? kamu juga gak bolehin aku pakai baju ini."
Ya, keduanya tengah berdebat dengan tampilan masing-masing. Tadi Nadira sudah memakai gaun malam untuk ke pesta perayaan namun Qenan protes karena gaun itu memperlihatkan lekuk tubuh Nadira.
Sedang Nadira tak rela Qenan berpenampilan dengan gaya casual karena menambah ketampanan untuknya.
"Apa aku pakek celana jeans sama kaos nya aja?"
Nadira menggeleng karena ia lebih suka dengan tampilan sekarang yang memakai jaket berbahan denim dengan kaos sebagai dalaman nya.
"Udah gitu aja, ayo kita pergi." ujar nya masih dengan bibir manyun.
"Jangan manyun gitu, mau jatuh bibir nya." goda Qenan yang sebenarnya suka melihat bibir ranum Nadira.
Nadira mendelik lalu memberi cubitan di perut Qenan yang langsung meringis karena nya.
"Sakit Ra.."
"Biarin, ayo berangkat iihh.."
"Iya ayo."
Akhirnya keduanya berangkat dengan tangan saling menggenggam. Seperti biasa, Qenan akan menggunakan mobil sport kesayangan nya.
"Loh, acaranya gak di sekolah Nan?" tanya Nadira lantaran mobil Qenan berhenti di sebuah hotel.
"Kamu nggak kepikiran untuk nerkam aku kan Nan?" tanyanya lagi membuat Qenan gemas.
Qenan menekan hidung Nadira yang tidak begitu mancung itu membuat sang empunya cemberut.
"Pikiran mu omes Ra.. Acaranya ada di hotel ini."
Nadira beroh ria saja sembari keluar dari mobil karena Qenan sudah membukakan pintunya. Ia mendongak melihat kemegahan hotel tersebut, ada rasa kagum dihatinya.
Wijaya's group.
"Ini hotel papa mertua ku." ucap Qenan mengetahui Nadira melihat nama hotel itu.
"Papa mertua?" tanya Nadira membeo bingung maksud dari ucapan Qenan.
Qenan menggeleng menyadari otak istrinya sedikit lambat. Namun hal itu tidak membuat cinta nya pudar.
"Dasar lambat. Udah ayo jangan dipikirkan." sahutnya sembari merangkul leher Nadira.
"Qenan.. Lepasin gak? kamu harus jelasin dulu." sergah Nadira menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Bukan nya menjelaskan malah membuat Qenan tertawa dan itu berhasil membuat Nadira semakin merajuk.
"Baiklah apa yang harus aku jelaskan ke istriku ini." Qenan menarik hidung Nadira dengan tangan satunya masih merangkul Nadira.
"Siapa papa mertua mu? apa kamu punya istri lain?" tanya Nadira curiga pada Qenan.
Astaga istriku.. jerit Qenan dalam hati.
Qenan menahan tawa nya semakin membuat Nadira geram.
"Tuh kan.. Kamu duain aku? Tega kamu Nan.." mata Nadira berkaca-kaca menatap Qenan yang masih menahan tawa.
Qenan memeluk Nadira dengan tawa menggelegar. Beruntung keduanya masih berada di dekat mobil yang terparkir rapih sehingga tidak banyak yang memperhatikan mereka.
"Kamu lucu banget tahu gak, apa kamu lupa siapa nama papa mu sendiri?" bukan menjelaskan malah bertanya.
"Surya Wijaya." jawab Nadira singkat dalam dekapan Qenan.
"Nah.. Jadi siapa papa mertua ku?"
"Ya papa Surya lah."
"Jadi udah tahukan siapa papa mertua ku?"
"Ya udahlah."
"Terus kenapa harus nuduh aku punya istri lain?"
"Iihh tahu ah, gak ngerti." Nadira semakin mengeratkan pelukan mencium aroma tubuh Qenan yang menenangkan.
"Hotel ini punya keluarga papa Surya Ra..." jelasnya membuat Nadira mengurai pelukan itu.
"Sebesar ini?" tanyanya mendapat anggukan dari Qenan.
"Udah ayo kita masuk." Qenan menggenggam tangan Nadira membawanya masuk ke dalam hotel menuju rooftop tempat acara diselenggarakan.
...****...
"Gimana? gue udah cantik kan?" tanya Rania pada kedua sahabatnya.
"Cantik dan seksi." sahut sahabatnya, Bella.
Rania tersenyum puas, malam ini ia akan menjadikan Qenan miliknya. Bukan hal tabu baginya berurusan dengan kehidupan malam, ia sudah biasa masuk dan keluar serta mabuk di club' malam walau usia masih 18 tahun.
"Tapi lo beneran bakal lakuin itu ke Qenan Ran?" tanya Talia.
"Ya, dan gue pastiin Qenan akan jadi milik gue seutuhnya.
"Kalau gagal gimana?" tanya Talia sendiri karena yang ia tahu Qenan adalah orang yang teliti dan tidak sembarang berbicara atau menerima sesuatu pada orang lain karena itulah Qenan sering dikatakan cowok tersombong di SMA KUSUMA BANGSA.
"Harus berhasil dong. Jangan pesimis gitu." sahut Bella bukan Rania.
__ADS_1
"Udah ayo kita ke rooftop."
Mereka bertiga memasuki rooftop terlihat sudah banyak yang datang disana.
...****...
Qenan dan Nadira sudah memasuki rooftop hotel milik papa Surya.
Di atas rooftop terdapat sebuah kolam renang yang berukuran luas. Pada sisi kolam renang terdapat sebuah restoran dibatasi dengan dinding kaca.
Di kolam renang, terdapat beberapa cowok dan cewek berenang disana, meskipun angin bertiup kencang dan air teramat dingin.
Pada pinggir rooftop ada beberapa cowok dan cewek sedang mengambil foto dengan latar belakang gedung-gedung menjulang tinggi dan gemerlap ibukota Jakarta.
"Qenan.. Aku pengen foto disana juga.." tunjuk Nadira pada beberapa orang yang juga sedang berfoto.
Qenan menelan saliva karena jika ia menuruti maka akan menjadi viral lagi.
"Harus ya?"
Nadira mengangguk lalu menarik tangan Qenan.
"Pakai hape mahal kamu ya Nan." ucapnya nyengir kuda.
Qenan hanya bisa menggelengkan kepala dan mengeluarkan ponsel miliknya. Ia pun membidik Nadira dengan gaya sesuka hatinya. Ia mendekati Nadira lalu membisikkan sesuatu.
"Jangan manyun-manyun, entar aku lahap."
Nadira tambah manyun.
"Udah fotonya?'
"Udah, banyak banget yang lihatin kamu. Dasar tukang tebar pesona." gerutu Nadira membuat Qenan terkekeh.
"Aku angkat telepon dulu, kamu ambil minum dulu ya." Qenan melihat Nadira pergi ke tempat dimana ia berada.
Setelah melihat Nadira sudah meminum segelas jus ia pun berbalik badan mengangkat telepon dari orang tua nya.
Sedang Nadira celingukan mencari orang yang ia kenal, Dion adik tirinya. Malam ini Nina tidak ikut karena saat ia ajak tadi, Nina mengatakan kalau malam ini ia masuk kerja.
Ia tersenyum melihat adik tirinya berdiri tak jauh dari tempat ia berada juga tengah tersenyum padanya.
Ingin rasanya ia menghampiri Dion namun langkahnya terhenti karena ada seseorang menabrak dan menumpahkan minuman ke pakaian nya bahkan sampai ke rok juga.
"Uuppss sorry sengaja." ucap seseorang itu mengejek.
Nadira menunduk melihat baju dan rok nya sudah basah. Bahkan ia shock beberapa saat. Amarah nya membuncah kala melihat orang yang menabrak adalah Rania, orang yang terobsesi pada suaminya.
Plak
🌸*
__ADS_1
***Bersambung...
Emak lemes gaes.. Anak lajang emak di vaksin ðŸ˜***