Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Keanehan Qenan


__ADS_3

Nadira memijit pelipis nya katena merasa !pusing melihat kelakuan absurd suaminya. Bagaimana dewasa pria itu bersikap tetap saja umur tak membohongi kelakuan.


Berjalan perlahan mendekati ranjang mengambil pakaian dalam lalu menyerahkan pada Qenan.


"Pakek cepat. Jadwal periksa sebentar lagi. Aku udah gak sabar pengen ketemu sama istri dokter Gadhing."


"Istrinya atau dokter nya?"


Nadira cengengesan ditanya seperti itu membuat Qenan kesal.


"Keduanya, Nan. Dokter Gadhing itu ganteng nya gak ada obat. Dewasa dan imut-imut pengen cium." sahut Nadira tanpa melihat Qenan karena pandangan nya ke sembarang seperti menerawang sesuatu.


"Mi amor. Berani nya kamu memuji suami orang di depan suami sendiri?"


Nadira meringis melihat kilatan amarah dari Qenan. Ia pun merutuki diri sendiri tak bisa menahan mulut nya untuk tidak memuji ketampanan dokter kandungan nya itu.


...****...


Qenan diam saja memakai pakaian nya. Tetap diam walau ia mengajak istrinya itu sarapan. Bahkan tetap telaten mengupas kulit kerang rebus permintaan istrinya.


Bisa ia pastikan sekarang Nadira merasa aneh dengan sikap nya. Tetapi ia tak perduli.


Sampai di Rumah Sakit pun Qenan masih tetap diam dan ia tahu itu membuat Nadira tak tenang. Cukup kesal dengan istrinya, sudah merasa tak tenang pun masih saja bertahan tidak membujuknya. Padahal itu yang di tunggu.

__ADS_1


Tiba giliran Nadira di periksa pun ia hanya memperhatikan dokter yang sudah di puji dan ia akui yang dikatakan Nadira benar adanya.


Qenan menghela nafas panjang. Entah mengapa dirinya menjadi tidak percaya diri di dekat dokter itu.


Seusai periksa kandungan, Qenan mengantar Nadira pulang setelah itu berangkat ke kantor. Sesaat ia ingin menyendiri lebih dahulu.


...****...


Nadira sendiri takut untuk bertanya mengapa Qenan menjadi diam saja. Biasanya suaminya itu jika sedang cemburu maka akan marah-marah atau menghukumnya di dalam kamar.


Tetapi sepertinya kesalahan nya begitu fatal sehingga membuat suaminya itu diam saja.


Ia pun tak mempermasalahkan jika harus di rumah karena ada para pelayan yang menemani apalagi ia tahu jika hari ini jadwa Qenan banyak berada di luar kantor.


Pelayan paruh baya itu mendekat dan duduk di lantai dekat Nadira sontak membuat sang Nyonya tak enak hati.


"Bi, naik ke atas dong. Enggak enak di lihat tahu." Nadira cemberut dengan terpaksa pelayan yang di panggil bi Milah itu duduk di sebelahnya.


Bi Milah bercerita dan memberi saran apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan saat hamil tua.


...****...


Tanpa terasa hari sudah mulai gelap, Qenan baru saja tiba langsung masuk ke dalam kamar tanpa mendatangi Nadira.

__ADS_1


Di dalam kamar, Qenan berganti pakaian hanya mengenakan celana pendek dan sepatu sport langsung masuk ke dalam lift menuju lantai tiga dimana ruang gym berada.


"Sayang, kenapa pulang kerja langsung kesini? kamu pasti capek." ucap Nadira baru saja menyusul Qenan dengan berjalan perlahan.


"Aku harus membentuk otot ku biar berbentu lebih dari dokter kandungan kamu itu. Aku nggak mau kamu memikirkan dokter itu."


Nadira hanya melongo mendengarnya. Ia tak menyangka bila sang suami masih memikirkan masalah itu.


"Dan aku udah tanya-tanya dokter dari Korea untuk operasi."


Nadira mengerutkan dahi. "Operasi apa?"


"Operasi plastik. Aku mau ngecilin batang hidung sedikit biar mirip dokter kamu dan dagu aku mau di ubah sedikit biar nampak berbelah kayak dokter kamu."


Nadira terperangah.


❤️


Bersambung...


Emak lagi seminar ya.


dukung terus ya.

__ADS_1


pemenang di lihat dari pendukung umum pas tanggal 30 ya..


__ADS_2