Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Kilas balik (Nazeef ke Paris)


__ADS_3

Paris adalah kota tujuan turis paling populer di dunia, dengan 30 juta pengunjung asing per tahun. Terdapat sejumlah markah tanah terkenal di antara berbagai atraksinya, bersama dengan institusi terkenal dan taman terpopuler di dunia.


Paris mempunyai julukan The City of Love tanpa adanya definisi yang betul-betul pasti. Entah karena bahasa Prancis yang dianggap sebagai bahasa cinta atau jalan-jalan romantis yang ada di sepanjang Sungai Seine.


Paris memang mempunyai berbagai hal yang bersifat romantis, seperti kafe hingga Arts Bridge, di mana pasangan pada awal tahun 2000-an memasang gembok di sana sebagai wujud komitmen atas satu sama lain.


Paris juga disebut sebagai Kota Cahaya bukan tanpa alasan. Bahkan pada malam hari, banyak hal yang bisa Anda lakukan dan nikmati di kota ini. Mulai dari kafe, bar, pertunjukkan-pertunjukkan menarik di Paris, bahkan beberapa museum buka hingga malam hari.


Nazeef memandang kota romantis itu dari balkon hotel tempatnya menginap selama berada disana.


Ia harus mengurung diri di dalam kamar hotel ini sepanjang malam karena harus mengingat titah Qenan untuk tidak mabuk-mabukan diluar sana.


Setelah puas memandangi kota romantis itu ia masuk ke kamar hotel menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelahnya mengistirahatkan tubuh dan otak agar besok kembali fresh menghadapi keluarga kandung.


Kandung?


Omong kosong.


...****...


Keesokan harinya, Nazeef sudah rapi dengan kemeja biru muda dan celana bahan denim berwarna putih juga sepatu kets putihnya.


Masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan papa kandung nya. Nazeef tahu, keputusan ini sangat beresiko untuk hubungan nya pada Nina. Tetapi, memberi pelajaran sedikit tak masalah menurutnya.


Mobil yang ia tumpangi masuk ke dalam sebuah kawasan perumahan elit. Tersenyum miring menatap begitu megah dan itu semua di nikmati ibu tirinya.



"Tuan muda udah di tunggu di meja makan untuk sarapan bersama."


Nazeef hanya mengangguk berjalan mengikuti orang yang memberi tahunya tadi.


"Apa kabar mu, Nazeef?" tanya ibu tirinya mencoba ramah dengan nya.


Tersenyum miring. Tidak ada sedikit pun hatinya tersentuh dengan sikap ramah wanita itu.


"Berhenti lah bersikap seolah peduli." sahut ya ketus.


"Nazeef." sentak Papa Ansor tak lain adalah papa kandung Nazeef.


Nazeef berdecak langsung menjatuhkan sendok dan garpu dengan kasar menciptakan suara dentingan.


"Langsung aja, Pa. Aku setuju dengan pertunangan ini. Tapi aku punya syarat dan harus di turuti."


"Apa?"


"Pertama dia nggak boleh ke Indonesia apalagi sebelum pertunangan kami."


Nazeef menjeda bicaranya namun sepertinya pria yang bersandang sebagai papa kandung itu dapat mengartikan persyaratan nya.


"Kenapa? takut sama pacar miskin mu itu?"


"Lebih baik dia miskin tapi setia dan nggak merebut kebahagiaan wanita lain. Lupa istri kesayangan anda ini telah merenggut kebahagiaan mama ku? Dan anak nya sekarang mengganti profesi ibunya."

__ADS_1


"Dan satu lagi, sebelum pertunangan aku mau aset yang papa miliki menjadi atas nama ku."


Nazeef memilih pergi dari kediaman sang papa. Kemudian ia menghubungi Nina. Hanya wanita itu yang mampu meredam emosinya di kala jauh.


...****...


Tiga hari terlewati semenjak mengunjungi kediaman papa kandung nya. Seperti liburan, menghabiskan waktu sendirian berkeliling kota Paris.


Ia sama sekali tidak mengunjungi bar sesuai titah sahabatnya.


Pengalihan aset atas namanya juga sudah di terima. Ia tahu maksud dari ibu tirinya itu dengan rencana pertunangan ia dengan anaknya, Risa.


Dan ia tak akan membiarkan itu terjadi. Hubungan ia dengan papa Ansor masih saja dingin.


...****...


Dua hari kemudian Nazeef telah tiba di Indonesia. Orang yang pertama kali ditemui adalah Nina. Rasa bersalah slalu saja menyelimuti hatinya.


"Ini oleh-oleh untuk mu, beb." ucapnya seraya menyerahkan paper bag.


Senyum sumringah terbit dari wajah sang kekasih. "Kapan-kapan ajak aku kesana ya, Zeef."


Ia mengangguk cepat.


"Tetaplah bersama ku, Na." ucap Nazeef lirih.


Nina menatap dalam mata Nazeef. "Aku akan pergi saat kamu yang meminta."


Keduanya saling berpelukan melepas rindu. Hampir seminggu Nazeef tidak bertemu dengan Nina ditambah dua hari lagi Nina akan liburan bersama rekan kerja di Kafe Hebat.


Nina mengangguk setuju. Ia juga sangat merindukan pacarnya ini.


"Besok kamu ikut?" tanya Nazeef.


"Ikut, tapi bakalan sepi Nadira nggak ikut tahun ini."


"Tentu aja, lebih baik jangan. Kalau sempat ikut bisa berabe."


Keduanya tertawa mengingat bagaimana bawaan kehamilan Nadira yang sering sekali membuat mereka kesal.


Hingga keduanya memutuskan untuk tidur bersama.


...****...


Pagi hari, Nina sudah bersiap untuk ke kafe dan tidak pulang setelah jam kerjanya berakhir.


"Kamu hati-hati disana." ucap Nazeef memeluk Nina dari belakang.


"Iya, kamu juga."


Nazeef mengeratkan pelukan tak ingin melepaskan. "Ayo kita menikah." ajak Nazeef.


Nina mengelus punggung tangan Nazeef yang melingkar diperutnya. "Maka cepatlah datang kerumah orang tua ku, Zeef."

__ADS_1


Nazeef membalikkan tubuh Nina lalu mengecup bibir ranum itu. "Pasti, secepatnya aku akan datang melamar mu."


Ia mengantar Nina hingga ke lobby apartemen. Tak bisa mengantar sampai ke Kafe karena tubuhnya sedikit kelelahan selama perjalanan.


Nazeef bukan lah Qenan yang posesif ataupun harus selalu ada di samping pasangan nya. Ia tak ingin melakukan itu karena dirinya sendiri pun tak suka di perlakukan seperti itu.


Di ambilnya koper yang ia bawa saat ke Paris. Lalu membuka berkas penting yang harus ia jaga dan kelola.


Tanggung jawab nya bertambah, kini. Semua rencana telah tersusun rapi hanya tinggal menunggu waktu saja.


Sedang Risa, ia berharap wanita itu benar-benar tidak menggangu hubungan nya dengan Nina. Jika ya, mata tak segan-segan memberikan pelajaran pada wanita itu.


Mengingat sikap papa nya membuat ia jengah, bagaimana bisa ia termakan bujuk rayu wanita ular seperti itu.


Bahkan menuruti permintaan ibu tiri dan anak tirinya begitu saja. Sedang dirinya justru seperti bukan anak kandung nya.


Mau bagaimana pun, ia tetaplah anak yang merasakan sakit melihat papa kandungnya seperti itu.


🌸


Bersambung.


*Maaf ya untuk beberapa hari ini cuma 1 bab karena emak lagi gak enak badan.


Demam baya..


Selamat menunaikan ibadah puasa 🙏🙏


Tetap jaga kesehatan ya kesayangan emak.


Sekali lagi emak ingetin.


Terus dukung karya emak ya..


Jangan sungkan untuk kasih bunga untuk emak.


Like dan komen nya juga.


Vote dan Rate nya dong.


Oh iya satu lagi, jangan lupa mampir di novel emak yang baru ya*.



*Bukan cerita orang kayak.


Ini cerita yang sering kali kita jumpai di kehidupan nyata.


Bagi yang udah banyak, makasih banyak.


Emak sayang kalian.


Mari mampir, jangan lupa favoritnya ya.

__ADS_1


Emak sayang kalian. ❤️❤️❤️


Kalian sahur pakai apa*?


__ADS_2