Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Aku jatuh cinta


__ADS_3

"Ck.. Gak mau lagi gue nonton bareng lo." cibir Nadira pada Dion.


Dion yang di cibir seperti itu malah tertawa.


"Kan lo sendiri yang minta nonton film romantis."


"Iiiisshh.. Ya tapi gak gitu juga kali."


Nadira kesal karena tadi saat menonton film bergenre romantis, tiap ada adegan ciuman pasti Dion selalu menyuruhnya membuka mata lalu melihat sekeliling mereka kebanyakan menirukan adegan itu.


"Bilang aja lo pengen.." ledek Dion membuat Nadira tersipu malu.


"Apaan itu muka merah gitu, jangan gue yang jadi lampiasan lo ya Nad." sanggah Dion menyilang kedua tangan di dadanya.


Dan hal itu mampu membuat Nadira tertawa begitu juga Dion. Keduanya seakan lupa atas pertengkaran dengan sang ayah tadi.


"Gue laper Ion.."


"Ayo makan, mau dimana?"


"Mie ayam pinggiran jalan deh, udah lama gue gak makan di pinggiran."


"Ya iyalah, udah jadi nona muda Abraham." ucap Dion mengejek.


"Iya nona muda yang di sembunyikan." sahut Nadira.


Suasana mendadak sunyi setelah Nadira mengatakan itu, di dalam mobil keduanya juga tampak terdiam.


"Nad, boleh gue tanya?" tanya Dion memecahkan keheningan.


"Tanya aja." sahutnya.


"Lo beneran cinta sama Qenan?"


Ditanya seperti itu Nadira hanya diam, karena jika ditanya seperti itu tentu jawabannya adalah iya tapi ia merasa ada di sudut hati nya bahwa untuk tetap membuat benteng agar tak terlalu sakit jika pernikahan mereka tak bisa di pertahankan.


Sebelum menjawab, mobil Dion terhenti. Ternyata mereka sudah sampai di seberang penjual mie ayam kaki lima.


Mobil Dion terparkir di sebuah minimarket. Keduanya keluar mobil dan hendak menyeberang. Dengan sigap Dion menggandeng tangan Nadira dan itu membuat Nadira terkekeh di tengah jalan.


"Napa lo ketawa?" tanya Dion setelah menyebrang.


"Lo adik yang bertanggung jawab, padahal tadi gue bisa nyebrang sendiri." puji Nadira.


Dion tak menjawab, ia memilih duduk berhadapan dengan Nadira setelah sampai di warung mie ayam tersebut.


"Mang, mie ayam dua ya." pesan nya.


"Siap Den, Wah.. bawa pacar?" tanya si penjual yang sudah mengenal Dion karena sering makan di warung nya.


Dion terkekeh lalu menggeleng. "Dia kakak Dion mang."


"Loh, saya kira pacar den Dion."

__ADS_1


"Kenapa mang? gak mirip ya? ya iyalah gak mirip, lihat aja hidung nya pesek gitu apalagi bibir nya memble gitu." ledek Dion membuat mata Nadira mendelik.


Dion dan penjual mie ayam pun tertawa dengan candaan Dion. Berbeda dengan Nadira yang sudah cemberut.


"Lo sering makan disini?" tanya Nadira saat keduanya menikmati mie ayam itu.


"Kalau pengen mie ayam gue selalu kesini." sahut Dion.


"Sendiri?" tanya Nadira lagi.


"He'em. Setelah kesalah pahaman gue sama Qenan, gue lebih sering sendiri."


Nadira memandang pias wajah Dion. Hatinya terasa tercubit karena ia tahu pasti Dion sedang kesepian sedang ia walau tidak ada papa Surya dan Mama Melati namun semua orang di panti asuhan selalu menemaninya.


"Sekarang ada gue, hubungi gue kalau lo butuh temen." Nadira tersenyum tulus.


"Gak bisa, lo harus izin ke Qenan. Inget lo seorang istri." Nadira hanya mengangguk.


...****...


Wajah datar Qenan berubah memerah menatap benda pipih di tangan nya. Ya, Qenan baru saja melihat unggahan di sosial media Nadira saat ini istrinya bersama dengan Dion.


"Gue bisa balik duluan bisa?" tanya nya ke Nazeef yang tengah makan siang.


"Mau kemana lo?"


"Nyusul Nadira."


"Gue cemburu." ucap Qenan lirih.


Nazeef memutar bola mata jengah. "Biarkan aja, jangan terlalu posesif yang bisa buat Nadira muak. Cewek juga butuh kebebasan kayak kita."


Qenan diam memikirkan perkataan Nazeef lalu menghela nafas.


Malam harinya Qenan baru pulang dan pertama kali ia lihat adalah Nadira yang tertidur di sofa dengan televisi yang menyala.


Setelah melepas sepatunya, ia mendekati Nadira lalu berlutut memandang wajah imut itu.


"Aku mencintaimu, aku tahu dirimu udah jadi milikku seutuhnya tapi aku ngerasa hati mu belum seutuhnya untuk ku."


"Apa orang tua ku akan setuju kalau aku lebih memilih mu dari pada cita-cita ku Ra? Apa papa Surya akan setuju dengan hubungan kita?"


Lama Qenan menatap wajah Nadira hingga ia mengecup keningnya lalu menggendong Nadira memindahkan ke tempat tidur di kamar mereka.


Perlahan ia letakkan tubuh Nadira, menyelimuti nya dan mengecup keningnya kembali. Setelah itu ia pun berlalu membersihkan diri dan bersiap ikut terlelap bersama Nadira.


Pagi harinya Nadira sudah sibuk berada di dapur, saat ini ia ingin memasak 'ayam goreng saus BBQ'.


Selama menikah dengan Qenan membuat ia banyak belajar masak dengan bahan utama ayam karena suaminya suka dengan ayam.


Ayam goreng telah matang dan sekarang saatnya membuat saos BBQ nya. Sesuai resep yang ia lihat di sosial media waktu lalu, ia sediakan bahan-bahan nya.


"Bawang bombai udah, bawang putih, saos BBQ instan, saos tiram, saos tomat, saos sambal, margarin, sama air nya udah. Itu berarti tinggal cincang bawang nya dulu."

__ADS_1


Nadira tengah asyik mencincang bawang-bawang nya hingga tidak menyadari kehadiran Qenan di belakang nya.


"Aahh.." Nadira terkejut karena Qenan sudah memeluk Nadira dari belakang.


"Ini aku." serunya meletakkan kepalanya di bahu Nadira.


"Oh ya ampun.. Aku kaget."


Qenan terkekeh pelan. "Kamu tega, tadi malam aku di tinggal tidur dan sekarang di tinggal bangun tidur lagi." jawabnya bohong, sebenarnya ia sudah bangun lebih dulu namun melihat Nadira masih tertidur pulas akhirnya ia memilih tidur lagi.


Nadira membalikkan tubuhnya menghadap Qenan lalu mengecup bibir Qenan.


"Morning kiss. Maaf ya, tadi malam aku kecapekan."


Qenan mengangguk masih memeluk Nadira. "Apa papa Surya memarahi mu?"


"Enggak tapi aku yang marah sama papa karena papa bilang aku harus ngalah sama yang muda.. Oohh itu bukan Nadira namanya kalau harus ngalah sama orang yang udah ganggu aku."


Qenan yang sudah gemas melihat Nadira mengomel langsung membungkam bibir ranum itu.


Dengan senang hati Nadira membalas ciuman itu, bahkan ia mengalungkan kedua tangan di leher Qenan dengan merapatkan tubuhnya ke tubuh Qenan.


"Udah jangan ngomel, lanjutin masaknya.. Aku tahu kamu merindukan aku." Ucap Qenan tersenyum menyadari Nadira menginginkan apa yang ia inginkan.


Wajah Nadira memerah karena malu lalu memukul dada Qenan.


"Masak dulu sayang, abis itu baru kita habiskan waktu di kamar."


"Kamu harus sekolah."


"Masih ada waktu dua jam lagi istriku.. Kamu gak sadar kalau kita bangun kepagian."


Nadira tak menjawab memilih fokus memasak lagi. Ia senang memasak untuk Qenan karena suaminya itu tidak pernah absen untuk menghabiskan masakan nya.


Masakan nya telah terhidang kan di meja makan. Qenan sudah menunggu disana.


"Ayam goreng saos BBQ ala Nadira istriku." puji nya.


Nadira tersenyum senang karena di puji seperti itu.


"Tapi aku gak tahu enak atau nggak. Tapi pastinya gak seenak yang di Kafe."


Ya karena masakan Nadira kali ini termasuk salah satu menu di Kafe Hebat.


"Ini enak, cuma saos nya terlalu lama di goreng nya jadi warna saos nya sedikit gelap. Tapi ini enak, sangat enak malah karena di masak pakek cinta."


Blush


"Aahh pasti muka ku merah kayak udang rebus. Qenan.. Kamu selalu bisa buat aku jatuh cinta." jerit Nadira dalam hati.


🌸


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2