Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Dion


__ADS_3

"Udah ya, Nan. Dingin. Ini udah dua kali." rengek Nadira setelah merasakan pelepasan bersama.


Qenan mengangguk lalu ikut naik kemudian mengambil bathrobe untuknya dan Nadira. Dengan telaten diikat bathroba Nadira lalu menggendong istrinya itu ke dalam.


Setelah berada di dalam, mereka di kejutkan dengan orang tua mereka disana.


"Udah renang nya?"


Qenan dan Nadira saling pandang kemudian Qenan menurunkan Nadira dari gendongan.


"Ganti baju sana."


Keduanya mengangguk bersamaan kemudian berlalu masuk ke dalam lift.


"Kamu sih, Nan. Aku kan malu."


"Aku kan enggak tahu kalau papa dan mama datang. Terus kenapa bisa masuk?"


Nadira mengedikkan bahu karena sudah malas berdebat dan tubuhnya terasa sangat letih.


"Mi amor, pakai piyama jangan kimono." titah Qenan tak terbantahkan.


"Iya. Dad."


Setelah berpakaian keduanya turun ke lantai dasar dimana mama Sinta menunggu di ruang tamu. Ternyata papa Reno sudah bergabung disana.


Qenan dan Nadira duduk dengan kikuk padahal seharusnya tak perlu merasakan seperti itu.


"Nadira, sekali-sekali boleh kok nolak nuruti kemauan Qenan." ujar mama Sinta menatap Qrnan dengan tajam.

__ADS_1


Nadira hanya diam membisu tak dapat menjawab karena sejujurnya ia juga menyukai hal itu.


"Kamu lagi Qenan. Istri hamil malah di ajakin main di kolam renang malam-malam gini." omel mama Sinta pada anaknya.


"Rara cuma cobain bikini baru dari Qenan loh, ma." jawab Qenan santai membuat mama Sinta dan Papa Reno melotot.


"Kenapa kamu mesum begini, Qenan Abraham?" sentak mama Sinta.


"Sesuai bibit, ma. Sudah ya, Qenan ngantuk mau ajak Rara tidur."


Qenan mengajak Nadira kembali ke kamar walau istrinya itu meronta karena tak enak hati dengan mertuanya.


Di dalam kamar Nadira terus saja mengerutu. "Kamu ya, Nan. Gak boleh begitu."


"Jadi mau gimana lagi, Ra? aku gak mungkin tega biarin kamu terjaga sampek larut gini. Sini duduk." ujar Qenan menguruh Nadkra duduk di sebelahnya di tepi ranjang.


"Elus-elus ya." pinta Nadira langsung merebahkan diri dengan posisi miring.


Qenan mengangguk dengan senyuman khasnya. Dengan penuh kehati-hatian ia mengelus punggung Nadira hingga istrinya tertidur dan ia ikut tertidur di sebelah Nadira dengan memeluk istrinya itu.


...****...


Hari itu Dion memutuskan untuk pulang setelah satu minggu tak pulang kerumah karena memilih menginap di Kantor.


Di bilang rindu pada Melinda tentu saja karena Melinda adalah cinta nya tetapi untuk saat ini, rasa kecewa dan cemburu lebih besar dari cinta nya.


"Oppa pulang?" tanya Melinda menyambut Dion.


"Hem." dehem Dion dingin.

__ADS_1


"Mau aku siapin air hangat?" tawar Melinda mengikuti langkah Dion masuk ke dalam kamar mereka.


"Gue bisa sendiri."


Deg


Jawaban Dion menggunakan kata gue bisa Melinda artikan bila Dion masih marah. Sungguh ia sangat menyesali perbuatan nya. Ingin menceritakan sejak awal pertemuannya dengan Rian namun ia tak cukup berani melakukan itu.


"Oppa, aku minta maaf. Kakak boleh caci maki aku, tapi jangan diemin aku begini."


Dion hanya mencebik kemudian melangkahkan kaki ke kamar mandi. Meninggalkan Melinda yang tengah menangis.


Menjalin suatu hubungan, bukan perkara mustahil jika sepasang kekasih menghadapi permasalahan.


Terkadang, permasalahan tersebut memicu rasa kecewa dari salah satu atau kedua belah pihak. Bahkan, rasa kecewa itu pun dapat mendalam dan tak terlupakan.


Di bawah guyuran air dari shower, Dion menahan emosi yang terus ia redam ketika bayangan Rian mengukung istrinya.


"Aku mungkin beranggapan bahwa aku adalah orang yang sabar. Aku memberi banyak kesempatan kedua. Tapi aku bukan orang suci. Aku memiliki batas kemampuan dan kesabaran."


Cukup lama Dion berada di kamar mandi. Ketika keluar mendapati Melinda masih menunggunya di kamar dan melihat pakaian ganti sudah tersedia disana. Dion acuh lebih memilih mengambil pakaian ganti di dalam lemari daripada memakai pakaian yang di sediakan Melinda.


❤️


Bersambung..


Dukung terus ya,


Ingat. Pengumuman tanggal 30 jam 00.00 Wib.

__ADS_1


__ADS_2