
"Mom, aku gak mau pergi kerja." rengek Qenan masih setia memeluk perut Nadira.
Saat ini, ia tengah berbaring dengan kepala berada du atas paha Nadira.
"Ayolah, kenapa jadi manja begini?"
"Aku itu mau jadi suami siaga. Aku akan menjaga mu dan mengikutimu kemana pun kamu pergi. Mending aku jenguk anak kita biar kamu cepat lahiran." ucap Qenan enteng membuat Nadira terbelalak.
Cubitan dari Nadira di lengan Qenan terlayangkan membuat pemilik lengat meringis. "Kerja sana, cari duit banyak-banyak."
Qenan berdecak sembari bangkit duduk di sebelah Nadira. Saking gemas nya ia pun memencet hidung peseng sang istri.
"Asal kamu tahu, tabungan kamu itu lebih banyak dari uang pribadi ku."
Nadira menepis tangan Qenan dengan wajah kesal. "Kurang banyak. Aku harus bisa merebut kekayaan mu sampai gak ada lagi cewek lain yang mau sama kamu. Hanya aku yang mau sama cowok kere kayak kamu." Nadira tersenyum menang atas ucapan nya telah membuat Qenan kesal.
"Kamu makin nakal, sayang. Ada pun enggak harta aku, hanya kamu yang mau sama aku, yang tahan sama sikap dingin ku. Iya kan?"
Mata Nadira memutar malas. "Kalau kamu gak bule juga aku gak mau, Qenan. Karena dari dulu aku pingin nya punya suami bule."
"Qenan." cicit Nadira setelah bibir nya di sesap oleh qenan karena merasa gemas.
"Kamu semakin cerewet, Ra. Mau aku Bule atau enggak pun aku gak akan biarkan kamu menikahi bule lain selain aku." Qenan memeluk erat tubuh Nadira.
Semakin banyak perdebatan, semakin banyak pula rasa cinta itu tumbuh. Sampai akhirnya Qenan memang harus berangkat ke kantor karena ada rapat penting yang harus di hadiri olehnya.
...****...
"Bi Milah, beneran aku cantik pakai daster begini?" tanya Nadira mencoba daster baru yang dibelikan salah satu pelayan di rumah nya.
Semenjak menikah, sama sekali tidak memiliki daster. Padahal dahulubketika masih hiduo di panti asuhan, ia sering memakainya.
"Bagus, Nya. Tapi mending jangan deh, nanti Tuan muda marah."
Nadira melirik ke arah bibi Milah dan tersenyum. "Tak apa bi, nanti aku ganti." Tetapi sepertinya ibu hamil itu bukan mengganti melainkan melangkah ke arah ruangan tempat penyimpanan sepatu, tas, dan aksesoris lain nya.
Ia mengambil sepatu pansus lalu memakainya. "Bibi ikut aku yuk ke kantor suamiku."
"Sa-saya takut sama Tuan, Nya."
Nadira tak mengindahkan ucapan bibi Milah lebih memilih merangkul wanita paruh baya yang sudah ia anggap seperti ibu sendiri itu keluar rumah.
"Ayolah, bi. Dira pingin keluar rumah, mumpung Qenan masih di kantor." bujuk Nadira membuat bibi Milah pasrah.
...****...
Sebelum sampai ke Kantor Qenan, mereka mampir ke Kafe Hebat tepat berada di seberang Kantor Qenan.
__ADS_1
"Bibi, kita makan dulu ya." ucap Nadira dan Bibi Milah hanya bisa menuruti apa yang di katakan Nyonya muda nya terpenting adalah menjaga keselamatan Nadira.
Mereka masuk langsung di sambut baik karena Qenan sudah memberitahukan kepada semua karyawannya bahwa Nadira adalah istrinya.
"Nyonya mau makan apa?" tanya salah satu pelayan Kafe.
"Jus jeruk aja. Bibi mau apa?"
"Samaan aja, Nya."
"Oke, tambah nasi goreng spesial dua ya."
...***...
Tok
tok
tok
"Masuk."
"Tuan, Nyonya ada di depan."
Qenan menoleh. "Kok bisa?"
Pelayan tersebut menggaruk tengkuk lehernya karena ia sendiri tidak tahu mengapa istri dari Bos nya bisa berada disini.
Cebikan terdengar merasa tak suka karena daster itu memperlihatkan kaki jenjang sang istri.
"Aditya?" gumamnya lalu melangkah mendekati Nadira.
"Mi amor." panggilnya membuat Nadira menoleh dengan cengiran.
Di kecup pucuk kepala Nadira lalu mengelus perut buncit istrinya kemudian duduk di sebelah istrinya mengambil alih Aditya dari pangkuan Nadira.
"Maaf gak izin, Nan. Tadi niatnya mau ke kantor kamu tapi aku kangen Kafe kamu."
"Kangen sama kafe nya atau sama yang punya?" goda Qenan menaik turunkan alisnya.
Nadira hanya mencebik lalu ia memberitahukan bila Wido menitipkan Aditya selama tiga hari karena pria itu harus keluar kota. Sedang Wido tak enak hati bila menitipkan ke Rania karena pasti repot mengurus anak kembar dari mantan istrinya itu.
"Kamu mah gitu, sayang. Pasti aku bakal di cuekin kalau ada Aditya."
"Kamu ini selalu saja cemburuan. Gimana nanti kalau punya anak sendiri? gitu kok minta tiga."
Perdebatan manis mereka terhenti saat pelayan Kafe membawa pesanan mereka. Pesanan bertambah satu piring karena ada pengasuh baby Aditya.
__ADS_1
"Kamu udah makan, Nan?" tanya Nadira di jawab gelengan kepala.
Melihat gelengan kepala Qenan membuat tangan Nadira bergerak menyendokkan nasi goreng tersebut mengarahkan ke mulut suaminya.
Sedang Bibi Milah dan pengasuh baby Aditya menjadi tersipu malu melihat keromantisan sepasang suami istri di depan mereka.
Memang sudah biasa bagi bibi Milah berada satu meja dengan Nadira namun ini kali pertama satu meja dengan Qenan.
"Kenapa pakai daster begini? siapa yang belikan?" tanya Qenan karena ia tahu bila Nadira sangat jarang membeli pakaian itu langsung datang ke tempat jualan nya. Istrinya itu lebih suka beli secara online.
Tetapi melihat daster yang tak pernah berada di keranjang aplikasi belanja online di ponsel Nadira membuat ia bertanya-tanya.
"Dibelikan bibi Milah di Pasar. Cantikkan?"
"Enggak, karena kamu hamil, bagian depan jadi lebih pendek."
"Maafkan saya, Tuan."
Nadira menjadi tak enak hati. "Jangan marahin bibi, Nan. Aku yang minta dibelikan."
"Bukan baju nya yang jelek, tapi kamu jelek pakai itu."
"Kok gitu sih?" sungut Nadira tak terima.
"Kaki kamu kelihatan, Ra. Aku gak rela."
Nadira menghela nafas panjang merasa kesal karena masih heran mengapa Qenan bisa begitu. Tetapi dia sudah mulai paham bahwa Qenan tak rela keindahan tubuhnya di lihat orang lain.
"Kenapa gak kayak mbak kunti aja, Nan? biar orang takut lihat aku dan gak akan kagumi aku." ucapnya sewot.
Qenan hanya terkekeh sembari bermain dengan baby Aditya yang sudah berusia satu tahun itu. Ia juga sangat menyayangi baby Aditya dan selalu mengesampingkan rasa cemburu terhadap Wido apalagi hingga kini ptiia bergelar duda itu masih setia sendiri.
"Adit, nanti suruh papa kamu cari mama baru ya. Suruh papa kamu move on biar jangan pikirin mommy kamu yang ini."
❤️
Bersambung..
PENGUMUMAN PEMENANG PULSA DARI EMAK. SILAHKAN JAPRI AKU YA.
@windirfinola
Sesuai aku bilang, pendukung 1-5 di novel Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA maka akan mendapat pulsa 20.000 dari aku.
Sekali lagi selamat untuk pemenang ya..
Selamat Hari Raya Idul fitri
__ADS_1
Mohon maaf lahir dan batin🙏🙏🙏*