
"Karena istri anda hamil bayi kembar dan volume cairan ketuban terlalu banyak." ucap Dokter Gadhing.
Siang itu, setelah dua bulan lalu mengetahui jika Rania hamil anak kembar mereka kembali memeriksakan kandungan karena Rania kembali mengeluarkan air ketuban.
Hal itu terus berlanjut sampai kehamilan bulan ke enam, hingga dokter Gadhing memutuskan untuk melakukan operasi caesar bulan berikutnya karena Rania memiliki riwayat hamil lagi setelah empat bulan melahirkan secara caesar saat melahirkan Aditya.
Di tambah berat badan kedua calon anak mereka sudah mencapai 3,8kg untuk keduanya. Tentu itu sangat butuh perhatian ekstra.
...****...
"Ran, lo mau lahiran." pekik Nadira menjadi panik.
"Gue enggak tahu, udah sering ngalami ini. Tolongi gue, Na."
"Tolongi gimana? mana visa gue gendong lo." Nah, mulai lelet otak Nadira.
"Panggilin bodyguard atau pelayan. Ini gue mau lahiran atau enggak ya?"
Nadira yang panik masih sempat menjawab Rania. Di papah tubuh Rania secara perlahan kembali ke gazebo. Saat ini keduanya sudah jauh dari sana.
"Lo kan pernah lahiran, kita sering itu ngalami kontaksi palsu. Lo ngerasa gimana?"
"Gue kan operasi lahiran kemarin."
Setelah menjawab itu, Rania meringis menahan sakit membuat Nadira berlalu menghampiri salah satu bodyguard usai membantu Rania duduk.
...****...
Di ruang kerja Jafar telah memberi tahu saat nanti acara itu di gelar, para anak buahnya fokus pada Nadira saja.
Tok
tok
tok
"Masuk." ujar Jafar.
"Tuan, nyonya mengalami rembes air ke tuban lagi."
__ADS_1
"Siapkan mobil, dan-
Belum sempat Jafar menyelesaikan seseorang membuka pintu dengan kasar membuat orang yang di dalam ruangan itu terjingkat.
"Ya ampun, kamu lari?" tanya Qenan mendekati Nadira.
Nadira sendirisedang mengatur nafas karena merasa langkah nya tadi sudah cepat tetapi sangat lama sampai ke ruangan ini.
"Bang, itu Rania mau melahirkan."
"Tapi kata dokter, jadwal operasi nya dua minggu lagi karena belum genap 7 bulan lebih seminggu."
"Tapi Rania kesakitan, heh." entah mengapa Nadira menjadi geram sampai membentak Jafar.
...****...
Jafar mematung setelah di bentak Nadira. Bukan takut tetapi membayangkan bagaimana sakitnya sang istri menjalani operasi melahirkan.
"Jafar." pekik Nadira lagi membuat ia sadar.
"Siapkan keperluan istriku, cepat."titah nya pada bodyguard dan langsung berlari menyusul sang istri.
"Luka bekas operasi ku terasa sakit."
"Cepat jalankan mobilnya." titah Jafar dengan suara tinggi semakin panik melihat Rania terus meringis menahan sakit.
Mengingat ucapan sang dokter bila istri kesakitan maka kita sebagai suami harus lebih tenang.
Tetapi itu sulit, sedari tadi Jafar terlihat cemas. Tangan nya tak henti-henti mengusap perut istrinya.
"Sayang, bertahanlah." ucap Jafar dengan suara bergetar.
"Sa-sakit suamiku."
Pelukan itu semakin erat mendengar suara rintihan dari sang istri. Tanpa di minta, air matanya telah mengalir saking khawatir terhadap sang istri.
Sesampainya di rumah sakit, Dokter dan Perawat telah standby menanti kedatangan mereka.
"Tolong istriku, dok."
__ADS_1
Dengan cepat mereka mendorong brankar ke ruang operasi.
"Mohon tuan tunggu di luar."
"Saya mau temani istri saya dok."
"Maaf, tunggu di luar ya tuan."
Jafar terduduk di samping Qenan dan Nadira yang sudah berada disana. Entah siapa yang memulainya. Jafar tersedu memeluk Qenan yang mematung.
"Istriku."
...****...
Kurang lebih 8 jam dua orang perawat keluar menggendong dua bayi ke ruang bayi. Jafar berlari mengikuti kedua perawat itu.
"Berapa lama kedua anak ku berada di inkubator, sus?"
"Kurang lebih seminggu, tuan. Beruntung kedua anak tuan sangat sehat."
Jafar diam tanpa menjawab karena kini fokus kepada makhluk mungil sedang bergerak-gerak disana.
Ada rasa haru menyelimuti hati. Di beri dua anak sekaligus berjenis kelamin laki-laki sunggu membuat bahagia karena itulah keinginan nya sedari dulu.
"Reymond Amadeo dan Reynold Amadeo."
Amadeo adalah marganya.
"Selamat datang anakku."
Setelah puas melihat kedua anaknya, Jafar keluar dari ruangan itu dan meminta dua orang anak buahnya berjaga disana.
Kini ia akan ke ruang perawatan istrinya.
❤️
Bersambung..
Maaf ya, emak lagi nyalon dulu.
__ADS_1