
"Dad. Jangan gini." ucap Melinda lirih karena Rian masih saja memeluknya. Beruntung toilet umum itu masih sepi.
"Aku kangen kamu panggil aku dengan sebutan itu." Rian mengurai pelukan memegang kedua lengan Melinda.
"Jangan gini, Dad."
Cup
Satu kecupan mendarat di kening Melinda membuat wanitabitu tersentak lalu mundur satu langkah ke belakang.
"Aku udah nikah, Dad. Bahkan aku sedang hamil. Biarkan aku pergi. Ada Dion menungguku."
Rian tersenyum lalu mengambil sesuatu dan di serahkan pada Melinda. "Hubungi aku. Sebenarnya aku masih menyimpan kontak mu. Tapi aku lebih senang jika kamu lebih dahulu menghubungi ku."
Rian berlalu setelah mengatakan hal itu. Sedang Melinda menatap nanar kartu nama Rian yang ada di genggaman nya.
"Mi."
Mendengar suara seseorang yang ia kenal membuatnya buru-buru menyimpan kartu nama Rian ke dalam tas selempang kemudian memasang senyum terbaiknya.
"Ya."
"Kok lama? aku khawatir."
Semua kalimat Dion membuat ia merasa bersalah. "Tadi perutku sakit."
"Apa kalian baik-baik saja?" Pertanyaan Dion semakin membuat ia semakin sedih karena tadi.
Cup
Melinda mengecup pipi Dion langsung mengajak suaminya itu bergabung dengan yang lain.
...****...
Dion merasa aneh dengan gerak gerik istrinya. Tetapi sekali lagi, ia tak ingin curiga karena akan membuat hubungan nya tak baik.
Di rangkul bahu Melinda selama perjalanan menuju restoran dimana yang lain sedang menunggu mereka.
Mereka pun makan siang bersama. Dion tersenyum melihat sahabatnya sangat telaten melayani kakaknya. Sungguh, kejadian waktu itu masih menyelimuti rasa bersalah di hatinya.
Jangan tanya bagaimana kabar ibunya setelah kejadian itu. Terakhir ia dengar kabar bahwa ibunya kembali ke Negara nya dahulu sebab salah satu saudara tirinya sangat menyayangi ibu nya itu jadi membawanya tingga bersama mereka.
...****...
"Kamu kenapa, Mi?" tanya Dion baru saja masuk kamar melihat Melinda tengah mengelus perut yang sudah membuncit.
__ADS_1
"Gak ada, oppa. Tadi anak kita nendang." ucap Melinda antusias membuat Dion mendekat memegang perut Melinda.
Dan benar saja, makhluk kecil di dalam perut Melinda tersebut menendang membuat pasangan muda itu tersenyum haru.
"Anak kita, mi."
Melinda mengangguk. "Pasti dia kayak oppa. Baik dan tidak tegaan."
Dion tertawa mendengar itu. "Kamu sindir suami Nadira, kan?"
Melinda tak menjawab namun tawa wanita itu sudah cukup jawaban atas pertanyaan nya. "Qenan selalu begitu jika menyangkut orang yang dia anggap penting. Dan Nadira adalah yang terpenting dari kami-kami ini."
"Jadi aku penting gak menurut suami kak Nadira."
"Gak tahu, kayak nya enggak. Dia mah wanita di matanya cuma Mama Sinta sama Nadira doang."
Keduanya tertawa dan selanjutnya mereka terlelap karena malam semakin larut.
Beberapa minggu kemudian pada siang hari itu Melinda pergi ke salah satu Cafe di Jakarta. Saat ini sedang janji bertemu dengan Nina namun tak kunjung tiba setelah satu jam menunggu.
Melinda menghela nafas setelah membaca pesan dari Nina jika sahabatnya itu tidak bisa datang karena harus menemani Nazeef.
"Baiklah, lebih baik kita makan makan ini dari mubazir. Ini mahal." seru Melinda sendiri langsung melahap makanan yang sudah memenuhi meja di depan nya.
...****...
Hampir tiga tahun berusaha keras untuk tidak mencari tahu atau menemui Melinda agar melupakan sugar baby nya itu. Ditambah masalah rumit menimpa nya.
Tetapi sepertinya takdir sedang bermain dengan nya. Melihat Melinda ketika di Mall dan di Cafe ini membuat ia rindu dengan gadis kecil bukan tetapi wanita kecil yang tengah hamil itu.
Ah. Kenapa dia tambah cantik saja?
Andai saja wanita itu belum menikah maka akan ia kejar. Melihat bagaimana pelik nya masalah rumah tangganya dengan Luna.
Ia pun bangkit menghampiri Melinda. "Boleh gabung?" tanyanya membuat Melinda tersentak.
...****...
Melinda tersentak ketika suara yang sangat dikenal bertanya padanya. Bahkan belum ada jawaban orang itu sudah duduk di depan nya dengan senyuman khas Rian yang masih ia ingat.
"Daddy mengikutiku?" tanya Melinda menatap Rian dengan tajam tetapi justru membuat Rian terkekeh.
"Apa kamu mau aku ikuti?" pertanyaan Rian membuat Melinda melotot.
"Jangan aneh-aneh, Dad." sahut Melinda lirih. Jujur saja hatinya tak bisa benci pada pria beristri itu. Mereka berpisah bukan karena pertengkaran tetapi keterlambatan dan hal itu pula membuat ia bertemu dan di persatukan dengan Dion.
__ADS_1
Rian mengedikkan bahu. "Aku tak aneh-aneh Mel. Gimana kabarmu?"
"Aku baik. Sangat baik."
Rian manggut-manggut sembari menyomot makanan Melinda.
"Dad. Itu ayam ku." sungut Melinda tak terima.
Ayam yang hampir masuk ke dalam mulut Rian terpaksa tak jadi di masukkan ke dalam mulut dan hendak dikembalikan ke piring kembali.
"Daddy makan aja deh."
Akhirnya pria beristri itu tertawa melihat wajah cemberut Melinda. Ia seperti dejavu dengan keadaan ini. Tetapi ia sadar tak akan lagi sama.
Sepulang dari kafe, Melinda memilih kembali ke Apartemen untuk beristirahat. Perjumpaan tanpa di sengaja denga Rian membuat ia semakin takut dan merasa bersalah pada Dion.
Ia tahu Dion sangat mencintainya. Sangat bergantung padanya sekarang. Begitu juga dengannya merasakan hal sama.
Tetapi dirinya bukan lah tipe cewek yang hanya berteman dengan suami saja. Bahkan hingga kini masih berteman baik dengan wanita-wanita seprofesinya dahulu.
"Oppa, aku gak berkhianat."
❤️
Bersambung..
Assalamualaiku.
Salam sehat dan bahagia untuk kita semua.
Maaf selama bulan puasa ini emak up hanya sekali karena emak puasa.
Emak adalah tipe orang yang susah mikir kalau perut lapar🤭
Di tambah, emak lagi siapin deadline dari editor Noveltoon dan emak lagi siapin novel untuk Pak Duda Wido, Anak pertama Qenan dan Nadira, anak kembar Jafar dan Rania, Lanjut lagi Aditya anak Pak Duda. Dan cerita dokter gadhing 🤣
Kerangka novel nya udah ada cuma bingung mana dulu yang mau di terbitin.
Di tambah udah mau lebaran. Mbak nya aku udah mau balik kesini dan aku nya harus beres² rumah karena bakalan di omelin.
Kebiasaan mbak aku gitu dari dulu😬😪 Padahal udah sama² nikah juga.
Belum lagi sibuk beli baju baru untuk anak² dan suami. Tapi jangan tanya aku udah beli baju baru belum ya? tentu udah sebelum puasa malah. 🤣
Oh iya, Tetap dukung karya emak ya. Yang utama Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA dan SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)
__ADS_1
Emak bagi² gift dan akan di nilai melalui dukungan umum pada tanggal 30 pukul 00.00 wib ya sayang.
Jangan lupa Like, Komen, tap tanda love, vote, dan hadiah nya ya..