
Ketika Anda merasa diperlakukan tidak adil atau kurang baik oleh orang lain, ada dua pilihan utama yang mungkin bisa dilakukan sebagai respons. Pertama adalah memaafkannya dan yang kedua, balas dendam.
Sebagai anak, mungkin kalian sering mendengar ajaran untuk berbakti dan menghormati orang tua. Namun, pada saat bersamaan mungkin kalian juga bertanya, mengapa ada orang tua yang semena-mena sehingga membuat anaknya terpaksa mengungkapkan kata-kata sakit hati karena orang tua.
Orang tua memang harus dihormati dan begitu pula sebaliknya, anak merupakan seseorang yang butuh disayangi dan dihargai. Memperlakukan anak sebagai orang yang hanya menurut dan diam saat dimarahi merupakan cara yang tak manusiawi. Jika sebagai orang tua kalian masih begitu, jangan heran jika anak kalian mengungkapkan kata-kata sakit hati karena orang tua.
Itulah yang dialami Nazeef selama ini, jadi apakah tidak ada tileransi untuknya membalas dendam. Pasti ada, ia tak boleh mundjr sekarang.
"Kamu cantik." puji Nazeef melihat sang istri dari pantulan cermin sedang di rias oleh peris terkenal di kota Paris.
"Aku udah tahu, kalau aku cantik."
Para perias hanya tersenyum sedang Nazeef mencebik sebal atas jawaban sang istri. Ia akui, Nina bukanlah seperti Nadira yang di puji Qenan akan tersipu malu.
"Zeef, kenapa gaun ini kayak gaun pengantin?" tanya Nina telah selesai di rias dan nelihat gaun yang melekat di tubuhnya.
Itu memang gaun pengantin, Nin.
"Perasaan kamu aja, udah ayo qenan dan kakak ipar udah menunggu."
...****...
Di salah satu hotel berbintang, acara pertunangan anak dari salah satu pebisnis di Perancis akan segera di mulai.
Ansor Alexsander.
Para tamu undangan sudah tampak ramai. Senyum mengembang dari Papa Ansor, istrinya, dan Risa terus menghiasi wajah mereka.
Tak lama berselang, Papa Reno berjalan beriringan dengan tangan Mama Sinta mengapit lengannya. Jas hitam berbalut tubuh pria paruh baya itu dan mama Sinta gaun malam berwarna putih hasil rancangan nya.
Begitu juga Qenan dan Nadira di belakang orang tua mereka. Qenan mengenakan jas hitam dan Nadira mengenakan Lace V-Neck Long Sleve Dress berwarna maroon.
Papa Ansor mendekati Papa Reno untuk menyambut ke datangan mereka. Papa Reno sendiri menyambut dengan hangat pula.
Mereka terlibat obrolan namun tidak dengan pasangan muda Qenan dan Nadira karena sejak tadi Nadira sibuk melihat deretan makanan yang tersaji disana.
"Kamu mau yang mana?" tanya Qenan dengan setia menemani istrinya yang tengah hamil.
"Nggak tahu, bingung. Kamu deh yang pilihin."
...****...
__ADS_1
"Tuan Reno, anak saya kemana ya?"
Papa Reno tak lantas menjawab, ia melihat arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangan nya. Lalu menoleh ke arah pintu masuk.
"Itu anak anda, Tuan Ansor."
Terlihat Nazeef berjalan dengan gagah mengenakan tuxedo putih ke arah dimana papa Ansor berada.
"Kamu tampan sekali." puji Papa Ansor.
"Ayo kita mulai acara nya." ajaknya kemudian.
Namun, Nazeef bergeming. "Sebentar, pengantin ku masih disana." tunjuk Nazeef ke salah satu wanita yang tak lain adalah Nina sedang menikmati makanan ringan bersama Nadira.
Nazeef menggeleng kepala melihat tingkah kedua wanita itu jika sedang makan pasti akan lupa dengan segala situasi.
Padahal Nina begitu gugup ketika menuju kesini, namun setelah masuk. Lihatlah.
"Apa maksud mu, Zeef." Sepertinya papa Ansor, istrinya, dan Risa mulai menyadari keanehan yang terjadi.
Nazeef beralih menatap tiga orang itu dengan tatapan remeh. "Udah ku katakan, pengantinku berada disana. Yang cantik itu, sedang makan bersama dengan menantu orang tuaku. Papa Reno Abraham."
Tampak para tamu undangan melihat ke arah Nina dan Nadira. Terlihat Qenan langsung melepas jas nya untuk menutupi bahu istrinya.
Nina menyadari menjadi pusat perhatian langsung menghentikan makan nya lalu mengangguk canggung.
Sesuai perkataan suaminya, ia mendatangi Nazeef dengan mengangkat sedikit ke atas agar tidak menghalangi langkahnya.
...****...
Risa sudah terlihat marah dan menangis bersamaan. Ia tak terima dipermalukan seperti ini. Berjalan mendekati Nina dan melayangkan tamparan di pipi Nina.
"Dasar cewek murah an." hardik Risa.
Nina langsung menoleh melihat siapa yang berani menampar pipinya. "Kurang ajar, ternyata lo cewek gampangan."
Nina bukanlah Nadira setelah menikah menjadi manja. Ia tetaplah Nina yang dulu. Bahkan sekarang Risa telah berada di bawah kendalinya. Tubuh Risa sudah tergeletak dengan ia berada di atasnya seraya menapar pipi wanita itu berulang kali.
Dendam lama yang belum terbalaskan.
...****...
__ADS_1
Bukan nya melerai, justru Nazeef tertawa membuat papa Ansor murka.
"Dasar anak kurang ajar, tidak punya etika." Papa Ansor menampar pipi Nazeef hingga tersungkur ke lantai.
Suasana pesta semakin riuh membuat Papa Reno mengambil tindakan untuk membubarkan para tamu undangan. Sedang mama Sinta membawa Nadira ke kamar hotel mereka tadi. Qenan membantu papa Reno.
"Tuan Ansor Alexander. Apa anda tidak sadar, hah? siapa anda berani menilaiku? anda bukanlah bukan orang tua ku."
"Anak durhaka."
"Ya, aku anak durhaka yang memiliki papa durhaka kayak anda. Dan anda harus ingat, andai aku bisa memilih, lebih baik anda mati bukan mama ku yang mati."
Nazeef berdiri dengan tatapan datar dan dingin. "Setelah malam ini, kalian keluarga tak punya hati segera angkat kaki dari mansion dan jangan lagi pernah mengusik kehidupan ku."
Nazeef membantu Nina berdiri dan memandang remeh Risa. Lalu melangkah mendekati Papa Reno.
Sungguh hatinya telah mati sedari dulu jika bersangkutan dengan Papa kandungnya.
❤
Bersambung..
Hai, maaf lama up nya.
Hari ini emak mau seminar. Merasa beruntung di undang langsung dari pihak NT
Salam sejahtera
selamat libhran
semoga puasa kita lancar
Sehat dan bahagia selalu
Jangan ada dendam di antara kita.
emak sayang kalian.
Oh iya.
jangan lupa mampir di novel emak yang lain ya.
__ADS_1
-Jodoh KEDUA
-SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)