
Dari sudut berbeda dimana tempat Qenan dan Nadira berada. Rania dan dua sahabatnya tersenyum licik saat mendapati Nadira pergi menjauh dari Qenan.
"Cepat lakukan rencana kita, biar cewek culun itu gue yang urus." ujar Rania kepada Bella dan Talia.
Keduanya mengangguk lalu memanggil pelayan hotel untuk meluruskan rencana mereka.
Pelayan itu setuju dengan iming-iming bayaran besar dari keduanya. Bella dan Talia merhatikan pelayan tersebut mendekati Qenan lalu menyodorkan segelas air minum yang direncanakan mereka akhirnya bersorak gembira.
...****...
Qenan sedang mendengar sang papa mengatakan jika sedang berkunjung ke rumah opa dan oma nya di Amerika dan akan kembali sehari sebelum acara papa Surya memperkenalkan Nadira sebagai putri pertama nya.
Ia menoleh saat menyadari ada seseorang di sebelah nya merupakan pelayan hotel dengan membawa segelas minuman di atas nampan. Tanpa curiga ia menerima minuman itu.
Belum sempat ia meminum nya sudah di kejutkan dengan teriakan seseorang memanggil Nadira. Ia membalikkan tubuh melihat apa yang terjadi karena ia tak menyadari ada keributan tak jauh disana.
Darah nya mendidih kala mendengar nama nya disebut oleh cewek yang selalu mengaku jika dia adalah pacarnya di sekolah, ia pun membanting gelas kaca berisi minuman itu dengan kasar.
"Kurang ajar, jauhi Qenan cewek culun."
"Apa lo bilang? gue cewek culun? dasar bocah."
Dengan langkah lebar ia mendekati kerumunan teman-teman seangkatan nya dan melihat apa yang terjadi dengan istri nya itu.
...****...
Beberapa saat lalu saat ingin rasanya ia menghampiri Dion namun langkahnya terhenti karena ada seseorang menabrak dan menumpahkan minuman ke pakaian nya bahkan sampai ke rok juga.
"Uuppss sorry sengaja." ucap seseorang itu mengejek.
Nadira menunduk melihat baju dan rok nya sudah basah. Bahkan ia shock beberapa saat. Amarah nya membuncah kala melihat orang yang menabrak adalah Rania, orang yang terobsesi pada suaminya.
Plak
Satu tamparan ia layangkan ke pipi Rania yang tebal dengan lapisan make up. Senyum miring seakan mengejek dengan tangan bersidekap di dada.
"Dasar bocah, berani nya main siram doang." kata Nadira lalu berdecih di depan Rania.
"Cih."
Rania merasa tidak terima lalu menjambak rambut Nadira hingga ia menjerit kesakitan, sekuat tenaga ia menggapai rambut panjang Rania menarik nya hingga membuat Rania juga menjerit kesakitan.
__ADS_1
"Rambut gue.." jerit Nadira pasalnya ia sangat merawat rambut panjang nya. Karena merasakan seakan lepas dari kepalanya membuat Nadira melayangkan sepak terjangnya membuat tubuh Rania terhuyung ke belakang.
Nadira memijat kepala merasakan sakit luar biasa dan menatap tajam ke arah Rania yang melakukan hal sama dengan nya.
"Kurang ajar, jauhi Qenan cewek culun."
"Apa lo bilang? gue cewek culun? dasar bocah."
Dion mendekati Nadira karena keadaan kakak tirinya itu berantakan dan ia harus mendekap Nadira.
"Kenapa lo peluk gue?" bisik Nadira.
"Baju lo nerawang dan gue gak ada jaket untuk nutupi tubuh bagian depan lo yang kelihatan."
Nadira diam dan pasrah.
"Wow.. Ada cinta segitiga ternyata." celetuk Rania mengejek.
"Rania.. Lo nggak tahu apapun tentang Nadira. Dan ya.. Makasih untuk malam ini lo buat gue sadar ternyata gue salah mencintai seseorang yang selalu gue anggap lo pasti akan berubah. Pergilah, jangan buat gue marah karena lo udah nyakitin Nadira." ucap Dion menatap Rania penuh kekecewaan.
Ya! Qenan, Nazeef, Dion, dan Rania tumbuh besar bersama namun hanya Dion yang selalu perduli pada Rania karena Qenan yang datar dan dingin sangat tidak suka dengan Rania yang sombong dan terobsesi dengannya.
Ia menerima Rania dengan segala kelakuan buruknya, bukan tanpa alasan karena mereka bernasib sama.
Korban dari masalah kedua orang tua nya. Beruntung Rania hingga saat ini kedua orang tua nya masih tetap bersama walau sering bertengkar.
Seseorang berdehem memecahkan keheningan setelah tadi Dion berbicara. Bisik-bisik teman-teman terdengar setelah tahu siapa orang tersebut.
Ya, dia adalah Qenan Abraham.
Ia melihat semuanya, untuk saat ini bukan waktunya untuk cemburu melihat Dion memeluk istrinya. Ia terus menekan perasaan tak rela dan cemburu itu.
Dengan sigap melepas jaket bahan denim nya untuk menutupi tubuh Nadira.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Qenan setelah Dion melepaskan pelukan dan mendapat gelengan dari Nadira.
"Thanks Ion.. Uruslah Rania, gue tahu lo khawatir sama dia." ucapnya pada Dion.
Dion menggeleng kepala karena ia sudah terlampau kecewa dan ia menatap Rania yang masih merasa tak bersalah sedikitpun.
Dion meninggalkan rooftop mengikuti Qenan dan Nadira. Ia sudah menghubungi pihak resepsionis untuk menyediakan kamar untuk Nadira malam ini.
__ADS_1
"Gue balik duluan ya." pamit nya pada Qenan dan Nadira.
"Dion, makasih banyak.. Titip salam untuk papa."
Dion mengangguk. "Siap-siap lo bakalan kena semprot sama papa." Dion berlalu setelah mengucapkan itu.
Nadira meringis mendengar hal itu ditambah ia mengingat saat pertama kali ke kantor papa Surya mendengar Dion sedang di marahi.
Qenan terus menatap wajah Nadira dan penampilan nya membuat geleng kepala.
"Sejak kapan istriku sebrutal itu hem?"
"Itu karena kamu Qenan Abraham... Pesona mu membuat banyak cewek-cewek terobsesi untuk menjadikan mu milik mereka." sahut Nadira menatap Qenan serius.
"Bukan salah ku kalau mereka terpesona." elaknya.
"Gimana aku hadapi Rania lain nya? ah sudah lah, kamu sangat menyebalkan. Aku mau mandi dulu, kamu harus tanggung jawab belikan aku baju sama dalaman aku."
"Iya." sahutnya melihat Nadira masuk ke kamar mandi. Mendengar suara pintu tertutup, ia pun bergegas menuju tempat berbelanja pakaian cewek terdekat.
Memikirkan kejadian tadi membuat darahnya mendidih, andai ia tidak memikirkan orang tua mereka yang bersahabat dan memikirkan perasaan Dion sudah di pastikan Rania akan menerima akibat telah menyakiti Nadira.
Walau pada akhirnya ia merasa lega karena Nadira bisa melawan Rania dan jujur saja ia sudah sangat jengah dengan sikapnya.
Ia pun menghubungi sahabat sekaligus asisten pribadi nya bertanya sedang berada dimana karena tak nampak batang hidung nya sedari tadi lalu mengajak berbelanja.
Ia terkekeh geli sadar akan apa yang dilakukan. Untuk pertama kali ia berbelanja keperluan seorang cewe, untuk pertama kali nya ia menuruti permintaan dan perintah seseorang setelah kedua orang tua nya di luar sekolah.
Kamu benar-benar membuat ku berubah Nadira..
"Maaf bos, gue terlambat." ucap Nazeef baru tiba.
"Udah biasa, tapi setelah ini gue buat peraturan."
"Peraturan apa?"
"Nanti gue pikirin dan kalau Lo langgar potong gaji 25%." sahutnya membuat Nazeef kelagapan pasalnya ia sangat sering melanggar apa saja yang di perintahkan Qenan.
🌸
Bersambung..
__ADS_1