Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Lahiran


__ADS_3

"Apa kalian sengaja membuat istriku menahan sakit dari kemarin, hah?" bentak Qenan kepada petugas kesehatan di Rumah Sakit tersebut.


Sudah tiga hari Nadira berada di Rumah Sakit, namun belum juga ada tanda-tanda pembukaan sempurna agar segera melahirkan.


"Qenan, bisakah kamu diam sebentar? gak capek dari kemarin ngomel mulu?" gerutu Nadira seraya melangkahkan kakinya perlahan.


"Aku khawatir." ucap Qenan lirih membuat Nadira menghela nafas.


"Aku tahu. Tapi tak perlu semua orang di omeli." tegur Nadira lagi.


Qenan tak lagi menjawab karena takut Nadira akan memarahi nya. Dengan setia ia menuntun Nadira berjalan dan sesekali harus berhenti ketika istrinya meringis.


"Kamu kenapa, Nan?" tanya Nadira heran melihat Qenan berubah menjadi diam. Di perhatikan suaminya itu dengan seksama di tengah rasa mulas yang mulai sering berdatangan.


"Aku takut kehilangan kalian." ucap Qenan tulus langsung mendekap tubuh Nadira. Tubuhnya terguncang akibat tangis nya pecah.


"Sayang, jangan nangis dong."


Qenan mengurai pelukan setelah lebih mendingan. Kemudian jongkok mengelus perut buncit Nadira dan sesekali mengecup perut itu.


"Edzard, cepat keluar. Jangan siksa istri Daddy. Sudah cukup tiga hari menahan rasa sakit itu. Jika kamu gak keluar hari ini maka kamu adalah musuhku dan gak boleh dekat-dekat dengan istri Daddy." ancam Qenan di depan perut buncit Nadira.


PLAK

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih, Nan." Nadira berjalan memasuki ruang rawat karena perutnya mules.


"Dok. kayaknya aku mau BAB." celetuk Nadira di depan dokter Gadhing.


Dokter Gadhing mendengar itu langsung menyuruh Nadira naik ke atas brankar.


"Pembukaan sudah sempurna. Kita bawa ke ruang bersalin." ucap Dokter Gadhing kepada para perawat yang bertugas bersamanya.


Qenan baru saja masuk ke ruang itu terkejut melihat Nadira sudah di atas brankar dan di dorong.


"Dok. Mau dibawa kemana istri, saya?" tanya Qenan.


"Istri anda sudah waktunya untuk melahirkan, Tuan."


Kata maaf darinya dan kalimat puji dan semangat untuk istrinya terus saja ia ucapkan. Genggaman tangan keduanya semakin kuat ketika Nadira mengejan.


"Semangat sayang." ucapnya menghapus keringat di dahi Nadira kemudian di kecupnya.


"Qenaaaaann.." Teriak Nadira lagi ketika mengejan membuat ia meneteskan air mata kembali.


Oek..Oek..Oek..


Tangis haru Qenan dan Nadira pecah ketika tangis bayi yang mereka nanti sudah hadir ke dunia.

__ADS_1


Qenan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan kata maaf. Terimakasih telah melahirkan anak untuknya. Sedang maaf karena telah membuat Nadira kesakitan dan meminta maaf karena sering sakiti Nadira.


"Udah jangan nangis, Dad."


Qenan mengangguk dan kembali mengecup kening dan bibir Nadira. Membuat si pemilik merengut.


Baby Edzard berada di dada Nadira. Keduanya menatap bayi mungil itu dengan senyum bahagia.


"Kayaknya wajahnya nurun kamu, Dad." celetuk Nadira memerhatikan wajah bayi mungilnya.


Sekali lagi Qenan mengecup kening istrinya. "Ya. Kayaknya dari wajah ikut aku semua, Mom."


Nadira mengangguk setuju. "Aku cuma kebagian ngandung doang."


Qenan terkekeh.


Setelah di bersihkan ibu tersebut di pindahkan ke ruang rawat kembali. Sedang bayi mereka ke ruang khusus bayi.


❤️


Bersambung..


Maaf ya jarang up. Emak lagi siapin novel baru. Kayaknya cerita anak Qenan dulu yg terbit dari pada pak duda Wido karena utk lomba.

__ADS_1


__ADS_2