
"Ma, Dira mau keluar nyusul Qenan." kata Nadira.
Wanita muda tengah hamil itu khawatir dengan suaminya disana karena tadi ia sempat melihat Nina di tampar oleh Risa dan keadaan menjadi ricuh.
Pikiran buruk terus merajai isi kepalanya, entah karena bawaan hamil atau bukan, ia semakin sensitif jika mengenai Qenan.
"Tetaplah disini sayang, Qenan pasti baik-baik saja."
Cukup lama Nadira diam saja hingga pintu kamar terbuka menampakkan Qenan yang sudah tidak rapi lagi.
Nadira berlari begitu saja ketika melihat Qenan baru saja tiba.
"Hei, pelan-pelan. Ingat anak kita sayang." Qenan mengusap punggung Nadira dengan sayang.
"Aku takut kamu kenapa-kenapa, Nan."
...****...
Di kamar hotel lain nya. Nazeef sedang mengobati luka cakar Nina sedang istrinya itu memegang kompres di pipinya.
"Ternyata kamu khianati aku, Zeef." kata Nina dengan tatapan kecewa.
"Aku nggak pernah khianati kamu, Nin."
"Kalau bukan khianati apa namanya, Zeef? ternyata penyakit playboy mu masih ada." cibir Nina langsung menepis tangan Nazeef yang hendak mengobati luka cakarnya lagi.
Bukan ia tidak menghargai usaha Nazeef untuk mempertahankan pernikahan mereka dan aksi balas dendam itu. Tetapi, ia ingin sebagai istri dilibatkan dengan segala sesuatu yang di lakukan suaminya. Minimal ia mengetahui saja tanpa ikut andil di dalam nya.
__ADS_1
Tapi ini apa? sudah di pastikan hubungan mereka terjalin kembali ketika Nazeef datang ke sini sebulan yang lalu.
"Nina." Nazeef mencoba memberi pengertian pada Nina.
"Jangan coba jelasin, Zeef."
"Aku gak mau kamu sakit hati."
Nina menatap Nazeef tajam. "Tentu aku sakit hati. Tapi kamu nggak pikirin perasaan ku selama sebulan ini yang kamu berikan dengan kebahagiaan yang semu. Aku kecewa, Zeef."
Nina bangkit menuju kamar mandi. Menutup pintu dengan kasar meluapkan kemarahan nya.
Sedang Nazeef mengacak rambut dengan kasar karena frustasi. Ternyata yang ia sangka Nina tidak posesif justru lebih peka terhadapnya.
Alasan kenapa tidak memberitahukan Nina karena tidak ingin salah paham. Ternyata ia salah. Nina justru bisa lebih dahulu membaca hal apa saja yang terjadi.
...****...
Di dalam kamar mandi Nina menangis tersedu di bawah guyuran shower. Tidak menghiraukan rasa perih di bahu nya akibat cakaran dari Risa.
Memikirkan selama sebulan ini Nazeef berpura-pura berhubungan dengan Risa membuatnya sakit.
Memang selama ini ia begitu lihai menyembunyikan rasa cemburunya kepada Nazeef, tapi bukan berarti ia akan fiam saja jika sudah begini.
Nina juga seorang wanita.
Di matikan shower tersebut lalu di buka gaun pengantin sialan itu, kemudian memakai bathrobe. Ia berjalan melewati Nazeef begitu saja ketika sudah keluar kamar mandi.
__ADS_1
Nazeef sendiri merasa lega melihat Nina baik-baik saja.
"Nina." teriak Nazeef karena Nina tiba-tiba limbung beruntung ia dapat menjangkaunya.
"Beb, bangun beb. Jangan buat aku khawatir."
❤️
Bersambung..
Maaf ya, hari ini emak seminar lagi.
Assalamualaikum
Emak ada sedikit rejeki ini.
Emak mau bagi-bagi pulsa untuk 5 orang terbanyak mendukung karya emak di noveL Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA.
Enggak banyak, masing-masing pulsa 20 ribu.
Jadi mulai sekarang rajin kasih hadiah, vote, dan like komen nya ya..
Pengumuman emak umumin 2 hari sebelum Lebaran ya.
Oh iya, jangan lupa ikuti akun NT emak ya, biar emak undang ke grub chat emak.
Selamat menunaikan ibadah puasa❤️❤️
__ADS_1