Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Mengunjungi Pabrik


__ADS_3

Pada jam makan siang, Qenan sengaja kembali ke Mess untuk menemui istrinya. Rencana nya setelah makan siang, ia akan membawa sang ustri berkeliling pabrik.


Nazeef dan Dion akan kembali sore nanti. Sedang Qenan dan Nadira akan kembali dua hari lagi. Itu karena Qenan harus mengecek langsung bahan baku dari suplier pengganti dan tidak ingin Nadira lelah di perjalanan.


Masuk ke dalam Mess begitu saja karena tidak ada sahutan dari Nadira.


"Mi amor."


Qenan terus memanggil nama Nadira sembari melangkah memasuki di setiap ruang Mess tersebut.


Kecemasan mulai menghampiri kala tak mendapati istrinya. Memilih keluar untuk mendatangi Dion.


"Ion, mana istri gue?" tanya Qenan setelah berada di Mess Nazeef.


Dion yang terkulai lemas mengacuhkan Qenan dan itu berhasil membuat sahabatnya bertambah kesal.


"Ion, gue serius." sentak Qenan.


"Ck, lihat ke Mess karyawan lo deh. Tadi dia izin kesana."


Tanpa menjawab Qenan keluar menuju Mess karyawan. Memang terdapat ibu-ibu sedang mengumpul di salah satu teras mess karyawan.


Mendengar suara tawa Nadira membuat yakin jika sang istri ada di kumpulan ibu-ibu tersebut. Ia pun berjalan mendekati.


...****...


"Panggil Nadira aja, bu. Enggak enak kalau di panggil Nyonya. Apalagi ibu lebih tua dari Nadira." ujar Nadira merasa tak enak hati sedari tadi para ibu itu terus memanggilnya dengan sebutan Nyonya.


"Kami takut Tuan marah, Nyonya sekali lagi maafin suami saya ya." ucap seorang ibu. Dia adalah istri satpam kemarin yang menelantarkan Nadira di pos satpam.


"Gak apa, bu."


Banyak mereka mengobrol, Nadira sama sekali tidak mempermasalahkan kasta yang membedakan mereka. Ini lah yang ia rindukan. Hidup biasa dari pada harus ikut geng sosialita yang penuh dengan memamerkan kemewahan.


"Mi amor."


Semua orang menoleh termasuk Nadira karena ia tahu itu suara bariton suaminya. Senyum mengembang terbit dan tampak para ibu tersebut memberi jalan untuk Qenan.


Nadira meringis melihat tatapan Qenan yang tajam mengarah pada wadah yang berada di hadapan ia dan para ibu tadi.


Ya, mereka sedang memakan nasi dengan sayur urap, telur rebus, mie goreng, dan rempeyek di atas tampah plastik di lapisi kertas pembungkus nasi.


"Sayang, kamu makan apa? kenapa makan sembarangan di lantai begini? kenapa wadah nya besar begini?" cecar Qenan membuat para ibu menjadi takut.

__ADS_1


Nadira meringis dengan pertanyaan beruntun dari Qenan, namun ia tak menjawab pertanyaan itu semua. Memilih mencuci tangan di mangkuk berisi air memang disediakan untuk cuci tangan. Tetapi apa yang di buat Nadira kembali di protes Qenan.


"Ya ampun, sayang. Itu jorok udah bekas cucian tangan orang lain."sentak Qenan membuat Nadira tak enak hati.


"Maaf ya, bu. Saya permisi kalau begitu. Besok saya kemari lagi."


Belum sempat Nadira melangkah tubuhnya sudah melayang karena Qenan menggendongnya tanpa permisi.


"Kyaaa.. Qenan, kamu mengagetkan ku." gerutu Nadira mengalungkan tangan ke leher Qenan.


"Kamu pasti sudah banyak bergerak. Lupa kalau setiap malam merengek minta di pijat dan elus itu pinggang kamu?"


Nadira terdiam hanya mencebik bibir. Sesampainya di dalam Mess, Qenan mendudukkan Nadira di sofa ruang tamu. Sesuatu yang membuat Nadira bertambah cinta kepada Qenan adalah seperti saat ini.


Dengan telaten Qenan memijat betisnya dengan perlahan. "Jangan begini, Nan. Aku nggak mau buat kamu tambah capek." tolak Nadira.


Qenan yang masih bersimpuh kembali meletakkan satu kaki Nadira di pahanya lalu memijat nya seperti biasa.


"Aku enggak mau kamu capek, Ra. Terus tadi itu apa? kenapa makan di wadah besar gitu? rame-rame segala lagi."


"Itu enak tahu, Nan. Itu makanan dari salah satu ibu disana. Beliau baru aja lahiran. Katanya kayak syukuran lahiran begitu jadi buat makanan kayak tadi."


"Lain kali jangan makan di satu wadah begitu, belum tentu kita atau mereka dalam keadaan higenis."


...****...


Sore hari, Nazeef dan Dion sudah berangkat untuk kembali ke Jakarta. Sedang Qenan dan Nadira berada di Pabrik sekarang ini.


"Nan, makasih ya untuk gak pecat satpam kemarin."


Qenan yang sedang serius melihat iPad beralih melihat sang istri kemudian mengecup kening Nadira. "Iya, tapi dia aku kasih SP (Surat Peringatan)"


"Penting jangan di pecat, pasti sangat sulit mencari pekerjaan di luar sana. Apalagi mereka merantau kesini. Harapan mereka ada disini."


"Iya, sayang. Sebentar ya, aku masih ngecek stok kaos dulu."


Nadira hanya mengangguk dan tidak mengganggu Qenan lagi.


Sesampainya di Pabrik, Qenan dan Nadira berjalan beriringan dengan tangan saling menggenggam.


Qenan memperkenalkan Nadira kepada Asisten Manager, Manager, General Maneger, dan petinggi industri lain nya.


Tetapi agaknya Nadira lebih tertarik masuk ke ruang pengolahan nugget tersebut. Ia mengajak Qenan untuk melihat proses awal pembuatan nugget ayam dan sapi itu.

__ADS_1


Proses awal nugget di giling dan di bentuk. Setelah itu, dilanjut dengan proses pengukusan pada suhu 70-100⁰C selama 15 menit. Pengukusan berfungsi untuk menginaktifikasi enzim yang dapat menyebabkan perubahan warna, cita rasa, atau nilai gizi yang tidak di kehendaki selama penyimpanan.


Setelah pengukusan, proses selanjutnya adalah penyimpanan di suhu 2-10⁰C barulah penggorengan, dan terakhir pengemasan.


"Nan, aku boleh ikut cetakin nggak?"


"Boleh, Tapi jangan ikut menggoreng ya."


Nadira menganggu kemudian memakai seragam khusus seperti karyawan lain nya.


Qenan sendiri merasa senang melihat Nadira seperti ini. Beruntung sekali di trimester kedua ini, istrinya itu sudah tidak lagi mual dan muntah walau sikap manja nya itu masih melekat.


"Sayang, kenapa bentuknya bangun datar semua?"


"Kamu nggak lihat aku cetakin nya manual? sedangkan pabrik kamu pakai mesin." sepertinya ibu hamil itu menjadi senaitif karena pertanyaan Qenan.


"Eh, bukan itu maksud aku, Ra. Ya udah selesaikan ya. Aku tetap menunggu."


Para karyawan yang ada di ruang itu merasa kikuk karena Pemimpin tempat mereka bekerja berkunjung. Walau bukan memerhatikan mereka, tetapi rasa gugup itu ada.


Dan mereka tidak menyangka orang yang mempekerjakan mereka masih sangat muda dan begitu manis terhadap sang istri.


Apalagi wajah bule Qenan.


"*Bos kita tampan ya."


"Iya, pengen jadi selingkuhan nya*."


Nadira menganga mendengar bisik-bisik para pekerja itu. Mood nya berubah buruk langsung menyudahi apa yang dilakukan tadi.


"Aku minta 12 bungkus nugget yang udah jadi aja."


"Loh, ini nggak dilanjuti?"


Nadira menatap Qrnan dengan tajam. "Enggak, kamu nya tebar pesona." Ia meneliti penampilan Qenan hari ini sengaja tidak memakai pakaian formal.


Nadira berjalan dengan menghentakkan kaki. Kesal karena dimana tempat jika terdapat wanita pasti ada saja yang mengagumi suaminya itu.


Setelah memberitahu permintaan Nafira kepada Leader pabrik, segera ia mengejar istrinya yang sudah berada di samping mobil dengan wajah cemberut.


❤️


Bersambung..

__ADS_1



__ADS_2