Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Rania bertemu Wido


__ADS_3

Sejak malam itu, Rania semakin gencar untuk mendapat kan perhatian dari suaminya, Ja'far. Namun, sepertinya hubungan mereka masih jalan di tempat saja.


Ia menatap nanar obat tablet penunda hamil di tangan nya. Terpaksa mengonsumsi obat tersebut lantaran ia tidak ingin nasib anak nya kelak akan sama dengan anaknya bersama Wido.


"Rania."


Mendengar suaminya memanggil lantas membuat ia terburu-buru menyimpan obat tersebut ke dalam laci nakas lalu segera mendatangi suaminya.


"Ya, sayang." jawabnya di depan pintu kamar mandi.


"Shamponya habis ini." jerit Ja'far dari dalam kamar mandi.


Rania yang mendengar itupun langsung berlalu mengambil shampoo yang biasa dipakai Ja'far. Kemudian mengetuk pintu kamar mandi. "Ini shampo nya."


Ia memasang wajah jutek di depan Ja'far karena masih merasa kesal hingga sekarang suaminya itu masih berhubungan dengan Sarah.


Pintu terbuka langsung membuat Rania memalingkan wajah ke arah lain agar tidak melihat tubuh tegap Ja'far yang bersabun.


Sangat sek*si.


Pakaian ganti telah ia sediakan dan memilih duduk di sofa yang ada di kamar tersebut. Tak berapa lama Ja'far keluar dengan bertelanjang dada dan handuk melilit di pinggang nya.


Lagi-lagi Rania memalingkan wajah melihat tubuh tegap berotot milik suaminya itu. Kemudian ia bangkit mendekati Ja'far untuk membantu pria itu memakai pakaian nya.


Ini sebuah kebiasaan.


Masih dengan wajah cemberut bahkan tidak ada menatap wajah sang suami.


...****...


Ja'far sadari ada yang berbeda pada istrinya. Sedari tadi tampak murung, bahkan yang ketika membantu memakaikan kemejanya tak sedikitpun wanita itu mengeluarkan suara.


Kemana Rania si kelinci kecil nya itu?


Biasanya selalu menggoda dirinya jika menampakkan dada bidangnya.


"Kamu kenapa?" tanya Ja'far.


"Gak apa-apa."


Ia semakin heran ketika mencoba mencium bibir istrinya namun wajah wanita itu menjauh dari wajahnya.


"Kamu ini kenapa?" sentak Ja'far merasa tidak suka dengan sikap Rania.


Tatapan mereka bertemu namun Rania segera memutuskan tatapan itu. "Aku mau ke bawah dulu." ucapnya.


Saat ini ia kehabisan cara agar membuat suaminya jatuh cinta padanya. Ketika hendak melangkah tangan nya di cekal bahkan di tarik hingga ia memutar tubuhnya dan jatuh dalam pelukan Ja'far.


Terdengar jelas suara degub jantung Ja'far sama halnya dengan jantungnya.


Apa Ja'far merasakan hal yang sama?


...****...


Ja'far tidak bisa mengartikan apa arti degub jantung yang berpacu hebat saat bersama Rania. Tapi yang pasti itu sangat menyenangkan dan tidak ingin segera menjauh dari Rania.

__ADS_1


Tetapi ia heran mengapa pagi ini sikap istrinya itu tidak sama seperti biasanya. Wanita itu tampak murung dan acuh padanya.


Apa dia marah ketika ia bersama Sarah?


Bukankah selama ini dia tidak mempermasalahkan hal itu?


"Kamu kenapa?" tanya nya ketika Rania mendongak menatapnya.


"Enggak kenapa-kenapa."


Benar dugaan nya, ada yang berbeda pada istrinya itu.


"Jangan bohong padaku, Rania." sentak nya.


"Aku hanya merindukan anakku."


Matanya memicing curiga pada Rania. "Anakmu atau mantan suamimu?"


...****...


Mendengar pertanyaan Ja'far membuat ide itu datang di kepalanya. Setidaknya membalas suaminya membuat dirinya puas.


"Anakku, Ja'far. Memang nya kamu yang masih merindukan wanita lain padahal istri sendiri lebih cantik."


"Bersiaplah."


Senyuman Rania terbit langsung setuju dan berlalu setelah Ja'far mengurai pelukan. Sedang Ja'far keluar dari kamar.


Untuk kali ini saja, ia ingin melihat sang suami cemburu atau tidak jika menyangkut Wido dan tampilan nya saat ini.


"Ingin menggoda mantan suami?" sindirnya membuat ia melotot tak percaya.


"Bisa di bilang begitu, bukankah lebih baik jadi istri di abaikan dari pada jadi istri yang di duakan?" cepatnya membuat Ja'far mati kutu.


Di sepanjang jalan mereka saling diam. Bahkan Rania sepanjang jalan memandang keluar jendela saja.


...****...


Sesampainya di kediaman Wido, Ja'far lebih dahulu keluar mobil dan melarang Rania keluar dari mobil.


Mau bagaimana pun, ia sudah menikahi mantan istri Tuan nya. Dan Wido belum mengetahui itu, entahlah. Tapi ia yakin, Tuan nya sudah mengetahui hal itu.


Di pencet bel tak berapa lama wanita paruh baya membuka pintu utama.


"Tuan ada di rumah?" tanya nya sopan. Mau sesangar dan kejam nya ia tetap menghormati orang tua.


"Ada, masuk aja Ja'far."


Ia pun masuk menemui Tuan nya sedang memangku baby Aditya. Melihat tampilan casual Wido membuat ia mencebik sebal apalagi mengingat penampilan Rania yang tampak jauh lebih cantik dari biasanya.


Lihat aja, setelah dari sini. Nggak akan ku biarkan kelinci kecil itu berdandan.


"Ada apa?" tanya Wido setelah Ja'far duduk.


"Nyonya ada di depan ingin bertemu dengan Tuan muda, Tuan." Rasanya Ja'far tidak rela menyebut Rania nyonya sebagai mantan istri Wido, karena sekarang wanita itu adalah Nyonya Ja'far Alexander.

__ADS_1


"Suruh dia kesini."


Ja'far bangkit menunduk hormat lalu berjalan menyusul Rania yang masih berada di dalam mobil.


Sesampainya disana, ia membuka pintu mobil untuk Rania. "Jangan ganjen, jangan lirik-lirik Tuan Wido apalagi sengaja pamerkan paha kamu. Ingat kamu istri ku sekarang."


"Uhu.. Kayak suami yang cinta sama istri ya? posesif banget. Padahal dia sendiri gak bisa setia sama satu wanita."


Ja'far terperangah dengan ucapan Rania. Apa wanita itu cemburu? kenapa wajah cemberut nya sangat menggemaskan?


...****...


Rania meninggalkan Ja'far yang masih berdiri terpaku disana. Ia sangat tahu jika Wido pasti sedang di ruang keluarga bersama baby Aditya.


Langkahnya melambat melihat Wido tertawa sedang bermain dengan baby Aditya yang belum mengerti apa-apa.


Dirasakan detak jantung yang kata mereka jika memandang wajah seseorang saja bisa berdegup dengan cepat jika memiliki perasaan lebih.


Ia tersenyum kala meyakini tidak adalagi perasaan untuk Wido.


"Mas." panggilnya ketika sudah berada di ruangan itu.


"Hem."


Ia mengerti ketika Wido berpindah duduk ke sofa tunggal membiarkan ia bersama dengan baby Ja'far.


"Jangan jadi wanita bodoh. Tinggalkan jika itu membuatmu sakit."


Rania yang tengah memangku baby menoleh menatap Wido. "Kali ini aku nggak akan menyerah, mas."


"Maafin aku dulu memaksakan diri untuk miliki mas seutuhnya." ucap Rania tulus.


Wido mengangguk. Lalu bangkit berjalan ke arah Rania dan baby Aditya.


"Mas juga minta maaf. Diam dan ikuti aja. Aku juga ingin memberi pelajaran untuk suami baru mu itu." bisik Wido karena ia melihat Ja'far memasuki ruang keluarga.


"Kalian kenapa duduk berdekatan?"


Rania mengulum senyum kala mendengar pertanyaan Ja'far.


🌸


Bersambung..


*Hai semuanya.


Mohon dukungan di setiap novel emak ya..


Jangan sungkan memberi like, komen, gift, dan vote juga Rate.


Mampir juga di novel baru emak ya..


SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Narsis)


Emak sayang kalian ❤️❤️*

__ADS_1


__ADS_2