Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA

Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA
Secercah harapan


__ADS_3

"Pa.." seru Qenan setelah cukup lama ia terdiam di ruang kerja sang papa.


"Hem."


"Nadira hamil." ucapnya lirih dengan wajah tertunduk.


Terkejut? pasti.


Namun papa Reno lagi-lagi bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Ia ingin mendengar penjelasan anak semata wayang nya ini.


"Kamu pewaris kerajaan bisnis Abraham Group boy.. Apa ini contoh tindakan calon pemimpin di perusahaan ini? bagaimana bisa kamu menghamili anak dari sahabat papa mu sendiri?" cecar Papa Reno.


Bohong jika papa Reno tak marah, ia kecewa pada Qenan. Apa menurut anak kandung dan anak angkatnya ia memberikan kebebasan hidup sendiri sebagai ajang pergaulan bebas?


"Kamu tahu boy, kamu adalah harapan di keluarga besar kita. Papa mendidik mu, mengajari mu hingga menjadi orang yang sukses di usia muda. Tapi lihatlah kelakuan mu boy.. Seenggaknya tunggu sampai tamat sekolah."


Papa Reno menghela nafas panjang menetralkan emosi nya. "Ternyata papa melupakan satu hal dari semua yang papa ajarkan padamu hingga papa hanya fokus cara menghadapi dunia luar. Rasanya percuma papa mengajarimu agar tak terjebak dengan obat terlarang, obat perangsang yang sering digunakan pesaing bisnis, seni bela diri, cara mengendalikan diri dari emosi."


"Papa melupakan bagaimana cara agar kamu menghargai dan menghormati seorang wanita. Papa lupa mengajarimu untuk menjaga wanita yang kamu cinta dari nafsu bejat mu."


Mata Qenan memerah mendengar penuturan kekecewaan papa Reno, ia membenarkan apa yang di katakan beliau. Namun Qenan juga tak salah disini.


"Qenan dan Rara udah nikah siri pa."


Hening.


Namun langkah kaki papa Reno mendekati Qenan dengan wajah datar nya.


"Bangun." titah beliau dan Qenan langsung berdiri di depan papa Reno.


Bugh!


Qenan tersungkur ke lantai. Ia hanya bisa pasrah dengan apapun yang akan di terimanya.


"Bangun."


Qenan menuruti titah papa Reno dan kembali mendapat bogeman dari beliau.


Bugh!


"Kenapa kamu jadi pengecut boy? apa kamu lupa kalau papa Surya masih hidup hah?" suara papa Reno menggelegar di ruang kerja beliau.


Sedang Qenan yang tersungkur kembali ke lantai tampak mengusap darah di sudut bibir menggunakan punggung tangan nya.


Ia tak langsung menjawab karena menahan nyeri bekas bogeman sang papa.


"Kami menikah sebelum tahu papa Surya adalah papa kandung Nadira pa.."


"Oh jadi Nadira hamil terus kalian nikah gitu?"


"Enggak pa."


"Jadi apa maksud kamu boy? jelaskan ke papa dengan jelas."

__ADS_1


Qenan bangkit lalu duduk kembali begitu juga dengan papa Reno.


"Kami menikah malam tahun baru pa."


Akhirnya Qenan menceritakan kejadian penggrebekan di malam tahun baru, tidak ada lagi yang ia tutupi pada papa Reno karena saat ini memang butuh solusi untuk hubungan nya.


Ia tak ingin anak yang di kandung Nadira tidak memiliki identitas ketika lahir. Mau bagaimana pun nanti mereka berdua mengurus sang anak, tetap ia memikirkan nasib buah hati mereka.


"Nikah bukan hanya sekedar kasih uang dan surga dunia aja boy, mental kalian juga di butuhkan. Bagaimana bisa kamu menjerat menantu papa di pernikahan rahasia itu?" papa Reno mendadak geram dengan anak nya itu. Ia yakin pasti Qenan yang memulai bercinta di antara anak dan menantunya itu.


"Rara mau ninggalin aku karena Rania terus ganggu Nadira. Dia selalu bilang mau dijodohkan sama Qenan."


"Kenapa kamu jerat Nadira boy?"


"Karena Qenan gak mau Rara pergi pa.."


"Kamu tahu boy, menjaga cinta dan kesetiaan itu sulit. Apalagi kita yang terjun di dunia bisnis. Udah pasti bukan cuma pria yang bekerjasama dengan kita. Pasti ada wanita cantik. Betulkan?" tanya papa Reno menatap lekat sang anak.


Qenan mengangguk setuju. Selama ia memulai usaha nya sudah sering menghadapi pelanggan dengan sengaja menyewa kafe hanya untuk acara reuni, ulang tahun, atau sekedar kumpul-kumpul para cewek.


Acara tersebut hanya untuk sebagai ajang mendekati Qenan. Tapi Qenan tetap lah Qenan, ia sama sekali tak perduli apapun selain masalah pekerjaan.


"Apa kamu yakin tak akan tergoda sama mereka? papa yakin itu kamu menegang jika di suguhkan cewek seksi." ledek papa Reno mencoba memancing kesetiaan sang anak.


"Itu apa pa?" tanya Qenan seolah mengerti arah pembicaraan papa Reno.


"Itu, adik kecil mu di balik celana."


"Rudal Amerika?"


"Ya, Rara yang kasih nama dan ini adalah kesayangan dia pa."


Tanpa disadari ayah dan anak itu, pembicaraan sudah teralih karena Reno terus bertanya tentang kegagahan rudal Amerika milik sang anak dan hal itu membuat Qenan semakin kesal dan jengah.


"Ternyata fantasi mu sama gila nya dengan papa." kata beliau tertawa bangga.


"Pa, Qenan itu butuh solusi."


"Kamu gak butuh bantuan papa?"


Qenan menggeleng karena ia ingin bertanggung jawab sebagai seorang pria yang telah menikahi dan menghamili anak gadis orang tanpa izin.


Papa Reno menghela nafas panjang. Ia dalam mode serius menatap lekat wajah tampan namun sedikit bengkak karena ulahnya.


"Papa sebenarnya udah curiga sama hubungan kalian dari acara Nadira itu. Sikap kalian bukan menunjukkan sebagai sepasang kekasih tapi kayak suami istri. Sikap nya sama kayak mama mu melayani papa."


Qenan hanya diam mendengarkan hal yang tak pernah mereka sadari selama ini. Dan sekali lagi ia merutuki diri karena ledekan papa Reno.


"Hubungan nya aja di rahasiakan tapi sikap kedua tubuh kalian tidak bisa membohongi bagi yang memperhatikan." ledek papa Reno.


Qenan mengacak rambut kasar memikirkan apa papa Surya juga menyadari sikap tubuh mereka berdua?


"Berapa bulan calon cucu papa?"

__ADS_1


"Baru 4 Minggu pa."


Papa Reno manggut-manggut mengerti lalu ruang kerja itu kembali hening karena papa Reno sedang memikirkan bagaimana solusi yang tepat.


"Kamu harus hati-hati dengan asisten mertua kamu boy." celetuk papa Reno mengingat nama itu.


"Om Wido?" tanya Qenan di jawab anggukan oleh papa Reno.


"Om Wido itu adik dari almarhum sahabat papa, Om Bayu namanya dan Rendi mantan pacar istri mu itu anaknya Om Bayu."


Qenan menatap papa Reno seakan bertanya apa hubungan nya dengan masalah dirinya juga Nadira.


"Om Bayu sangat mencintai almarhumah mama Melati tapi beliau lebih memilih menjadi istri rahasia papa Surya. Mungkin beliau lah yang menjaga Melati dan istrimu selama papa Surya menikah dengan mamanya Dion."


"Terus apa hubungan nya dengan om Wido pa?"


"Orang suruhan papa selalu melaporkan setiap mereka mengikuti Nadira pasti ada juga yang mengikuti Nadira dan papa tahu itu adalah anak buah Wido. Mungkin dia yang menjaga Nadira setelah Bayu meninggal."


Qenan mematung mendengar kenyataan dimana ia kecolongan. Wido lebih tahu aktivitas Nadira di banding dirinya.


Tangan nya terkepal menyalurkan amarah yang datang mendadak.


Ia cemburu.


"Sepertinya Wido gak laporin kegiatan Nadira ke papa mertua mu. Buktinya kalian masih tinggal bersama. Jadi jangan berpikir yang enggak-enggak lebih dulu."


Mendengar itu lagi-lagi Qenan menghirup udara dalam-dalam lalu menghempaskan dengan kasar.


"Masalah papa mertua mu itu jangan melawan karena kamu salah boy.. Dan jika situasi tak baik-baik aja, papa akan bantu."


Bagai mendapat angin segar menyejukkan hati yang sedang gundah gulana, hatinya tengang mendapati secercah harapan. Ia tersenyum lalu mengangguk cepat.


"Terimakasih pa.."


"Ya, bulan depan kita datang ke rumah papa Surya. Sekarang tugas kamu membuat Nadira selalu bahagia, jangan buat dia stres dan tertekan masalah. Pulanglah, ini udah sore."


Qenan mengangguk lalu bangkit dan memeluk sang papa. "Makasih pa.."


"Ya, sebelum pulang obati luka mu.. Menantu papa pasti akan memberondong mu dengan banyak pertanyaan."


Qenan menyentuh ujung bibir nya yang sudah sedikit membiru. "Kayak nya Rara akan menangis lihat keadaan Qenan, semenjak hamil dia berubah jadi manja dan cengeng. Tapi kalau gak hamil pasti begitu."


Papa Reno mengusap punggung Qenan lalu menepuk-nepuk nya. "Kalau begitu lebih hati-hati menjaga hatinya. Udah pulang sana, papa juga akan berbicara pada mama tentang pernikahan kalian."


Qenan tersenyum tipis. "Qenan pulang pa."


"Hati-hati."


🌸


Bersambung..


Udah dua bab ini, udahan belum?

__ADS_1


__ADS_2