
Tepat pukul lima sore acara itu dimulai, papa Surya sengaja membuat acara di mulai sore hari dan malam harinya akan makan bersama dengan keluarga besar juga para sahabat papa Surya.
Kini Nadira sudah terlihat sangat cantik dengan dress tutu berwarna merah muda dengan tatanan rambut yang di kuncir kepang model french braids dengan menyisakan sedikit rambut di kedua sisi dan high heels senada membuat seorang Nadira Fazilla Zharifa mempesona.
Sempurna.
Cewek itu tampak gusar karena sedari tadi belum mendapati suaminya hadir di acara padahal acara akan segera di mulai. Ia terus saja menatap pintu masuk ruang ballroom tersebut berharap orang yang di tunggu segera tiba.
Jika di lihat dari waktu terakhir Nadira dan Qenan melakukan video call seharusnya Qenan sudah tiba disini.
"Jangan di tunggu." ucap seseorang tepat berada di belakang Nadira.
Nadira berbalik dan terkejut mengetahui orang itu adalah Wido, ia pun melangkah mundur karena jarak diantara mereka terlalu dekat.
"Jangan ikut campur om."
Wido mengedikkan bahu. "Gak ada tuh. Jangan terlalu dalam mencintai seseorang, belajarlah dari kesalahan Melati, mama mu." Wido berlalu begitu saja.
Nadira terhenyak mendengar nasihat itu, hampir saja ia melupakan bagaimana dahulu mama nya sangat mencintai papa Surya hingga selalu mengatakan papa Surya adalah pria baik walau mama nya sendiri telah di tinggal pergi.
Tapi sekali lagi ia berpikir, siapa Wido?
Kemudian ia bertanya pada diri sendiri. Apa cinta itu telah mengisi hati sepenuhnya?
Jawaban nya adalah Ya. Dan kini sudah terlambat untuk membuat pertahanan yang lebih kokoh lagi. Hati dan tubuhnya telah dimiliki Qenan seutuhnya.
Andai siang itu ia tak mengatakan jika ingin mengakhiri pernikahan rahasia ini pasti Qenan tak akan menyentuhnya dan akhirnya ia terjerat dalam pernikahan rahasia dan menjadikan ia sebagai istri rahasia anak SMA.
Ia teringat kejadian saat pertama kali Qenan melakukan itu padanya.
"Aku gak akan biarkan kamu pergi." ucap Qenan dingin.
"Tapi aku mau pergi Qenan, tolong bebaskan aku.."
Qenan menggeleng tak setuju. Ia pun melangkah mendekati Nadira yang mundur menjauhinya.
"Apa yang membuat mu ingin pergi dari ku? apa karena Rania?"
"Itu salah satunya dan aku udah gak bisa terusin pernikahan ini. Aku gak bisa terus-terusan di sembunyikan kayak gini." Nadira hendak melangkah keluar kamar namun di tahan karena tangan nya sudah dipegang Qenan.
Nadira berbalik lalu menabrak dada kokoh Qenan karena ditariknya. Pinggang ramping itu di tahan membuat badan mereka berhimpitan.
Qenan menunduk mendekatkan wajah ke wajah Nadira hingga keduanya bisa menghirup hangat helaan nafas keduanya.
"Aku gak akan biarin kamu pergi dari ku Ra.." ucapnya dengan suara tertahan sembari membelai pipi mulus Nadira.
Nadira merasa situasi mulai tidak kondusif, ia pun ingin melepaskan diri namun usahanya nihil karena tenaga Qenan tentulah lebih keras darinya.
"Kamu mau apa?" tanya Nadira terbata.
"Aku menginginkan mu."
Nadira tersentak saat bahu nya di tepuk seseorang, ternyata papa Surya di panggung sana telah selesai berbicara kata sambutan dan memperkenalkan dirinya sebagai putri pertama dari istri pertama nya.
"Kita harus kesana Nad." ujar Dion dan di angguki oleh Nadira.
__ADS_1
"Tersenyum lah, Qenan pasti datang."
Di atas panggung sudah ada papa Surya dan seorang MC disana. Banyak wartawan yang sengaja di undang agar banyak yang mengenal Nadira sebagai putri pertama dari seorang Surya Wijaya.
Ia melihat banyak wajah yang sangat asing selain kedua mertua nya sedang tersenyum ke arahnya, Rania dan sebelahnya bisa ia pastikan adalah ibunya sendiri. Dan seorang pria dewasa berdiri tak jauh dari panggung, Wido.
Melihat Wido membuat mood nya kembali berantakan.
Selama acara berlangsung tak sedikit para kolega papa Surya menawarkan putra mereka untuk di jodohkan kepada Nadira tetapi mendengar jawaban papa Surya membuat Nadira sedikit merasa terlindungi.
"Itu semua tergantung putri saya saja tuan, saya tidak ingin menghakimi masalah percintaan anak saya."
Nadira mengedarkan pandangan mencari dimana adik tirinya yang kesepian itu.
"Pa, Nadira ke Dion dulu ya.." pamitnya setelah melihat Dion duduk seorang diri.
Setelah mendapat izin dari papa Surya, kini ia berjalan menghampiri Dion.
"Galau?" tanya nya membuat Dion tersentak.
"Enggak, biasa aja."
"Itu ada Rania loh.." goda Nadira.
Dion tersenyum kecut. "Dan itu ada mertua lo." Dion menunjuk kedua orang tua Qenan dengan dagunya.
Nadira menoleh langsung tersenyum ramah pada kedua orang tua Qenan yang juga tersenyum padanya.
Nadira pun berbincang dengan Dion selama acara sembari sesekali melihat pintu masuk.
...****...
"Ya." jawab papa Reno singkat.
"Ayolah pa.. Jangan tunjukkan muka datar papa sekarang." Mama Sinta cemberut.
Papa Reno terkekeh melihat wajah wanita yang menemani hari nya selama hampir dua puluh tahun itu. Walau sudah tak muda lagi namun aura kecantikan nya tak pernah pudar di matanya.
"Baiklah, Dia Nadira yang dibilang Qenan adalah pacarnya. Dia anak Melati sahabat papa, Surya, dan almarhum Bayu. Andai Bayu masih ada pasti dia sangat senang melihat Nadira."
Ya, Papa Surya, papa Reno, dan almarhum papa Bayu adalah tiga sahabat sejak SMA sedangkan mama Sinta dan mama Lusiana (mamanya Rania) adalah dua sahabat sejak kuliah.
"Apa mas Bayu masih mencintai mbak Melati dulu walau mas Surya yang dipilih cintanya sama mbak Melati?"
Papa Reno mengangguk. "Ya, bahkan saat Surya memilih menikah lagi Bayu setia menemaninya walau akhirnya Bayu menikah karena di jodohkan dan saat itulah Melati pergi tanpa kabar dan jejak."
Mama Sinta terus menatap Nadira dari kejauhan. "Apa mbak Melati sehat?"
"Entahlah, Surya bilang besok mereka akan bertemu Melati. Sebenarnya papa ingin mencari tahu dimana Melati berada tapi papa sadar itu bukan urusan papa."
"Ya sebaiknya kita jangan ikut campur terlalu jauh sebelum di mintai tolong. Oh iya pa, Nadira cantik kan?"
"Masih cantikan mama."
Wajah mama Sinta tampak merah merona dan itu membuat papa Reno gemas langsung mengecup pipi istrinya itu.
__ADS_1
"Pa, ini bukan di rumah.. Jangan aneh-aneh deh.. Udah tua juga." gerutu mama Sinta kesal.
"Maaf-maaf, sekarang telepon kedua anak kita itu mah.. Sepertinya calon menantu kita udah nunggu terlalu lama." ujar papa Reno sembari mengeluarkan ponsel miliknya.
"Mama telepon Qenan dan papa telepon Nazeef."
...****...
Di salah satu kamar Wijaya's hotel.
Qenan berdiri di balkon dengan satu tangan berada dalam saku celana dan satu tangan lagi memegang gelas kecil berisi minuman beralkohol.
Saat ini hatinya sangat gusar, ia sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana tidak? di dalam ballroom tersebut di hadiri keluarga nya dan juga keluarga istrinya.
Jika ia bertemu dengan Nadira, sudah dapat di pastikan ia akan terus berada di dekat Nadira dan hal itu akan membuat semua nya menaruh curiga terutama Wido orang yang di ceritakan Nadira kemarin.
Qenan tersenyum kecut menyadari dirinya begitu pengecut menghadapi papa Surya di tambah masalah yang sudah pasti akan mempengaruhi pernikahannya.
"Hallo Ma.." ucapnya saat tahu ponsel nya berdering lagi namun bukan nama 'Rara❤️' melainkan mama Sinta.
"Kemana aja? mama tahu kamu udah di Jakarta. Cepat datang kesini. Apa kamu mau lihat menantu mama menangis karena nunggu kamu?"
"Menantu?" tanya Qenan gagap.
"Iya, Nadira udah nungguin kamu. Jangan sampai menantu mama itu menerima perjodohan dari kolega-kolega papa Surya."
Mendengar itu ia sadar bahwa ia melupakan pasti banyak menawarkan perjodohan sama hal dengan dirinya jika ikut perayaan perusahaan papa Reno.
"Qenan segera sampai ma."
Telepon terputus bersamaan dengan Nazeef yang baru masuk dengan penampilan berantakan.
"Dari mana lo?" tanya Qenan sembari memakai jaket nya.
"Ngamar sama cewek bispak. Galau gue di tolak mulu sama sahabat istri lo."
"Ck.. Kalau lo terus gini gimana Nina luluh? udah cepat siap-siap gue duluan ke ballroom."
"Dalam keadaan habis minum?" tanya Nazeef walau ia tahu itu tak masalah bagi Qenan namun ini acara formal.
"Gue baik-baik aja."
"Terserah lo, tapi ini pertama kali nya lo minum setelah nikah."
Qenan tak menjawab dan memutuskan datang ke tempat acara Nadira melepas rindu pada sang istri. Ia membenarkan apa yang di katakan Nazeef barusan.
*Maaf aku tak seberani itu Ra..
🌸*
Bersambung...
__ADS_1
*Ada yang penasaran siapa Wido?
sabar ya.. beberapa part lagi akan terungkap siapa Wido sebenarnya*..