
Ddrrtt ddrrtt
Agnes melihat panggilan masuk yang berasal dari Helen, sebenarnya dia malas untuk menerima panggilan masuk tersebut, karena dia menganggap jika Helen sudah tidak bisa dia andalan untuk mencapai keinginannya untuk menjadi istri dari Erlangga. Namun karena dia harus tetap terlihat sebagai wanita manis calon menantu idaman bagi Helen, dengan sangat terpaksa dia pun akhirnya mengangkat panggilan telepon dari wanita yang tidak lain adalah Mama dari pria yang diidamkannya itu.
" Halo, Tan?" Dengan nada malas Agnes menyapa Helen.
" Halo, Agnes. Bagaimana kabar kamu? Tante harap kamu jangan patah semangat, ya?! Tante pasti akan tetap membantu kamu untuk mendapatkan Erlangga." Helen masih melambungkan harapannya agar tetap bisa bermenantukan Agnes, hingga dia berusaha membesarkan hati Agnes agar wanita itu tidak bersedih dan patah semangat karena pernikahan tak terduga Erlangga dan Kayra.
" Aku tidak tahu, Tante. Rasanya aku lelah harus seperti ini terus. Mungkin mulai sekarang aku harus belajar melupakan rasa cinta aku kepada Erlangga, Tan." Berpura-pura merasa sedih, Agnes berdrama seakan dia merasa tersakiti dengan sikap Erlangga.
" Jangan, Agnes! Kamu jangan menyerah seperti itu! Tante akan berusaha untuk membujuk suami Tante agar dia mau berada dipihak kita." Helen tidak setuju dengan rencana Agnes yang berkata ingin berhenti mengejar Erlangga.
" Aku tidak yakin Om akan membantu kita, Tante. Sepertinya wanita kampung itu bukan hanya berhasil mempengaruhi Erlangga, tapi juga sudah berhasil mempengaruhi Om, Tan." Bahkan Agnes kembali mengobarkan kembali kebencian Helen terhadap Kayra yang semakin menjadi.
" Karena itu Tante mohon kamu jangan menyerah, Agnes! Kamu tidak kasihan melihat Erlangga dan Om terus terjebak permainan wanita kampung itu? Apa kamu tidak kasihan, Agnes? Apa kamu tidak ingin menyelamatkan suami dan anak Tante?" Helen memohon agar Agnes tidak mundur dari rencananya mendapatkan hati Erlangga. Helen masih beranggapan jika Agnes adalah calon menantu idamannya, tanpa dia ketahui kehidupan bebas Agnes selama ini. Dia beranggapan jika Kayra adalah wanita yang sudah menjebak suami dan anaknya, tanpa dia sadari jika saja Agnes sampai berhasil mengoyahkan hati Erlangga, bukan hanya Krisna dan Erlangga saja yang masuk perangkap Agnes tapi Helen sendiri pun akan masuk ke dalam perangkap wanita licik itu.
Agnes ingin menyahuti perkataan Helen, namun dia melihat ada panggilan lain yang masuk ke dalam ponselnya itu dan dia tahu jika nomer yang masuk ke dalam ponselnya saat ini adalah nomer milik Reno.
" Hmmm, Tante aku tutup dulu teleponnya, ada yang telepon aku, ini penting sekali!" Agnes ingin mengakhiri percakapan telepon dengan Helen karena dia harus menjawab panggilan masuk dari Reno.
" Ya sudah, nanti kita lanjut telepon lagi, ya?!"
" Oke, Tan. Bye ..." Agnes segera mematikan sambungan telepon Helen lalu mengangkat panggilan masuk dari Reno.
" Halo, bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan orang yang bisa membantu menjalankan misiku itu?" Sebelum Reno bersuara, Agnes sudah menodongnya dengan pertanyaan terlebih dahulu.
" Sepertinya kamu selaku tidak sabaran jika menginginkan sesuatu, sama seperti saat bertarung di ranjang." Suara kekehan terdengar mengakhiri kalimat yang diucapkan Reno.
__ADS_1
" Ck, cepat katakan saja, apa kamu sudah mendapatkan orangnya?!" Agnes kesal karena Reno justru meledek karena sikap tidak sabarnya.
" Oke, oke, aku ada teman yang mau membantu, tapi ...."
" Tapi apa? Dia minta berapa?" Menduga jika orang yang akan membantunya akan meminta bayaran besar, Agnes langsung memotong kalimat yang diucapkan Reno dan menanyakan berapa uang yang diinginkan orang tersebut.
" Dia justru tanya berapa bonus yang ingin kamu tawarkan jika dia membantumu, dan dia juga ingin tahu informasi orang yang akan dia tangani itu," jawab Reno menjelaskan.
" Oke, kalau dia bisa membuat suaminya menceraikan dia, aku akan beri uang dua puluh lima juta." Agnes menyebutkan nominal yang dia janjikan jika orang itu berhasil menjalankan misinya.
" Lalu siapa orang yang ingin kamu singkirkan itu?" tanya Reno kembali.
" Namanya Kayra, dia sekretaris dari perusahaan Mahadika Gautama yang bermimpi menjadi orang kaya hingga mempengaruhi CEO sampai bosnya itu akhirnya menikahi dia. Pernikahan itu tidak wajar karena pria yang menikahinya itu sudah mempunyai istri dan sangat mencintainya istrinya itu." Agnes sampai memiringkan bibirnya saat mengatakan kalimat 'sangat mencintai istrinya, bahkan rasanya dia ingin mun tah saat mengatakannya.
" Aku diberi tugas oleh sama Mama dari pria itu untuk menyelamatkan bos Mahadika dari pengaruh buruk sekretarisnya yang tidak tahu diri dan tidak tahu malu itu!" lanjut Agnes berapi-api.
" Hmmm, i-iya, maksudku ... seharusnya aku yang dipersiapkan oleh keluarga pria itu untuk menikah dengannya, setelah dia cerai dari istri pertamanya."" Agnes berkelit.
" Oke, nanti aku sampaikan ke temanku, apa dia sanggup untuk melakukan misi ini." Setelah dijelaskan panjang lebar oleh Agnes, akhirnya Reno mengerti dan percaya dengan cerita karangan yang dibuat Agnes.
" Tapi bagaimana jika bonus yang kamu tawarkan tidak sesuai dengan yang diinginkan temanku? Uang dua puluh lima juta aku rasa tidak ada artinya untukmu, kan?"
" Memangnya berapa yang temanmu inginkan?" tanya Agnes dengan ketus.
" Apa sebaiknya kamu bertemu langsung dengan temanku agar kalian bisa tawar menawar nominal?" Reno menawarkan Agnes untuk melakukan transaksi dengan Bobby langsung untuk menentukan bayaran yang akan diberikan Agnes kepada Bobby guna melaksanakan misinya.
" Tidak, tidak! Aku tidak ingin berhubungan langsung dengan orang itu!" Agnes tidak ingin terlibat secara langsung dengan orang yang akan melakukan aksi atas rencananya menyingkirkan Kayra. " Berapa yang dia mau, sebutkan saja, nanti aku pertimbangkan!"
__ADS_1
" Oke, nanti aku tanya temanku dulu, berapa yang dia mau dan apa dia bersedia membantumu setelah dia tahu orang yang harus dia singkirkan, karena dia bilang dia tidak ingin mengambil resiko jika orang yang ingin dia tangani itu orang penting."
" Dia bukan orang penting!" tegas Agnes merasa kesal saat Reno menganggap Kayra adalah sosok yang penting.
" Biasa saja, dong! Tidak usah pakai emosi bicaranya." Reno meledek Agnes. " Oh ya, jika kamu sudah bersama CEO itu, apa kamu tidak akan memakai jasaku lagi untuk menghangatkan ranjangmu? Atau, kau bisa jadikan aku selingan di saat suamimu itu nanti pergi ke kantor?"
" Diamlah! Aku tidak ingin bicara soal itu!" geram Agnes karena Reno justru terus saja mencibirnya.
" Aku yakin, kau pasti akan merindukan bermain denganku, Agnes."
" Aku bilang diam, si alan!!"
" Oke, oke ... ya sudah, aku ingin mengabari temanku dulu, nanti aku hubungi kamu lagi." Reno langsung mengakhiri sambungan teleponnya dengan Agnes.
" Si al!!" Agnes langsung melempar ponselnya ke atas tempat tidur setelah mendengar nada panggilan terputus dari ponselnya.
*
*
*
Bersambung ...
Buat penggemar kisahnya Anindita & Ricky, karena banyak yg masih belum puas sama endingnya kisah ANINDITA, Sepenggal Kisah Masa Lalu, akhirnya aku buatin kisah Part 2 nya, jangan lupa ikuti kisahnya Anin❤️Ricky yg akan mulai release tgl 15/10/22, masukin ke daftar favorit, jangan lupa like & komen nya juga. Makasih🙏🙏
__ADS_1
Happy Reading ❤️