
Sebelum jelang shubuh, Ibu Sari terbangun dari tidurnya. Beliau yang hendak ke kamar mandi segera beranjak ke luar dari kamarnya. Namun langkah kaki wanita paruh baya itu tertahan saat matanya menangkap sosok seorang pria tertidur di sofa ruang tamu rumah kontrakan anaknya itu.
Ibu Sari tidak tahu siapa pria yang tertidur di sana karena pria itu menutupi wajah dengan lengannya. Merasa rumah kontrakan Kayra dimasuki orang asing yang tak dikenal apalagi seorang pria, Ibu Sari langsung mengambil cushion sofa dan memukul pria yang tak lain adalah Erlangga.
“ Maling! Kamu maling, kan? Mau apa kamu masuk-masuk ke rumah kontrakan anak saya? Dasar maling tidak punya perasaan! Rumah kontrakan sekecil ini masih saja disatroni!” geram Ibu Sari masih memukuli tubuh Erlangga dengan cushion sofa.
Apa yang dilakukan oleh Ibu Sari sontak membuat Erlangga terperanjat dan terbangun hingga menepis pukulan cushion sofa Ibu Sari.
“ Kenapa Ibu memukul saya?” Dengan perasaan bingung Erlangga bertanya kenapa orang tua sekretarisnya itu memukulinya.
“ T-Tuan? Kenapa Tuan ada di sini?” Ibu Sari tersentak saat mengetahui orang yang tadi dianiaya olehnya adalah bos dari anaknya sendiri.
“ Saya? Kenapa saya tidur di sini?” Dengan memijat kepalanya, Erlangga juga mempertanyakan kenapa dia bisa tertidur di sofa ruang tamu Kayra. Padahal sofa itu terlihat kecil dan kurang empuk namun dia malah terlihat nyenyak tertidur di sana.
“ Sejak kapan Tuan di sini?” tanya Ibu Sari kembali.
“ Ibu, Ibu ada apa ribut-ribut?’ Kayra yang baru keluar dari kamarnya karena mendengar suara kencang Ibunya langsung terbangun dan menghampiri suara Ibu Sari yang terdengar dari arah ruang tamu.
Kayra sendiri masih merasakan pusing di kepalanya yang terasa berat karena pengaruh white rum yang tidak sengaja dia minum di rumah teman Erlangga.
“ Kayra, kenapa bos kamu ada di sini?” Ibu Sari menarik lengan Kayra dan berbisik kepada anaknya dan menanyakan kenapa Erlangga bisa ada di rumah itu.
Tak beda dengan Ibunya, Kayra pun langsung tercengang saat mengetahui Erlangga ada di depannya.
“ Pak Erlangga? Kenapa Bapak bisa ada di sini?” Kayra terlihat bingung mendapati Erlangga ada di rumahnya sementara saat ini belum melewati waktu shubuh.
“ Semalam saya mengantar kamu karena kamu mabuk.” Erlangga dengan santainya mengatakan jika semalam Kayra mabuk.
__ADS_1
“ Astaghfirullahal adzim …! K-kamu mabuk, Kayra? Kamu mengonsumi minuman beralkohol?” Kalimat yang diucapkan oleh Erlangga sontak membuat Ibu Sari tersentak kaget.
“ Hmmm, b-bukan seperti itu ceritanya, Bu!” Kayra langsung menyangkal tuduhan Ibunya sementara matanya langsung mendelik tajam ke arah Erlangga. Dia merasa kesal karena bosnya itu malah mengatakan jika dirinya mabuk.
“ Kayra, kamu harus jelaskan kepada Ibu, kenapa Tuan Erlangga mengatakan kamu mabuk dan kenapa Tuan Erlangga bisa ada di rumah ini?” Ibu Sari kini menarik Kayra untuk menjauh dari Erlangga.
“ Kalau tetangga di sini tahu kamu bawa masuk laki-laki ke dalam rumah ini bagaimana, Kayra?” Bu Sari tentu sangat mengkhawatirkan jika ada omongan buruk tetangga sekitar kontrakan Kayra karena Erlangga bermalam di rumah Kayra.
Kayra bingung harus menjelaskan apa kepada Ibunya itu. Dia tidak mungkin mengatakan jika semalam dia menemani Erlangga hingga berkunjung ke rumah teman Erlangga. Kayra merasa Ibunya pasti akan marah jika tahu dia pergi sampai tengah malam berdua dengan Erlangga.
“ Semalam saya menjemput Kayra karena ada tugas yang harus dia kerjakan, Bu. Setelah itu kami mampir sebentar di rumah teman saya dan dia salah mengambil minuman yang membuat dia mabuk.” Melihat Kayra kebingungan menjawab pertanyaan Ibunya, Erlangga memilih menjawab pertanyaan Ibu Sari. Tanpa ada yang ditutupi Erlangga menjelaskan apa yang terjadi pada Kayra. Dan tugas yang harus Kayra kerjakan yang dimaksud Erlangga adalah tugas menemaninya malam tadi.
“ Tapi tidak terjadi apa-apa ‘kan saat Kayra mabuk, Tuan?” Ibu Sari merasa khawatir terjadi sesuatu saat Kayra dalam keadaan mabuk. Mempunyai anak secantik Kayra sudah pasti Ibu Kayra akan merasa cemas jika ada yang memanfaatkan kondisi Kayra yang berada dalam keadaan di bawah kesadaran karena terpengaruh minuman beralkohol.
“ Tidak, Bu. Saya justru langsung membawa Kayra pulang,” ujar Erlangga menjelaskan.
“ Iya, Bu.” Sahut Kayra dengan mendengus pelan, karena dia berpikir jika Erlangga semalam tidak menjemputnya, dia juga tidak sampai mengalami kejadian seperti tadi malam.
“ Kalau begitu saya pulang dulu, Bu. Permisi.” Erlangga berpamitan kepada Ibu Sari karena dia ingin beristirahat lagi di rumahnya sebelum pergi ke kantor.
“ Baik, Tuan. Maaf jika Kayra membuat repot Tuan semalam.” Permohonan maaf segera dilontarkan Ibu Sari karena merasa putrinya telah membuat repot Erlangga tadi malam.
“ Tidak apa-apa, Bu.” Sahut Erlangga kemudian berjalan ke arah pintu.
Kayra segera berlari untuk membukakan pintu rumah untuk Erlangga.
“ Saya pulang.” Pamit Erlangga kepada Kayra.
__ADS_1
“ Baik, Pak. Maaf untuk semalam.” Walaupun semua bukan karena kesalahannya namun Kayra tetap menucapkan permintaan maafnya kepada Erlangga yang ditanggapi Erlangga dengan anggukkan kepalanya.
“ Kayra, memangnya semalam itu kamu disuruh mengerjakan apa? Jam berapa bosmu itu menjemput kemari? Lalu jam berapa kalian pulang semalam?” Sepeninggal Erlangga, Bu Sari langsung menodong Kayra dengan pertanyaan-pertanyaan. Karena seingatnya, semalam sebelum dia tertidur dan berbincang dengan Kayra, dia sempat melihat jam dan jam saat itu menunjukkan pukul delapan malam. Sudah dapat dipastikan Erlangga datang menjemput putrinya di atas jam itu.
Tentu saja Kayra bingung harus menjawab apa? Karena memang tidak ada pekerjaan yang dia lakukan semalam selain menemani Erlangga. Namun dia tidak mungkin mengatakan hal sesungguhnya kepada Ibunya itu.
“ Semalam ada tugas yang harus dikerjakan di kantor, Bu.” Kayra terpaksa berbohong, walaupun sebenarnya hatinya sedih karena tidak berkata yang sejujurnya kepada Ibunya.
“ Apa pekerjaan itu tidak bisa diselesaikan pagi-pagi, Kayra? Kenapa harus malam-malam?” tanya Ibu Sari terheran.
“ Pagi ini seluruh data harus segera diemail ke rekanan perusahaan yang berada di Jepang, Bu. Jadi malam tadi harus segera dipersiapkan agar perusahaan kami memenangkan tender.” Kayra memberi alasan yang sekiranya bisa dipercayai oleh Ibunya.
“ lalu bagaimana bosmu itu bisa membawa kamu ke rumah temannya?” selidik Ibu Sari kembali, karena dia sempat menangkap penjelasan Erlangga yang mengatakan jika bos dari anaknya itu membawa Kayra ke rumah teman Erlangga.
“ Hmmm, iya … itu karena ada arsip yang harus diambil oleh Pak Erlangga di rumah temannya itu. Lalu mereka berbincang sebentar, Bu. Kayra dan Pak Erlangga disuguhi minuman yang berbeda namun Kayra salah mengambil minuman, justru minuman Pak Erlangga yang Kayra minum sehingga membuat mabuk semalam.” Kembali Kayra harus membohongi Ibu Sari.
“ Kayra, apa temannya Tuan Erlangga tidak curiga kamu pergi bersama Tuan Erlangga? Ibu takut kamu dituduh yang tidak-tidak dengan Tuan Erlangga, Nak.” Ibu Sari mengungkapkan ketakutannya jika akan muncul gosip akibat kedekatan Kayra dengan Erlangga yang terlihat tidak wajar.
“ Ibu jangan berpikiran seperti itu, Bu! Hubungan Kayra dan Pak Erlangga hanya sebatas karyawan dan atasan, tidak lebih dari itu! Lagipula Pak Erlangga itu sudah berkeluarga dan sangat mencintai istrinya, jadi tidak mungkin terjadi sesuatu seperti yang ibu khawatirkan!” tegas Kayra. Dia meyakini jika hubungannya dengan Erlangga adalah hubungan yang sewajarnya antara bos dan sekretarisnya dan dia juga yakin tidak akan ada affair di antara mereka berdua.
*
*
*
Bersambung ...
__ADS_1
Happy Reading❤️