MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Harus Berani Melawan


__ADS_3

Kayra mengerjapkan matanya. Dia merasakan tubuhnya terasa lelah dan sakit di pinggangnya juga di bagian intinya yang masih terasa nyeri. Apalagi saat ini dia merasakan tangan berotot Erlangga menindih perutnya.


Kayra mende sah mengingat jika semalam dia telah menyerahkan mahkotanya sebagai seorang wanita kepada Erlangga. Walaupun dia berusaha untuk menolak namun dia memang tidak bisa terus-terusan melakukan penolakan kepada suaminya itu.


" Astaghfirullahal adzim ...!" Kayra tersadar jika dia tidak minum pil KB semalam. "aku tidak minum pil. Bagaimana ini?" Kayra menggigit bibirnya. Kayra tidak tahu jika Erlangga akan mengajaknya menginap di apartemen milik Erlangga, hingga dia tidak membawa pil pencegah kehamilan itu.


" Ada apa?" Erlangga terbangun saat dia mendengar kalimat istirgfar keluar dari mulut Kayra.


Kayra menoleh ke belakang hingga menghadap ke wajah Erlangga. Dia mendapatkan wajah pria itu tersenyum ke arahnya seakan mengatakan jika pria itu sudah berhasil menaklukannya.


" Bapak kenapa melakukan hal itu kepada saya?" Kayra langsung membuang muka karena kesal dengan tindakan Erlangga yang telah merenggut kesuciannya.


" Memangnya kenapa? Bukankah kamu sendiri menikmatinya semalam?" sindir Erlangga masih menarik satu sudut bibirnya ke atas melihat Kayra yang merajuk kepadanya.


Wajah Kayra seketika bersemu saat Erlangga mengatakan jika dia menikmati apa yang dilakukan Erlangga semalam kepadanya. Karena Kayra sendiri masih mengingat bagaimana semalam dia terhanyut dengan sentuhan Erlangga. Bahkan dia seakan masih merasakan sensasi saat dia ingin mencapai pelepasannya semalam.


" Apa ini masih terasa sakit? Apa kamu ingin mengulang lagi yang semalam?" bisik Erlangga dengan tangan meraba inti milik Kayra.


Kayra terkesiap saat merasakan tangan Erlangga memainkan intinya, apalagi kata-kata Erlangga yang mengatakan akan mengulangi kein timan seperti semalam membuat dia dengan cepat menepis tangan Erlangga.


" Saya tidak mau!" tolak Kayra dengan tegas. Kayra bahkan mencoba turun dari tempat tidur walaupun dia merasakan inti dan pinggangnya sakit.


" Aaakkhh ...!" Kayra langsung terduduk kembali karena dia merasa lututnya terasa lemas hingga membuat dia tidak sanggup berdiri.


" Saya akan kasih tahu cara yang dapat membuat semua rasa sakit itu menghilang," ujar Erlangga dengan punggung tangannya mengusap kulit mulus punggung Kayra, membuat Kayra menggeliat. Erlangga kini mendudukkan tubuhnya persis di belakang Kayra lalu memeluk tubuh polos istrinya itu


" Pak, lepaskan!" Kayra kembali mencoba melerai belitan tangan Erlangga karena suaminya itu sudah mulai nakal memainkan tangannya membuat dirinya tak nyaman. Sementara bibir Erlangga sudah mulai mencium ceruk lehernya.


" Pak ..." Bahkan suaranya yang tadi menyentak sudah mulai melemah saat Erlangga mulai memberikan suatu rasa yang membuat Kayra kembali terlena dengan sentuhan Erlangga, membuat dirinya pasrah harus mengulang kembali apa yang terjadi seperti tadi malam.


***


Kayra menutupi dua love bite di leher dengan mengenakan kaos turtleneck tanpa lengan berwarna mocca, setelah itu mengenakan blazer warna milo. Entah secara kebetulan atau memang sengaja, Erlangga menyuruh orang menyiapkan kaos dengan bentuk kerah yang menutupi leher.


" Apa kamu yakin bisa berangkat ke kantor hari ini, Kayra?" tanya Erlangga saat melihat Kayra terduduk di depan meja rias. Dia melihat Kayra sepertinya kelelahan dengan aktivitas semalam dilanjut dini hari tadi.


Kayra melirik dari kaca cermin seraya mendengus pelan. Dia kesal karena melihat wajah Erlangga yang menampakkan wajah bahagia karena berhasil membuat dirinya menyerahkan kesucian yang dia jaga hanya untuk suami yang dia cintai. Karena meskipun Erlangga berstatus suaminya, namun dia tidak merasa mencintai pria itu.


" Kalau kamu masih lelah sebaiknya kamu istirahat saja di sini, Kayra." Erlangga menyuruh Kayra untuk tidak usah ikut dengannya ke kantor.


" Saya akan ke kantor!" tegas Kayra, dia ingat hari ini Wira tidak akan ke kantor karena akan ke Seoul bersama Krisna,


" Apa kamu yakin kamu bisa berjalan?" ledek Erlangga sambil menarik sudut bibirnya membuat Kayra langsung mendelik ke arah Erlangga yang terlihat seakan mengoloknya.


Erlangga berjalan dan berhenti di belakang Kayra. Tangannya menepuk bahu Kayra.


" Baiklah jika kamu ingin tetap datang ke kantor, tapi kalau kamu lelah kamu istirahat saja di kamar." Walaupun dia senang karena membuat Kayra kelelahan di atas ranjang namun dia tidak rela melihat Kayra kelelahan karena pekerjaan.


" Kita sarapan di luar saja," ucap Erlangga selanjutnya.


Kayra kembali menoleh ke arah suaminya itu. Begitu mudahnya dia berkata makan di luar, apa Erlangga tidak memikirkan dampaknya jika dilihat orang yang mengenal mereka berdua, lalu bertanya 'kenapa dirinya dan Erlangga bisa sarapan pagi bersama?'


" Ayo kita berangkat sekarang." Erlangga lalu memasang masker, kaca mata hitam dan topi di kepalanya. Erlangga pun tidak memakai setelan pakaian kerja, pria itu hanya memakai celana jeans, kaos dan jaket sporty dengan sepatu sneaker. Sepertinya Erlangga mengantisipasi dengan melakukan penyamaran agar tidak ada orang yang mengenalinya dan merasa heran karena pagi-pagi dia pergi sarapan bersama sekretarisnya.


***


Saat ini Erlangga dah Kayra berada di sebuah coffee shop yang buka dua puluh empat jam untuk tempat sarapan pagi mereka. Erlangga memesan roti bakar dan kopi untuk sarapannya dan juga Kayra.


Kayra sendiri baru merasakan sarapan pagi di cafe seperti ini. Terasa aneh baginya, namun sepertinya dia harus membiasakan diri jika sewaktu-waktu Erlangga mengajaknya sarapan pagi di luar seperti hari ini.

__ADS_1


" Hari ini saya akan melayangkan gugatan cerai saya dengan Caroline, Dan saya akan mengajukan sidang isbat ke Pengadilan Agama untuk pengesahan pernikahan kita agar pernikahan kita sah secara hukum dan terdaftar di KUA," tutur Erlangga di sela-sela menyantap roti bakarnya.


" Uhuukk ... uhuukk ..." Kayra yang sedang menyesap kopi seketika tersedak hingga terbatuk-batuk saat mendengar kata cerai yang diucapkan Erlangga.


" Pelan-pelan kalau minum, Kayra." Erlangga bangkit dan menghampiri Kayra lalu mengusap punggung wanita itu.


" Mbak, tolong minta air mineral satu!" Erlangga bahkan menyuruh pelayan cafe yang kebetulan melintas di dekat mejanya untuk mengambilkan air mineral untuk Kayra.


" Baik, Pak." Pelayan cafe itu segera mengambilkan apa yang diminta Erlangga.


Sementara Kayra masih saja terbatuk, dia sebenarnya sangat terkejut dengan perkataan Erlangga yang mengatakan sedang mengajukan gugatan cerai dengan Caroline dan akan menlegalkan pernikahan siri mereka agar tercatat di KUA.


" Ini air mineralnya, Pak." Pelayan cafe sudah kembali membawakan pesanan Erlangga.


Erlangga langsung membuka seal botol itu lalu menyerahkan kepada Kayra.


" Ini minumlah pelan-pelan ..." Erlangga menyodorkan botol air mineral itu kepada Kayra sementara tangan lainnya mengusap perlahan punggung Kayra.


" Terima kasih, Pak." Kayra menerima air mineral pemberian Erlangga kemudian meneguknya perlahan.


" Apa Bapak yakin akan berpisah dengan Ibu Caroline? Kenapa tidak dibicarakan kembali dengan kepala dingin masalah yang sedang di hadapi oleh Bapak dan Ibu?" Kayra mencoba memberikan saran agar Erlangga memikirkan kembali rencana untuk berpisah. Kayra sendiri tidak ingin perpisahan Erlangga dan Caroline itu terjadi, karena itu akan membuatnya berada dalam posisi yang mungkin akan dianggap sebagai penyebab perpisahan Erlangga dan juga Caroline.


" Saya sudah katakan padamu, jika rumah tangga kami sudah sulit untuk dipertahankan, karena kami sama-sama menginginkan hal yang berbeda. Lagipula saya tidak ingin dianggap menghalangi cita-cita Caroline. Dia ingin menjadi model top dunia, jika kami berpisah, dia bisa menggapai cita-citanya itu. Sementara saya, saya hanya menginginkan mempunyai istri yang patuh dan selalu menemani saya, mengurus saya juga anak-anak saya kelak. Dan selama lima tahun kami bersama, saya tidak bisa mendapatkan itu dari Caroline. Caroline selalu menolak untuk hamil karena dia tidak ingin hal itu mengganggu karirnya sebagai model." Erlangga menjelaskan alasannya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Caroline.


Kayra menelan salivanya saat Erlangga mengatakan soal anak dan kehamilan. Dia tidak tahu apakah Erlangga akan marah jika mengetahui dirinya mengkonsumsi pil pencegah kehamilan. Dari cerita Erlangga, sepertinya pria itu menginginkan sosok anak di dalam pernikahannya dengan Caroline.


" Saya harap kamu bisa memberikan apa yang saya inginkan itu, Kayra. Saya ingin kamu bisa memberikan saya keturunan hingga saya bisa merasakan kebahagiaan keluarga yang utuh." Erlangga mengutarakan harapannya dengan menikahi Kayra.


Kayra tertunduk dengan menggigit bibirnya. Kini dia sudah bisa menebak jika Erlangga akan marah besar jika mengetahui dirinya mengunakan KB.


" Bagaimana jika Ibu Caroline tahu jika Bapak telah menikahi saya?" Kayra sengaja mengganti arah pembicaraan agar Erlangga tidak terus membicarakan soal keinginannya itu.


" Bukankah sudah saya bilang agar kamu jangan cemas soal hal itu. Saya tidak akan membiarkan siapapun menyalahkan kamu." Erlangga kembali meyakinkan Kayra agar tidak khawatir karena dia sudah berjanji akan melindungi Kayra.


Kening Kayra tiba-tiba berkerut saat melihat seorang wanita masuk ke dalam cafe. Kayra mengenali wajah wanita itu adalah wanita yang dia temui di rumah Krisna dan juga di kantor Erlangga saat wanita itu datang bersama Helen.


Seketika wajah Kayra memucat karena dia takut wanita itu mengenalinya apalagi saat ini ada Erlangga bersamanya. Kayra buru-buru menutupi wajah dengan tangannya agar Agnes, wanita yang saat itu masuk ke dalam cafe tidak melihatnya.


" Pak, ada teman wanita Bapak yang pernah makan malam di rumah Pak Krisna di sini," bisik Kayra kepada Erlangga.


" Di mana?" Erlangga langsung memakai maskernya. Dia tahu siapa wanita yang Kayra maksud.


" Dia baru masuk ke dalam cafe ini. Sebaiknya kita pergi dari sini saja, Pak." Rasa takut menyelimuti hati Kayra. Dia tidak bisa membayangkan jika orang itu menyadari kehadiran Erlangga di sana bersamanya.


" Ya sudah, kamu tunggu sebentar saya akan membayar makanan dulu ke kasir." Erlangga memutuskan untuk pergi dari cafe itu secepatnya, karena jika Agnes sampai melihat keberadaan dirinya bersama Kayra, hal ini akan tidak aman untuk Kayra


" Baik, Pak." sahut Kayra.


Sementara Erlangga berjalan ke arah kasir untuk membayar makanan dan minuman yang tadi dipesannya.


Kayra yang merasa gelisah dan takut ketahuan Agnes berpikir untuk segera keluar dari cafe terlebih dahulu. Dia berniat menunggu Erlangga di parkiran. Kayra akhirnya bangkit lalu memutar tubuhnya hendak meninggalkan cafe. Namun karena rasa gugup yang dirasakannya hingga dia tidak melihat pelayan cafe yang sedang membawa gelas berisi minuman hangat di atas nampan hingga dia menabraknya.


" Aaakkhh ..." Kayra merasakan cipratan air panas mengenai pakaiannya. Untung saja air itu tidak sampai mengenai kulit tubuhnya.


" Maaf, Mbak." Pelayan itu segera meminta maaf karena telah menumpahkan minuman itu ke baju Kayra. Walaupun itu bukan murni kesalahannya


" Tidak apa-apa, Mbak. Saya yang minta maaf karena saya tidak melihat Mbak di belakang." Merasa dirinya yang salah Kayra juga meminta maaf kepada pelayan tersebut.


" Iya, Mbak. Sama-sama, saya juga salah," ucap pelayan cafe dengan nada menyesal dan wajah khawatir. karena dia takut akan terkena terguran dari managernya karena berbuat kesalahan.

__ADS_1


Sedangkan Erlangga yang sedang melakukan pembayaran di kasir mendengar teriakan Kayra langsung menoleh ke arah meja Kayra. Dia melihat Kayra sedang mengibas blazernya yang terkena siraman minuman yang tumpah ke pakaiannya.


" Ambil saja kembaliannya," Erlangga menyodorkan dua lembar uang nominal seratus ribu dan langsung bergegas mendekati Kayra untuk mengecek apakah ada bagian tubuh Kayra yang terluka karena air panas dari minuman itu.


" Apa ada yang terluka, Kayra?" tanya Erlangga khawatir.


" Tidak, Pak." sahut Kayra.


" Apa kamu tidak bisa bekerja dengan baik!?" Kini Erlangga berkata dengan nada galak ke pelayan cafe itu.


" Saya yang salah, Pak. Jangan salahkan Mbak ini." Kayra mencoba menenangkan Erlangga yang memarahi pelayan cafe itu.


" Saya minta maaf karena telah ceroboh, Pak." Pelayan itu kembali meminta maaf karena dibentak oleh Erlangga.


" Tidak apa-apa, Mbak. Sebaiknya Mbak lanjutkan saja pekerjaannya." Kayra menyuruh pelayan cafe untuk segera menjauh dari mereka daripada harus terkena amukan Erlangga.


" Eh, kamu ini sekretarisnya Erlangga, kan?" Tiba-tiba suara Agnes terdengar mendekat ke arah Kayra


Kayra langsung membelalakkan matanya saat mendengar suara Agnes yang mengenalinya. Dia akhirnya menoleh ke arah Agnes. " I-iya, Mbak."


Agnes lalu memperhatikan sosok Erlangga yang saat ini tidak dikenalinya, karena saat ini pria itu mengenakan topi, kacamata hitam dan masker.


Merasa sedang diperhatikan Agnes, Erlangga langsung melingkarkan tangannya ke pinggang Kayra lalu mengajak Kayra pergi dari cafe itu.


" Eh, tunggu-tunggu!!" Agnes menghalangi langkah Kayra dan Erlangga.


" Ada apa, Mbak?" tanya Kayra berusaha bersikap tenang.


" Apa pria ini kekasih kamu?" tanya Agnes menyelidik.


Kayra menoleh ke arah Erlangga yang serba tertutup hingga tidak terlihat wajahnya. Namun dia bisa melihat Erlangga menganggukkan kepalanya sebagai kode untuk menjawab pertanyaan Agnes.


" Hmmm, iya, Mbak." sahut Kayra mengiyakan. Kayra tidak mungkin mengatakan jika Erlangga bukan siapa-siapa bagi dirinya apalagi saat ini Erlangga sedang memeluk pinggangnya.


" Oh kamu ini sudah punya kekasih, ya?" Agnes melipat tangan di dadanya. " Apa pacar kamu tahu kalau kamu sering menemani bos kamu sampai malam hari?" Sepertinya Agnes ingin membalas Kayra karena Erlangga membawa Kayra saat acara makan malam di rumah Krisna beberapa waktu lalu padahal acara itu disiapkan Helen untuk mendekatkannya dengan Erlangga.


" Apa kamu tahu, jika Kayra sering dibawa bosnya di luar jam kerja? Hati-hati, lho. Siapa tahu dia ini jadi simpanan bosnya itu. Bos nya itu tampan dan sering ditinggal istrinya yang seorang model." Agnes sengaja menyebarkan fitnah dengan tujuan mengacaukan hubungan Kayra dengan kekasihnya, itulah rencana yang tiba-tiba terlintas di benak Agnes.


Kayra menarik nafasnya yang seketika terasa sesak mendengar tudingan Agnes. Apa yang dikatakan Agnes memang benar jika saat ini dirinya adalah simpanan dari Erlangga karena pria itu merasa kesepian selalu ditinggalkan oleh Caroline.


Mendengar Agnes mengeluarkan kalimat-kalimat yang menyakitkan untuk di dengar Kayra, Erlangga segera membawa Kayra menjauh dari Agnes dan meninggalkan cafe juga Agnes yang merasa kesal karena ditinggalkan tanpa mendapatkan respon dari pria yang dia anggap kekasih Kayra.


" Kamu jangan mendengar apa yang dikatakan Agnes, dia itu wanita ular." Erlangga menyuruh agar Kayra tidak terpengaruh dengan perkataan Agnes karena dia melihat Kayra sedang menyeka air matanya.


" Inilah yang saya takutkan, Pak. Orang akan menganggap saya sebagai wanita penggoda, wanita simpanan Bapak. Dan Bapak memperistri saya karena Bapak merasa kesepian." Kayra tidak bisa menahan emosi karena tudingan yang diucapkan Agnes.


Erlangga menghentikan langkahnya, dia menarik pundak Kayra hingga tubuh wanita itu berhadapan dengannya saat mereka tiba di samping mobil Erlangga.


" Kamu tahu, Kayra. Saya akan menjadikan kamu istri saya satu-satunya. Mulai hari ini kamu harus siap menghadapi apapun yang akan menghadang keutuhan pernikahan kita. Jika ada yang menyakiti kamu, kamu harus berani melawan. Jangan biarkan mereka mengintimidasimu." Erlangga meminta agar Kayra bisa bersikap tegas dan tidak lemah menghadapi rintangan yang akan mereka hadapi dengan rumah tangganya kelak.


" Tapi bagaimanapun juga posisi saya tetap salah, Pak. Apa anggapan orang jika tahu saya ini wanita yang merebut suami orang namun saya masih mencoba melakukan pembelaan? Orang akan menganggap saya wanita yang tidak tahu diri." Kayra seketika terisak.


" Jangan perdulikan orang yang berkata buruk tentangmu, Kayra. Percaya pada dirimu sendiri jika kamu tidak seperti yang mereka pikirkan. Saya berjanji akan melindungi kamu dari orang-orang yang berani menyakitimu." Erlangga mengucapkan janjinya untuk selalu melindungi Kayra dari orang-orang yang akan menyakiti Kayra. Dia lalu membukakan pintu untuk Kayra agar Kayra segera masuk ke dalam mobilnya sebelum mereka berangkat menuju arah kantor Erlangga.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading .❤️


__ADS_2