MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Membuka Lembaran Baru


__ADS_3

Kayra menatap ke arah seberang di mana suaminya tadi memasuki sebuah toko yang dia duga adalah toko florist. Dia mengulum senyuman karena dia sudah dapat mengira-ngira apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu. Sudah ada dalam bayangannya jika Erlangga akan membeli bunga untuknya. Benar-benar romantis, kan? Kayra kembali tersenyum seraya menopang dagunya dengan tangan terus menatap ke arah toko bunga di mana Erlangga berada.


" Kayra ...!!"


Kayra terkesiap dari lamunannya saat terdengar suara seorang wanita memanggil namanya. Dia menolehkan wajahnya untuk mengetahui siapa orang yang mengenalinya dan memanggil namanya tadi.


Bola mata Kayra membulat sempurna begitu mengetahui jika Caroline lah yang ada di depannya saat ini. Dia bahkan bisa melihat aura kemarahan yang terlihat dari wajah cantik istri pertama Erlangga itu.


" I-ibu?" Kayra spontan berdiri, wajahnya pun seketika memucat. Pikirannya mendadak chaos, dia tidak tahu apakah Caroline tadi melihat dirinya bersama dengan Erlangga? Seketika itu juga dia merasa dunia sebentar lagi akan runtuh menimpanya.


" Breng sek, kamu! Dasar wanita ja lang!!" Amuk Caroline dengan memberikan sebuah tamparan keras di pipi kiri Kayra.


Plaaakkk


Kayra tersentak, wanita itu spontan memegangi pipinya yang terkena tamparan Caroline. Rasa sakit terkena pukulan di wajah dan kalimat-kalimat hinaan dari Caroline membuat pipinya langsung dibanjiri air mata.


" Ternyata kamu biang kerok selama ini! Kamu yang menjadi duri dalam rumah tanggaku dengan Erlangga! Dasar wanita murahan! Tidak tahu malu! Pantas saja Erlangga ngotot ingin berpisah, ternyata kamu yang mempengaruhinya! Berani sekali kamu menggoda suamiku, sia lan!! Kamu kasih apa Erlangga sampai dia mau menceraikanku, hahh!?" Cacian terus saja dilontarkan Caroline pada wanita yang dia kenal sebagai sekretaris suaminya itu dengan penuh emosi.


Amarah wanita yang berprofesi sebagai model yang sejak awal terpecik karena merasa kesal terhadap Wisnu kini semakin berkobar setelah menyaksikan sendiri perselingkuhan yang dilakukan oleh pria yang dia cintai bersama sekretaris dari suaminya itu. Caroline kembali menyerang Kayra dengan cacian pedas yang terus saja keluar dari mulutnya.


" Dasar pelakor ...!! Ja lang murahan ...!!" Tangan Caroline kembali terayun ke arah wajah Kayra, Kayra sendiri sudah pasrah wajahnya akan kena hantam tangan Caroline lagi. Kayra hanya bisa menangis, bahkan untuk berkata mengucapkan sanggahan atas kalimat-kalimat menyakitkan yang dilontarkan Caroline pun tidak sanggup dia lakukan. Kayra sangat malu apalagi saat ini dia dan Caroline sudah menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sekitar cafe dan yang lalu lalang di jalan.


" Singkirkan tanganmu, Caroline!!" Tiba-tiba suara terdengar menahan Caroline yang ingin menampar Kayra kembali.


***


Erlangga memesan buket bunga di toko florist di depan cafe yang dia dan Kayra singgahi. Setelah memesan dan melakukan pembayaran, dia menunggu bunga itu disiapkan oleh pegawai florist.


Pandangan mata Erlangga kemudian terarah ke arah cafe di mana Kayra tadi duduk menunggunya. Tiba-tiba dia tercengang ketika dia melihat seorang wanita menghampiri Kayra dan menampar keras pipi Kayra, apalagi saat dia mengetahui jika yang menampar Kayra adalah istri pertamanya.


" Caroline??"


Sontak Erlangga keluar dari toko florist itu karena dia yakin Caroline telah mengetahui keberadaannya bersama Kayra hingga Caroline menampar wajah Kayra. Erlangga bahkan berlari saat dilihatnya Caroline begitu emosi menyerang Kayra bahkan akan memukul Kayra kembali, namun tangannya dengan cepat mencekal tangan Caroline dan menahan tangan Caroline agar tidak menyentuh wajah Kayra lagi.


" Singkirkan tanganmu, Caroline!!"


Tangan Caroline tertahan oleh cengkraman kuat telapak tangan lebar milik Erlangga.


" Erlangga, kamu tega sekali mengkhianatiku! Ternyata selama ini kalian selingkuh di belakangku!!" Caroline seketika menangis mendapati suaminya itu ketahuan menduakan cintanya.


" Kamu tega, Erlangga!! Kenapa kamu lakukan ini padaku!? Kamu berselingkuh dengan ja lang ini! Apa yang sudah dia berikan sampai kamu tega menceraikan aku!?" Caroline berteriak histeris membuat orang yang lalu lalang memperlambat langkahnya karena penasaran dengan apa yang sedang terjadi saat itu.


" Hentikan hinaanmu, Caroline!! Jangan sekalipun berkata kasar terhadap Kayra!" geram Erlangga karena Caroline terus menghina Kayra.


" Oh, jadi kamu lebih membela selingkuhanmu ini daripada istri kamu sendiri, Erlangga!?" Caroline semakin geram melihat Erlangga justru tidak berpihak kepadanya.


" Apa ja lang ini sudah memberikan tubuhnya hingga kamu menurutinya dan menceraikan aku, Erlangga? Kamu bahkan membawanya pergi ke Eropa!" Nada bicara Caroline terdengar sangat kecewa. Dia memang sempat memperkirakan ada wanita lain di hati Erlangga hingga mengambil keputusan berpisah darinya. Namun dia tidak menduga jika wanita itu adalah Kayra, sekretaris Erlangga sendiri.


" Ini bukan salah Kayra, Caroline! Keputusan yang aku ambil untuk berpisah karena kamu tidak pernah menjadi istri yang seutuhnya untukku. Kamu lebih mementingkan karirmu daripada mengurus aku suamimu sendiri!" tegas Erlangga mencoba membela Kayra.

__ADS_1


" Kau ... dasar wanita murahan! Berani sekali kamu mengambil suamiku!!" Caroline yang murka kembali ingin menyerang Kayra namun Erlangga langsung melindungi Kayra dengan memeluknya, sementara Wisnu yang sejak tadi mengawasi segera mendekap tubuh Caroline yang mengamuk.


" Caroline ...! Tenangkan dirimu!! Kamu sedang menjadi pusat perhatian orang sekarang ini! Jangan sampai kejadian ini menghancurkan reputasimu!" Wisnu mencoba menenangkan Caroline.


" Lepaskan aku, breng sek! Aku ingin mencakar wajah palsunya!! Pura-pura lugu tapi munafik! Dasar ja lang murahan! Pela cur tidak tahu diri!" Berbagai sumpah serapah terus ditujukan Caroline terhadap Kayra, seakan ingin melampiaskan kekecewaannya terhadap sekretaris yang bekerja di kantor Erlangga yang dia anggap sebagai penyebab hancurnya rumah tangganya bersama Erlangga..


" Hentikan cacianmu itu, Caroline! Sudah aku katakan bukan Kayra yang bersalah!" Erlangga geram karena Caroline masih saja mencaki Kayra. Pria itu tidak terima Kayra terus disalahkan, apalagi Kayra semakin terisak karena merasa syok dan sedih.


" Kenapa kamu lebih memilih bersama dia daripada aku istrimu sendiri, Erlangga?" Tidak bisa dipungkiri betapa sakit hati Caroline dikhianati pria yang dicintainya.


" Hanya menunggu waktu kita akan berpisah, Caroline. Dan kamu sendiri tahu alasannya karena apa!?" Erlangga menatap Kayra yang menundukkan kepala dengan tangan menutupi pipinya yang ditampar Caroline.


" Kita pergi dari sini." Erlangga lalu mengajak Kayra menjauh dari Caroline karena sepertinya Caroline begitu sulit ditenangkan. Jika dia terus berdebat di sana mereka akan semakin menjadi pusat perhatian umum.


" Erlangga ...!! Jangan tinggalkan aku ...!!" Caroline terus berteriak dan ingin mengejar langkah Erlangga tetapi Wisnu menahannya.


" Caroline ...! Hentikan ...!! Orang akan menyangkamu gi la! Apa ini yang kamu inginkan!?" Wisnu mencoba menyadarkan Caroline yang tidak juga meredakan amarahnya.


" Perse tan dengan semua itu! Aku benci kalian semua ...!! Lepaskan aku, sia lan!!" Caroline meronta mencoba melepaskan diri dari rengkuhan tangan Wisnu yang begitu kencang mendekapnya. Apalagi saat itu Wisnu langsung mengangkat tubuh Caroline dan menaruh di pundaknya hingga membuat wanita itu terus berteriak.


***


Sepanjang perjalanan menuju hotel, Kayra terus saja menangis tersedu. Hari ini terasa seisi dunia menimpanya. Tak terbayangkan bagaimana malunya dilabrak di muka umum seperti tadi, hatinya pun terasa pilu. Seandainya saat ini posisinya berada di Jakarta, dia lebih memilih lari dari Erlangga, namun karena saat ini dia berada di negeri orang akhirnya dia hanya pasrah mengikuti sang suami.


" Maafkan, saya. Seharusnya saya tidak meninggalkan kamu sendirian tadi." Merasa bersalah karena tadi membiarkan Kayra sendiri hingga Caroline menyakiti Kayra, Erlangga menyampaikan permohonan maafnya. Dia tahu apa yang dilakukan Caroline sudah menyakiti hati Kayra.


" Saya tidak menduga jika Caroline ternyata ada di sini." Memang tidak pernah dia duga sebelumnya jika istri pertama yang hendak dia ceraikan berada di kota yang sama dengannya saat ini. Mungkin memang sudah waktunya hubungannya dengan Kayra harus diketahui oleh Caroline.


Tangan Erlangga mencoba mengurai tangan Kayra yang menutupi pipi sang istri, warna merah terlihat di pipi putih mulus Kayra.


" Pasti sakit sekali ..." Erlangga mengusap pipi Kayra, rasa bersalah semakin menyeruak di hatinya saat ini. " Jangan menangis terus, Kayra. Saya minta maaf, semua ini kesalahan saya." Erlangga memeluk dan menyadarkan tubuh Kayra ke dadanya.


" Ibu pasti akan membenci saya dan ini akan menjadi gosip di kantor nanti, Pak. Hiks ..." Kayra bahkan sudah membayangkan kabar yang beredar di Jakarta khususnya di kantor Mahadika jika Caroline membuka statusnya saat ini yang dianggap Caroline sebagai selingkuhan Erlangga.


" Kamu jangan khawatirkan hal itu, saya akan bicara dengan Caroline, dia harus tutup mulut agar tidak membuka soal hubungan kita di kantor Mahadika." Erlangga mencoba menenangkan Kayra yang memperlihatkan rasa cemasnya.


" Apa mungkin Ibu mau melakukan hal itu, Pak? Ibu pasti sakit hati terhadap saya. Ibu begitu marah, begitu kecewa terhadap saya ... hiks ...."


" Orang pasti akan mencaci saya, mereka pasti akan menganggap buruk terhadap saya. Orang pasti akan mengatakan saya wanita murahan, wanita penggoda, perusak rumah tangga orang ..." Teringat bagaimana caci maki Caroline terhadapnya tadi, Kayra merasakan hatinya seakan tercabik-cabik. Kayra menyadari jika Caroline merasa kecewa karena merasa dikhianati oleh Erlangga, namun dia pun sama-sama menjadi korban. Pernikahannya dengan Erlangga bukanlah keinginannya, bahkan dia berusaha menolak permintaan Erlangga yang ingin memperistrinya, namun yang dilakukannya gagal karena Erlangga lebih berkuasa sehingga lebih mudah menjebaknya sampai akhirnya dia berada di posisi yang menyulitkan seperti saat ini.


" Saya menikah dengan Bapak bukan karena kemauan saya, bukan karena saya menggoda Bapak. Saya tidak menginginkan jadi wanita simpanan Bapak, Bapaklah yang memaksa saya! Sekarang saya yang dituding tidak baik oleh Ibu, dikatakan wanita ja lang, pela cur ... entah julukan apa lagi yang akan orang berikan kepada saya, hiks ..." Kayra seolah melepaskan semua unek-uneknya kepada Erlangga, agar Erlangga mengerti karena sikap dan ulah Erlangga lah yang membuatnya berada di posisi sulit seperti sekarang ini.


Sementara Di dalam kamar hotelnya, Caroline terus saja terisak, dia merasa dunia seakan tidaklah adil kepadanya. Pria yang selama ini dia cintai ternyata tega berselingkuh di belakangnya.


Sedangkan Wisnu sengaja menemui Mr. Schiffer sendiri karena dia tidak mungkin membawa Caroline dengan kondisi seperti ini dan dia pun tidak mungkin membatalkan pertemuan dengan Mr. Schiffer.


" Kamu jahat Erlangga! Kenapa kamu lakukan hal ini kepadaku? Kenapa kamu lebih memilih wanita ja lang itu?" Suara tangisan yang terus terdengar di kamar hotel yang ditempati oleh Caroline, karena dia masih belum bisa menerima perlakuan Erlangga terhadapnya.


Ddrrtt ddrrtt

__ADS_1


Sebuah panggilan telepon masuk di ponselnya, dan Caroline mendapati nama Erlangga yang muncul di layar ponselnya itu. Tak butuh waktu lama Caroline dengan cepat mengangkat panggilan telepon dari Erlangga


" Halo, Erlangga?"


" Kita harus bicara, Caroline ...!" Suara Erlangga terdengar dingin di telinga Caroline. " Di mana kamu menginap sekarang?"


Mendengar Erlangga ingin bertemu dan berbicara dengannya, Caroline segera menyebutkan di mana dia menginap, dia dan Erlangga pun bersepakat bertemu di restoran hotel Caroline menginap. Caroline berharap Erlangga bisa merubah keputusannya jika mereka bicara nanti. Caroline akan berusaha agar hati suaminya kembali terbuka dan mau meninggalkan Kayra.


***


Erlangga tiba di restoran yang disepakati olehnya dan Caroline untuk bertemu. Erlangga harus berbicara empat mata dengan Caroline soal Kayra agar Kayra tidak terus tertekan seperti sekarang ini.


" Erlangga?" Caroline bangkit dari tempat duduk dan memeluk Erlangga saat melihat pria itu muncul di hadapannya. " Sayang, aku akan lupakan pengkhianatanmu, kita bisa memulai kembali hubungan kita. Aku akan meninggalkan karirku, aku akan memenuhi keinginanmu, aku bersedia hamil dan punya anak darimu, Sayang." Caroline berusaha membujuk Erlangga agar suaminya itu menggagalkan perceraiannya. Dia berharap mereka bisa menutup masa lalu mereka, pengkhianatan Erlangga dan juga pemer kosaan Wisnu, mereka berdua sama-sama bersalah, dan dia yakin hal itu bisa dia jadikan senjata untuk meluluhkan hati suaminya agar mencabut gugatan perceraiannya yang dia rasa belum terlambat.


" Lepaskan, Caroline." Erlangga menyingkirkan tangan Caroline yang sedang memeluknya. Dia pun kemudian menarik kursi dan mendudukinya agar Caroline tidak terus menempelnya.


" Erlangga aku mohon maafkan aku, aku juga akan memaafkan perselingkuhanmu. Kita bisa bisa membuka lembaran baru, tinggalkan wanita itu, akulah wanita yang kamu cintai, Sayang." Caroline kini menggenggam tangan Erlangga.


" Tidak, Caroline! Kisah kita sudah usai, dan kita tidak mungkin bisa bersama lagi!" Sebuah kalimat tegas terucap dari bibir Erlangga.


" Kenapa, Erlangga? Aku bisa memaafkan perselingkuhanmu dengan si ja lang itu, tapi kamu tidak bisa memaafkanku?" Caroline merasa kecewa karena merasa Erlangga tidak adil kepadanya.


" Berhentilah menghina Kayra, Caroline!" bentak Erlangga karena Caroline tidak bisa berkata sopan tentang Kayra.


" Kamu tidak ingin aku menghina dia? Wanita yang sudah merebut suamiku sendiri?" Dengan tertawa Caroline mencibir Kayra.


" Apa kamu ingin aku berterimakasih kepadanya karena dia sudah menghancurkan rumah tanggaku? Mengambil suamiku? Dan menjadi ja lang suamiku!?" Caroline terlihat geram Erlangga sama sekali tidak memperdulikan perasaannya.


" Hentikan hinaanmu, Caroline!" hardik Erlangga.


" Apa sih hebatnya dia sampai kamu membelanya seperti ini, Erlangga!?" Caroline merasa tidak terima Erlangga terlalu membela Kayra, karena bagaimanapun juga dia merasa dia lebih segala-galanya dari Kayra dan dialah yang didzolimi dalam hal ini.


" Dia memberikan apa yang tidak bisa kamu berikan kepadaku, Caroline!" Terus dipancing Caroline, akhirnya Erlangga mengatakan apa yang dia dapatkan dari Kayra yang tidak bisa Caroline lakukan selama menjadi istrinya. Perhatian dan pengertian yang selama ini ditunjukkan Kayra memang jarang dia dapatkan dari Caroline selama mereka menikah karena Caroline lebih mementingkan karirnya daripada statusnya sebagai istri.


" Hebat sekali pela curmu itu, Erlangga. Sampai bisa mengalahkanku!" senyuman getir berubah sinis terbentuk di sudut bibir Caroline.


" Dia istriku, Caroline! Saat ini Kayra adalah istriku! Jangan pernah kau hina dia seperti itu!"


Seketika Caroline tersentak kaget mendengar pengakuan Erlangga soal status Kayra. Seraya tersambar petir di siang hari seketika tubuh Caroline melemas mendapati kenyataan jika suaminya itu telah menikahi wanita lain tanpa sepengetahuannya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2