MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Berada Di Sarang Cinta


__ADS_3

Kayra mengikuti langkah Erlangga yang menyuruhnya untuk kembali ke tempatnya. Kayra sendiri tidak enak hati dengan Rivaldi karena sikap Erlangga yang terlalu keras terhadap Rivaldi. Apalagi Erlangga sampai menyuruh Rivaldi membuat surat pengunduran diri.


Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sikap Rivaldi terhadapnya. Selama Erlangga tidak memberitahukan tentang statusnya saat ini, dia rasa siapapun berhak dekat dengannya. Namun sejujurnya Kayra juga tidak ingin orang tahu jika status dia adalah istri siri Erlangga.


" Saya sudah katakan apa yang saya makan, itu juga yang harus kamu makan. Kenapa kamu memesan makanan untuk saya sedangkan kamu memilih menu makanan lain? Apa kamu sengaja ingin bersama dengan Rivaldi itu?" Setelah sampai ruangan Erlangga, pria itu langsung menprotes sikap Kayra yang pergi ke kedai soto tanpa ijin darinya.


" Tidak, Pak. Saya tidak tahu jika Pak Aldi akan ke sana." Tuduhan Erlangga yang mengira Kayra sengaja ingin bersama dengan Rivaldi segera ditepis oleh Kayra.


" Apa kamu tidak menyadari jika Rivaldi itu menyukaimu? Kamu ini istri saya, Kayra! Seharusnya kamu tidak dekat-dekat dengan dia! Jangan sampai Rivaldi itu mengira kamu memberi harapan kepadanya!" Sebagai suami Kayra tentu Erlangga tidak suka Kayra didekati oleh pria yang terang-terangan menyukai istrinya itu hingga dia melayangkan protes kepada Kayra.


" Saya rasa tidak ada yang salah dengan sikap Pak Aldi terhadap saya karena Pak Aldi tidak mengetahui jika saya adalah istri simpanan Bapak! Dan selama karyawan di sini tidak tahu jika Bapak telah menikahi saya, selamanya mereka akan menganggap saya adalah wanita single dan pria manapun punya kesempatan untuk bisa dekat dengan saya, Pak!" Mendengar perkataan Erlangga yang hanya memikirkan egonya sendiri Kayra merasa kesal hingga akhirnya dia berani beradu argumen dengan Erlangga.


Erlangga menatap ke arah Kayra karena wanita itu berani melawan perkataannya.


" Saya mohon pada Bapak agar Bapak tidak memperlihatkan keperdulian Bapak kepada saya di hadapan karyawan lain. Hal ini akan menimbulkan kecurigaan di antara karyawan kantor ini, Pak. Pak Aldi saja tadi sudah mencurigai jika saya mempunyai hubungan spesial dengan Bapak. Saya tidak ingin semua karyawan mencemooh saya sebagai perebut suami orang apalagi jika mereka tahu Bapak akan bercerai dengan Ibu Caroline," lirih Kayra, dia berharap Erlangga bisa mengerti akan posisinya saat ini.


" Saya sudah katakan ...."


" Saya mengerti Bapak berjanji akan melindungi saya, tapi saya minta Bapak mengerti kondisi saya saat ini, Pak. Saya ini orang kecil, saya tidak punya kuasa yang bisa membungkam mulut semua orang untuk tidak menggunjingkan saya. Orang akan tetap menganggap saya berada di posisi yang salah." Kayra tak tahan membendung air matanya. Sikap Erlangga yang terlalu berlebihan memperlihatkan keposesifannya bagaikan bomerang dan bom waktu yang akan meledak kapan saja.


Erlangga mendengus seraya mengusap kasar wajahnya. Dia sendiri tidak habis pikir kenapa dia tidak dapat mengendalikan dirinya terhadap Kayra. Dia menyadari jika dia terlalu mengekang Kayra apalagi jika melihat Kayra berdekatan dengan pria lain.


" Saya harap Bapak bisa menjaga sikap Bapak agar tidak berlebihan terhadap saya, terutama di kantor ini agar karyawan lain tidak mencurigai hubungan saya dengan Bapak yang sebenarnya. Saya janji saya tidak akan dekat dengan pria manapun, Pak." Kayra sampai bersumpah jika dia tidak akan dekat dengan pria manapun agar Erlangga tidak melakukan tindakan yang akan mengundang kecurigaan orang lain.


" Baiklah, saya akan bersikap wajar terhadap kamu, tapi kamu harus pegang janjimu itu untuk tidak membiarkan pria manapun mendekatimu termasuk Rivaldi!" Akhirnya Erlangga berjanji akan menjaga sikapnya dan tidak memperlihatkan kepeduliannya terhadap Kayra agar orang lain, khususnya karyawan di kantornya tidak mencurigai tentang status Kayra yang adalah istrinya.


Sementara itu di ruangannya, Rivaldi merasa kesal dengan ancaman yang diucapkan Erlangga kepadanya. Dia merasa jika bosnya itu terlalu arogan dan meremehkannya.


" Si al! Dia pikir dia itu siapa berani mengertakku!?" Dengan menggebrak meja, Rivaldi mengumpat Erlangga dengan kesal. Tangannya segera menyambar ponsel dan menghubungi seseorang dari ponselnya itu.


" Halo, Jimmy. Saya punya tugas untukmu. Cepat kamu cari informasi tentang kehidupan pribadi Erlangga Mahadika Gautama, terutama kedekatan dia dengan sekretarisnya yang bernama Kayra Ainun Zahra. Selidiki secepatnya dan laporkan kepada saya!" perintah Rivaldi kepada seseorang yang dia panggil dengan nama Jimmy.


" Baik, Bos. Akan saya selidiki secepatnya." Suara pria bernama Jimmy itu terdengar di ponsel Rivaldi menjawab perintah yang diberikan Rivaldi kepadanya.


Setelah mendengar jawaban diri Jimmy, Rivaldi segera mengakhiri panggilan teleponnya itu dengan seringai tipis di sudut bibirnya.


" Kamu pikir saya akan hancur jika kamu pecat saya dari sini, Erlangga?! Kita lihat saja, siapa yang akan hancur? Saya atau kau?!" Aura gelap langsung terlihat di wajah Rivaldi saat menebar ancaman itu untuk Erlangga.


***


Sore harinya Kayra minta Erlangga mengantarnya ke rumah tempat tinggalnya bersama Ibu Sari. Sehari saja tidak bertemu dengan Ibunya itu rasanya banyak hal yang mesti diceritakan kepada Ibunya, terutama soal dirinya yang sudah menyerahkan kesuciannya kepada Erlangga dan yang lebih penting adalah soal rencana gugatan cerai Erlangga kepada Caroline yang kemungkinan akan mempengaruhi nasib dia ke depannya akan seperti apa.


Dan Erlanggak pun memilih menginap di rumah Kayra karena dia merasa tidak menemukan kenyamanannya di rumahnya sendiri. Terutama sejak pertengkarannya dengan Caroline. Bahkan sejak pagi panggilan telepon juga pesan dari Caroline tidak juga ditanggapi olehnya. Erlangga benar-benar ingin menutup kisahnya dengan Caroline sehingga dia merasa tidak perlu pulang ke rumah yang selama ini dia tempati bersama istri yang sebentar lagi akan diceraikannya itu.

__ADS_1


" Kayra, Ibu khawatir gugatan cerai Nak Erlangga itu akan berdampak buruk terhadap kamu." Sikap insecure langsung menghinggapi perasaan Ibu Sari sebagai Ibu dari Kayra.


" Kayra juga merasakan hal yang sama, Bu. Sepertinya jalan Kayra ke depan akan semakin berat dan terjal. Kayra sendiri tidak tahu, apakah Kayra sanggup menghadapi rintangan di depan atau tidak?" Rasa pesimis Kayra terasa lebih kuat daripada rasa percaya diri dia untuk menghadapi persoalan yang mungkin akan terjadi kepadanya.


" Ibu hanya bisa membantu doa agar kamu selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari orang-orang yang akan menyakiti kamu, Nak." Sebagai seorang ibu tak henti-henti Ibu Sari meminta kepada Yang Kuasa agar Kayra dijauhkan dari bahaya dan kesulitan.


" Aamiin, terima kasih, Bu. Kayra memang berharap Ibu selalu mendoakan Kayra." Kayra sangat percaya, doa seorang Ibu sangatlah mujarab.


" Bu, apa Kayra masih harus lanjut minum pil KB?" tanya Kayra mengingat dirinya tidak mengkonsumsi pil itu namun dia sudah berhubungan badan dengan suaminya beberapa kali.


" Kalau kamu memang tidak ingin hamil, kamu masih bisa lanjut minum, Kayra." Setelah membaca artikel tentang efek jika lupa minum pil KB namun melakukan hubungan in tim, Ibu Sari langsung menjelaskan kepada Kayra.


" Tapi Pak Erlangga menginginkan mempunyai anak dari Kayra, Bu. Pak Erlangga bilang dia ingin mempunyai keturunan. Selama ini keinginannya itu tidak mendapatkan respon dari Ibu Caroline karena profesi Ibu Caroline sebagai model. Kayra takut kalau Pak Erlangga tahu Kayra memakai pil KB, Pak Erlangga akan marah besar." Pengakuan Erlangga tentang keinginan memiliki anak darinya membuatnya harus berpikir ulang untuk terus mengkonsumsi alat pencegah kehamilan itu.


" Jadi kamu tidak masalah kalau nanti hamil, Kayra? Lalu bagaimana kamu menghadapi orang-orang di kantor kalau tahu kamu hamil?" tanya Ibu Sari mengkhawatirkan jika sampai Kayra menjadi omongan orang karena kehamilan Kayra padahal mereka tahu Kayra belum menikah.


" Jika sampai Kayra hamil dan status Kayra sebagai istri Pak Erlangga belum diketahui orang kantor, sepertinya Kayra akan resign dari sana, Ma. Kayra masih punya uang tabungan untuk melahirkan nanti." Kayra sudah memikirkan jika akhirnya dia sampai hamil. Dia memilih resign dan akan membesarkan anaknya itu. Walaupun dia tahu Erlangga tidak akan menelantarkannya, namun dia juga harus mempunyai rencana cadangan jika pernikahannya ditolak dan tidak diakui keluarga Erlangga.


" Apapun keputusan kamu, Ibu hanya berharap itu adalah yang terbaik untukmu, Nak." Ibu Sari menepuk pundak Kayra membuat Kayra akhirnya memeluk tubuh Ibunya itu, karena saat ini hanya Ibunya orang yang dapat mengerti posisinya saat ini.


***


Kayra berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya setelah berbincang dengan Ibu Sari, karena dia sudah terlalu lama meninggalkan Erlangga. Namun saat dia hendak membuka pintu kamar, Erlangga yang ingin menyusul Kayra membuka pintu kamar dari dalam.


" Apa saya punya peluang untuk kabur?!" Menanggapi tuduhan suaminya, Kayra menyindir balik Erlangga. Dia merasa kesal karena sifat pemaksa Erlangga membuat dia tidak dapat berbuat apa-apa selain menuruti apa yang diinginkan oleh pria itu.


" Tentu saja saya tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini." Erlangga menyeringai mengikuti langkah Kayra yang masuk ke dalam kamar. Pria itu kemudian memeluk Kayra dari belakang.


" Apa kamu sudah sembahyang?" tanya Erlangga sambil mencium ceruk leher Kayra.


" Bapak tidak perlu mengingatkan saya soal ibadah saya, seharusnya Bapak menanyakan hal itu untuk diri Bapak sendiri!" sindir Kayra mengingat dia tidak pernah melihat suaminya itu menjalankan kewajibannya sebagai umat muslim.


" Nanti saya akan sembahyang kalau saya sudah siap." Erlangga seakan tidak terpengaruh dengan sindiran yang diucapkan oleh Kayra untuknya.


" Menjalankan kewajiban sholat lima waktu bukan karena siap atau tidak siap. Itu sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim. Bagaimana Bapak akan menjadi pemimpin rumah tangga yang baik untuk istri dan anak-anak Bapak nantinya kalau Bapak tidak bisa memberikan contoh yang baik untuk keluarga Bapak?!" ketus Kayra. Keinginan Kayra mempunyai suami yang bisa menjadi imam yang baik bagi keluarganya membuatnya melampiaskan kekesalannya dengan mengatakan kalimat sindiran tadi kepada Erlangga


Pelukan Erlangga di pinggang Kayra merenggang saat mendengar kata-kata Kayra. Dia lalu memutar tubuh Kayra hingga saat ini menghadap ke arahnya.


" Saya sudah lama tidak melakukan sembahyang. Mungkin saat masih kecil saya menjalankan sembahyang lima kali sehari. Sekarang ini saya hanya sembahyang ketika menyambut hari raya. Saya sendiri sudah lupa bagaimana bacaannya," aku Erlangga jujur tanpa rasa malu.


Kayra menghempaskan nafas dengan kasar, sudah pasti rasa kecewa dia rasakan mengetahui suaminya itu jauh dari harapannya.


" Saya janji akan belajar sembahyang lagi tapi dengan syarat ...."

__ADS_1


" Melakukan kewajiban lima waktu itu tidak harus pakai syarat! Itu kewajiban yang harus dijalani Bapak jika Bapak mengaku seorang muslim!" Ucapan Erlangga langsung dipotong Kayra saat Erlangga bersedia menjalankan kembali ibadahnya sengan syarat yang dia tentukan.


" Oke, oke ... nanti saya akan belajar sembahyang lagi." Erlangga mengangkat tangannya ke atas seolah menyerah beragumentasi dengan Kayra. Dia pun mengalah dengan menyetujui apa yang diminta oleh Kayra.


" Aakkhh ... turunkan saya, Pak!" Suara pekikan Kayra terdengar saat Erlangga tiba-tiba mengangkat tubuh Kayra dengan kedua lengan berototnya.


Namun Erlangga tidak memperdulikan penolakan Kayra bahkan sekarang ini Erlangga sudah membaringkan tubuh Kayra di atas tepat tidur dan langsung mengungkung dengan tubuh berototnya.


" Bapak mau apa lagi?" Kayra tahu jika suaminya itu pasti akan mengajaknya melakukan aktivitas seperti semalam dan pagi tadi.


" Saya ingin mengulang seperti semalam. Saya sangat menyukai suara de sahanmu, Kayra." Kini leher Kayra sudah mulai diabsen oleh Erlangga.


" Tapi pagi tadi 'kan sudah, Pak." Rasanya Kayra tidak sanggup jika harus melayani suaminya itu pagi dan malam hari.


" Tidak ada larangan untuk melakukannya lebih dari sekali setiap hari." Bahkan tangan Erlangga sudah mulai aktif menyentuh tubuh Kayra.


" Tapi, Pak ...."


" Tidak ada tapi, kamu hanya tinggal nikmati saja." Erlangga langsung melepas baju piyama yang dia kenakan di tubuhnya.


Kayra memberingsut menjauh saat Erlangga sibuk melepas pakaiannya. Dia ingin menghindar dari serangan suaminya, namun tangan Erlangga lebih gesit hingga dia sanggup menghalangi gerakan Kayra, bahkan dia sudah berhasil memutar tubuh Kayra hingga saat ini Kayra berposisi tidur terlungkup.


Kayra menarik nafas lega karena posisi dia saat ini dirasanya cukup aman karena Erlangga akan kesulitan untuk melakukan hubungan in tim, itulah yang terpikir di benaknya yang memang masih sangat polos dalam urusan gaya dalam bercinta.


Namun Kayra seketika membelalakkan matanya saat merasakan tangan Erlangga sudah menurunkan celana piyama dan juga CD miliknya. Telapak tangan lebar Erlangga bahkan mulai meremas bagian belakang Kayra yang terlihat putih mulus dan kencang. Erlangga lalu menarik pinggang Kayra hingga berposisi seperti orang bersujud.


" Aaakkhh, Pak ...!" Kayra melenguh saat dia merasakan intinya sudah Erlangga kuasai dengan jari dan indra perasa pria itu. Tubuh Kayra terus menggeliat merasakan geli dan nikmat secara bersamaan.


" Aaakkkkkhh ...!!" Suara pekikkan kencang terdengar dari mulut Kayra saat Erlangga melakukan penyatuan. Apalagi saat Erlangga mulai bergerak membuat Kayra harus menggigit bantal di depannya agar suara-suara yang keluar dari mulutnya tidak terdengar jelas yang akan menimbulkan suara berisik ruangan kamar yang memang sangat nyaman itu.


Sentuhan yang dilakukan Erlangga kali ini semakin membuat Kayra benar-benar seperti melayang di angkasa. Dia tidak menampik kenikmatan luar biasa yang dia rasakan saat ini begitu memabukkan baginya.


" Ooouugghh ... sh* it,! Hmmm ... ssshhh ..." Tak beda jauh dengan Kayra, Erlangga pun merasakan kenikmatan serasa berada di sarang cinta. Erlangga mengerang, mendesis menikmati candu baru untuknya. Menyentuh Kayra saat ini adalah keharusan baginya. Menyentuh Kayra membuat hidupnya semakin bersemangat. Kayra bagaikan vitamin yang sanggup membuat dirinya berga irah.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2