MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Kontraksi Palsu


__ADS_3

Satu bulan kemudian


" Bagaimana, Dok? Apa istri saya sudah akan melahirkan?" satu minggu jelang HPL, Erlangga membawa Kayra ke rumah sakit untuk diperiksa oleh dokter kandungan, karena sejak pagi tadi istrinya itu mengeluh sakit perut, ditambah sudah keluar flek di celananya selepas Sholah Shubuh.


Takut jika istrinya itu akan segera melahirkan saat itu juga, Erlangga sampai senewen dan membawa istrinya itu segera ke rumah sakit. Meskipun Ibu Sari sudah mengatakan hal itu adalah hal yang wajar terjadi beberapa hari sebelum persalinan, nyatanya Erlangga tetap membawa Kayra ke rumah sakit dengan segala perlengkapan ibu melahirkan dan pakaian untuk sang bayi.


Erlangga bahkan masih memakai piyama tidurnya sepanjang lutut saking grogi dan takut anaknya keburu keluar sebelum sampai di rumah sakit.


" Posisi adik bayi sudah bagus tapi belum ada tanda-tanda akan keluar dalam satu dua hari ini, Tapi, kemungkinan lebih cepat dari perkiraan satu Minggu ke depan," jelas Dokter Amanda.


" Tapi, istri saya merasakan perutnya kram seperti ingin melahirkan dan keluar flek. Itu kenapa, Dok?" Erlangga benar-benar cemas jika kehamilan istrinya itu mengalami sesuatu yang buruk.


" Yang dialami Ibu Kayra itu kontraksi palsu, Kontraksi palsu pada Ibu hamil itu suatu hal yang sering terjadi. Tapi, tidak perlu khawatir, Pak Erlangga. Meskipun membuat Ibu hamil tidak nyaman, tetapi kontraksi palsu juga bermanfaat untuk mengencangkan otot rahim, sekaligus melancarkan aliran darah ke plasenta. Mungkin kontraksi palsu memang tidak dapat membantu melebarkan leher rahim. Namun, kontraksi palsu ini bisa membantu serviks menjadi lebih lunak dan menipis sebagai cara untuk menyambut kelahiran nantinya." Dokter Amanda kembali menjelaskan.


" Interval rasa sakit di perutnya juga tidak terlalu sering 'kan, Bu Kayra?" tanya Dokter Amanda.


" Iya, Dok. Sekarang tidak terasa sakit. Tapi, selepas Shubuh tadi rasanya seperti ingin melahirkan," jawab Kayra.


" Untuk mengatasi kontraksi palsu bisa melakukan aktivitas ringan lebih banyak seperti berjalan. Memperbanyak waktu istirahat. Minum su su atau teh hangat. Berendam dengan menggunakan air hangat juga bagus agar tubuh cukup rileks." Dokter Amanda memberikan beberapa saran yang harus dilakukan oleh Kayra.


" Lalu, apa saya harus menginap di sini sekarang, Dok? Kalau memang kemungkinan saya tidak akan melahirkan dalam waktu satu atau dua hari ini, sebaiknya saya pulang saja ya, Dok?" Kayra tidak ingin terlalu lama berada di rumah sakit tentunya. Bagaimanapun juga di rumah lebih nyaman baginya.


" Tapi, Sayang ... bagaimana jika kamu merasakan seperti ini lagi?" Erlangga tidak setuju dengan keinginan istrinya. " Kalau kamu di sini, jika terasa seperti tadi lagi, bisa langsung ditangani oleh dokter," lanjutnya.


" Mas, tadi dokter 'kan sudah kasih tahu apa yang harus dilakukan jika mengalami kontraksi palsu lagi ..." Kayra menepuk lengan suaminya mencoba menenangkan suaminya yang terlihat senewen.


" Apa yang dikatakan Ibu Kayra benar, Pak Erlangga. Lebih nyaman beristirahat di rumah daripada menginap di rumah sakit beberapa hari di sini sebelum melahirkan. Pak Erlangga dan Ibu Kayra bisa melakukan hubungan suami istri untuk membantu jalan lahir si bayi ini." Seraya tersenyum Dokter Amanda menyarankan hal yang banyak dilakukan pasangan suami istri jika sang istri sedang hamil besar untuk membantu mempercepat proses persalinan.


Apa yang dikatakan Dokter Amanda membuat wajah Kayra merona, dia bahkan tersipu malu mendengar sang dokter membahas soal hubungan suami istri. Berbeda dengan Erlangga yang menyeringai diingatkan soal aktivitas itu.


" Tapi, apa itu benar aman dilakukan, Dok?" Dia justru terus membahasnya.


" Aman, tapi sebaiknya pasangan bisa mengendalikan has rat sek sualnya. Untuk suami agar tidak melakukan penetrasi terlalu cepat atau terlalu dalam. Biasanya, ibu yang sedang hamil tua tidak merasa nyaman dengan penetrasi yang terlalu dalam." Kembali Dokter Amanda menerangkan.

__ADS_1


" Dan untuk gaya bercinta, gunakan yang aman untuk Ibu hamil ya!" sambungnya kemudian kembali dengan tersenyum.


" Gaya apa yang aman untuk istri saya, Dok?" Tanpa ada rasa malu dan canggung, Erlangga bertanya kepada Dokter Amanda.


" Mas ...!" Karya langsung mencubit paha Erlangga karena suami itu masih saja membahas soal hubungan in tim dengan Dokter Amanda.


" Untuk itu, Pak Erlangga bisa cari informasi soal itu di internet. Banyak rekomendasi gaya yang bisa dipakai. Tapi, mesti diingat juga, dilakukan saat Ibu Kayra dalam keadaan nyaman, tidak sedang mengalami keluhan." Melihat Kayra memprotes, Dokter Amanda menyuruh Erlangga mencari informasi via internet.


" Kalau begitu, kami permisi pulang dulu, Dok." Kayra langsung berpamitan kepada Dokter Amanda. Dia tidak ingin suaminya terus menerus bertanya soal aktivitas suami istri.


" Baik, Bu Kayra. Semoga sehat-sehat selalu Ibu Kayra dan calon baby nya ini ya!?" Dokter Amanda mengusap perut Kayra yang sudah semakin membesar.


" Aamiin, Dok." sahut Kayra dan Erlangga berbarengan.


***


" Sayang, ini su sunya." Jelang tidur, Erlangga menyodorkan segelas su su hamil kepada Kayra yang duduk di tempat tidur menonton acara televisi.


* Sayang, apa kamu tidak merasakan sakit seperti kemarin pagi lagi?" tanya Erlangga setelah menaruh gelas di atas nakas lalu duduk di samping istrinya.


" Alhamdulillah sudah tidak, Mas." jawab Kayra tanpa merasa curiga dengan pertanyaan suaminya.


" Kalau kamu tidak merasa sakit, bagaimana kalau kita melakukannya? Sebagai Papa yang baik, aku ingin menuntun anak kita ke jalan yang benar," seloroh Erlangga seraya memainkan alisnya turun naik.


Kayra menoleh ke arah Erlangga mendengar suaminya itu mengatakan hal tersebut. Dan dia mendapati tatapan me sum sang suami terhadapnya.


" Maksud, Mas?" Kali ini Kayra paham apa yang diinginkan oleh sang suami. Namun, dia berpura-pura tidak mengerti.


" Maksudku, kita lakukan hubungan suami istri sekarang!" Erlangga langsung menjatuhkan tubuh Kayra dan menciumi leher Kayra membuat Kayra tertawa geli.


" Ya ampun, Mas. Jangan kasar, deh!" protes dilakukan Kayra sambil tertawa.


" Kamu ingin pakai gaya apa, Sayang? Side by side? Edge of the bed? Women On Top? Spooning? Reverse Cowgirl? Atau On The Chair?" Erlangga menyebutkan beberapa gaya yang sering dia mereka lakukan saat bercinta.

__ADS_1


Kayra mengerutkan keningnya mendengar istilah-istilah yang disebutkan oleh sang suami. Dari deretan istilah itu hanya Women On Top yang dia ketahui, walaupun yang lainnya sering mereka lakukan. Namun, dia tidak mengenal istilah-istilahnya.


" Hmmm, yang nyaman saja deh, Mas. Yang tidak membuat aku lelah ..." Kayra menyerahkan pilihan kepada sang suami.


" Pakai yang spooning saja ya?" Erlangga minta persetujuan sang istri.


" Spooning itu yang gimana, Mas?" tanya Kayra kemudian.


Erlangga terkekeh, dia lalu mendorong tubuh sang istri agar berposisi membelakanginya, kemudian dia memeluk tubuh Kayra dari belakang.


" Seperti ini, Sayang." bisik Erlangga seraya menciumi ceruk sang istri melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum mereka melakukan gerakan inti percintaan mereka.


" Seperti ini nyaman, kan?" tanya Erlangga setelah mereka menyelesaikan pemanasan dan Erlangga sudah mulai melakukan penyatuan dengan istrinya. Dia bergerak perlahan dan tidak terlalu dalam sesuai anjuran Dokter.


Kayra hanya mengangguk, dia hanya berkonsentrasi pada rasa nikmat yang dia dapatkan dengan penyatuan mereka.


" Mau ganti gaya lain?" tanya Erlangga kembali.


Kayra menggelengkan kepalanya. Baginya dalam kondisi hamil cukup besar seperti ini, tidak terlalu berminat berganti-ganti gaya bercinta.


" Aku mencintaimu, Kayra." bisikan Erlangga di telinga Kayra membuat Kayra menoleh ke belakang menatap wajah sang suami yang begitu tampan di matanya.


Kayra hanya tersenyum dan mengangguk seraya mengusap dan menarik wajah suaminya meminta untuk berciuman membuat percintaan mereka terasa begitu hangat.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2