MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Mempersulit Keadaan


__ADS_3

Erlangga meletakkan tubuh Kayra yang terlelap di atas tempat tidurnya, Sejak di mobil dalam perjalanan pulang dari rumah Krisna, istrinya itu tertidur dan Erlangga tidak berniat untuk membangunkannya, karena dia merasa kasihan melihat Kayra yang sepertinya sudah dalam kondisi mengantuk berat.


Erlangga melepas sepatu flat yang digunakan Kayra tadi, ia lalu membersihkan make up tipis di wajah Kayra, karena dia selalu memperhatikan istrinya membersihkan wajahnya sebelum tidur.


" Selamat tidur, istriku. Mimpi indahlah dalam tidurmu ..." Erlangga mengakhiri kalimatnya dengan membenamkan kecupan di kening Kayra, setelah itu menarik selimut untuk menutupi tubuh sang istri.


Erlangga mengurungkan niatnya beranjak ke arah lemari untuk mengganti pakaiannya saat ponselnya berbunyi. Dia segera mengambil ponselnya dan melihat nama Henry di layar ponselnya itu.


" Ada apa, Hen?" tanya Erlangga menjawab panggilan telepon dari sahabatnya itu.


" Lang, coba kamu lihat foto yang aku kirimkan, apa kau mengenal orang-orang di foto itu?" tanya Henry, membalas ucapan Erlangga.


" Foto? Foto apa?" tanya Erlangga, dia lalu membuka pesan masuk di ponselnya untuk melihat foto yang dimaksud oleh Henry.


Sorot mata Erlangga menatap tajam foto yang dikirimkan oleh Henry hingga membuat kedua alisnya hampir bertautan.


" Dari mana kau mendapatkan foto itu, Henry?" tanya Erlangga dengan nada serius.


" Emma, dia sedang bersama teman-temannya di cafe dan dia mengirimkan itu kepadaku. Emma mendengar kedua orang itu menyebut namamu, Kayra dan juga Agnes. Emma bilang mereka berencana bekerjasama memisahkan kau dan Kayra." Henry menceritakan apa yang didengar Emma saat sedang berada di cafe sebuah hotel mewah bersama teman-temannya. " Siapa mereka, Lang?" tanya Henry penasaran.


" Orang yang memakai baju warna biru tua itu si Rivaldi, satu orang lagi yang bersama dia aku rasa itu adalah anak buahnya yang bernama Jimmy. Rivaldi itu orang yang aku ceritakan pernah menyuruh orang mengawasiku. Hubungan dengan Agnes, aku rasa karena Agnes menyewa orang untuk memfitnah Kayra, dan orang yang disewa Agnes ternyata anak buah Jimmy." Erlangga menceritakan kepada Henry soal hubungan antara Rivaldi, Jimmy dan juga Agnes.


" Si Agnes menyewa orang untuk memfitnah Kayra? Wah, gi la wanita itu, jangan sampai dia menjadi istrimu, Lang." Henry terkekeh meledek Erlangga, karena dia sering mendengar cerita dari Erlangga, jika Helen sangat menginginkan Agnes menjadi istri Erlangga.

__ADS_1


" Si al, kau! Mana mungkin dia menjadi istriku! Aku sudah mempunyai istri, aku sudah mempunyai Kayra!" Erlangga menangkis sindiran Henry.


" Hahaha, siapa tahu, Lang?! Kau sudah punya Caroline, tapi kau bisa memperistri Kayra." Henry kembali meledek sahabatnya itu.


" Seandainya di dunia ini tidak ada wanita lain sekalipun, aku tidak akan sudi menikahi wanita itu!" Kebencian Erlangga terhadap Agnes semakin bertambah, karena Agnes berusaha menjatuhkan dan merusak nama baik Kayra di hadapan banyak orang termasuk ke karyawan perusahaan milik Erlangga, PT. Mahadika Gautama.


" Lalu bagaimana kau menghadapi mereka, Lang? Mereka bersatu untuk memisahkan kamu dan Kayra, dan sepertinya mereka tidak main-main dengan ucapannya mereka." Sebagai sahabat dari Erlangga tentu saja Henry sangat khawatir.


" Aku sudah memperketat pengawalan terhadap Kayra, sejauh ini apa yang direncanakan oleh Agnes dan Jimmy bisa terendus oleh anak buah Bondan." Erlangga menjelaskan jika dia sudah mengantisipasi semua tindakan Agnes juga Jimmy.


" Dan apa anak buahmu sudah mengetahui soal perbincangan mereka di cafe itu? Seandainya Emma tidak memberitahu soal ini, apa kau tahu jika mereka kini bekerjasama, Lang?" Henry menganggap Erlangga belum maksimal memantau pergerakan orang suruhan Agnes dan Rivaldi, bahkan menganggap anak buah Bondan 'kecolongan' dengan pertemuan antara Jimmy dan Rivaldi.


" Waktu kami tahu jika orang suruhan Agnes ternyata salah seorang anak buah Jimmy, kami sudah mengantisipasi kemungkin jika Agnes dan Rivaldi akan bekerjasama. Kalau masalah pertemuan antara Jimmy dan Rivaldi yang luput dari pantauan anak buah Bondan, aku percaya Bondan punya rencana tersendiri untuk mengatasinya." Erlangga begitu percaya diri membanggakan kinerja Bondan dan anak buahnya. " Lagipula aku dan Kayra itu orang-orang baik, orang baik itu selalu dilindungi dari orang-orang jahat, bagaimanapun caranya. Dan kau tahu sendiri, ketika anak buah Bondan tidak mengetahui pertemuan antara Rivaldi dan Jimmy, Emma datang sebagai malaikat penolong kami, kan?" Erlangga patut berterima kasih kepada Emma yang telah memberikan informasi seputar pertemuan Rivaldi dengan Jimmy.


Semalam, setelah acara makan malam, Helen segera menghubungi Agnes, dia meminta untuk bertemu Agnes keesokan harinya. Tentu saja informasi yang dia dapat dari Erlangga soal perbuatan Agnes yang menyewa orang untuk mengaku sebagai suami dan anak Kayra, juga kelakuan Agnes yang berkoar-koar mengatakan jika wanita itu adalah calon istri Erlangga di depan karyawan Mahadika. Menurut Helen tindakan Agnes itu adalah tindakan memalukan, bahkan bukan tidak mungkin karyawan Mahadika menyangka jika Agnes adalah wanita gi la yang terobsesi menjadi istri dari Erlangga.


Siang ini, Helen sudah tiba lebih dahulu di restoran yang dia dan Agnes sepakati untuk bertemu. Tak lama kemudian Agnes pun tiba ke restoran itu lalu menghampiri meja di mana Helen sudah menunggunya.


" Hai, Tan." Agnes menyapa Helen dan menempelkan pipinya ke pipi Mama dari Erlangga, namun Helen terlihat malas saat Agnes melakukan cipika-cipiki dengannya.


" Bagaimana acara makan malam kemarin, Tan? Aku yakin Tante pasti akan bete sekali berada satu meja dengan wanita kampung itu, kan? Tan, kenapa Om jadi tidak berpihak kepadaku, sih?" Dengan percaya diri Agnes mengatakan jika Krisna sekarang ini tidak berpihak kepadanya, padahal sejak awal pun Krisna tidak membiarkan Agnes mengganggu rumah tangga Erlangga dengan Caroline walaupun Papa dari Erlangga itu tetap menerima baik kunjungan Agnes di rumahnya.


" Agnes, apa benar kamu menyewa orang untuk menyebarkan berita jika Kayra sudah menikah, sudah punya suami dan sudah mempunyai anak?" Helen rasanya tidak sabar untuk mendapatkan jawaban yang sejujurnya dari mulut Agnes.

__ADS_1


Agnes terlihat terkejut dengan pertanyaan Helen yang menyinggung soal aksinya menyewa orang untuk menyingkirkan Kayra dari Erlangga.


" T-tante ini bicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti apa yang Tante bicarakan!" Agnes menyangkal apa yang dituduhkan Helen kepadanya.


" Agnes, Tante minta kamu jujur sama Tante, apa benar kamu melakukan itu semua?" Helen nampak kesal karena Agnes terlihat berkelit tak mengakui apa yang sudah dilakukannya.


" Tante dapat berita bohong dari mana sih, Tan?" Agnes masih belum mau mengakui jika dirinya memang melakukan apa yang dikatakan oleh Helen tadi.


" Agnes, Erlangga sudah tahu semua yang kamu perbuat! Dari kamu mengaku sebagai calon istri Erlangga di kantin kantor Mahadika, sampai kamu menyewa orang untuk menjatuhkan Kayra. Dan Erlangga punya bukti seandainya kamu menyangkalnya." Semakin Agnes menampik tuduhan, semakin gencar Helen menekan Agnes untuk mengakui kelakuannya.


" Apa kamu tidak malu dengan tindakan kamu itu, Agnes? Kamu sudah bikin Tante malu di hadapan suami Tante, anak Tante dan juga wanita itu! Kalau kamu melakukan tindakan itu, bagaimana mungkin Tante bisa membantu kamu untuk mendapatkan Erlangga?! Kamu tahu Agnes? Erlangga sekarang ini memantau gerak-gerik kamu, kamu sudah mempersulit keadaan, Agnes!" Helen menyalahkan Agnes yang dianggapnya terlalu ceroboh dengan menyewa orang, dan hal itu justru diketahui oleh Erlangga.


" Memangnya selama ini Tante bisa apa dalam membantu aku, Tan? Tante selalu bilang, kamu tenang saja, Nes. Erlangga pasti akan menurut dengan Tante, Erlangga pasti akan mengikuti apa yang Tante perintahkan. Sekarang buktinya mana, Tan? Bahkan untuk mempengaruhi Om agar Om berpihak kepada kita saja Tante tidak bisa melakukannya!" Merasa terus diserang, Agnes yang tidak mampu terus membantah tuduhan Helen langsung membalas dengan nada tinggi dan mengatakan jika selama ini, Helen sama sekali tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap misinya untuk menjadi istri dari Erlangga Mahadika Gautama.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2