MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Apa Enaknya Menjadi Istri CEO?


__ADS_3

Setelah makan malam berakhir, Erlangga dan Kayra masih berlanjut melakukan perbincangan kecil dengan Krisna di ruangan keluarga, sementara Helen hanya sebagai pendengar saja, terpaksa ikut mendengarkan obrolan suami, anak dan menantunya itu.


Helen masih belum bisa menerima kenyataan soal Agnes yang dibuka oleh Erlangga di hadapan suami dan menantunya. Tentu saja apa yang dilakukan oleh Agnes sangat memalukan menurutnya, namun kebenciannya terhadap Kayra seolah memaafkan apa yang dilakukan oleh Agnes terhadap Kayra. Kenyataan buruk soal tingkah Agnes, sepertinya tidak serta merta melunturkan dukungannya terhadap Agnes, dan juga tidak membuat dia langsung berpihak kepada Kayra, wanita yang tidak dia sukai sama seperti dia tidak menyukai Caroline.


" Mas, kenapa Mas tidak menceritakan soal Nona Agnes kepadaku?" tanya Kayra saat mereka kini berada di mobil dalam perjalanan pulang menuju tempat tinggal mereka.


" Aku tidak ingin hal itu membuat kamu khawatir, dan kamu memang tidak perlu khawatir soal itu sekarang ini, Kayra. Agnes dalam pantauan orang-orang Pak Bondan, dia tidak akan bisa mengusik kamu, Sayang." Erlangga membelai wajah cantik Kayra dengan punggung tangannya


" Aku tidak tahu kenapa Nona Agnes sampai nekat berbuat itu, Mas?!" ucap Kayra heran dengan kebencian Agnes terhadapnya.


" Dia terobsesi ingin menjadi istriku, itu alasannya," sahut Erlangga.


" Memang kenapa dia begitu terobsesi ingin menjadi istri Mas? Memangnya apa enaknya menjadi istri CEO? Tidak bebas dan terlalu banyak aturan," keluh Kayra menyebutkan dukanya menjadi istri seorang pria yang mempunyai jabatan CEO.


" Apa kamu bilang tadi?" Erlangga mencubit cuping hidung Kayra, membuat Kayra mengusap hidungnya itu. " Kamu bilang tidak enak menjadi istriku, hmm?" Kini Erlangga memberi kecupan di bibir Kayra.


" Mas, malu ada Pak Koko." Kayra menjauhkan wajahnya dari wajah Erlangga seraya melirik ke arah Koko yang serius di belakang kemudi.


" Pak Koko, Anda tadi melihat apa?" tanya Erlangga tanpa merasa bersalah.


" Saya hanya melihat jalan di depan saya, Tuan." Untung saja Koko paham maksud ucapan bosnya itu, hingga dia berdusta. Padahal, dia tadi sempat melihat saat Erlangga mencium bibir Kayra.


" Kau dengar, kan? Pak Koko tidak melihat apa-apa," sahut Erlangga santai seraya terkekeh.


" Tapi, Mas. Apa Mas yakin jika Nona Agnes tidak akan melakukan aksinya lagi?" Kayra masih tidak tenang dengan ulah Agnes yang coba mengusik dirinya.


" Tentu saja dia akan melakukan aksinya sampai keinginannya itu tercapai, tapi kamu tidak perlu khawatir, karena aku sudah mengantisipasinya." Erlangga ingin Kayra tidak terlalu memikirkan soal Agnes.

__ADS_1


" Dan kamu, cukup fokus memikirkan tentang kehamilan kamu, jangan memikirkan hal lain," lanjut Erlangga.


Kayra tersenyum, sungguh dia merasa suaminya itu begitu sangat menyayanginya, tentu saja janin yang ada di dalam perutnya yang membuat Erlangga semakin posesif dan semakin perhatian kepadanya. Kayra lalu menyandarkan kepalanya di bahu Erlangga, rasa kenyang di perutnya karena menyantap makan malam tadi membuat rasa kantuk tiba-tiba menggelayuti matanya, hingga beberapa menit kemudian matanya mulai terpejam.


***


" Malam, Bos." Jimmy menyapa Rivaldi yang tengah duduk di sebuah cafe rooftop di salah satu hotel ternama.


" Ada apa kamu minta bertemu, Jim?" Rivaldi memang kebetulan sedang berada di hotel tersebut, hingga menyuruh Jimmy menemuinya di cafe itu saat Jimmy mengatakan ada hal penting yang perlu dibicarakan dengannya.


" Ada info penting yang harus saya sampaikan langsung dengan Bos." Jimmy duduk tanpa menunggu Rivaldi menyuruhnya duduk.


" Soal apa?" tanya Rivaldi menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi.


" Soal Nona Kayra dan Pak Erlangga. Ternyata dugaan saya benar, mereka sudah menikah."


Rivaldi membulatkan matanya, walaupun dugaan-dugaan seputar hubungan Kayra dan Erlangga terlihat nyata, namun dia tidak menyangka jika ternyata hal itu benar. Erlangga dan Kayra memang telah menikah.


" Dari orang wanita yang menyukai Erlangga, Bos."


Rivaldi mengeryitkan keningnya mendengar Jimmy mengatakan jika ada seorang wanita yang menyukai Erlangga memberikan informasi itu kepada Jimmy.


" Seorang wanita yang menyukai Erlangga? Bagaimana kamu bisa tahu soal itu?" tanya Rivaldi kembali.


" Karena wanita itu menyewa orang untuk memisahkan Erlangga dengan Kayra, dan orang yang disewa oleh wanita itu adalah orang dari club' boxing saya." Jimmy menjelaskan darimana dia mendapatkan informasi seputar pernikahan Kayra dan Erlangga.


" Siapa wanita itu?" Rivaldi merasa penasaran dengan wanita yang menyukai Erlangga.

__ADS_1


" Namanya Agnes, Bos." jawab Jimmy. " Saya rasa ini suatu keuntungan untuk Bos, karena ada orang lain yang menginginkan Nona Kayra dan Tuan Erlangga berpisah. Kita bisa memanfaatkan orang itu untuk membantu kita." Jimmy menyampaikan pendapatannya, karena menurutnya mereka bisa bekerjasama dengan Agnes untuk mencapai keinginan Rivaldi memiliki Kayra.


" Tidak, Jim! Aku tidak ingin ada yang tahu soal aku! Apalagi wanita itu berhubungan dengan Erlangga." Rivaldi menolak saran yang diberikan Jimmy, karena dia tidak ingin identitasnya diketahui, apalagi Agnes mengenal dan menginginkan Erlangga, bukan tidak mungkin nanti Agnes akan bercerita kepada Erlangga tentang dirinya.


" Kenapa, Bos? Bukankah kita bisa memanfaatkan dia? Bos tidak perlu khawatir, kita tidak akan berhubungan langsung dengan wanita itu, kita hanya memanfaatkan tugas yang Bobby terima dari wanita itu." Jimmy meyakinkan Rivaldi agar sependapat dengan usulnya.


" Apa kau yakin semua aman, Jim?" Rivaldi masih kurang yakin dengan rencana Jimmy bekerjasama untuk memisahkan Kayra dengan Erlangga.


" Yakin, Bos. Karena orang yang disuruh wanita itu adalah orang kita juga, mana mungkin dia akan mengkhianati kita," jawab Jimmy kembali, dia berusaha membuat Rivaldi percaya kepadanya.


" Baiklah kalau kau rasa itu masih aman, lakukanlah sebaik mungkin." Akhirnya Rivaldi pun menyetujui apa yang rencanakan oleh Jimmy.


Tanpa mereka sadari jika di sebelah meja mereka, seorang wanita yang sedang berkumpul dengan teman-temannya mendengarkan percakapan mereka, saat Rivaldi dan Jimmy menyebut nama Erlangga dan Kayra, juga Agnes. Wanita itu tidak tahu kedua orang yang berada di sebelahnya itu siapa? Namun dia yakin jika dua orang itu bermaksud tidak baik karena mengatakan akan memisahkan Kayra dan Erlangga.


" Eh, kita foto-foto dulu, dong!" Wanita itu bahkan mencuri foto Rivaldi secara diam-diam menggunakan ponselnya untuk mengabadikan foto Rivaldi dengan Jimmy, dengan berpura-pura mengambil foto teman-temannya itu. Lebih dari lima foto yang diambil oleh wanita itu, selain mengambil foto temannya, dia pun sengaja mengambil gambar Rivaldi dan Jimmy sebanyak dua kali


" Aku share di grup, ya!?" Setelah mengirimkan foto teman-temannya, dia pun mengirimkan foto dua orang pria yang dianggapnya mencurigakan karena berniat tidak baik terhadap Erlangga dan Kayra ke seseorang lewat ponselnya.


" Apa kamu mengenal mereka? Mereka berniat memisahkan Kayra dan Erlangga." Wanita tadi mengirimkan foto Jimmy dan Rivaldi kepada seseorang di ponselnya disertai pesan tertulis.


" Mereka juga menyebut Agnes, sepertinya mereka ingin bekerja sama dengan Agnes untuk memisahkan Kayra dan Erlangga," tambah wanita itu menambahkan pesan lewat aplikasi WA-nya.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2