MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Bagaikan Langit Dan Bumi


__ADS_3

Selama menikmati makan malam, hanya Krisna dan Erlangga yang lebih banyak mengobrol, Kayra hanya sekali waktu ketika ditanya oleh Papa mertuanya baru akan menjawab, sementara Helen hanya diam seribu bahasa sambil mendengarkan apa yang diperbincangkan oleh suami dan anaknya. Namun, tak jarang sudut ekor matanya memperhatikan Kayra saat menantu yang tidak diakuinya itu menjawab pertanyaan Krisna.


" Jenis kelamin cucu Papa ini belum bisa terdeteksi laki-laki atau perempuannya ya, Kayra?" tanya Krisna kepada Kayra.


" Iya, Pa. Masih belum tahu untuk jenis kelaminnya," sahut Kayra dengan santun.


" Kamu sendiri ingin bayinya perempuan atau laki-laki?" tanya Krisna kembali kepada menantunya itu.


" Apa saja, Pa. Sedikasihnya saja, yang penting bayinya terlahir sehat, tidak kurang suatu apa. Yang penting bagaimana nanti kita mendidiknya saja, agar bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah, menjadi anak yang baik, berbakti dan bisa membanggakan kami sebagai orang tuanya, Pa." jawab Kayra sejujurnya.


Apa yang disampaikan Kayra tentu saja membuat Krisna tersenyum bahagia. Jawaban yang disampaikan Kayra benar-benar membuat hatinya damai. Seperti inilah, sosok menantu yang memang dia inginkan untuk mendampingi Erlangga, dia yakin Erlangga akan mendapatkan kebahagiaan lahir batin, dunia dan akhirat jika didampingi oleh wanita seperti Kayra ini.


" Papa senang sekali mendengar jawabanmu tadi, Nak. Beruntung sekali Erlangga bisa mendapatkan istri sepertimu, Kayra." Bahkan tanpa canggung, Krisna memuji Kayra di hadapan istri dan anaknya.


Pujian yang diucapkan Krisna tentu saja membuat Helen melirik dengan senyum sinis ke arah Krisna, karena dia masih tidak sependapat dengan suaminya itu. Baginya, wanita yang paling cocok mendampingi Erlangga adakah Agnes, bukan Kayra. Sementara Kayra sendiri hanya menunduk malu dipuji oleh Papa mertuanya itu.


" Tentu saja aku sangat beruntung, Pa. Karena itu aku menikahi dia." Dengan bangga Erlangga mengakui jika pilihannya menikahi Kayra adalah pilihan tepat.


" Tapi tidak dengan memaksa bahkan mengancam Kayra juga, Lang. Itu membuat Kayra tertekan pada awalnya, kan?" Krisna tetap merasa tindakan Erlangga memaksakan kehendaknya adalah salah.


" Kalau aku tidak bertindak cepat, akan ada pria lain yang siap merebut Kayra, Pa." Erlangga beralasan, karena dia memang tidak ingin didahului oleh pria lain, apalagi saat itu Rivaldi pun sama-sama sedang mendekati Kayra.


" Apalagi orang yang menyukai Kayra itu bukan pria sembarang, dia juga seorang bos, pemimpin perusahaan dan anak dari pemilik perusahaan besar di Bandung." Sebenarnya Erlangga malas 'membanggakan' Rivaldi, namun, karena dia ingin menunjukkan kepada Mamanya jika Kayra memang wanita spesial yang diinginkan oleh banyak pria atau lebih tepatnya menjadi wanita idaman pria yang berprofesi sebagai CEO seperti dirinya, terpaksa Erlangga harus mengatakan hal itu di depan Mamanya.

__ADS_1


Kayra langsung menoleh ke arah Erlangga, sebenarnya dia tidak ingin suaminya itu membahas soal Rivaldi di hadapan kedua mertuanya itu, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


" Oh ya, Ma. Tolong bilang sama teman Mama yang selalu Mama bilang calon menantu pilihan Mama, jangan berani berbuat macam-macam dengan kami, jika dia tidak ingin menanggung akibatnya!" Erlangga berkata kepada Mamanya, dia bahkan memberi ancaman kepada Agnes melalui Helen, jika Agnes masih berani mengusik kehidupan rumah tangganya bersama Kayra.


" Apa maksud kamu, Erlangga?" Helen tidak mengerti maksud kalimat yang diucapkan oleh putranya itu.


" Tanyakan pada teman Mama, dia pasti mengerti apa yang aku maksud. Apa pantas seorang wanita yang mengaku sebagai wanita terhormat melakukan tindakan bodoh seperti itu?!" Erlangga enggan menceritakan secara spesifik, apa yang dilakukan Agnes kepada Kayra karena saat ini Kayra ada bersama mereka.


Aura wajah Helen seketika berubah mendengar Erlangga mengatakan hal buruk tentang Agnes.


" Memangnya apa yang dilakukan Agnes, Lang?" Krisna penasaran dengan perkataan Erlangga soal Agnes.


Erlangga menoleh ke arah Kayra yang sedang menatap heran kepadanya, karena Kayra tidak tahu menahu apa yang sudah dilakukan Agnes. Sebenarnya dia tidak ingin Kayra mendengar dan mengetahuinya, namun dia merasa perlu membuka apa yang dilakukan Agnes di hadapan kedua orang tuanya, terutama Helen yang terlalu 'mendewakan' Agnes, seolah dia adalah wanita paling sempurna di dunia ini, dan merendahkan Kayra hingga menyebut Agnes tidak pantas mendampinginya.


" Agnes menyuruh orang untuk memfitnah Kayra, Pa. Dia membayar orang untuk menyamar dan mengaku sebagai suami dan anak dari Kayra. Orang itu menyebarkan gosip ke karyawan Mahadika, untung saja Koko bisa menghandle semuanya." Erlangga menceritakan apa yang sudah dilakukan Agnes di hadapan orang tuanya.


" Benar-benar keterlaluan Agnes!" Krisna terlihat geram mendengar cerita Erlangga soal perilaku Agnes yang memfitnah Kayra.


" Mama dengar sendiri? Agnes itu tidak sebaik yang Mama pikirkan. Tindakan yang dia lakukan dengan memfitnah Kayra itu tidak sama saja dengan suatu kejahatan. Atau ... jangan-jangan Mama juga terlibat dalam hal ini." Krisna bahkan menuduh Helen terlibat dalam aksi Agnes tersebut.


Dituduh suaminya terlibat tindakan yang dilakukan oleh Agnes, Helen langsung mendelik tajam ke arah suaminya.


" Papa jangan menuduh Mama seperti itu! Mama tidak tahu sama sekali soal hal itu, Pa! Lagipula Mama tidak percaya Agnes bertindak kotor seperti itu!" Helen menyangkal bahkan mengatakan jika tuduhan Erlangga terhadap Agnes adalah salah besar.

__ADS_1


" Apa Mama mau lihat buktinya kalau Agnes itu menyewa orang untuk menjatuhkan dan memfitnah Kayra? Atau, Mama boleh panggil Agnes sekarang juga kemari ajar bisa aku bongkar siapa dia yang sebenarnya!" Erlangga memberi tantangan kepada Helen untuk menghadirkan Agnes saat itu juga agar semua kebusukan Agnes diketahui oleh Helen.


Helen memberengutkan wajahnya saat Erlangga menantangnya untuk mendatangkan Agnes.


" Dan Mama pikir, apakah seorang wanita terhormat itu berani menyebarkan fitnah dan berkoar-koar mengatakan jika dia itu calon istriku? Padahal dia tahu jika aku ini sudah mempunyai istri. Bukankah itu tindakan memalukan? Tindakan yang merendahkan diri sendiri?" Erlangga terus membuka keburukan Agnes di depan Helen.


" Apa Mama mau mempunyai menantu seperti itu? Sama sekali tidak mempunyai harga diri!" tegas Erlangga menyindir sikap Agnes yang dianggapnya sebagai tindakan yang merendahkan dirinya sendiri.


Wajah Helen berubah merah padam mendengar semua keburukan Agnes yang dibongkar oleh Erlangga. Dia memang tidak menyangka jika Agnes berbuat nekat seperti itu, namun dia juga tidak senang semua itu dibongkar Erlangga di hadapan Kayra, wanita yang selama ini diremehkan oleh dirinya. Karena selama ini, dia selalu membanding-bandingkan Agnes dan Kayra bagaikan langit dan bumi.


Kayra sendiri terlihat tercengang mendengar penjelasan suaminya soal aksi yang dilakukan oleh Agnes, karena Erlangga tidak pernah berkata apa-apa soal hal itu kepadanya.


" Ma, mulai saat ini Papa mohon kepada Mama, jangan paksakan lagi keinginan Mama itu. Mama sudah tahu sendiri bagaimana Agnes yang sebenarnya, kan? Sekarang ini Kayra istri Erlangga, dan sedang mengandung cucu kita, apa Mama mau melihat Agnes mencelakai cucu Mama sendiri? Apa Mama lebih memilih membela orang lain daripada calon cucu Mama sendiri?" Krisna pun kembali menasehati Helen, agar istri itu bisa membuka mata, hati dan pikirannya, tidak terus membela Agnes dan selalu menyalahkan Kayra.


" Tadi Papa bilang apa di kamar? Jika Mama memaksakan keinginan Mama untuk mempersatukan Erlangga dan Agnes, itu hanya akan membuat kehancuran bagi Erlangga, percayalah kata-kata Papa ini, Ma."


Helen hanya diam, tak membalas apa yang dikatakan oleh suaminya, saat ini rasanya dia benar-benar merasa dipermalukan oleh sikap Agnes di hadapan suami, anak dan menantunya sendiri.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2