MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Perasaan Yang Aneh


__ADS_3

Entah mengapa Kayra merasakan hatinya bergetar saat jarak dirinya dengan wanita yang sedang berbincang dengan Helen semakin terpangkas. Bahkan kuku-kuku tajamnya mencengkram erat punggung tangan sang suami yang sedang menggenggamnya, tanpa dia sadari hal itu membuat Erlangga meringis.


" Sayang, kenapa kamu mencengkram tanganku begitu kuat? Kalau terus begini, kukumu bisa menancap di tanganku." Erlangga menegur tindakan tanpa sadar sang istri.


" Maaf, Mas. Sakit ya, Mas?" Kayra memperhatikan punggung tangan Erlangga. Dia melihat bekas kukunya menapak di sana.


" Kamu kenapa, Sayang?"


" Tidak ada apa-apa, Mas."


Kayra tidak tahu siapa sebenarnya tamu istimewa yang dimaksud oleh Erlangga, dan kenapa juga jantungnya berdebar begitu sangat kencang.


" Ibu, perkenalkan ini istriku ... Kayra." Erlangga langsung memperkenalkan Kayra kepada Arina saat mereka berdua sampai di dekat Arina, Helen dan Nugraha yang sedang berbincang.


Kayra menatap wajah wanita yang kini menoleh ke arahnya. Wanita itu menatapnya dengan sendu, bahkan dia melihat cairan bening yang mengembun di bola mata wanita paruh baya yang terasa familiar di mata Kayra.


Dan tiba-tiba Kayra teringat jika wanita paruh baya di hadapannya saat ini adalah wanita yang pernah dia temui di pesta pernikahan beberapa hari lalu. Karena apa yang dia rasakan saat pertama kali bertemu wanita paruh baya itu sama seperti yang dia rasakan saat ini. Seperti ada perasaan aneh yang tidak bisa dia jabarkan.


" Kayra ...?" Suara wanita itu terdengar tercekat seperti tertahan.


" Ma ..." Melihat istrinya seperti hendak meluapkan kerinduaan yang tak tertahannya, Nugraha langsung mengusap punggung Arina agar Arina dapat menahan diri.


" Sayang, kamu ingat? Aku pernah cerita tentang seseorang yang pernah mengasuhku saat aku kecil?" Erlangga pun menyadari apa yang dilakukan Arina bisa membuat Kayra curiga, dia langsung memperkenalkan Arina kepada Kayra. " Ibu inilah orangnya ...."


Kayra menoleh ke arah suaminya, dia terkejut saat mengetahui jika wanita di hadapannya saat ini adalah mantan baby sitter suaminya dulu.


" Ibu Arina ini dulu sangat menyanyangi saat aku kecil," lanjut Erlangga.


" Oh, senang bisa berjumpa dengan Ibu. Saya Kayra, Bu." Kayra menyapa Arina seraya menyalami dan mencium punggung tangan Arina.

__ADS_1


Arina tidak dapat membendung air mata yang mengembun di bola matanya, hingga akhirnya cairan bening itu menitik di pipinya.


" Masya Allah, kamu cantik sekali, Nak." Dengan suara bergetar tangan Arina pun mengusap wajah cantik Kayra.


Kayra tertegun dengan sikap Arina kepadanya. Namun, dia merasakan suatu perasaan lain saat tangan Arina membelai wajahnya. Seperti sentuhan seorang Ibu kepada anaknya. Mungkin karena Arina begitu menyanyangi Erlangga sehingga Arina juga menyayangi dirinya. Itu yang ada dipikiran Kayra.


" Erlangga sangat beruntung mendapatkan istri secantik ini ya, Ma?" Takut istrinya tidak dapat mengendalikan perasaannya, Nugraha kembali mengingatkan sang istri agar dapat menempatkan diri.


" Ah, iya, Pa." Arina segera menyeka air matanya.


" Kenapa Ibu menangis?" Kayra merasakan keanehan dengan sikap Arina terhadapnya.


" I-ibu hanya merasa bahagia, Elang mendapatkan wanita secantikmu, Nak. Bukan hanya cantik, Elang bilang kamu ini wanita yang berhati lembut dan penuh kasih sayang," ucap Arina dengan senyum bahagia. Tentu saja bisa bertatap muka langsung dengan putrinya, membuat Arina merasa sangat bahagia, sekalipun dia harus menyembunyikan identitas yang sesungguhnya tentang hubungan antara dirinya dengan Kayra.


Mendapat pujian dari Arina, seketika rona merah langsung membias di wajah Kayra. Secara spontan dia menoleh ke arah suaminya. Kayra tidak pernah menyangka jika suaminya itu terlalu membanggakan dirinya kepada orang lain.


" Tentu saja boleh, Bu." Kayra mengijinkan Arina yang ingin memeluknya.


Tanpa membuang waktu, Arina langsung memeluk erat tubuh Kayra dengan hati yang seakan ingin meledak. Perasaannya bercampur menjadi satu hingga membuat Arina tersedu. Tak bisa dibayangkan bagaimana bahagianya Arina bisa memeluk putrinya untuk pertama kali setelah dia titipkan ke ibu bidan dulu. Namun, dia sedih tidak dapat mengaku sebagai Ibu kandung dari Kayra saat ini.


Kayra tertegun beberapa saat. Ketika pertama kali melihat tamu istimewa itu, jantungnya berdebar kencang. Saat ini dia merasakan hal yang sulit untuk dia jelaskan. Namun, dia merasakan kehangatan dalam pelukan Arina, Sama seperti dia berada dalam pelukan Ibu Sari.


Apa penyebab perasaan aneh itu muncul di hati Kayra terhadap Arina, Kayra sendiri pun tidak mengetahui. Apalagi saat ini dia merasakan tubuh Arina yang sedang memeluknya berguncang, karena Arina menangis.


Semakin lama Arina memeluknya, semakin merasakan kedamaian di hati Kayra. Hal itulah yang membuat Kayra tidak mengerti, bahkan saat memeluk Helen saja yang Mama mertuanya, tidak dia dapatkan perasaan seperti ini.


" Arina? Kau sudah datang?" Kehadiran Krisna di tengah mereka dianggap Erlangga, Helen dan Nugraha adalah waktu yang tepat, namun tidak bagi Arina, yang merasakan waktu memeluk Kayra sangat singkat.


" Pak Krisna ..."Arina segera mengurai pelukannya pada tubuh Kayra, meski terasa berat.

__ADS_1


" Perkenalkan ini suami saya, Pak Krisna." Tahu arah pandangan Krisna tertuju pada suaminya, Arina memperkenalkan Nugraha kepada mantan majikannya itu.


" Saya Nugraha, Pak Krisna. Senang bisa bertemu langsung dengan Pak Krisna." Nugraha memperkenalkan diri kepada Krisna.


" Saya juga senang akhirnya bisa bertemu dengan Pak Nugraha." Krisna dan Nugraha saling berjabat tangan.


" Selama ini Arina sering bercerita kepada saya tentang keluarga Pak Krisna dan Ibu Helen. Juga kerinduannya kepada Erlangga. Alhamdulillah sekarang bisa bertemu dengan keluarga Bapak dan juga menantu Bapak yang cantik ini. Istri saya sangat terharu melihat Erlangga mendapatkan pasangan hidup seorang wanita seperti Kayra ini, Pak Krisna." Nugraha mencoba menyamarkan sikap Arina yang hampir tidak terkendali menahan perasaannya atas pertemuan dengan Kayra.


Nugraha memang memaklumi jika Arina begitu emosional karena pertemuan tersebut, tapi Arina harus menahan diri, karena Nugraha memahami, tidak akan mudah bagi Kayra menerima kenyataan tentang jati diri Kayra yang sebenarnya.


" Iya, Erlangga memang beruntung mendapatkan istri seperti Kayra, Pak Nugraha." sahut Krisna menoleh kepada Kayra yang kali ini sudah kembali berada di dekat Erlangga seraya tersipu malu.


" Sebaiknya kita duduk, Arina, Pak Nugraha. Sebentar lagi acara akan segera dimulai." Helen menyarankan untuk mengambil tempat karena tamu-tamu sudah semakin banyak yang datang, dan acara akan segera dimulai.


Sementara dari kejauhan sebelum kedatangan Krisna, mata Ibu Sari memantau apa yang terjadi di depan. Saat ini dia sedang melihat Kayra sedang berpelukan dengan Arina. Dia tidak tahu harus merasa bahagia atau sedih melihat pemandangan itu.


Ibu Sari berpikir, dia tidak berhak apa-apa terhadap Kayra. Sebesar apapun kasih sayang yang dia berikan terhadap Kayra, dia tetap tidak mempunyai hak terhadap Kayra karena Kayra bukanlah darah dagingnya. Dia pun terbebani pikiran akan kemungkinan kehilangan Kayra.


Tak tahan melihat Kayra dan Ibu kandungnya berpelukan, Ibu Sari memilih menjauh dari sana. Seandainya saat ini berada di rumah yang ditinggali bersama Kayra dan Erlangga, mungkin saja dia akan bersembunyi di kamar. Sayangnya saat ini dirinya berada di rumah Krisna.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2