MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO

MENJADI ISTRI SIMPANAN SANG CEO
Kedai Soto


__ADS_3

Erlangga langsung mengantar Kayra ke kantor, sementara dia sendiri segera memerintah orang suruhannya untuk mengantarkan blazer baru untuk Kayra dan juga pakaian kerjanya karena dia tidak berniat untuk pulang terlebih dahulu ke rumahnya. Sepertinya saat ini pria yang mempunyai jabatan sebagai CEO itu sudah tidak bisa jauh dari sekretaris yang juga istri keduanya itu.


" Kamu jangan bekerja terlalu berat jika kamu masih terlalu lelah, kamu bisa istirahat di kamar jika mengantuk." Erlangga yang sedang memeluk pinggang Kayra memperingatkan Kayra agar bisa mengistirahatkan tubuhnya karena wanita itu sejak semalam sudah melayani kebutuhan biologisnya dengan sangat sempurna.


" Saya tidak apa-apa, Pak. Saya mau kembali ke meja saya," sahut Kayra berharap Erlangga melepaskan pelukan dari tubuhnya karena dia ingin memulai aktivitas.


" Kamu kerjakan saja pekerjaanmu di ruangan saya, Kayra." Bahkan Erlangga menyuruh Kayra mengerjakan pekerjaan di ruangannya.


" Tidak usah, Pak. Saya ingin di tempat saya saja." Tentu saja Kayra menolak permintaan Erlangga. Dia takut akan ada orang yang mengetahui dirinya berada terlalu lama di ruangan Erlangga.


" Permisi, Pak." Kayra segera meninggalkan ruangan Erlangga saat pria itu melepaskan pelukannya.


Hingga waktu makan siang tiba, seperti biasanya Kayra memilih melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum menyiapkan makan siang. Setelah itu dia segera ke dapur untuk meminta bantuan Ibu Nina untuk memesankan makan siang untuk Erlangga.


" Bu, tolong pesankan makanan untuk Pak Erlangga, ya!? Ini uangnya, tolong sekalian bayar sama yang kemarin." Kayra menyodorkan uang dua ratus ribu kepada Ibu Nina.


" Baik, Mbak. Mbak Kayra mau sekalian pesan makanan juga atau bawa bekal sendiri?" Bu Nina menerima dua lembar uang pecahan seratus ribuan itu dari tangan Kayra.


" Saya kepingin makan soto, nanti saya mau beli saja di warung soto depan kantor, Bu." Merasakan tubuhnya sedikit lemas, Kayra ingin makan makanan yang segar, dan dia berniat membeli soto daging di kedai soto di seberang kantor Mahadika Gautama.


" Mau sekalian Ibu belikan, Mbak?" Ibu Nina menawarkan untuk membelikan soto itu untuk Kayra.


" Tidak usah, Bu. Saya beli sendiri saja. Ibu belikan saja makanan untuk Pak Erlangga." Kayra menolak bantuan yang ditawarkan oleh Ibu Nina.


Kemudian Kayra meninggalkan ruang dapur dan turun ke bawah untuk membeli makan siangnya.


" Kayra ...!"


Saat Kayra baru melangkahkan kaki meninggalkan gedung perkantoran milik Erlangga terdengar suara memanggil namanya, membuat Kayra mencari pemilik suara yang memanggilnya tadi.


" Pak Aldi?" Kayra melihat Rivaldi berlari kecil menghampirinya.


" Kamu mau ke mana, Kayra?" tanya Rivaldi karena melihat Kayra berjalan ke luar kantor


" Saya mau ke warung soto itu, Pak." Kayra menunjuk arah kedai soto di seberang perkantoran tempat kerjanya.


" Kamu mau makan di sana? Kebetulan sekali, saya juga ingin makan di sana, kita sekalian saja ke sananya." Sebenarnya Rivaldi tidak berniat makan di kedai soto itu, namun saat mengetahui Kayra ingin ke kedai soto itu membuat dirinya harus berbohong dengan mengatakan berniat makan di tempat yang sama dengan Kayra.

__ADS_1


" Saya hanya membeli saja, Pak. Saya akan makan di kantor takut Pak Erlangga mencari saya." Kayra melanjutkan langkahnya dan menjelaskan kepada Rivaldi jika dia hanya akan melakukan pembelian take away dan tidak makan di tempat, karena sebenarnya dia harus menemani Erlangga makan siang.


" Kenapa tidak makan di sana saja? Makan di tempat lebih terasa nikmat dibanding dibawa pulang." Nada kecewa terdengar dari ucapan Rivaldi. " Lagipula itu jam istirahat, tidak akan lama makan di sana, masa Pak Erlangga sampai harus marah kamu makan di luar? Kamu ini sekretaris bukan asisten pribadi beliau yang harus selalu berada di samping beliau." Rivaldi memprotes sikap Erlangga yang dirasakan terlalu mengekang Kayra.


" Hmmm ... Kayra, kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak Erlangga, kan?" Tiba-tiba Rivaldi menanyakan hal itu kepada Kayra.


Kayra menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan bernada curiga yang dilontarkan Rivaldi kepadanya, seketika jantungnya berdegup kencang mendengar pertanyaan yang mungkin akan dilayangkan oleh semua orang jika melihat perlakuan Erlangga terhadapnya.


" Maksud, Bapak?" Kayra berusaha bersikap normal walaupun di hatinya seketika digelayuti rasa cemas karena dia mengira kedekatannya dengan Erlangga sudah terendus oleh Rivaldi.


" Sorry, Kayra. Saya tidak bermaksud menuduh yang tidak-tidak. Saya hanya merasa aneh dengan sikap Pak bos terhadap kamu. Saya takut kalau Pak Erlangga itu ternyata menyukai kamu. Itu tidak bagus untukmu, Kayra. Pak Erlangga itu sudah mempunyai istri, orang pasti akan beranggapan buruk tentang kamu." Rivaldi yang tidak tahu soal hubungan yang sebenarnya antara Kayra dan Erlangga mencoba menasehati Kayra. Tentu Rivaldi tidak ingin Kayra terjebak dengan pesona seorang Erlangga yang merupakan bos di tempat mereka bekerja.


" Terima kasih atas nasehatnya, Pak." Dengan nada suara yang tercekat di tenggorokan Kayra membalas ucapan Rivaldi. Sebenarnya dia pun mempunyai pikiran yang sama dengan Rivaldi, sikap Erlangga yang berlebihan akan menimbulkan kecurigaan orang apalagi saat tahu sekarang ini dia berstatus sebagai istri siri Erlangga.


" Saya permisi dulu, Pak. Saya buru-buru." Kayra memilih berjalan lebih dulu meninggalkan Rivaldi. Terus berbicara dengan Rivaldi tidak hanya membuat kecemasannya semakin menjadi tapi juga akan membuang waktunya, karena dia tidak ingin Erlangga menyadari dirinya terlalu lama meninggalkan pria itu.


" Kayra, tunggu! Kita ke warung soto bersama saja!" Rivaldi berlari menyusul langkah Kayra yang terlihat berjalan cepat meninggalkannya.


***


Tok tok tok


" Di mana, Kayra?" Melihat Ibu Nina yang membawakan makan siangnya seketika Erlangga menanyakan soal keberadaan Kayra.


" Mbak Kayra sedang membeli soto di warung soto depan kantor, Pak." Ibu Nina menyebutkan keberadaan Kayra saat ini.


" Dia makan di warung soto?" Erlangga terbelalak saat Ibu Nina menyebutkan jika Kayra membeli soto di kedai soto seberang kantornya.


" Iya, Pak." Ibu Nina segera menaruh piring makanan dan gelas untuk minum Erlangga setelah itu dia berpamitan meninggalkan ruangan Erlangga.


Setelah Ibu Nina keluar dari ruangan kerjanya, Erlangga pun ikut keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift khusus untuk turun ke bawah karena dia berniat menyusul Kayra ke kedai soto yang berada di depan kantornya.


" Selamat siang, Pak. Bapak ingin keluar?" Melihat Erlangga berjalan hendak keluar dari kantor, security yang berjaga di depan lobby langsung menyapa Erlangga karena dia tidak melihat mobil yang akan mengantar Erlangga pergi.


" Tidak, saya hanya ingin ke seberang jalan sana!" sahut Erlangga menunjuk ke arah luar gerbang kantornya.


" Mari saya antar, Pak." Pak Security berniat mengantar Erlangga berjalan ke luar kantor.

__ADS_1


" Tidak usah, Bapak tetap berjaga saja di sini." Erlangga lalu berjalan meninggalkan kantornya untuk menuju kedai soto.


Tindakan Erlangga yang tiba-tiba berjalan meninggalkan kantor tentu saja membuat beberapa karyawan yang melihatnya merasa heran dan aneh karena hal ini sangat jarang terjadi.


Sementara Kayra yang sudah selesai memesan soto berniat kembali ke kantor, namun dia merasa heran karena dia tidak melihat Rivaldi memesan makanan sama sekali.


" Bapak tidak memesan makan?" tanyannya kemudian.


" Nanti saja, saya akan mengantar kamu kembali ke kantor." Rivaldi yang awalnya memang tidak berencana ke kedai soto akhirnya memilih hanya mengantar Kayra ke kedai soto.


" Terima kasih Bapak mau menemani saya, tapi seharusnya Bapak tidak perlu melakukan hal itu, Pak." Merasa tidak enak hati karena perlakuan Rivaldi kepadanya, Kayra meminta Rivaldi tidak melakukan hal seperti itu lagi kepadanya. Kayra tidak ingin ada gosip lagi yang melibatkan dirinya terlebih lagi jika sampai Erlangga tahu hal ini, sudah dapat dia bayangkan akan seperti apa marahnya pria itu.


" Kenapa kamu seperti tidak nyaman kalau berada dekat dengan saya, Kayra?" Menyadari Kayra selalu menghindari darinya membuat Rivaldi bertanya-tanya. Saat ini mereka berdua sudah berjalan kembali menuju arah kantor.


" Saya tidak ingin ada gosip yang tidak enak nantinya, Pak. Apalagi pengemar wanita Pa Aldi di kantor banyak, saya tidak ingin dianggap saingan mereka." Kayra memberikan alasan yang cukup tepat untuk dia sampaikan.


Suara tawa Rivaldi langsung terdengar saat Kayra memberikan alasan yang menurutnya sangat lucu. Rivaldi menyadari jika dia memang banyak digandrungi karyawati di kantor Erlangga, tidak hanya oleh karyawati single namun juga karyawati yang sudah menikah, tapi alasan yang diucapkan Kayra dia anggap terlalu konyol sehingga dia tidak boleh mendekati Kayra.


" Memangnya mereka melarang atau mengancam kalau kamu mendekati saya, Kayra?" tanyanya kemudian.


Kayra tidak menjawab pertanyaan Rivaldi karena pandangannya saat ini mendapati sosok yang berjalan ke arahnya dengan sorot mata tajam menatapnya dan dengan tangan yang sedang berkacak pinggang.


" Pak Erlangga?" Kayra membelalakkan matanya dan menelan salivanya melihat kemunculan Erlangga di hadapannya saat ini.


" Apa yang kalian lakukan berdua?" tanya Erlangga menatap curiga dan tidak suka ke arah Rivaldi.


" Saya hanya mengantar Kayra membeli soto di seberang, Pak." Rivaldi yang juga kaget dengan kemunculan Erlangga di depannya langsung menjawab jika dia memang mengantar Kayra ke kedai soto.


" Apa Anda masih tidak mengerti dengan ucapan saya kemarin, Pak Rivaldi? Jika Anda masih menentang perintah saya, sebaiknya Anda segera serahkan surat pengunduran diri Anda secepatnya!" Gertakan langsung dilontarkan Erlangga kepada Rivaldi yang dianggapnya terlalu membangkang dan tidak tunduk dengan perintahnya.


Kayra terkesiap dengan ancaman yang diberikan Erlangga kepada Rivaldi, seketika dia menoleh ke arah Rivaldi, dia dapat melihat rahang Rivaldi yang mengeras dengan tangan mengepalkan karena pria itu merasa Erlangga terlalu arogan melarangnya mendekati Kayra dengan alasannya yang menurutnya tidak masuk akal.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung ...


Happy Reading❤️


__ADS_2