Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Bastian menginap dikamar Bella


__ADS_3

Bastian menelfon Bella.


“Hallo kamu dimana sayang?” Tanya


Bastian.


“Jangan mencariku, aku ingin


sendiri untuk menenangkan diri.” Kata Bella.


“Aku akan menjelaskannya semua


padamu sayang, kamu dimana sekarang?” Tanya Bastian.


“Kenapa harus orang lain yang


memberitahuku? Kenapa aku harus mendengar dari orang lain dan bukan darimu?”


Tanya Bella sambil menangis. Lalu Bella menutup telfonnya.


Bastian melacak lokasi ponsel


Bella dan dia menemukannya, ternyata dia sedang berada ditempat pemotretan


tadi. Bastian segera menuju kesana dan mencarinya. Syukurlah Bastian


menemukannya, lalu dia segera berlari ke arah Bella dan memeluknya.


“Jangan buat aku khawatir


sayang.” Kata Bastian.


“Lepaskan aku, aku sangat


membencimu.” Kata Bella sambil terus menangis.


“Maafkan aku.” Kata Bastian.


“Jangan hanya melakukan kesalahan


lalu seenaknya meminta maaf.” Kata Bella.


“Aku benar-benar tidak tau jika


Carly menghampirimu dan mengatakan omong kosong itu padamu.” Kata Bastian.


“Jadi kamu akan meninggalkanku


lalu memilih untuk bertunangan dengan Carly? Lalu untuk apa aku jauh-jauh


kesini jika ujung-ujungnya aku akan sakit hati lagi. Lepaskan aku huhu.” Kata


Bella.


“Aku tidak tau jika ibuku


merencanakan semua ini.” Kata Bastian.


“Lalu kamu hanya diam saja,


apakah kamu ingin aku menyaksikan hari bahagiamu dengan dia?” Tanya Bella.


“Dengarkan aku dulu, aku janji

__ADS_1


tidak akan setuju dengan pertunangan itu dan menolaknya. Aku hanya akan


menikahimu dan bukan orang lain. Percayalah dengan kata-kataku sayang.” Kata


Bastian.


“Percuma karena keluargamu


menentang hubungan kita.” Kata Bella.


“Aku akan memperjuangkanmu


bagaimanapun caranya meskipun dengan melepaskan semua harta pemberian orang


tuaku, kamu ingat kan dulu aku pernah bilang apa, kita bisa hidup dan tinggal


berdua disini. Aku mohon percayalah padaku, tatap mataku, aku bicara serius


kali ini dan aku mohon ayo kita perjuangkan cinta kita bersama.” Kata Bastian,


lalu Bella mengangguk.


“Kita hadapi bersama ya dan kita


berjuang bersama.” Kata Bastian, Bella hanya mengangguk.


Kemudian Bastian mengajak Bella


pulang ke apartemen.


“Jadi benar kalau kamu dan Carly


akan melangsungkan pertunangan?” Tanya Bella.


“Benar, ibuku besok akan datang


“Lalu aku harus melakukan apa?”


Tanya Bella.


“Kau hanya lakukan satu hal.”


Kata Bastian.


“Apa itu?” Tanya Bella.


“Tetaplah disampingku apapun yang


terjadi, jangan pernah jauh dariku. Apa kau mengerti?” Kata Bastian.


“Iya, aku mengerti.” Kata Bella.


“Sekarang lebih baik kamu


istirahat ya.” Kata Bastian. Namun Bella tidak mau melepaskan pegangan


tangannya.


“Ada apa?” Tanya Bastian.


“Aku takut nanti Carly datang


menggangguku lagi.” Kata Bella.

__ADS_1


“Jangan takut, ada aku


disampingmu.” Kata Bastian.


“Malam ini menginaplah di


kamarku. Aku takut sendiri.” Kata Bella.


“Baiklah, aku akan menunggumu dan


menjagamu sampai tertidur.” Kata Bastian.


“Jangan tinggalkan aku meskipun


aku sudah tidur.” Kata Bella.


“Astaga kamu benar-benar ya,


kalau seperti ini kamu semakin menggemaskan.” Kata Bastian.


“Pergilah kalau begitu.” Kata


Bella.


“Iya iya maaf sayang.” Kata


Bastian.


“Keluargamu yang datang kesini


siapa saja?” Tanya Bella.


“Ibu dan ayahku saja.” Kata


Bastian.


“Kakakmu tidak ikut?” Tanya


Bella.


“Dia hanya menelfonku tadi lalu


mendukung apapun pilihanku dan jika aku mencintai seorang wanita harus


diperjuangkan. Dia tidak ingin aku sepertinya yang menyesali pernikahannya.”


Kata Bastian.


“Lalu apakah kakakmu menyukaiku?”


Tanya Bella.


“Tentu saja, dia sangat mendukung


kita. Sudah cepat tidurlah.” Kata Bastian.


“Jangan tinggalkan aku saat aku


tidur nanti dan jangan macam-macam padaku.” Ancam Bella.


“Lihat saja nanti pasti kamu


menyukainya kok haha.” Goda Bastian.

__ADS_1


“Apa kau bilang?” Tanya Bella


sambil mata melotot ekspresi kesal.


__ADS_2