
Bastian menelfon Bella.
“Hallo kamu dimana sayang?” Tanya
Bastian.
“Jangan mencariku, aku ingin
sendiri untuk menenangkan diri.” Kata Bella.
“Aku akan menjelaskannya semua
padamu sayang, kamu dimana sekarang?” Tanya Bastian.
“Kenapa harus orang lain yang
memberitahuku? Kenapa aku harus mendengar dari orang lain dan bukan darimu?”
Tanya Bella sambil menangis. Lalu Bella menutup telfonnya.
Bastian melacak lokasi ponsel
Bella dan dia menemukannya, ternyata dia sedang berada ditempat pemotretan
tadi. Bastian segera menuju kesana dan mencarinya. Syukurlah Bastian
menemukannya, lalu dia segera berlari ke arah Bella dan memeluknya.
“Jangan buat aku khawatir
sayang.” Kata Bastian.
“Lepaskan aku, aku sangat
membencimu.” Kata Bella sambil terus menangis.
“Maafkan aku.” Kata Bastian.
“Jangan hanya melakukan kesalahan
lalu seenaknya meminta maaf.” Kata Bella.
“Aku benar-benar tidak tau jika
Carly menghampirimu dan mengatakan omong kosong itu padamu.” Kata Bastian.
“Jadi kamu akan meninggalkanku
lalu memilih untuk bertunangan dengan Carly? Lalu untuk apa aku jauh-jauh
kesini jika ujung-ujungnya aku akan sakit hati lagi. Lepaskan aku huhu.” Kata
Bella.
“Aku tidak tau jika ibuku
merencanakan semua ini.” Kata Bastian.
“Lalu kamu hanya diam saja,
apakah kamu ingin aku menyaksikan hari bahagiamu dengan dia?” Tanya Bella.
“Dengarkan aku dulu, aku janji
__ADS_1
tidak akan setuju dengan pertunangan itu dan menolaknya. Aku hanya akan
menikahimu dan bukan orang lain. Percayalah dengan kata-kataku sayang.” Kata
Bastian.
“Percuma karena keluargamu
menentang hubungan kita.” Kata Bella.
“Aku akan memperjuangkanmu
bagaimanapun caranya meskipun dengan melepaskan semua harta pemberian orang
tuaku, kamu ingat kan dulu aku pernah bilang apa, kita bisa hidup dan tinggal
berdua disini. Aku mohon percayalah padaku, tatap mataku, aku bicara serius
kali ini dan aku mohon ayo kita perjuangkan cinta kita bersama.” Kata Bastian,
lalu Bella mengangguk.
“Kita hadapi bersama ya dan kita
berjuang bersama.” Kata Bastian, Bella hanya mengangguk.
Kemudian Bastian mengajak Bella
pulang ke apartemen.
“Jadi benar kalau kamu dan Carly
akan melangsungkan pertunangan?” Tanya Bella.
“Benar, ibuku besok akan datang
“Lalu aku harus melakukan apa?”
Tanya Bella.
“Kau hanya lakukan satu hal.”
Kata Bastian.
“Apa itu?” Tanya Bella.
“Tetaplah disampingku apapun yang
terjadi, jangan pernah jauh dariku. Apa kau mengerti?” Kata Bastian.
“Iya, aku mengerti.” Kata Bella.
“Sekarang lebih baik kamu
istirahat ya.” Kata Bastian. Namun Bella tidak mau melepaskan pegangan
tangannya.
“Ada apa?” Tanya Bastian.
“Aku takut nanti Carly datang
menggangguku lagi.” Kata Bella.
__ADS_1
“Jangan takut, ada aku
disampingmu.” Kata Bastian.
“Malam ini menginaplah di
kamarku. Aku takut sendiri.” Kata Bella.
“Baiklah, aku akan menunggumu dan
menjagamu sampai tertidur.” Kata Bastian.
“Jangan tinggalkan aku meskipun
aku sudah tidur.” Kata Bella.
“Astaga kamu benar-benar ya,
kalau seperti ini kamu semakin menggemaskan.” Kata Bastian.
“Pergilah kalau begitu.” Kata
Bella.
“Iya iya maaf sayang.” Kata
Bastian.
“Keluargamu yang datang kesini
siapa saja?” Tanya Bella.
“Ibu dan ayahku saja.” Kata
Bastian.
“Kakakmu tidak ikut?” Tanya
Bella.
“Dia hanya menelfonku tadi lalu
mendukung apapun pilihanku dan jika aku mencintai seorang wanita harus
diperjuangkan. Dia tidak ingin aku sepertinya yang menyesali pernikahannya.”
Kata Bastian.
“Lalu apakah kakakmu menyukaiku?”
Tanya Bella.
“Tentu saja, dia sangat mendukung
kita. Sudah cepat tidurlah.” Kata Bastian.
“Jangan tinggalkan aku saat aku
tidur nanti dan jangan macam-macam padaku.” Ancam Bella.
“Lihat saja nanti pasti kamu
menyukainya kok haha.” Goda Bastian.
__ADS_1
“Apa kau bilang?” Tanya Bella
sambil mata melotot ekspresi kesal.