
Selama satu Minggu di rawat di rumah sakit membuat Fitri bosan. Dia terus merengek ingin pulang. Tapi karena kondisinya yang belum memungkinkan, Fitri masih harus di rawat di rumah sakit.
"pak, Bu. Fitri bosan disini terus. Fitri ingin pulang ke rumah. tiduran di kontrakan." rengek Fitri kepada Bapak dan ibunya
"sabar nak, besok kamu juga sudah boleh pulang kok." kata pak Sumarno
"yang bener pak??."
"iya nak, tadi setelah dokter memeriksa keadaan kamu, bapak dan ibu di panggil ke ruangannya. Beliau mengatakan bahwa kamu sudah pulih. dan besok sudah bisa pulang." kata pak Sumarno
"yeye,, asyikkk...pulang." betapa gembiranya hati Fitri mendengar besok dia bisa keluar dari rumah sakit tersebut.
Vina, Ahmad, Pak Sumarno serta Bu Sundari yang melihat sifat kekanak-kanakan Fitri hanya bisa geleng-geleng kepala.
"betapa manjanya dia saat berada di dekat kedua orang tuanya." batin Ahmad
"Aku, harus berjuang merebut hati orang tuanya agar bisa memuluskan jalanku untuk mendekati putri kesayangannya mereka." batin Ahmad
Sebenarnya Pak Sumarno dan Bu Sundari memiliki dua anak, satu perempuan dan yang satunya laki-laki. Anak laki-lakinya sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah salah satu universitas negeri di Indonesia.
Karena Fitri merupakan anak perempuan satu-satunya jadi dia sangat disayanginya bapak dan ibunya. meskipun Fitri merupakan anak Sulung.
Adik Fitri bernama Saka.dia juga sangat menyayangi kakak perempuannya. Tapi karena jarak yang terpisah membuat mereka jarang bertemu.
Sebenarnya pekerjaan bapak Fitri adalah petani sayur.Dia memiliki lahan sendiri. Bisa di bilang luas, sekitar 3 hektar. Warisan dari orang tua sang bapak.
Pak Sumarno juga mempekerjakan beberapa orang untuk merawat kebun mereka.
Setiap hari selalu memanen hasil kebunnya. Pak Sumarno juga mempunyai orang kepercayaan yang memantau kegiatan di kebun. Sehingga selama beliau pergi, tak merasa khawatir dengan para pekerjanya.
Saat Ahmad duduk di sofa, pak Sumarno menghampiri Ahmad.
"nak, ikut bapak. ada yang mau bapak omongin ke kamu."
"baik pak."
mereka berdua langsung bergegas keluar dari ruangan. Ahmad berjalan mengikuti pak Sumarno. Mereka berdua berhenti di taman rumah sakit.
Sementara 3 wanita yang masih ada di dalam ruangan menatap kepergian 2 pria beda usia dengan tatapan bingung.
"kenapa ya Bu, kok bapak ngajak dia keluar?" tanya Fitri
"ya ibu gak tau nak, orang ibu juga gak ikut mereka keluar."kata Bu Sundari
"iya juga ya, barangkali tadi bapak ngomong sesuatu sama ibu pas tadi keluar dari ruangan dokter." balas Fitri
"enggak sayang, bapak gak ada ngomong apa-apa sama ibu. biar nanti kita tanya mereka pas mereka udah balik."
"ide bagus tuh Tante." ujar Vina
*di taman rumah sakit
__ADS_1
Mereka berdua duduk di bangku taman. Duduk bersebelahan dengan jarak yang tersisa.
"apa ada hal yang penting pak? sehingga bapak mengajak saya ngobrol berdua?."tanya Ahmad
"iya, ada sesuatu yang ingin bapak bicarakan ke kamu."
"tentang apa pak??"
"tentang Fitri."
Deg...
tiba-tiba jantung Ahmad berdetak lebih cepat dari biasanya.
"ada apa ini?? apa ada masalah yang serius?." batin Ahmad
"silahkan bapak ngomong saja, akan saya dengarkan." kata Ahmad
"terimakasih atas kebaikan kamu nak Ahmad, bapak ngga bisa balas kebaikan kamu. selama Fitri kecelakaan kamu selalu ada di sampingnya. Apa kamu punya perasaan lain kepada Fitri. seperti cinta mungkin." ujar pak Sumarno panjang lebar
"aduh haruskah aku menjawab yang sejujurnya??" batin Ahmad
"Iya pak, sama-sama. sebagai sesama manusia harus saling menolong."kata Ahmad
"tapi, bapak perhatikan selama Bapak disini, tatapan matamu ke Fitri seperti lain. apa ada perasaan istimewa antara kamu ke Fitri? jawab jujur nak, bapak tidak marah,"
Ahmad tergagap seketika membalas pertanyaan Pak Sumarno
Pak Sumarno tidak heran dengan jawaban Ahmad, dia memang sudah tahu jika Ahmad menyukai anaknya.
"jangan ragu jika benar kamu mencintainya. dekati dia perlahan-lahan. bapak akan bantu sebisa bapak. karena bapak tahu kamu tulus menyayangi anak bapak."
"baik pak, saya akan berusaha agar mampu meluluhkan hati Fitri."
"tapi ingat, jangan pernah kamu macam-macam dengan anak bapak. karena dia pernah memiliki trauma dengan laki-laki." ujar pak Sumarno
"trauma??."
"iya, dia pernah hampir di perkosa oleh mantan pacarnya saat kuliah dulu." kata pak Sumarno sedih.
Ahmad yang melihat raut wajah Pak Sumarno langsung berusaha menenangkan beliau.
"Bapak tenang saja, selama bapak jauh dari Fitri, saya akan menjaga putri bapak semampu yang saya bisa. saya tidak akan pernah melecehkan anak bapak." kata Ahmad serius
"iya nak, bapak percaya."
"pak, saya mau tanya.apa boleh??."
" boleh nak, silahkan."
"jika seandainya Fitri juga mencintai saya, apakah bapak akan merestui kami ??."
__ADS_1
"ya tentu, tapi harus dengan ikatan pernikahan. karena bapak tidak mau adanya zinah di antara kalian." ujar pak Sumarno
"baik pak, usia kami memang sudah pantas untuk menikah. Saya juga tidak mau nanti Fitri kembali trauma. Jika benar nanti Fitri mencintai saya, saya akan langsung melamarnya pak."
"apa kamu serius?? "
"sangat serius pak, saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya."
"baiklah, bapak percaya. Ayo kita masuk. mereka pasti sudah menunggu kita. Apalagi kan hari ini hari kepulangan Fitri. Dia pasti sudah tidak sabar."
"ayo pak."
Mereka berdua bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang perawatan Fitri.
Sesampainya disana mereka sedang berkemas-kemas merapikan barang, yang akan dibawa pulang ke rumah.
"kok lama banget sih pak, kemana aja." tanya Fitri manja
"emang dah kangen ya sama bapakmu ini, baru pergi bentar aja langsung kangenin." kata Pak Sumarno
"ih bapak pede banget sih. sebenarnya apa yang kalian obrolin di luar?". tanya Fitri lagi
"biasalah urusan laki-laki,." ujar pak Sumarno sambil tersenyum.
"ih bapak jahat." kata Fitri cemberut.
"ya sudah, mau pulang apa nggak. ayok kita beres-beres biar cepet pulang sampe rumah. katanya udah kangen kasur." kata Bu Sundari
" iya buk."
Mereka kembali mengemasi barang-barang, termasuk barang-barang yang ada di rumah singgah. karena selama kedua orang tua Fitri disini, mereka juga menginap di rumah singgah. supaya lebih nyaman kalo beristirahat.
Ahmad juga membantu mengeluarkan barang-barang dan memasukkannya ke dalam mobil Pak Sumarno.
"Pak, sudah saya masukin semua barang-barangnya. apa masih ada yang saya bantu lagi?"
"terima kasih banyak nak, kayaknya tidak. kita tinggal menunggu Fitri keluar dan setelah itu pulang. kamu pulang duluan sana, kan capek tiap hari di rumah sakit dan jarang istirahat."
"sama-sama. baiklah Pak, kalo begitu saya menunggu Fitri keluar dulu. saya mau berpamitan dengan dia."
Tak lama kemudian, Fitri, Vina dan ibunya keluar dari ruangan. dan Ahmad langsung berpamitan kepada semuanya yang ada di sana untuk pulang.
"gue pamit pulang dulu ya Fit, jaga diri baik-baik. ntar kapan-kapan gue mampir ketempat Lo. bapak,ibu saya permisi pulang dulu ya. Vin gue pamit pulang dulu ya." kata Ahmad
"iya, hati2 di jalan ya."
"bye"... ujar mereka bersamaan...
bersambung....
jangan lupa vote, like dan coment ya...
__ADS_1