
Tidak lama kemudian, Bastian kembali dan memeluk istrinya dari belakang.
“Ada apa sayang?” Tanya Bastian.
“Mas kamu dari mana?” Kata Bella sambil menangis di pelukan suaminya.
“Aku keluar sebentar membeli baju, kamu pikir aku pergi ya? Tenanglah, aku disini.” Kata Bastian menenangkan istrinya.
“Maaf.” Kata Bella sambil mengusap air matanya.
“Kita kembali pulang yuk.” Kata Bastian.
“Baiklah.” Kata Bella.
Akhirnya Bella dan Bastian pun kembali pulang ke apartemen. Setibanya di apartemen, Bella masih menggenggam tangan suaminya.
“Sayang istirahatlah dikamar.” Kata Bastian.
“Kamu mau pergi ya?” Tanya Bella.
“Aku mau mengecek email kantor dulu karena ada urusan mendadak.” Kata Bastian.
“Aku akan menemanimu.” Kata Bella.
“Kamu capek sayang, lebih baik istirahatlah.” Kata Bastian.
“Aku takut nanti kamu pergi lagi.” Kata Bella.
“Hahaha tidak akan, kamu kenapa kok sekarang jadi ketakutan kehilangan aku?” Tanya Bastian.
“Aku merasa bersalah kepadamu mas.” Kata Bella.
__ADS_1
“Apakah ingatanmu sudah kembali lagi?” Tanya Bastian.
“Belum, aku hanya tidak ingin kehilangan orang terdekatku saja, apalagi selama ini kamu benar-benar sangat sabar dalam menghadapiku padahal aku sangat menyebalkan dan membuatmu kesusahan.” Kata Bella sambil menunduk.
“Baiklah, aku akan mengerjakannya dikamar sekaligus menjadi bantal guling untukmu.” Kata Bastian.
Bastian mengecek email kantor sekaligus menjadi tempat bersandar istrinya. Bella bersandar di lengan suaminya.
“Apakah tanganmu lelah?” Tanya Bella.
“Tidak kok.” Kata Bastian.
“Apa yang bisa aku bantu untukmu?” Tanya Bella.
“Tidak perlu, jika kamu mengantuk cepat tidurlah.” Kata Bastian.
“Aku akan menemanimu sampai kamu selesai.” Kata Bella.
“Padahal tadi dia bilang akan menemaniku sampai selesai ternyata dia tertidur duluan.” Kata Bastian sambil mencium kening istrinya.
**
Malam harinya.
Bastian sedang di dapur untuk membuat makan malam, sedangkan Bella masih tertidur dikamarnya. Tidak lama kemudian Bella terbangun dan memanggil suaminya.
“Mas kamu dimana?” Teriak Bella.
“Aku didapur.” Kata Bastian dari arah dapur. Akhirnya Bella bangun dan menghampiri suaminya.
“Kamu sedang masak apa? Kenapa tidak membangunkanku?” Tanya Bella.
__ADS_1
“Kamu terlihat sangat lelah sayang jadi aku tidak ingin membangunkanmu. Duduklah, makan malam sudah siap.” Kata Bastian.
“Lain kali biar aku yang memasak, karena aku kan seorang istri jadi sudah seharusnya aku yang memasak dan menyiapkan makanan untukmu.” Kata Bella.
“Istriku bukanlah pembantuku, urusan rumah tangga juga tanggung jawab kita berdua. Aku tidak setuju dengan prinsip istri tugasnya memasak dan selalu di dapur.” Kata Bastian.
“Aku tau tapi kan mas.” Kata Bella.
“Sudah jangan banyak bicara, cepat ganti bajumu yang terlihat lebih seksi dong agar aku semakin ***** makan.” Goda Bastian.
Tanpa berkata-kata, Bella pun menuruti kemauan suaminya. Dia segera berganti pakaian piyama super tipis dan tembus pandang, selain itu dia juga memakai parfum milik suaminya. Kemudian dia segera pergi menuju ke meja makan, seketika Bastian pun terbelalak melihat penampilan Bella, Bella pun menjadi tersipu malu dengan tatapan suaminya.
“Waw luar biasa mantap.” Kata Bastian.
“Jangan menatapku seperti itu, aku jadi malu.” Kata Bella tersipu malu.
“Kemarilah sayang.” Kata Bastian menarik tangan istrinya. Bella dan Bastian pun menikmati makan malam dengan penuh gairah.
“Bagaimana rasanya? Enak tidak?” Tanya Bastian.
“Enak sekali, rasanya pas.” Kata Bella.
“Benarkah?” Kata Bastian sambil menyentuh paha istrinya.
“Mas jangan, geli mas.” Kata Bella malu-malu.
“Bukankah kamu menyukainya?” Tanya Bastian.
“Jangan seperti ini mas, cepat habiskan makananmu.” Kata Bella.
“Bagaimana aku bisa fokus.” Kata Bastian lalu mencium bibir istrinya dengan penuh gairah.
__ADS_1