Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
Lamaran


__ADS_3

selepas obrolan keluarga itu, mereka semua kembali ke kamar masing-masing. para tamu tidur di kamar tamu lantai satu sedangkan keluarga inti tidur di kamar masing-masing..


mereka menginap di rumah Pak Hakim sampai acara lamaran Ahmad tiba. sebab mereka menyempatkan waktu beberapa hari untuk istirahat sejenak dari rutinitas dan sekalian kumpul keluarga.


_________


 


2 hari kemudian...


di Bandung


semua keluarga inti sedang sibuk mempersiapkan semua perlengkapan untuk dibawa ke Cimahi.


mereka semua menggunakan baju seragam keluarga yang sudah dipesan oleh Bu Halimah beberapa Minggu sebelumnya.


sementara itu di luar rumah, sejak tadi pagi Pak supir mencuci semua mobil yang akan digunakan untuk pergi ke Cimahi setelah sehari sebelumnya mobil-mobil tersebut dibawa ke bengkel untuk di cek semua mesinnya. agar jika nanti di pakai tidak ada kendala di jalan.


mereka akan menggunakan 3 buah mobil. satu mobil yang akan dikendarai Doni bersama Aurel dan kedua orangtuanya. satu mobil dikendarai pak sopir dan keluarga Pak Hakim kecuali Aurel. dan satu mobil lagi dikendarai oleh pak sopir dan juga keluarga dari pakdhenya serta membawa semua hantaran yang akan diserahkan untuk Fitri.


rencananya mereka akan berangkat pukul 10 pagi. pagi ini pukul 7, mereka sarapan terlebih dahulu. Bi Inah sudah memasakkan banyak menu yang pastinya enak-enak dan juga menggoyang lidah mereka semua.


menu sarapan kali ini ada capcay sayur, udang goreng tepung, kepiting saos tiram, cumi asam manis, tumis kangkung, dan juga garang asem ayam.. menu sarapan yang spesial khusus untuk acara lamaran Ahmad.

__ADS_1


setelah sarapan selesai, Ahmad dan Doni memasukkan semua barang hantaran lamaran di mobil pakdhenya. mereka memasukkannya dengan sangat hati-hati karena bingkai luar kotak hantaran tersebut adalah kaca..


semua sudah dipersiapkan dengan sangat matang dan baik. sehingga tinggal menunggu waktu pukul sepuluh tiba dan langsung berangkat.


----------


sementara itu di Cimahi..


sedari pagi keluarga besar Fitri sedang menyiapkan tempat dan makanan yang akan disajikan di hadapan calon besannya untuk acara lamaran.


ada banyak kue kecil dan juga camilan lainnya untuk menyuguhi para tamu yang akan datang. mereka juga akan masak banyak makanan.


menu makanan yang akan disuguhkan ada acar, rendang daging, udang saos tiram, Cha brokoli wortel, sayur sop, dan juga gudeg.


"nak, keluarga Ahmad datang jam berapa??" tanya pak Sumarno.


"tadi katanya sih berangkat dari Bandung jam sepuluh pak. mungkin jam sebelas lebih dikit baru sampai sini kalo gak macet." kata Fitri.


"oh ya sudah kalo begitu. sekarang kamu sarapan dulu gih. nanti lemes lho kalo gak sarapan. ini juga udah jam 8 lebih."


"gak pak. nanti saja."


"udah dibilangin orang tua itu jangan ngeyel. sekarang sarapan dulu. biar kuat nanti mandang calon suaminya." goda Pak Sumarno.

__ADS_1


"ih bapak apaan sih." kata Fitri malu-malu. Fitri lalu pergi menuju dapur untuk sarapan. sebenarnya dia belum merasa lapar. mungkin karena menunggu pujaan hatinya datang jadi rasa laparnya tergantikan oleh rasa rindu yang menggebu-gebu.


Fitri makan dengan sedikit nasi dan sayur. untuk sekedar mengganjal perutnya agar ayahnya tidak menyuruhnya berkali-kali untuk sarapan.


Fitri menggunakan baju couple yang diberikan oleh Bu Halimah. baju couple khusus untuk Fitri dan Ahmad. sedangkan Pak Sumarno dan Bu Sundari juga menggunakan baju couple yang mereka punya sebagai seragam keluarga.


pihak keluarga dari Fitri yang ikut acara lamaran kali ini ada beberapa sanak keluarga yang ada di sekitar situ seperti paman dan bibinya ada juga Pakdhe dan juga keluarganya. serta ada Pak RT dan juga Pak lurah yang membantu jalannya acara lamaran nanti. berhubung adik laki-lakinya tidak bisa pulang ke Cimahi, jadi Dimas tidak ikut di acara lamaran kali ini.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 lebih, kedatangan Ahmad sekeluarga belum juga tampak. sehingga membuat Fitri mondar-mandir seperti orang kebingungan. Pak Sumarno yang melihat tingkah Fitri saja sampai geleng-geleng kepala.


"udah nak duduk sini aja, gak usah mondar-mandir gitu." kata Pak Sumarno.


"iya pak. kok mas Ahmad belum dateng juga ya??". tanya Fitri.


"mungkin lagi di jalan. coba kamu telpon dulu orangnya."


"iya pak." Fitri lalu mengambil ponselnya di dalam kamar untuk menelpon Ahmad.


saat akan mendial nomor Ahmad, tiba-tiba saja ada suara mobil yang memasuki pekarangan rumah keluarga Fitri. membuat Fitri penasaran dan langsung keluar dari kamar menuju teras.


ternyata yang datang adalah keluarga dari Ahmad dengan membawa tiga mobil pribadi..


"akhirnya datang juga." batin Fitri.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2