
Bastian bangun terlebih dahulu, dia segera memasak untuk Bella. Selesai masak,
barulah dia membangunkan Bella. Bella pun kaget karena Bastian membangunkannya
dan itu membuatnya semakin tidak suka dengan kehadiran Bastian.
“Aku tidak suka jika kamu tiba-tiba masuk kedalam kamarku, aku bisa bangun
sendiri.” Kata Bella, lalu dia keluar kamar dengan kesal.
“Maafkan aku, makanlah terlebih dahulu. Aku membuatkanmu bubur, dulu kamu
sangat menyukai bubur buatanku.” Kata Bastian.
“Makan saja sendiri.” Kata Bella.
Bastian tidak menyerah begitu saja, dia pun mengambil bubur tersebut dan
membawakannya kepada Bella.
“Aku mohon makanlah, buburnya sangat enak dan masih hangat, tentu saja akan
membuatmu tetap hangat dan semangat menjalani harimu.” Kata Bastian. Bella melempar
bubur tersebut dan tumpah mengenai baju Bastian.
“Makan saja sendiri.” Kata Bella.
“Kamu ingin makan apa? Aku akan membuatkanmu apa yang kamu inginkan.” Kata Bastian.
“Aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa menyiapkan makananku sendiri.” Kata Bella.
Kemudian Bastian segera membersihkan tumpahan bubur tersebut sedangkan
Bella sedang membuat sandwich. Saat mengambil piring di rak paling atas dia
kesusahan karena tidak bisa menjangkaunya.
“Aduh aduh kenapa susah sekali, siapa sih yang menaruhnya di rak paling
__ADS_1
atas.” Gerutu Bella. Tiba-tiba piring tersebut terjatuh, beruntung Bastian segera
menangkapnya dan melindungi Bella dipelukannya.
“Perhatikan dirimu, jika aku telat datang pasti piring itu akan mengenai
kepalamu. Nanti aku akan menata piringnya kembali.” Kata Bastian sambil menatap
Bella.
“Minggir, aku bilang jaga jarak dariku.” Kata Bella sambil mendorong
Bastian.
“Biar aku yang membuatkannya, lebih baik kamu menghirup udara segar sambil
berjemur agar pikiranmu kembali fresh. Pergilah ke balkon, aku sengaja
merenovasi balkon agar kamu bisa dengan mudah menghirup udara segar dan
berjemur. Nanti aku akan membawakanmu makananmu kesana.” Kata Bastian. Bella diam
“Dia semakin menyebalkan tapi aku sangat menyukainya, semakin dia susah
didapatkan semakin semangat untuk mengejarnya.” Gerutu Bastian.
Bastian memberikan makanan kepada Bella yang sedang berjemur di balkon.
“Kemarilah, makanlah dulu.” Kata Bastian.
Tanpa banyak bicara, Bella pun segera memakan makanan buatan Bastian.
“Bagaimana rasanya? Enak tidak?” Tanya Bastian.
“Rasa sandwich.” Kata Bella.
“Aku tau, maksudku rasanya pas atau ada yang kurang?” Tanya Bastian.
“Memangnya kamu tidak mencicipinya?” Tanya Bella.
__ADS_1
“Menurutku rasanya sudah pas.” Kata Bastian.
“Lalu kenapa kamu menanyakannya kepadaku?” Tanya Bella.
“Makanlah sampai habis.” Kata Bastian.
“Setelah ini aku mau pergi menemui temanku.” Kata Bella.
“Menemui siapa?” Tanya Bastian.
“Vania.” Kata Bella.
“Kamu ingat dengan Vania?” Tanya Bastian.
“Tentu saja, dia dulu sahabatku sampai sekarang, lalu dia pernah jadi
manajerku dan dia tiba-tiba mengundurkan diri karena dia menikah.” Kata Bella.
“Apakah kamu tau siapa suaminya?” Tanya Bastian.
“Aku tidak tau karena sudah lama tidak bertemu, makanya aku ingin
menemuinya.” Kata Bella.
“Lebih baik tidak perlu menemuinya, kamu harus fokus dengan kesembuhanmu.” Kata
Bastian.
“Justru aku ingin menjalani hidupku seperti semula, aku bosan jika berada
didalam rumah terus. Apalagi ayah ibuku melarangku untuk bekerja.” Kata Bella.
“Sebaiknya telfon dia saja dan tidak perlu bertemu.” Kata Bastian.
“Jika kamu khawatir denganku, kamu bisa mengantarku.” Kata Bella.
“Aduh bagaimana ini, kenapa dia justru ingat dengan Vania. Padahal Vania
yang telah membuatnya jadi begini.” Kata Bastian dalam hati.
__ADS_1
“Aku mau bersiap-siap dulu.” Kata Bella.