
Tiba-tiba Abel berteriak dan
terbangun dari mimpinya. Dia tertidur di sofa sedangkan Bastian masih tertidur
di ranjangnya.
“Astaga kenapa aku bermimpi hal
yang sangat erotis seperti itu.” Kata Bella kesal.
Jam menunjukkan pukul 4 pagi, dia
pun diam-diam beranjak ke toilet namun Bastian terbangun.
“Siapa kamu?” Tanya Bastian.
Lalu Bella menoleh ke Bastian,
Bastian pun terkejut.
“Bella? Kenapa bisa kamu ada
didalam kamarku? Kamu bahkan hanya memakai handuk seperti itu, apa yang
terjadi?” Tanya Bastian.
“Jangan salah paham, aku akan
menjelaskannya semua padamu tapi tolong pinjami aku baju milikmu.” Kata Bella.
“Ambil saja di lemariku.” Kata Bastian.
“Cepat ambilkan saja.” Kata Bella
sambil memegangi handuknya karena takut terjatuh.
“Baiklah.” Kata Bastian sambil
senyum-senyum.
Kemudian Bastian mengambilkan
baju untuk Bella dan memberikannya.
“Ini pakai bajuku.” Kata Bastian,
Bella pun dengan percaya dirinya menerima baju tersebut dan handuk yang melilit
tubuh Bella pun terjatuh, Bella pun berteriak sangat kencang.
“Aaaaaaaaaa jangan melihatku,
tutup matamu.” Kata Bella, dia pun mengambil handuknya di tengah kegelapan
lampu mati.
“Aduh sial, kenapa juga lampu
belum nyala.” Gerutu Bella. Tiba-tiba Bastian mengambil selimut dan menutupi
tubuh Bella dari belakang, Bella pun kaget.
“Jangan berteriak, cepat masuklah
ke kamar mandi.” Bisik Bastian.
“Tutup matamu dan jangan
melihatku, awas saja jika kau melihatku.” Bisik Bella.
“Aku sudah tau seperti apa isinya
karena akulah yang membukanya terlebuh dahulu, apakah ada yang berubah?” Bisik
Bastian dengan senyum-senyum.
“Diam kamu.” Bisik Bella,
kemudian Bella masuk kedalam kamar mandi. Didalam kamar mandi dia terus
menyalahkan dirinya.
__ADS_1
“Benar-benar bodoh, bagaimana
bisa handukku bisa terjatuh. Semoga saja dia tidak berpikir macam-macam. Tapi ba*
milikku kan juga basah gara-gara art sialan argh. Bagaimana ini pasti sangat
terlihat jelas.” Kata Bella dalam hati.
Beberapa menit kemudian, Bella
keluar.
“Untung saja masih lampu mati,
jadi tidak terlalu terlihat jelas.” Kata Abel dalam hati.
“Kenapa pintu kamarku tidak bisa
dibuka?” Tanya Bastian.
“Sepertinya art dan satpam kamu
sengaja melakukan ini.” Gerutu Abel.
“Duduklah dan jelaskan semuanya.”
Kata Bastian.
“Apakah kamu baik-baik saja?
Apakah kamu tidak merasa mual? Semalam kamu mabuk dan jatuh pingsan.” Kata Bella.
“Aku baik-baik saja, bagaimana
kamu bisa ada didalam kamarku?” Tanya Bastian.
Akhirnya Bella menceritakan semua
kejadian semalam dan alasan kenapa dia bisa ada didalam kamar Bastian.
“Tidak sia-sia aku memperkerjakan
mbak art dan satpam itu, aku yakin mereka sengaja mematikan lampu dan mengunci
“Memangnya kamu tidak punya kunci
cadangan ya? Cepat buka pintu kamarnya karena aku harus segera pulang.” Kata Bella.
“Ada, tunggu sebentar aku akan
mencarinya di laci. Mana ponselmu? Nyalakan lampu senter.” Kata Bastian.
“Tas dan ponselku ada ruang tamu,
ah sial.” Kata Bella.
“Ponselku dimana ya?” Tanya
Bastian.
“Ponselmu juga ada didalam tasku.”
Kata Bella.
“Apa? Kenapa bisa seperti ini.”
Gerutu Bastian.
“Senang sekali dia ada didalam
kamarku, rasanya ingin sekali aku menerkam dan memakannya haha. Lebih baik aku
bilang saja kuncinya tidak ada.” Kata Bastian dalam hati.
“Bagaimana? Ketemu tidak
kuncinya?” Tanya Bella.
“Sepertinya tidak ada didalam
laci, lagipula aku tidak bisa mencarinya di tengah kegelapan seperti ini.” Kata
__ADS_1
Bastian.
“Lalu bagaimana ini? Apakah aku
harus menunggu sampai lampu nyala? Aku harus segera pulang.” Rengek Bella.
“Jangan khawatir, lagipula kamu
aman disini kan.” Kata Bastian.
“Sangat tidak aman, rasanya
sangat canggung berada satu ruangan denganmu.” Kata Bella lirih.
“Kenapa? Kamu takut si Jordi
mencarimu?” Tanya Bastian.
“Bukan begitu, tapi tidak pantas
saja jika kita berada dalam satu ruangan berdua apalagi ini satu kamar.” Kata Bella.
“Tidurlah sebentar yang nyaman di
atas ranjang, sepertinya kamu kurang istirahat. Jangan khawatir, aku duduk di
sofa kok.” Kata Bastian.
“Tidak usah.” Kata Bella.
“Atau mau aku tidurkan?” Tanya
Bastian.
“Jangan macam-macam kamu padaku.”
Kata Bella.
Tidak lama kemudian, lampu
menyala. Saking senangnya Bella melompat-lompat dan dia terjatuh, beruntung
Bastian menangkapnya sehingga mereka saling berpelukan di atas sofa.
“Apa yang aku pegang? Sepertinya dia
tidak memakai itu? Waw terasa sangat empuk, sudah lama aku tidak merasakan hal
seperti ini. Aku sangat ingin menciumnya.” Kata Bastian dalam hati.
“Oh My God kenapa jantungku
berdetak sangat kencang? Aduh dia bahkan menyentuhnya, tolong lepaskan aku. Aku
ingin segera pergi tapi aku juga sangat nyaman di pelukannya.” Kata Bella dalam
hati.
“Apa yang aku pegang?” Tanya
Bastian sambil menunduk.
“Aku tidak tau, bisakah kamu
melepaskanku?” Tanya Bella.
Tiba-tiba datanglah mbak art dan
satpam.
“Tuan lampu sudah nyala.” Kata mbak
art sambil membuka kunci kamar.
“Wah kita sedang melihat film romantic.”
Kata satpam.
“Ayo cepat keluar.” Bisik mbak
art kepada satpam. Lalu mereka pun keluar dari kamar Bastian, sedangkan Bastian
__ADS_1
segera melepaskan Bella.