Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
season 2 Bagian 18


__ADS_3

Tiba-tiba Abel berteriak dan


terbangun dari mimpinya. Dia tertidur di sofa sedangkan Bastian masih tertidur


di ranjangnya.


“Astaga kenapa aku bermimpi hal


yang sangat erotis seperti itu.” Kata Bella kesal.


Jam menunjukkan pukul 4 pagi, dia


pun diam-diam beranjak ke toilet namun Bastian terbangun.


“Siapa kamu?” Tanya Bastian.


Lalu Bella menoleh ke Bastian,


Bastian pun terkejut.


“Bella? Kenapa bisa kamu ada


didalam kamarku? Kamu bahkan hanya memakai handuk seperti itu, apa yang


terjadi?” Tanya Bastian.


“Jangan salah paham, aku akan


menjelaskannya semua padamu tapi tolong pinjami aku baju milikmu.” Kata Bella.


“Ambil saja di lemariku.” Kata Bastian.


“Cepat ambilkan saja.” Kata Bella


sambil memegangi handuknya karena takut terjatuh.


“Baiklah.” Kata Bastian sambil


senyum-senyum.


Kemudian Bastian mengambilkan


baju untuk Bella dan memberikannya.


“Ini pakai bajuku.” Kata Bastian,


Bella pun dengan percaya dirinya menerima baju tersebut dan handuk yang melilit


tubuh Bella pun terjatuh, Bella pun berteriak sangat kencang.


“Aaaaaaaaaa jangan melihatku,


tutup matamu.” Kata Bella, dia pun mengambil handuknya di tengah kegelapan


lampu mati.


“Aduh sial, kenapa juga lampu


belum nyala.” Gerutu Bella. Tiba-tiba Bastian mengambil selimut dan menutupi


tubuh Bella dari belakang, Bella pun kaget.


“Jangan berteriak, cepat masuklah


ke kamar mandi.” Bisik Bastian.


“Tutup matamu dan jangan


melihatku, awas saja jika kau melihatku.” Bisik Bella.


“Aku sudah tau seperti apa isinya


karena akulah yang membukanya terlebuh dahulu, apakah ada yang berubah?” Bisik


Bastian dengan senyum-senyum.


“Diam kamu.” Bisik Bella,


kemudian Bella masuk kedalam kamar mandi. Didalam kamar mandi dia terus


menyalahkan dirinya.

__ADS_1


“Benar-benar bodoh, bagaimana


bisa handukku bisa terjatuh. Semoga saja dia tidak berpikir macam-macam. Tapi ba*


milikku kan juga basah gara-gara art sialan argh. Bagaimana ini pasti sangat


terlihat jelas.” Kata Bella dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Bella


keluar.


“Untung saja masih lampu mati,


jadi tidak terlalu terlihat jelas.” Kata Abel dalam hati.


“Kenapa pintu kamarku tidak bisa


dibuka?” Tanya Bastian.


“Sepertinya art dan satpam kamu


sengaja melakukan ini.” Gerutu Abel.


“Duduklah dan jelaskan semuanya.”


Kata Bastian.


“Apakah kamu baik-baik saja?


Apakah kamu tidak merasa mual? Semalam kamu mabuk dan jatuh pingsan.” Kata Bella.


“Aku baik-baik saja, bagaimana


kamu bisa ada didalam kamarku?” Tanya Bastian.


Akhirnya Bella menceritakan semua


kejadian semalam dan alasan kenapa dia bisa ada didalam kamar Bastian.


“Tidak sia-sia aku memperkerjakan


mbak art dan satpam itu, aku yakin mereka sengaja mematikan lampu dan mengunci


“Memangnya kamu tidak punya kunci


cadangan ya? Cepat buka pintu kamarnya karena aku harus segera pulang.” Kata Bella.


“Ada, tunggu sebentar aku akan


mencarinya di laci. Mana ponselmu? Nyalakan lampu senter.” Kata Bastian.


“Tas dan ponselku ada ruang tamu,


ah sial.” Kata Bella.


“Ponselku dimana ya?” Tanya


Bastian.


“Ponselmu juga ada didalam tasku.”


Kata Bella.


“Apa? Kenapa bisa seperti ini.”


Gerutu Bastian.


“Senang sekali dia ada didalam


kamarku, rasanya ingin sekali aku menerkam dan memakannya haha. Lebih baik aku


bilang saja kuncinya tidak ada.” Kata Bastian dalam hati.


“Bagaimana? Ketemu tidak


kuncinya?” Tanya Bella.


“Sepertinya tidak ada didalam


laci, lagipula aku tidak bisa mencarinya di tengah kegelapan seperti ini.” Kata

__ADS_1


Bastian.


“Lalu bagaimana ini? Apakah aku


harus menunggu sampai lampu nyala? Aku harus segera pulang.” Rengek Bella.


“Jangan khawatir, lagipula kamu


aman disini kan.” Kata Bastian.


“Sangat tidak aman, rasanya


sangat canggung berada satu ruangan denganmu.” Kata Bella lirih.


“Kenapa? Kamu takut si Jordi


mencarimu?” Tanya Bastian.


“Bukan begitu, tapi tidak pantas


saja jika kita berada dalam satu ruangan berdua apalagi ini satu kamar.” Kata Bella.


“Tidurlah sebentar yang nyaman di


atas ranjang, sepertinya kamu kurang istirahat. Jangan khawatir, aku duduk di


sofa kok.” Kata Bastian.


“Tidak usah.” Kata Bella.


“Atau mau aku tidurkan?” Tanya


Bastian.


“Jangan macam-macam kamu padaku.”


Kata Bella.


Tidak lama kemudian, lampu


menyala. Saking senangnya Bella melompat-lompat dan dia terjatuh, beruntung


Bastian menangkapnya sehingga mereka saling berpelukan di atas sofa.


“Apa yang aku pegang? Sepertinya dia


tidak memakai itu? Waw terasa sangat empuk, sudah lama aku tidak merasakan hal


seperti ini. Aku sangat ingin menciumnya.” Kata Bastian dalam hati.


“Oh My God kenapa jantungku


berdetak sangat kencang? Aduh dia bahkan menyentuhnya, tolong lepaskan aku. Aku


ingin segera pergi tapi aku juga sangat nyaman di pelukannya.” Kata Bella dalam


hati.


“Apa yang aku pegang?” Tanya


Bastian sambil menunduk.


“Aku tidak tau, bisakah kamu


melepaskanku?” Tanya Bella.


Tiba-tiba datanglah mbak art dan


satpam.


“Tuan lampu sudah nyala.” Kata mbak


art sambil membuka kunci kamar.


“Wah kita sedang melihat film romantic.”


Kata satpam.


“Ayo cepat keluar.” Bisik mbak


art kepada satpam. Lalu mereka pun keluar dari kamar Bastian, sedangkan Bastian

__ADS_1


segera melepaskan Bella.


__ADS_2