Menua Bersamamu

Menua Bersamamu
BAB 6


__ADS_3

Money Can't buy your happiness


(mungkin itu pesan dari Author)


Keesokan harinya Cantika ke sekolah dengan wajah mendung, sedikit pucat karena dia semalaman menangis dan tidak tidur.


Bahkan dirinya hanya terdiam di kelas, Di kelas Charlie berbeda, dia tidak masuk hari ini, sahabat Charlie pun memberitahu Cantika, tetapi Cantika terdiam, sahabat Charlie lalu mengirim pesan singkat kepada Charlie.


Danendra yang beberapa hari lalu terobsesi untuk menghancurkan hubungan Cantika, melihat kesedihan Cantika, Danendra memjadi Iba, dalam hati Danendra (betapa kejamnya dia)


Note : gemesh kan liat Danendra...sama Author juga gemesh pengin nimpuk pake SANDAL JEPIT Guys hehehe...


Jam pulang sekolahpun tiba...dengan langkah Gontai Cantika menanti Babang Angkot tetapi tak kunjung datang, Tak lama datanglah Charlie dengan jaket kulit hitam dan Motor Merahnya, seketika Cantika kaget, saar ingin pergi menjauh, Tangan Cantika di pegang Charlie..."Tolong jangan seperti ini, aku ingin menjelaskan semuanya, dan ingin serius menjalani hubungan ini"

__ADS_1


Cantika Pun mengambil helm yang di sodorkan Charlie dan ikut bersama Charlie, perjalanan selama setengah jam itu membuat Cantika bertanya-tanya sebenarnya ada apa?


Setelah tiba di sebuah Kafe milenial yang sepi pengunjung Charlie mengajak masuk Cantika, duduk tidak jauh dari pintu masuk, Charlie memesan Coklat hangat kesukaan Cantika, Cantika berusaha tersenyum di depan Charlie,(karena hatinya berkata Charlie adalah orang yang tepat)


Dan tanpa basa-basi Charlie menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi, Charlie mengakui sebelum bertemu Cantika dirinya adalah Palyboy, angkuh dan semena-mena, karena pertemuanya dengan Cantika dia lebih bisa mengontrol emosinya, lebih mandiri, lebih dewasa.


Cantika yang mendengar itupun hanya tersenyum, bahkan Charlie membuka ponsel dan memberikan kepada Cantika untuk memilih Cincin untuk Cantika, tetapi Cantika menolak karena Cincin yang di foto terlalu mahal untuknya.


Cantika berharap desain sederhana saja, dan bukan Berlian, baginya bersama dengan Charlie dan Charlie setia,Jujur kepadanya itu sudah cukup.



Charlie juga mengatakan bahwa Papanya ingin Acara lamaran di gelar dengan meriah, tetapi beda dengan Cantika dia ingin diadakan di sebuah restorant saja, dengan keluarga.

__ADS_1


Mendengar perkataan Cantika, Charlie tersenyum bahagia, karena perempuan yang dia cintai patut di perjuangkan, dan menjadi pendamping hidup.


Di lain tempat Danendra mengalami kecelakaan karena saat berkendara dengan kecepatan tinggi, papa dan mama Danensra berusaha menghubungi Cantika tetapi susah sekali, sehingga mama Danendra memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada Cantika.


Cantika tak menyadari ada pesan singkat di ponselnya karena sedang Asyik berbincang dengan Charlie...


Sementara di Rumaksakit Danendra membutuhkan donor Ginjal, karena kecelakaan menyebabkan satu ginjalnya rusak, orangtua Danendra berusaha mencari donor untuk anaknya tetapi tak ada satupun yang cocok, Mama Danendra pun menulis pesan kepada Cantika soal donor, karena bagi Mama Danendra, Cantika seperti putrinya sendiri.


Sedang asyik di mabuk Asmara Cantika tak sadar sudah berbincang sampai larut malam, dan mengajak Charlie untuk pulang kerumah, sesampai di rumah Cantika langsung beristirahat karena Esok harus pergi ke sekolah.


Di lain tempat Danendra harus segera cangkok ginjal, dan operasi wajah karena akibat serpisan kaca mobil yang menabraknya, sementara dengan keadaan cemas Mama menanti kabar dari Cantika, Paa Danendra juga ikut cemas.


Akankah Cantika mau membantu mencari donor ginjal untuk Danendra????

__ADS_1


nantikan kejutanya di next bab....


Terimakasih🙏🙏🙏


__ADS_2