
setelah mereka bertiga selesai makan dan membereskan semua perlengkapannya. ketiganya kembali ke ruang keluarga sambil menonton TV. mereka bertiga melepas rindu sambil berbincang-bincang.
"nak, mama liat kok kayaknya ada yang berbeda ya dari rumah ini."
"ah masak sih mah, kayaknya sama aja."
"enggak, mama liatnya beda aja." Bu Halimah lalu mengamati sekeliling.
"sejak kapan ada bunga anggrek di dalam rumah ini??"
"itu udah lama mah." kilah Ahmad
"ah enggak, orang mama terakhir kesini aja beberapa bulan yang lalu kok."
"iya aku juga tau. ini udah lama aku belinya pas mama baru pulang dari sini." kata Ahmad berbohong
"tapi bagus loh nak. jadi ada kesan warna yang berbeda di setiap sudut ruangan. papa juga suka. apalagi ini bunganya asli. bukan tiruan."
"iya pah, jadi tambah betah mama disini."
"apalagi kalo mama sama papa tahu kalo taman juga udah aku renov. pasti kalian suka."
"mana ..mana. mama mau lihat. jadi penasaran deh." kata Bu Halimah berjalan menuju pintu di dekat ruang keluarga yang menghubungkan taman di rumah itu.
Bu Halimah tampak terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya. sungguh dia tidak menyangka bahwa akan seindah ini taman bunga di rumah sang anak.
"wah, bagus banget nak.. mama jadi betah kalo harus lama-lama disini. ditinggal kerja juga gak papa."
"tuh kan liat, mamah kamu mulai deh."kata Pak Hakim pada sang anak.
"mama pengen papah pulang sendirian ke Bandung nih. gak kasian sama papa??."
"ih papah, apaan sih. papa juga disini dong. papah mah gitu yang dipikirkannya cuma kerja..kerja..dan kerja... gak beda jauh sama Ahmad."
",ih mulai lagi deh ngambeknya. udah dong mah. jangan ngambek terus.. malu dilihatin sama anak sendiri."
"bodo amat. habisnya papah nyebelin sih."
Ahmad yang melihat pertengkaran kecil kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"huh kalian ini, masih saja kaya anak kecil." batin Ahmad.
"ya udah lah dari pada dengerin kalian ribut mending Ahmad masuk ke kamar aja deh. dan jangan lupa ya ma, pa besok calon istri Ahmad mau ke sini sekitar jam 10 siang. jadi tolong jaga sikap ya. dan mama tolong jangan bertanya macam-macam sama dia." kata Ahmad memperingatkan sang mama lalu naik ke atas menuju kamarnya.
sedangkan orang tuanya nampak bingung dengan kelakuan anaknya itu dan mereka juga lupa bahwa tujuan utama mereka kesini selain menengok anak laki-lakinya yaitu bertemu calon menantu yang menurut anak laki-lakinya itu termasuk menantu idaman.
entahlah. emang Susah kalo ngomong bucin mah.
__ADS_1
di dalam kamar Ahmad tidak bisa memejamkan mata. hanya tiduran dan berguling-guling kesana kemari.
"huh, kenapa gue sekarang yang deg-degan ya. padahal kan ketemunya besok pagi." sambil menatap langit-langit kamar.
"gimana ya, respon mama sama papa pas ketemu Fitri pertama kali?? mereka suka gak ya??. duh kenapa gue jadi bingung gini sih." sambil menggaruk-garuk kepalanya.
lama kelamaan akhirnya matanya terpejam juga. dia bangun saat jam menunjukkan pukul 5.30 pagi. setelah bersih- bersih dia lalu turun menyapa kedua orangtuanya yang sudah ada di dapur.
"hai pah, mah gimana tadi malem tidurnya nyenyak gak??"
"Alhamdulillah, nyenyak kok nak. tuh papah kamu sampe ngorok."
"haha, emang kan papah kalo tidur suka ngorok mah. gak disini gak di rumah sama aja kan." kata Ahmad
"iya juga sih." lalu melanjutkan acara memasaknya.
"hemmm... harum banget baunya mah. mamah masak apa sih??"
"ini mamah masak capcay sama udang asem manis. terus tumis buncis."
"aduh.., udah mateng belum mah?? aku jadi laper banget nih."
"sabar nak, sebentar lagi juga mateng kok. kamu tunggu di meja makan dulu ya. biar mama siapin semuanya."
"siap boss."
setelah selesai sarapan, Ahmad kembali ke atas menuju ruang kerjanya, dia akan membuat beberapa desain untuk beberapa proyek yang dia tangani.
sedangkan sang ayah, dia lebih memilih membaca koran di taman samping rumah dengan sang istri. sesekali mereka berdua bersenda gurau.
--
jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Ahmad menyudahi pekerjaannya, lalu dia kembali menuju kamarnya. mengganti pakaian dan juga menyisir rambut agar terkesan rapi dan cool. tak lupa dia menyemprotkan parfum di beberapa bagian tubuhnya.
setelah dirasa keren, dia langsung turun ke bawah menuju tempat dimana kedua orang tuanya berada. sambil menyaut kunci mobil dan ponselnya yang ada di atas kasur.
saat sudah berada di taman dia meminta ijin kepada mereka untuk menjemput pujaan hatinya.
Ahmad langsung mengeluarkan mobil dari garasi dan memacunya menuju kontrakan Fitri.
20 menit berselang, Ahmad sudah ada di depan kontrakan Fitri dan mengetuk pintu.
tok..tok..tok..
Fitri yang mendengar pintu diketuk langsung saja berjalan menuju sumber suara. beberapa saat kemudian setelah Fitri membuka pintu, pandangan mata mereka beradu.
Ahmad yang terpesona dengan kecantikan Fitri langsung terpaku memandang sang pujaan hati tanpa berkedip...
__ADS_1
Fitri yang tersadar bahwa Ahmad memandang wajahnya tanpa berkedip akhirnya langsung menepuk bahu Ahmad.
"woy, jangan ngelamun ntar kesambet loh."
"eh.iya..iya..maaf." kata Ahmad yang baru tersadar dari lamunannya.
"habisnya kamu cantik banget sih." puji Ahmad.
"ah bisa aja. ya udah yuk jadi nggak?? aku ambil tas sama hape dulu ya di kamar."
Fitri yang mendengar pujian Ahmad langsung tersipu malu dan pipinya bersemu merah. dia sangat grogi. hingga dia mengalihkan pembicaraan dengan alasan ingin mengambil tas di kamar.
style Fitri bertemu camer...
setelah semuanya siap, Fitri mengikuti Ahmad masuk ke dalam mobilnya. di dalam mobil, mereka berdua hanya diam. terhanyut dalam pikiran masing-masing.
Fitri sangat gugup kali ini, bagaimana tidak, ini pertama kalinya dia pergi ke rumah Ahmad dan bertemu dengan kedua orang tuanya.
20 menit berlalu. akhirnya mereka sampai di kompleks perumahan elit di pinggir kota. mobil berhenti di depan rumah mewah berwarna putih dan beberapa saat kemudian, sang satpam membuka pintu gerbang agar mobil tersebut masuk.
Ahmad memarkirkan mobilnya di depan rumah. setelahnya keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk sang pujaan hati.
",yuk, masuk." ajak Ahmad
Fitri yang takjub akan keindahan rumah di depannya langsung tak mendengarkan ajakan Ahmad.
"eh, iya" kata Fitri yang sedang gugup setengah mati.
kedua orang tuanya yang mendengar ada suara mobil sang putra langsung saja menuju ruang tamu. karena tahu ada tamu yang akan datang ke rumah ini.
"udah gak usah gugup gitu, biasa aja dong."
Fitri hanya mengangguk.
mereka langsung masuk menuju ruang tamu, disana dia sudah ditunggu oleh calon mertuanya. ya siapa lagi kalau bukan mama dan papa Ahmad.
"pah, mah. kenalin ini Fitri."
bersambung....
jangan lupa untuk selalu vote..
like dan coment ya...
follow author juga dong..biar makin semangat buat update story' nya... ☺️☺️☺️🤗🤗
__ADS_1